Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia

Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia


Xanana Gusmao Isyaratkan Timor Leste Kembali ke Pangkuan NKRI

Posted: 08 Oct 2014 12:44 AM PDT

Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao mengakui kemungkinan negaranya akan bergabung kembali dengan pemerintah Indonesia, setelah berpisah dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) selama 15 tahun.

Xanana Gusmao Isyaratkan Timor Leste Kembali ke Pangkuan NKRI
PM Timor Leste Xanana Gusmao. (Liputan6.com/Dian Kurniawan)

"Timor Leste harus bergabung dengan Indonesia, kami butuh pemimpin baru," tutur Xanana Gusmao di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (7/10/2014).

Hal tersebut diungkapkan Xanana pada saat menghadiri undangan pemerintah Indonesia dalam rangka HUT ke-69 TNI yang dipusatkan di Pelabuhan Ujung, Koarmatim, Surabaya, Jawa Timur.

Dia juga mengaku sangat berterima kasih atas undangan yang diberikan pemerintah Indonesia, terutama TNI dalam rangka HUT ke-69 TNI.

Mantan pejuang pro-referendum ini juga sangat mengapresiasi kemajuan pesat Alutsista (Alat Utama Sistem Persenjataan) yang dimiliki TNI selama kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.


"Saya sangat berterima kasih kepada pemerintah Indonesia atas undangan dan kerja samanya selama ini. Saya juga perlu ucapkan Dirgahayu TNI," terang Xanana Gusmao.

Timor Leste diduduki oleh Portugal selama lebih dari 450 tahun. Kemudian menjadi bagian dari Indonesia selama 24 tahun. Pada saat masih bergabung dengan NKRI, nama Timor Leste adalah Timor Timur yang merupakan provinsi ke-27 Indonesia.

Namun pada tahun 1999, Timor Timur memisahkan diri dari kedaulatan NKRI dalam referendum di bawah pengawasan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan sekarang menjadi negara dengan nama resmi Republik Demokratik Timor Leste atau Timor Lorosa'e. (Liputan6)

Hadiri HUT TNI, Jokowi Ingin Wujudkan TNI Profesional

Posted: 07 Oct 2014 09:45 PM PDT

Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) bertekad meningkatkan pencapaian yang sudah diraih TNI saat ini. Jokowi ingin mewujudkan TNI yang profesional.

Hal itu seperti disampaikannya usai menghadiri upacara puncak HUT TNI ke-69 di Markas Koarmatim, Dermaga Ujung, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (7/10/2014).


Jokowi ingin mewujudkan TNI yang lebih profesional di masa mendatang

Menurut Jokowi, TNI profesional dapat diwujudkan jika pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin membaik di tahun-tahun mendatang.

"Kalau ekonomi baik, di atas 7%, itu anggaran TNI bisa diperjuangkan dua sampai tiga kali lipat. Itu juga kesejahteraan prajurit jangan dilupakan, ditingkatkan," kata Jokowi.

Mantan Wali Kota Solo itu, TNI merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Indonesia. Selain sebagai patriot yang mempertahankan negara, TNI juga merupakan pilar pemersatu bangsa.


Karena itu, profesionalisme TNI harus dibangun dengan meningkatkan jumlah dan memodernisasi alutsista.

"Profesionalisme TNI terus kita tingkatkan dengan juga modernisasi peralatan-peralatan. Saya kira kita harus konsisten terus," kata Jokowi

Jokowi bersama Jusuf Kalla tampak hadir dalam upacara perayaan HUT TNI ke-69 di Markas Koarmatim, Dermaga Ujung, Surabaya.

Jokowi tampak duduk di belakang SBY. Tepat di sebelah Jokowi ada Jusuf Kalla dan Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zoelva.

Jokowi pun mengaku bangga melihat parade yang memamerkan seluruh alutsista yang kini dimiliki TNI. (Sindo)

Mengenal Tank Leopard, Salah Satu Bintang Baru HUT TNI Ke-69

Posted: 07 Oct 2014 09:21 PM PDT

Puncak perayaan hari ulang tahun ke-69 Tentara Nasional Indonesia (HUT TNI) di Surabaya menjadi ajang pameran senjata baru. Sejumlah perlengkapan gres milik TNI unjuk gigi, dari pesawat hingga kendaraan tempur lapis baja.

Tank Leopard dalam Defile HUT TNI Ke-69
Tank Leopard dalam Defile HUT TNI Ke-69foto : detik.com

Salah satu yang mencuri perhatian publik adalah Main Battle Tank (MBT) Leopard. TNI Angkatan Darat kini memiliki 42 unit tank berat varian Leopard 2A4 yang dibeli dalam kondisi bekas dari Jerman pada Desember 2012. Leopard hadir sebagai bagian dari pengadaan 153 unit tank senilai US$ 280 juta.

Tank Leopard 2A4 memiliki berat 63 ton, panjang 9,97 meter, lebar 3,75 meter, dan tinggi 3 meter. Kendaraan beroda rantai ini dibekali mesin V-12 twin turbo diesel dengan kekuatan 1.400 daya kuda. Dengan tangki solar berisi 1.200 liter, Leopard bisa menempuh radius 550 kilometer dengan kecepatan maksimum 70 kilometer/jam.


Sesuai dengan namanya, Leopard juga dibekali dengan senjata yang sangar. Tank ini menggendong meriam smoothbore kaliber 120 milimeter buatan Rheinmetall. Meriam ini menjadikan Leopard sebagai tank terbesar yang pernah dimiliki Indonesia. Korps Kavaleri TNI Angkatan Darat sebelumnya dibekali tank ringan AMX-13 dan Scorpion, dengan meriam kaliber 75-90 milimeter.

Di negara asalnya, Leopard 2A4 menjadi senjata utama korps kavaleri. Sampai tahun 1994, Angkatan Darat Jerman mengoperasikan lebih dari dua ribu unit Leopard 2A4. Pada 2000, pemerintah Jerman menganggap tank Leopard 2A4 yang mereka operasikan terlalu banyak, terlebih setelah berakhirnya era perang dingin. Jerman pun melego sebagian besar Leopard kepada anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dan sejumlah negara sahabat, seperti Kanada, Austria, Chile, Yunani, Singapura, Turki, dan Indonesia. (Tempo)

Mantan Panglima, Perayaan HUT TNI ke-69 Termewah

Posted: 07 Oct 2014 09:17 PM PDT

Mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia Laksamana Agus Suhartono mengatakan perayaan HUT kali ini memang yang terbesar. Menurut Agus, perayaan ini memang dimaksudkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk melaporkan kepada masyarakat bagaimana perkembangan modernisasi alat utama sistem persenjataan dan profesionalisme TNI.

Mantan Panglima, Perayaan HUT TNI ke-69 Termewah

"Sudah direncanakan sedari tiga tahun yang lalu memang seperti ini," kata Agus kepada Tempo, Selasa, 7 Oktober 2014, di dermaga Pangkalan Komando Armada Timur, Surabaya, Jawa Timur, setelah perayaan HUT TNI ke-69. "Kan ini yang terakhir bagi SBY."

Suhartono menjabat sebagai Panglima pada 28 September 2010 hingga 20 Agustus 2013. Itu sebabnya, Agus mengaku tidak merasa kaget dengan kemeriahan HUT TNI ke-69 karena sudah direncanakan di masa kepemimpinan Agus.


Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengatakan dalam sepuluh tahun terakhir peralatan tempur Tentara Nasional Indonesia sudah sesuai dengan 'Minimum Essential Force'. "Bahwa sepuluh tahun pembangunan alat utama sistem pertahanan NKRI berjalan sesuai rencana," kata Moeldoko.

Moeldoko dan Presiden SBY mengklaim perayaan HUT TNI kali ini adalah yang termegah. "Sesuatu yang tak pernah terjadi sejak republik berdiri hingga saat ini," kata SBY. Misalnya, ada aksi penerjunan satu brigade infanteri. "Lebih bagus dari yang ada di film-film," kata Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Gatot Nurmantyo.

TNI memperingati hari ulang tahunnya yang ke-69 kemarin, 7 Oktober 2014. Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Fuad Basya mengatakan upacara tersebut melibatkan ribuan prajurit dari tiga angkatan. "Ini perayaan terbesar dalam sejarah bangsa," kata Fuad.

Sedangkan untuk alat utama sistem persenjataan yang dipamerkan, antara lain, Angkatan Darat mengerahkan 192 senjata. Contohnya, 22 Tank Leopard, 22 Tank Marder, 13 Panser Tarantula, 13 Tank Scorpio, 6 Meriam 155 milimeter Caesar, dan 43 pesawat, di antaranya dua Apache yang bakal datang pada 2016.

Angkatan Laut mengerahkan 195 alutsistanya. Di antaranya, 35 KRI, 10 LVT-7, 6 BVP-2, 26 BMP 3 F1, sempat RM 70 Grad. Sedangkan Angkatan Udara mengerahkan 139 alutsistanya, seperti, 12 Sukhoi Su27/30 Flanker, 3 F5 Tiger, sepulih F-16 Fighting Falcon, 12 Hawk 109/209, E Emb 314 Super Tucano, 1 tanker dan 3 Boeing 737.

Selepas upacara, prajurit berdemonstrasi, seperti serangan udara langsung, bantuan tembakan kapal anti kapal selam, manuver dan menembak tank di laut, operasi lintas udara, dan terjun statik laut. Juga ada pembebasan sandera, beladiri militer, defile pasukan dan alutsista, sailing pass dan fly pass, serta Jupiter Aerobatic Team. (Tempo)

Benarkan Sukhoi SU-35 Akam Menggantikan Pesawat Tempur F-5E Tiger II TNI AU.??

Posted: 07 Oct 2014 08:54 PM PDT

Dari beberapa jenis pesawat tempur yang dimiliki TNI AU, salah satu yang sangat terkenal dan fenomenal sebagai unsur udara strategis adalah F-5E Tiger II. Pesawat ini kini dinilai sudah tua, berusia 34 tahun  dan mulai ketinggalan jaman dinilai dari sisi performance, khususnya avionik dan sistem persenjataan dibandingkan pesawat tempur lainnya. Dari sejarahnya, TNI AU sejak tanggal 21 April 1980  menerima beberapa pesawat F-5E/F Tiger II buatan Northrop, AS yang diangkut oleh pesawat C-5A Galaxi dalam bentuk rakitan, diterima di Lanud Iswahjudi, Madiun.

Pesawat Tempur Sukhoi Su 35 Flanker
Pesawat Tempur Sukhoi Su 35 BM Flanker

Rakitan pesawat tersebut kemudian dirakit oleh para teknisi TNI AU dibawah supervisi Northrop. Pesawat-pesawat F-5E/F selanjutnya secara resmi ditempatkan pada Skadud 14 pada tanggal 5 Mei 1980 sebagai pesawat buru sergap menggantikan pesawat-pesawat F-86 Sabre yang telah dinyatakan habis jam terbangnya. Kini TNI AU telah memiliki pesawat-pesawat tempur handal seperti F-16-C52ID asal hibah dari pemerintah AS, Sukhoi  SU-27SK dan  Sukhoi-30MK, disamping pesawat tempur T-50 Golden Eagle, F-16 A/B, juga Hawk 109/209. Oleh karena itu TNI AU menilai  sudah waktunya dilakukan penggantian  F-5E Tiger tersebut.


Sejarah Skadron Udara 14 dan Sekilas F-5E Tiger II


Situs dari Pangkalan TNI AU Iswahjudi (sandi IWY) menyebutkan bahwa Skadron Udara (Skadud) 14 dibentuk pada tanggal 1 Juli 1962. Skadron ini sejak awal sudah menyandang predikat sebagai skadron tempur sergap (striker interceptor) pada jajaran Wing Operasional (Wing Ops) 300 di bawah Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas). Pesawat mutakhir yang saat itu digunakan adalah MIG-21 Fishbed yang ikut andil dalam operasi Trikora, Dwikora dan Tumpas. TNI AU (AURI) saat itu mempunyai alutsista sangat terkemuka selain MIG-21 juga TU-16/KS, IL-28 dan beberapa versi pesawat tempur Mig lainnya.

Dengan terjadinya perubahan suhu politik, dibekukannya hubungan diplomatik tahun 1967 dengan Rusia, menyebabkan tidak  terbangnya MIG-21 serta pesawat eks Rusia karena kekurangan suku cadang, maka  pada akhir 1970-an, memaksa pemerintah RI, Departemen Pertahanan dan Keamanan serta TNI AU menoleh ke Barat untuk mengaktifkan kembali unsur pertahanan udara ini. Sebagai pengganti MIG-21,  Skadud 14 kemudian diisi dengan pesawat F-86 Sabre hibah dari Australia pada tahun 1973 melalui proyek "Garuda Bangkit". Pada 19 Pebruari 1973   pesawat F-86 Sabre kiriman pertama  tiba di Lanud Iswahjudi. Tanggal 10 Mei 1974 Skadud 14 menjadi unsur organik Komando Satuan Buru Sergap (Kosatsergap) yang disebut dengan Satuan Buru Sergap F-86 (Satsergap-86). F-86 kemudian aktif dan berfungsi sebagai pesawat buru sergap sekitar 7 tahun.

 Tanggal 21 April 1980 TNI AU menerima beberapa pesawat F-5 Tiger II buatan Northrop dari AS menggantikan F-86 yang kemudian di-grounded. F-5 Tiger II  dibeli dari Pemerintah Amerika melalui program Foreign Military Sales (FMS) dan Military Asistance Program. Pada tanggal 5 Mei 1980 penggunaan pesawat F-5 Tiger E/F Tiger II diresmikan oleh Menhankam/Pangab Jenderal M Yusuf, sebagai pesawat buru sergap TNI Angkatan Udara menggantikan F-86 Avon Sabre. Dan pada bulan Juli 1980 Pesawat C-5 Galaxy mendarat kembali di Lanud Iswahjudi mengangkut kekurangan F-5 yang dibeli dari Northrop Co USA, sehingga Skadron Udara 14 memiliki kekuatan penuh satu Skadron Tempur F-5 E/F Tiger II dengan kekuatan 12 F-5E TigerII dan 4 F-5F (kursi ganda).

Dengan kedatangan pesawat-pesawat F-5E/F yang mampu terbang dengan kecepatan 1,6 Mach (kecepatan suara) tersebut membawa TNI AU kembali  ke era supersonik seperti pada masa MIG-21. Dengan dilengkapi rudal udara ke udara side winder menjadikan F-5 Tiger satu-satunya pesawat buru sergap milik Angkatan Udara pada saat itu. Northrop memberi nama awal penempur mungil yang lincah ini F-5A Freedom Fighter, si Pejuang Kebebasan. Freedom Fighter pada awalnya bisa melesat dengan kecepatan 1,4 Mach di ketinggian 36 ribu kaki, berkat dorongan sepasang mesin J85-GE-13 Turbo Jet, buatan General Electric. Mampu mencapai ketinggian terbang hingga  50.500 kaki.

Dengan kapasitas tanki penuh, F-5 mampu menjangkau jarak 1.387 mil, sementara radius tempur dengan perlengkapan penuh, mencapai 195 mil. Atau dengan tanki penuh plus dua bom, mencapai 558 mil. Lima cantelan di sayap dan badan, mampu menggendong beban seberat 6.200 pounds. Bisa berupa tangki cadangan, bom, misil udara ke darat, serta 20 roket. Di moncongnya yang mancung, dipasangi sepasang kanon 20 mm jenis M39 dengan 280 putaran. Northrop kemudian melakukan modifikasi airframe dan fuselage, kemampuan Tiger  tanki serta dua rudal side winder di wingtip-nya, meningkat radius tempurnya menjadi  656 mil. Jarak jangkau maksimalnya menjadi 1.543 mil. Dengan modifikasi engine  J85-GE-21 Turbojet, kecepatan maksimumnya terakhir tercatat 1,6 Mach.

Dengan dilakukannya beberapa modifikasi, air frame, fuselage, engine, avionic dan fire control system, tercipta Tiger baru yang lebih hebat, pantas digunakan untuk misi dalam meraih keunggulan udara (air superiority). Northrop mengganti kode dan seri penempur mungil ini   dengan kode F-5E Tiger II. Versi tempat duduk gandanya diberi kode F-5F, versi terakhir inilah yang kini masih dipergunakan di TNI AU dan yang akan diganti. Tahun 1995 pernah dilakukan peningkatan program elektronik dan senjata, dalam program MACAN (Modernize of Avionics Capabilities for Armament & Navigation), yang dikerjakan perusahaan Belgia SABCA. Program yang  meningkatkan kemampuan elektronik dan persenjataan, agar  kemampuan F-5E Tiger II bisa setara dengan kemampuan F-16 Fighting Falcon.

Operasi Udara yang sering dilaksanakan adalah operasi pertahanan Udara. Latihan bersama yang pernah diikuti adalah Elang Malindo, Elang Indopura, Elang Thainesia, Elang Ausindo dan Cope West. Penulis mempunyai pengalaman menjadi bagian sebagai air intelligence officer pada saat para penerbang F-5E melaksanakan latihan di Pangkalan AU Thailand Korat.

 Beberapa tokoh TNI AU pernah menjabat sebagai Komandan Skadron 14 (hari jadi 1 Juli 1962), diantaranya, sebagai  komandan pertama adalah Mayor Udara Roesman (marsda Pur) yang mengawaki MIG-21F. Sementara penerbang Skadron Udara 14 lainnya yang penulis ketahui dan ingat diantaranya Letkol Pnb Rudy Taran (Marsda Pur), Letkol Pnb Suyitno (Marsda Pur), Letkol Pnb Holki Alm (Marsda), Mayor Pnb Budihardjo Alm, Letkol Pnb Lambert Silooy (Marsda Pur), Mayor Pnb Zeky Ambadar (Marsda Pur), Mayor Pnb Suryadarma (Marsda Pur), Letkol Pnb Suprihadi (Marsdya Pur), Letkol Pnb Djoko Suyanto (Marsekal Pur), Mayor Pnb Toto Riyanto (Marsdya Pur), Mayor Pnb IB Sanibari (Marsdya Pur), Letkol  Pnb Basri Sidehabi (Marsdya Pur), Letkol Pnb Eris Herryanto (Marsdya Pur), Kapten Pnb Syaugi (Marsda), Letkol Pnb Ismono (Marsdya), Letkol Pnb Yuyu Sutisna (Marsda).

Masing-masing penerbang Skadud 14 yang lulus dalam konversi pesawat F-5Tiger kemudian mendapat Eagle Number yang jumlahnya sudah diatas 100 buah, khusus Eagle zero-zero untuk call sign Komandan Skadron 14. Skadron Udara 14 telah melahirkan para penerbang F-5E Tiger II yang kemudian menjadi pejabat tinggi di TNI dan negara. Diantaranya yang paling menonjol adalah Marsekal (Pur) Djoko Suyanto menjadi Kasau, Panglima TNI dan terakhir sebagai Menko Polhukkam. Marsekal (Pur) Imam Sufaat terakhir sebagai Kasau. Marsdya (Pur) Suprihadi dan Marsdya Eris Herriyanto terakhir sebagai Sekjen Dephan. Marsdya Dede Rusyamsi, Wagub Lemhannas, Marsdya (Pur) Ismono sebagai Dansesko TNI.

Menurut Marsdya (Pur) Suprihadi yang juga adik ipar penulis, kemampuan para penerbang tempur TNI AU lebih terasah setelah menerbangkan F-5E Tiger II, dimana para penerbang dilatih dalam operasi tempur udara. Pemerintah AS pernah mengundang tiga penerbang tempur TNI AU mengikuti pendidikan Instructor Weapon System Course di Arizona yang setara dengan pendidikan Top Gun. Mereka adalah Marsekal (Pur) Djoko Suyanto, Masdya (Pur) Suprihadi dan Marsdya (Pur) Eris Herriyanto yang saat itu masih berpangkat perwira menengah. Itulah sejarah Skadron 14 "Macan Terbang" serta sedikit tentang F-5 E Tiger II serta mereka yang mengawakinya.

Pemilihan Calon Pesawat Pengganti

Setelah digunakan selama 33 tahun sejak tahun 1980 TNI AU menilai bahwa perlu dilakukan  pergantian pesawat tempur F-5E Tiger II dengan pesawat tempur strategis baru yang lebih modern dan handal serta mampu menjawab tantangan tugas operasi udara modern sesuai dengan tugas Skadron Udara 14. Pertimbangan perlunya penggantian karena tingkat operasional menurun disebabkan karena usia, terbatasnya sumber pasokan  suku cadang yang mengakibatkan sulit dan mahalnya perawatan pesawat tersebut.


Sukhoi SU-35 Lengkap dengan Senjata

Menurut sumber dari Dispenau, pemilihan pesawat sebagai kandidat pengganti F-5E TNI AU dimulai dengan menilai berbagai jenis pesawat  tempur modern, diantaranya pesawat tempur Sukhoi Su-30 MKI,  F-15 SE Silent Eagle, Eurofighter Typhoon, F-16 E/F Block 60/62, Rafale-B, F-18 E/F Super Hornet,  Sukhoi SU-35 Flanker dan JAS-39 Gripen NG. Semuanya adalah pesawat tempur modern  generasi terbaru generasi 4.5 yang secara kasar diperkirakan memenuhi  kriteria pesawat tempur strategis TNI AU.

Karakteristik Umum pesawat, Performance, Persenjataan, dan Avionics pesawat tersebut. Semuanya melalui analisa mendalam terkait dengan  aspek operasi,  tehnis dan non tehnis. Kemudian dilakukan perbandingan kemampuan pesawat yang menjadi kandidat pesawat tempur strategis. Semuanya calon diukur, apakah memenuhi  kriteria penilaian yaitu,  pesawat  jenis multi roleminimal generasi 4.5, mampu menjangkau sasaran strategis dengan radius of action jauh, baik sasaran permukaan dan bawah permukaan, mampu melaksanakan misi pertempuran siang dan malam hari  segala cuaca, memiliki radar modern dengan jangkauan jauh, mampu melaksanakan network centric warfare, perawatan mudah, peralatan avionic, navigasi dan komunikasi modern yang tersandi, peralatan perang elektronika pasif dan aktif serta memiliki kemampuan meluncurkan senjata konvensional, senjata pintar dan senjata pertempuran udara jarak sedang atau beyond visual range.


Ilustrasi Pesawat Tempur F-16 Block 60 UEA (Sumber foto : en.wikipedia.com)

Kemudian dibandingkan kemampuan  kandidat dalam hal kecepatan, ketinggian operasional, kemampuan tinggal landas, kemampuan jangkauan radar, kemampuan combat radius of action dan  kemampuan agility pesawat. Kemampuan agility bisa diartikan tingkat  kelincahan manuver dan kecepatan reaksi pesawat untuk bertindak menyerang dan bertahan terhadap situasi baru tanpa penundaan waktu.

Juga dilakukan analisa  aspek bidang aeronautic yang meliputi enam katagori yaitu ; usia perawatan air frame,  engine, biaya perawatan, biaya operasi, dan perbandingan usia pakai. Dalam bidang avionic, konfigurasi yang human machine interface, ketersediaan dukungan suku cadang, tingkat kegagalan, publikasi pemeliharaan dan operasional, kehandalan, teknologi, populasi dan kemudahan pemeliharaan.

Dari sisi aspek non tehnis meliputi : tinjauan politis terkait kebijakan pemerintah, transfer teknologi, tingkat ekonomis, perbandingan dengan kemampuan pesawat yang berpotensi menjadi calon lawan,  perkiraan biaya operasional nyata, kesulitan dan kemudahan pengadaan serta yang terpenting kemampuan menghasilkan efek detterent atau penggentar.

TNI AU mengajukan ke Mabes TNI dan kemudian pembahasan selanjutnya serta keputusan penentuan tentang pesawat yang dipilih  masih berada di pihak pemerintah yang diwakili  Kementerian Pertahanan. Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro mengatakan, "Ada beberapa usulan pesawat tempur yang saat ini masih dikaji untuk memilih yang paling tepat. Apakah pesawat tempur dari Rusia, Amerika, Eropa atau dari negara lain," katanya.


SAAB JAS 39 Grippen (Sumber foto : military-today.com)
 
Menhan berharap agar keputusan untuk memilih pesawat tempur pengganti itu segera diputuskan agar pada rencana strategis (Renstra) II 2015-2020 dapat dilakukan pembelian sehingga datang tepat pada waktunya "Saya berharap pesawat tempur yang canggih tersebut mampu membawa peluru kendali jarak jauh," katanya. Sementara Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko mengatakan, TNI AU telah membuat kajian untuk pesawat tempur pengganti F-5 Tiger, yaitu Sukhoi SU-35, F-15, F-16 dan pesawat tempur buatan Swedia. "Kajian itu sedang kami pelajari, tergantung dari kemampuan keuangan negara," kata Panglima.

Kepala Staf TNI AU (Kasau) Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia menambahkan, TNI AU menginginkan satu skuadron (16 unit) dalam pengajuan pesawat tempur pengganti F-5 Tiger. Dikatakannya, "Kami ikuti renstra yang ada. Selanjutnya kami masih revisi sesuai arahan Panglima TNI dan Kemhan sesuai kemampuan negara untuk membuat masterlist."

Dari informasi yang disampaikan para pejabat, serta informasi lainnya, penulis perkirakan kini tersisa ada empat  pesawat tempur canggih yang memenuhi kriteria penilaian awal. Menurut Panglima TNI, F-15 Strike Eagle masih disebut sebagai salah satu kandidat. Pesawat-pesawat yang penulis rekam  tersebut adalah  SAAB Gripen E/F, Dassault Rafale, Su-35BM,serta F-16 Blok 60.  Secara umum harga perkiraan Su-35BM  adalah US$ 75 juta hingga 85 juta dollar perbuah, tergantung spesifikasinya, F-16 Blok 60  sekitar US$ 85 juta, Gripen E/F, US$  110 juta dan Rafale dengan harga US$ 125 juta.


Pesawat Tempur Dassault Rafale (sumber : military-today.com)

Melihat dan memperkirakan pemilihan ke empat jenis pesawat tempur tersebut, nampaknya tidak perlu diragukan hasil penilaian team evaluasi TNI AU, dipastikan ke-empatnya telah lolos dan memenuhi kriteria esensial maupun tambahan. jenispesawat itu tak usah diragukan lagikecanggihannya. Semuanya penulis perkirakan akan mampu menjalani multi misi, daya jangkau juga mumpuni, kelengkapan avionik dan sistem canggih dan lain sebagainya.

Dari beberapa jenis pesawat, apabila dinilai dari sisi penyederhanaan jenis, maka para pelaku tehnis dan sistem manajemen penerbangan serta alih tehnologi, maka pesawat Sukhoi SU-35BM serta F-16 Block 60 yang akan lebih kuat sebagai kandidat pengganti si Macan Terbang F-5E. Apabila Sukhoi-35BM yang akan dipilih, maka Australia sebagai tetangga terdekat Indonesia kembali akan gundah, walaupun pemerintahnya sudah memutuskan akan membeli pesawat F-35 JSF (Joint Strike Fighter).

The Business Spectator di Australia pernah  menyatakan, "Indonesia merencanakan akan membeli pesawat tempur Sukhoi dari Rusia/India yaitu PAK-FA T-50 atau Su-35S. Jadi pertanyaannya lebih baik (Australia) dipilih F-35 daripada Hornet. Apabila Indonesia kemudian dimasa depan ikut memperkuat Angkatan Udaranya dengan SU-35S atau T-50, maka AU Australia akan menjumpai masalah besar, demikian kesimpulannya.

Lebih jauh analis Bisnis Spectator menyatakan, "Sebagai contoh, JSF (Joint Srike Fighter) dapat beroperasi secara efektif hanya untuk ketinggian maksimal sekitar 40.000 kaki (walau masih bisa beroperasi lebih tinggi tetapi kalah di tingkat yang lebih tinggi). Sebaliknya, Sukhoi dapat beroperasi pada kapasitas penuh di tingkat yang jauh lebih tinggi dan dengan kelebihan dan keuntungan, mereka memiliki sistem dan senjata yang bisa meruntuhkan sebuah JSF Australia sebelum mereka (RAAF) memiliki kesempatan menerapkan slogannya  (first look, first shoot, first kill'). Ditegaskan oleh BS bahwa tidak ada pertempuran udara yang diperlukan. Pesawat Australia sudah runtuh sebelum bertempur, karena disergap jauh sebelum dia menyadarinya.

Sukhoi dinilai jauh lebih unggul dibandingkan JSF. SU-35 memiliki jangkauan efektif sekitar 4.000 km dibandingkan dengan hanya 2.200 km untuk F-35. Ini berarti JSF membutuhkan dukungan pesawat tanker untuk menutup ruang (wilayah Australia) yang lebarnya 4.000km. Selain itu, kecepatan Su-35 adalah Mach 2,4 (hampir dua setengah kali kecepatan suara), sedangkan F-35 terbatas pada Mach 1.6. Menurut Victor M. Chepkin, wakil direktur umum NPO Saturn, mesin AL-41f yang baru akan memungkinkan jet Rusia untuk supercruise (terbang pada kecepatan supersonik untuk jarak jauh.) Dengan tidak harus beralih ke afterburner. Dengan demikian, pesawat dapat mengirit  bahan bakarnya. Kesimpulannya baik F-35 maupun F-18 performance-nya berada dibawah SU-35.

Khusus untuk F-16 Block 60, perbedaan utama dari blok sebelumnya adalah dilakukannya modifikasi avionik dan radar dengan Northrop Grumman AN / APG-80 Active elektronik Scanned Array (AESA) radar, yang membuat pesawat mampu secara bersamaan melacak dan menghancurkan ancaman darat dan udara. Sistem Electronic Warfare cukup maju dan termasuk sistem terpadu antara Elektronik Warfare Suite RWR bersama AN / ALQ-165 Self-Protection Jammer.

Pesawat F-16 Block 60 memungkinkan mengangkut semua persenjataan F-16 Blokck 50/52 yang kompatibel serta AIM-132, Advance Short Range Air-to-Air Missile (ASRAAM) dan AGM-84E Standoff Land Attack Missile (SLAM). Khusus untuk block 60 ini, UEA mendanai seluruh pengembangan dengan biaya sebesar US$ 3.000.000.000, dimana UAE  akan menerima royalti jika ada pesawat F-16 block 60 yang dijual  ke negara-negara lainnya.

Kesimpulan

Rencana penggantian pesawat tempur F-5E Tiger II kini terus dalam penjajakan baik pejabat di Mabes TNI AU, Mabes TNI maupun Kementerian Pertahanan. Sebagai pengguna yang faham dengan kebutuhan sebuah pesawat pengganti, dipastikan TNI AU sudah menyimpulkan akan kebutuhan akan peran pesawat,  multirole combat aircraft atau air superiority. Pertimbangan kedua jelas pertimbangan dari sisi commonality/ penyederhanaan. Yaitu pesawat baru sebaiknya tidak terlalu jauh dalam transfer teknologi dikaitkan dengan keberadaan pesawat tempur yang sudah dimiliki. Disinilah nilai tambah baik Sukhoi-35BM ataupun F-16 Block 60, dua jenis yang sudah akrab dengan personil TNI AU.

Hal lain menurut penulis yang juga patut dipertimbangkan yaitu perbandingan dengan kekuatan tempur udara negara-negara tetangga. Australia terutama sudah memutuskan akan membeli pesawat F-35 Joint Strike Fighter, oleh karena itu apabila SU-35 BM yang dipilih, penulis setuju dengan pendapat akan ada peningkatan signifikan pada unsur tempur TNI AU. Australia akan tetap khawatir dengan kemampuan alutsista TNI AU.

Sebagai penutup, pembelian alutsista yang jelas harganya sangat mahal dan memakan waktu cukup lama akan sangat tergantung kepada political will pemerintah yang baru dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Di negara manapun, keputusan pembelian sebuah alutsista akan sangat dipengaruhi dengan kondisi dan kepentingan politik sebuah pemerintah. Karena itu TNI AU jangan terlalu berharap F-5E Tiger II dalam waktu dekat akan cepat  proses keputusan dan pengadaan karena keputusannya belum tentu juga bisa dilaksanakan pada renstra 2015-2020. Dinamika politik diperkirakan masih akan mewarnai dan mempengaruhi  hubungan antara pemerintah dengan DPR.

Berdoa dan memberikan alasan yang tepat kepada pemerintahan yang baru  tentang perkembangan situasi kawasan, akan sangat pentingnya pertahanan negara, khususnya mempertahankan sumber daya alam dan energi yang sebentar lagi dimungkinkan terancam oleh kekuatan militer negara agresor. Itulah kira-kira kesimpulan penulis. (ramalanintelijen)

Oleh : Marsda TNI (Pur) Prayitno Ramelan,
Pengamat Intelijen www.ramalanintelijen.net

Foto Aksi-aksi Aerobatik JAT dalam HUT TNI

Posted: 07 Oct 2014 08:33 PM PDT

Foto Aksi-aksi Aerobatik JAT dalam HUT TNI
Aksi aerobatic pesawat Jupiter di HUT TNI ke 69 di Dermaga Madura Komando Armada RI Kawasan Timur, Surabaya

Aksi akrobatik pesawat Jupiter mewarnai peringatan HUT TNI ke-69 di Dermaga Madura Komando Armada RI Kawasan Timur, Surabaya, Selasa (07/10/2014). Sejumlah atraksi dan manuver dilakukan pesawat Jupiter dalam memeriahkan acara tersebut.








Sumber : VivaNews | Foto: VIVAnews/Anhar Rizki Affandi

88 Unit Kendaraan Tempur TNI AD Akan Lintasi Sejumlah Jalan Protokol Surabaya

Posted: 07 Oct 2014 08:23 PM PDT

Sebanyak 88 unit kendaraan tempur TNI Angkatan Darat akan melintasi sejumlah jalan protokol di Surabaya, Rabu 8 Oktober 2014. Puluhan tank dan panser TNI  itu akan turun ke jalan membawa warga Surabaya berkeliling kota.

88 Unit Kendaraan Tempur TNI AD Akan Lintasi Sejumlah Jalan Protokol Surabaya

Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan HUT TNI ke 69 yang dipusatkan di Komando Armada Timur, Surabaya, Selasa kemarin. Adapun pameran  Alutsista TNI AD akan digelar hari ini, di Markas Kodam V/Brawijaya, Surabaya, pukul 08.00 WIB. Pameran itu bertajuk "Alutsista TNI AD : Sehari Bersama Rakyat".

Sebelumnya, Kepala Staf TNI AD, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Sabtu, 4 Oktober 2014, mengatakan peringatan HUT TNI ke 69 akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Karena menampilkan hampir seluruh kekuatan tempur TNI, baik itu pesawat, tank, kapal dan berbagai atraksi tempur prajurit TNI.


Selanjutnya, TNI AD akan menggelar pameran Alutsista di Makodam V/Brawijaya. Sebanyak 139 Alutsista TNI itu akan dipamerkan kepada masyarakat, 88 Alutsista diantaranya akan mengajak   masyarakat berkeliling kota Surabaya.

"Ini sangat menarik, mudah-mudahan masyarakat bisa menyatu karena ini persenjataan dibeli dari pajak rakyat sehingga rakyat bisa melihat secara dekat," kata Gatot.

TNI AD lanjut Gatot, ingin memberikan pertanggungjawaban kepada masyarakat bahwa selama 10 tahun terakhir pembangunan Alutsista TNI AD berjalan sesuai rencana berdasarkan minimun essential forces.

"Mulai dari Tank Marinir, Leporad, Marder semua kendaraan bisa dinaikin, dan kita akan keliling Surabaya. Yang katanya Leopard berat sekali, besok bisa dinaiki dan saya jamin tidak akan merusak jalan di Surabaya ini," paparnya.

Berikut Alutsista TNI yang akan dipamerkan di Makodam V/Brawijaya:

1. Kendaraan Tempur Bushmaster (3 unit)
2. Ranpur Komodo (2)
3. Tank Marder (8)
4. Panser Anoa (15)
5. Tank Leopard (8)
6. Tank Scorpion (21)
7. Tank Tarantula (10
8. Tank M113-A1 (5)
9. Meriam MLRS (3)
10. Meriam 155 mm Caesar (2)
11. Meriam 155 mm/KH 179 (2)
12. Meriam 105 mm/KH (7)
13. Rudal RBS (4)
14. Meriam 23 Zur/Grom (4)
15. Helly (3)
16. Tank BMP 3F TNI AL (4)
17. Tank LV 7 TNI AL (4)


Sumber : VivaNews

7 Atraksi Mendebarkan Tim Aerobatik Jupiter

Posted: 07 Oct 2014 01:44 AM PDT

Sudah menjadi kelaziman tim aerobatik Jupiter akan memaerkan kemampuannya. Tim Jupiter memiliki kemampuan menyuguhkan banyak formasi. Antara lain Jupiter Roll, Kite Barrel Roll, Clover Leaf, Arrow Head Loop-Break Off, Half Cuban-Jupiter Wheel, Tanggo To Diamond Loop, Leader Benefit, Mirror, Screw Roll, Heart, Roll Slide, dan Arrow Head Loop.

7 Atraksi Mendebarkan Tim Aerobatik Jupiter

Pesawat aerobatik yang digunakan Tim Jupiter ada berbagai macam. Tahun 1997 di awal pembentukan Tim Jupiter menggunakan pesawat HS Hawk Mk-53 buatan Inggris. Tambahan pesawat Hawk 109 dan F-16 Fighting Falcon menjadi andalan sejak 2001. Pesawat terbaru KT-1B Wong Be buatan Korea Selatan dipakai tim Jupiter pada 2011.

Berikut Beberapa formasi sulit dan mendebarkan yang biasa dilakukan Tim Jupiter:

1. JUPITER ROLL

Biasanya muncul di awal penampilan. Formasi Jupiter Roll berlangsung cepat. Selama beberapa kali pesawat akan berputar 360 derajat. Titik formasi Jupiter Roll sering dilakukan di dekat panggung utama, yang biasanya ditempati presiden.


2. MANUVER CERMIN

Dua pesawat aerobatik Jupiter terbang bersama. Yang menegangkan keduanya terbang bersusun namun satu pesawat terbang terbalik. Formasi Cermin membutuhkan konsentrasi pilot karena sayap pelakang pesawat saling berdekatan.

Tim Jupiter akan melakukan satu kali manuver berputar lalu terbang vertikal kemudian menungkik ke bawah. Ketika sejajar dengan daratan pesawat akan berguling kemudian menungkik vertikal kembali. Dan diakhiri beberapa kali manuver terbang berguling.


3. KNIFE EDGE SPIN


Formasi ini andalan tim Jupiter. Penonton disuguhkan pesawat Jupiter seolah-olah mengalami kecelakaan karena mesin mati. Ketika pesawat bermanuver vertikal, tiba-tiba mesinnya mati. Pesawat seolah-olah benar mati dengan berguling ke arah bawah sambil mengeluarkan asap. Ketika mendekati daratan, seolah mesin pesawat kembali hidup pesawat langsung bermanuver searah daratan.

4. FORMASI ANAK PANAH

Sekitar enam atau empat pesawat Tim Jupiter akan membentuk anak panah yang saling berdekatan. Pemimpin berada paling depan dengan diikuti pesawat lainnya.
Dalam formasi Anak Panah, tim Jupiter akan terbang menanjak dengan cepat kemudian membuat lintasan vertikal. Supaya lebih indah, formasi Anak Panah sering diikuti keluarnya asap putih dari sayap pesawat.

5. DAUN SEMANGGI


Formasi ini cukup sulit. Tim aerobatik Jupiter akan terbang membentuk daun Semanggi seperti dua buah angka delapan. Pesawat akan bermanuver vertikal membentuk lingkaran kemudian terbang menukik membentuk lingkaran. Manuver itu dilakukan dua kali sebelum diakhiri manuver vertikal.


6. FORMASI BERTABRAKA (CROSS OVER BREAK)

Formasi bertabrakan menjadi formasi sulit lainnya yang biasa dilakukan tim aerobatik Jupiter. Dua buah pesawat dengan kecepatan tinggi akan saling berhadapan dari dua arah berbeda. Bagian yang menegangkan ketika pesawat seolah bertemu dan berguling untuk menghindari tabrakan. Pada formasi lainnya bisa dilakukan dengan empat pesawat saling terbang berguling menghindari tabrakan dan diakhiri manuver vertikal.


7. FORMASI PARASOL BREAK

Formasi ini biasanya tampil di akhir acara. Sebagai salam penutup lebih dari empat pesawat akan menukik ke arah daratan seolah menghujam bumi. Sebelum mencapai daratan pesawat bermanuver vertikal atau ke samping. Formasi penutup juga ditambahi kepulan asap dengan warna berbeda dari masing-masing pesawat. (Tempo)

Jerman Tertarik Jalin Kerja Sama Maritim dengan RI

Posted: 07 Oct 2014 01:36 AM PDT

Pemerintah Jerman tertarik untuk menjalin kerja sama dengan Indonesia di bidang maritim, salah satunya pembuatan kapal laut generasi baru. Ide tersebut telah disampaikan Duta Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia, George Witschel, kepada Presiden terpilih Joko Widodo dalam sebuah pembicaraan singkat. 

Jerman Tertarik Jalin Kerja Sama Maritim dengan RI

Witshcel yang berbicara dalam pertemuan media terbatas termasuk dengan VIVAnews di Hotel Shangri-La, menyebut, kerjasama maritim kedua negara sudah terjalin sejak lama. Hal itu terbukti, dari fakta 25 dari 28 kapal milik PT Pelni dibuat oleh Negeri Panser.

"Kapal-kapal itu kini sudah uzur dan berusia antara 20 hingga 25 tahun. Namun, hingga saat ini masih tetap beroperasi. Tidak ada kerusakan, perbaikan besar apalagi kecelakaan. Itu bukti produk buatan Jerman berkualitas baik," kata Witschel.

Namun, sayangnya dengan mengoperasikan kapal tua, kata dia, akan mengonsumsi lebih banyak minyak. Selain itu, kapal yang dimiliki oleh Indonesia, lebih banyak kapal jenis angkut penumpang dan bukan untuk mengangkut kargo. Oleh sebab itu, dia beralasan, Pelni perlu lebih banyak regenerasi kapal-kapal tersebut.  


"Mungkin Pelni bisa meningkatkan jumlah produksi kapal untuk mengangkut kargo dibandingkan penumpang. Kapal-kapal di mana muat untuk mengangkut truk-truk bermuatan kontainer. Mereka bisa diangkut menuju ke Pulau Sulawesi atau ke Ambon," papar Witschel.

Jerman pun, lanjut Witshcel siap membantu untuk membuat kapal generasi baru. Salah satunya kapal jenis multifungsi 3 in 1, di mana kapal bisa mengangkut kargo, mobil atau truk dan penumpang dalam sekali operasional.

"Tidak seperti kerja sama yang dijalin dua atau tiga tahun lalu, kali ini kami siap untuk melakukan pembangunan komponen besar di Indonesai dan transfer pengetahuan. Kami akan membangun kapalnya di sini dan mendatangkan ahli insinyur dari Jerman untuk alih teknologi dan pengetahuan," kata dia.

Menurut Witschel, dengan Pemerintah RI lebih meningkatkan transportasi laut, khususnya kapal pengangkut kargo, maka juga bisa berkontribusi dalam pemerataan pembangunan di daerah terpencil di Indonesia. Salah satu contoh yang dia berikan yakni bisa menekan harga komponen infrastruktur, seperti semen. Dengan begitu, kata Witschel, biaya konstruksi menjadi lebih murah.

"Saya tahu bahwa ide ini tidak akan mengubah fakta pusat perekonomian akan dipindah ke wilayah lain. Perekonomian akan tetap terpusat di Pulau Jawa, Kalimantan dan di sebagian Sulawesi, tetapi paling tidak akan ada pembangunan infrasktruktur yang lebih terjangkau, salah satunya karena ada kemudahan transportasi logistik melalui laut," imbuhnya.

Ketika ditanya kapan ide tersebut bisa terealisasi, Witschel mengaku tidak ingin terburu-buru. Sebab, Jerman masih menunggu keputusan dari Pemerintah Indonesia terkait hal ini. Namun, dia berharap pengambilan keputusan mengenai penjajakan kerjasama ini tidak akan berlangsung lama.

"Jerman bisa membantu konseling, tetapi tidak bisa menentukan. Hal itu sepenuhnya menjadi kedaulatan Indonesia," kata dia. (VivaNews)

Unknown Wednesday, October 8, 2014
Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia

Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia


Terbanglah KFX / IFX

Posted: 06 Oct 2014 11:52 PM PDT

Lembaga pengadaan senjata Korea Selatan mengatakan pada hari Senin (6/10/2014) bahwa Indonesia telah setuju untuk membayar 20 persen dari biaya pengembangan program jet tempur tingkat menengah (mid-level fighter jet), yang menurut beberapa analis bisa menghabiskan biaya hingga $ 8 Milyar.


Lembaga program akusisi pertahanan Korea (DAPA) mengatakan mereka telah menandatangani perjanjian dasar untuk mengembangkan "KF-X" atau jet tempur "Boramae" dengan Menteri Pertahanan Indonesia. Jet tempur tersebut akan dikirimkan mulai tahun 2025, yang diharapkan dapat dikembangkan dengan bantuan Lockheed Martin sebagai bagian dari kesepakatan offset.

Indonesia saat ini merupakan mitra asing satu satunya dalam program KF-X. Program jet tempur ini mendapatkan momentum di Korea Selatan pada tahun ini setelah studi kelayakan ulang dan perdebatan mengenai apakah Korea harus membeli atau mengembangkan jet tingkat menengah sendiri, untuk menggantikan pesawat F-4s dan F- 5s yang menua. Indonesia menyetujui untuk berpartisipasi dalam studi kelayakan awal program ini, pada tahun 2010.


Pesawat tempur dengan twin engine ini diperkirakan menelan biaya hingga 8,5 triliun Won untuk mengembangkannya, menurut tim ahli pesawat tempur Korea Selatan, sementara biaya produksi diperkirakan sekitar 10 triliun Won, ujar sumber yang terkait langsung dengan proyek ini kepada Reuters.

Sumber tersebut menolak untuk diidentifikasi dan tidak berwenang untuk mengungkapkan rincian biaya kepada media. DAPA berencana memilih pengembang yang menjadi leader pada bulan Desember ini, dengan kandidat, Korea Aerospace Industries dan Korean Air Lines yang akan bersaing.

Pemerintah Indonesia akan memilih lembaga lokal untuk bekerja dengan pimpinan pengembang dari Korea Selatan dalam bekerja sama mengembangkan jet tempur Ini, ujar juru bicara DAPA. (Janes | JKGR)

Halangi Jalur Tank Leopard di HUT ke-69 TNI, Mobil Suzuki Swift Diangkut Forklift

Posted: 06 Oct 2014 11:48 PM PDT

Menjelang upacara dan parade persenjataan (alutsista) TNI, kawasan Markas Komando Koarmatim dijaga ketat petugas. Semua jalan di lingkungan ini juga harus steril dari kendaraan pribadi. Sebab, ratusan kendaraan tempur dan tank-tank TNI akan melewati untuk melakukan parade siang nanti usai upacara.


Namun, pagi ini ada pemandangan unik di Koarmatim, lokasi parade alutsista tersebut. Sebuah mobil Suzuki Swift bernomor polisi L 1557 VJ diangkut paksa menggunakan kendaraan berat Forklift, karena menghalangi jalan. Dalam mobil itu tampak bergantungan logo Polri, yang menunjukan kendaraan itu merupakan milik salah satu anggota Polri.


Salah satu petugas dari Polisi Militer yang mengawal pengangkutan mobil itu mengatakan, mobil tersebut diangkut karena melanggar aturan. Sebab, kendaraan ini parkir di sembarang tempat, sehingga mengganggu jalur yang akan dilalui kendaraan tempur taktis dan tank-tank TNI. Mobil itu kemudian diangkut ke pinggir Dermaga.

"Mobil ini dipindahkan, karena parkir liar," kata petugas PM yang enggan disebutkan namanya, Selasa 7 Oktober 2014.

Semantara itu, Upacara HUT TNI yang dilanjutkan dengan parade dan defile akan berlangsung pukul 09.00 Wib yang akan dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Boediono, serta beberapa pejabat negara lainnya. (VivaNews)

Detail Jenis Alutsista dalam HUT TNI ke-69

Posted: 06 Oct 2014 10:14 PM PDT

TNI merayakan HUT ke-69 di Komando Armada Wilayah Timur TNI AL, Dermaga Ujung, Surabaya, Jawa Timur. Dalam perayaan HUT terbesar dalam sejarah TNI yang dihadiri Presiden SBY dan Presiden terpilih Jokowi ini, TNI pamer kekuatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) canggihnya dari tiga matra. Apa saja?

Detail Jenis Alutsista dalam HUT TNI ke-69

Alutsista ini dipamerkan dalam parade dan defile di Koarmatim, Dermaga Ujung, Surabaya

Alutsista matra udara:
Buatan Luar Negeri

-Pesawat T-50i
-Pesawat Sukhoi SU-30 MK2
-Pesawat F-16
-Pesawat Super Tucano
-Pesawat Hercules C-130H
-Helikopter Full Combat SAR Mission
-Pesawat G-120TP GROB
-PSU Oerlikon GDF-009


Buatan Dalam Negeri

-Pesawat CN-235 MPA
-Pesawat CN-295
-Pesawat NAS-332 Tactical Transport
-Pesawat C-212-200
-Helikopter NAS-332
-Pesawat Tanpa Awak (UAV) "Wulung"
-Tank AMX-13/Retrofit.


Alutsista matra laut:

Buatan Luar Negeri

-Multi Role Light Frigates (MRLF)
-Kapal Perusak Kawal Rudal (PKR)
-Degaussing Korvet Sigma Class
-MLM KRI Kelas Korvet
-Kapal Bantu Hydro Oceanografi
-Kapal Landing Platform Dock (LPD)
-Kapal Layar Latih
-Heli AKS (Panther)
-Tank Amfibi BMP-3F
-Panser Amfibi BTR 4
-MLRS kal 122 mm.

Buatan Dalam Negeri

-Pesawat CN-235 MPA
-Kapal KCR Type 40
-Kapal KCR Type 60
-Kapal Angkut Tank
-Kapal Landing Craft Ultility (LCU)
-Kapal Landing Craft Vehicles Personnel (LCVP)
-Truck 2 ½ Ton
-Kapal Patroli 28 M
-Combat Boat
-Sea Raider
-Kapal Bantu Minyak Cair (BCM).

Alutsista matra darat:


Buatan Luar Negeri
-Main Battle Tank (MBT) Leopard
-Tank Marder
-Multi Launch Rocket System (MLRS) Astros II
-Meriam Caesar 155/52-Calibre
-Rudal Arhanud (Vshorad) Mistral
-Rudal Arhanud (Shorad) Starstreak
-Heli Serang Fennec
-Heli Serang Apache
-Helikopter Mi-17
-Helikopter Mi-35.

Buatan Dalam Negeri

-Panser (6x6)/Anoa
-Heli Serbu Bell 412EP
-Rantis ¾ Ton.

Siaran pers Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan menyebutkan, alutsista TNI tersebut diadakan selama Rencana Strategis (Renstra) I 2010-2014 dengan menggunakan anggaran sebesar Rp 122 triliun dan Rp 19 triliun di antaranya diserap oleh industri pertahanan dalam negeri. Prinsip-prinsip akuntabilitas menjadi perhatian utama selama proses perencanaan dan pelaksanaan pengadaan yang dilakukan secara berjenjang dari satuan pengguna sampai dengan Kementerian Pertahanan.

"Pengadaan alutsista TNI, dilakukan secara transparan dan akuntabel melalui proses yang berjenjang dengan mekanisme bottom up. Proses dimaksud dimulai dari kajian teknis dan taktis oleh satuan pengguna, dalam hal ini ketiga angkatan dengan mempertimbangkan faktor kondisi geografis, postur prajurit yang mengawaki dan kesesuaian doktrin," ungkap Kemenhan.  (Detik)
 

SBY Klaim Sepuluh Tahun Konsisten Membangun TNI

Posted: 06 Oct 2014 09:54 PM PDT

Untuk kali terakhir, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan amanat upacara dalam peringan HUT TNI. Ya, sejak sepuluh tahun lalu, SBY selalu berpidato di peringatan HUT TNI. Dia pun memberingan beberapa wejangan kepada para prajurit di masa-masa terakhirnya menjadi panglima tertinggi TNI.

SBY Klaim Sepuluh Tahun Konsisten Membangun TNI

"Sejak sepuluh tahun lalu, pemerintah konsisten melakukan pembangunan kekuatan personel TNI dan memodernisasi alutsista," kata SBY saat memberikan amanah upacara dalam peringatan HUT TNI ke 69 di Dermaga Ujung Mako Armatin, Surabaya, Selasa (7/10).


Dia lantas menjabarkan, bahwa di lima tahun pertama pemerintah fokus untuk menutup celah dengan pengadaan alutsista yang lebih baik. Sedangkan lima tahun berikutnya, dirinya berupaya memadukan doktrin kekuatan personel TNI dengan modernisasi alutsista. Kini di masa menjelang kepemimpinannya, pemerintah terus fokus untuk mempercanggih alutsistanya.

"Dalam bulan Oktober ini, masih banyak lagi alutsista canggih yang akan didatangkan. Ini adalah bentuk pertanggung jawaban pemerintah pada rakyat," imbuh SBY. (JPNN)

SBY Minta Jokowi Lanjutkan Memodernisasi Alutsista TNI

Posted: 06 Oct 2014 09:49 PM PDT

Menjelang lengser, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan pekerjaan rumah (PR) kepada presiden terpilih Joko Widodo. SBY meminta pria yang dikenal dengan panggilan Jokowi itu konsisten melakukan pembangunan kekuatan militer dan modernisasi alutsista (alat utama sistem persenjataan).

SBY Minta Jokowi Lanjutkan Memodernisasi Alutsista TNI

"Saya berharap apa yang telah dicapai ini dapat dilanjutkan oleh pemerintahan mendatang. Saya sudah sampaikan kepada Pak Jokowi selaku presiden baru bahwa kekuatan dan modernisasi alutista ini penting untuk dituntaskan," tegas SBY saat memberikan pengarahan kepada sejumlah penerbang dan kru pesawat tempur di Lanud Iswahjudi Magetan, Minggu (5/10).

Menurut dia, jika pemerintahan yang baru kelak konsisten dalam menjaga dan melanjutkan program itu, martabat Indonesia bisa terjaga dengan baik. "Jadi, tak perlu khawatir dilecehkan oleh negara lain, baik pelanggaran wilayah maupun membantu gerakan anti-negara di Indoensia dan semua ancaman yang mengancam kedaulatan dan kekuatan wilayah di negeri ini," tuturnya.


SBY menyebut, selama dua periode kepemimpinannya telah berlangsung revolusi besar dalam pembangunan kekuatan militer dan modernisasi alutsista. Pun, dia memprediksi kekuatan militer Indonesia kelak bakal semakin diperhitungkan. "Terhitung empat tahun dari sekarang, bisa dikata akan cukup tangguh untuk menegakkan kedaulatan negara dan menjaga keutuhan wilayah negara kesatuan Republik Indonesia," imbuhnya.

Lebih khusus SBY menekankan pentingnya kekuatan militer sektor udara. Penguatan matra udara oleh TNI AU, kata dia, bisa menjadi cikal bakal dalam melaksanakan pembangunan kekuatan militer dan modernisasi alutsista ke depannya. "Sejalan dengan perang modern dan revolusi di dunia militer, kita sadar bahwa perang sekarang sangat ditentukan oleh kekuatan udara yang dimiliki oleh sebuah negara."

Dia menyebut kebangkitan kekuatan militer udara mulai muncul pada Perang Teluk I di era 1990-an. Kala itu cukup gencar dilakukan serangan udara yang dikombinasikan dengan serangan dari laut. "(Serangan) itu berhasil menghancurkan jembatan dan pusat militer.

Bahkan, pesawat terbang negara lawan tak sempat mengudara karena dihancurkan di tempat. Setelah itu barulah dilakukan operasi darat dan bisa berlangsung cepat karena sumber kekuatan perang termasuk logistik sudah dihancurkan. Di sini kekuatan udara menjadi kunci sangat penting," bebernya.

SBY menilai tangguhnya kekuatan matra udara juga efektif untuk meredam berbagai gejolak terorisme yang pecah di sejumlah negara. Dia mencontohkan upaya melumpuhkan gerakan ISIS di Timur Tengah yang menggunakan pola serangan pesawat tempur gabungan dengan negara barat.

"Negara barat dan AS sangat hati-hati untuk mengerahkan kekuatan darat. Sebab, cost tinggi, baik finansial maupun nyawa. Ribuan orang bisa gugur. Belum dampak akibat operasi darat yang dilakukan itu belum tentu mendapat persetujuan dari parlemen dan rakyat," ujarnya.

SBY berharap, ke depan kekuatan militer udara Indonesia lebih tangguh dan dapat diandalkan. Apalagi, wilayah teritorial yang perlu dijaga di negeri ini cukup luas. "Kita harus siap segalanya. Negara kita luas, daratan apalagi lautan. Banyak yang harus kita amankan. Paling tidak saya dulu pernah protes keras, ada insiden angkatan udara di bagian timur Indonesia. Tetapi karena kurang pesawat, apa daya, kita hanya bisa protes, tak bisa mengejar dan menghalau," kenangnya.

Terkait dengan momen HUT TNI ke-69, SBY berpesan kepada seluruh jajaran tentara di tanah air agar tetap menjadi pribadi yang tangguh. "Ingat, TNI harus ditakuti lawan, disegani kawan, dan dicintai rakyat. Kalau kita bisa mewujudkan semua itu, maka kita boleh bersyukur dan berbangga sambil tetap memelihara semangat untuk mempertahankan setiap jengkal NKRI," tuturnya.

Sementara, Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal TNI Ida Bagus berharap program minimum essential force (MEF) yang telah berjalan selama ini tetap berlanjut di masa mendatang. "Program itu berupa penambahan kekuatan alutsista, perbaikan sarana pra sarana dan SDM, serta peningkatan kesejahteraan," katanya.

Di sisi lain, Ida Bagus menjanjikan atraksi megah dan kolosal dalam gelaran peringatan HUT TNI ke -69 besok (7/10). TNI AU, kata dia, bakal mengerahkan 153 pesawat. "Nantinya akan ditempatkan di Lanud Iswahjudi, Bandara Abdul Rahman Saleh Malang, Juanda Surabaya, dan sebagian untuk pendukung di Halim Perdanakusuma," ungkapnya.

SBY kemarin tiba di Lanud Iswahjudi sekitar pukul 14.15. Dia didampingi ibu negara Ani Yudhoyono, Menkopolhukam Marsekal TNI (Purn) Djoko Suyanto, Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro, Kepala Staf TNI AU Marsekal IB Putu Dunia, dan sejumlah pejabat tinggi lainnya. Usai beramah-tamah dan memberikan pengarahan kepada sejumlah penerbang dan kru pesawat tempur, sekitar pukul 15.30 presiden dan rombongan bertolak menuju Surabaya. (JPNN)

TNI “Patriot Sejati, Profesional, dan Dicintai Rakyat”

Posted: 06 Oct 2014 09:43 PM PDT

KEMARIN, 5 Oktober, TNI berulang tahun ke-69. Dengan tema "Patriot Sejati, Profesional, dan Dicintai Rakyat", TNI diharapkan benar-benar menjalankan fungsi dan tugasnya sebagai kekuatan yang tidak saja mampu mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


TNI yang berasal dari rakyat harus pula mampu dekat dan manunggal dengan masyarakat. HUT TNI kali ini memiliki makna khusus. Karena tahun ini merupakan 10 tahun TNI di bawah komando Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang merupakan panglima tertinggi.

Dalam 10 tahun ini, banyak perkembangan yang terjadi, terutama menyangkut modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI. Dalam arti, harus diakui bahwa persenjataan TNI saat ini sudah semakin modern dan canggih, jauh dari keadaan 10 tahun yang lalu.

Tak mengherankan bila peringatan HUT TNI hari ini akan dilakukan secara besar-besaran. Bahkan, KSAD Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyebut perayaan HUT TNI kali ini termegah yang pernah dilakukan TNI. TNI akan menunjukkan seluruh persenjataan modern yang dimiliki TNI.


Perayaan yang dilakukan secara masif ini bukan tanpa arti. Hal ini dilakukan utamanya untuk memberikan pesan kepada dunia bahwa kekuatan TNI saat ini makin solid dengan dukungan alutsista modern. Namun kekuatan TNI yang makin solid ini bukan hadir untuk memberikan ancaman terhadap negara lain.

TNI ingin hadir bersama-sama negara lain untuk menjaga keamanan di kawasan regional maupun internasional. Capaian dalam meningkatkan kapabilitas kekuatan militernya ini patut diapresiasi. Karena kita memang ingin memiliki TNI yang kuat.

Kita ingin mempunyai TNI yang andal dan profesional. Dengan begitu, kita akan disegani negara lain dan tidak akan direndahkan bangsa lain. Kekuatan militer yang kuat juga bisa menjadi salah satu kekuatan tawar (bargaining power ) berdiplomasi untuk memperjuangkan kepentingan nasional kita.

Karena itu, TNI yang kuat merupakan sebuah keharusan dan tak bisa ditawar lagi di tengah situasi dunia yang tidak menentu seperti saat ini. Terlepas dari TNI yang terus membenahi dan memodernisasi kekuatannya, kita patut merenungkan kembali makna tema HUT TNI, yakni"Patriot Sejati, Profesional, dan Dicintai Rakyat".

Tema ini sangat ideal bagi pembangunan TNI kita ke depan sesuai dengan tujuan awal pembentukannya sebagai tentara rakyat, yakni TNI yang tidak saja disegani, tetapi juga harus mampu dekat dengan rakyat.

Karena itu, tema yang sudah dicanangkan oleh Panglima TNI Jenderal (TNI) Moeldoko ini harus benar-benar dimaknai oleh seluruh personel TNI sebagai arahan yang harus dilaksanakan tanpa ditunda-tunda lagi. Pasca-Reformasi, sudah banyak perbaikan yang dilakukan TNI.

Untuk menjadi tentara yang profesional, TNI sudah menunjukkan netralitas yang baik dalam Pemilu 2014 ini. Prestasi ini harus dipertahankan dengan terus berbenah. Karena masih banyak hal yang perlu dibenahi untuk menjadikan TNI benar-benar menjadi kebanggaan bersama bangsa.

Meski dilakukan oknum, kita masih banyak mendengar berita-berita miring yang diduga melibatkan personel TNI. Belum lama, kita mendengar bentrok antara TNI-Polri di Batam. Sebelumnya, kita juga mendengar kasus Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU) luluh lantak karena diduga diserang puluhan anggota TNI.

Kasus-kasus kekerasan tersebut harus benar-benar menjadi prioritas untuk melakukan pembenahan TNI ke depan. TNI harus memastikan agar kasus-kasus serupa tidak terulang di masa mendatang. Hal ini penting untuk menunjukkan bahwa komitmen TNI untuk terus berbenah menjadi tentara profesional.

Memang bukan hal mudah untuk mewujudkan hal tersebut. Butuh kemauan baik dari pemerintah maupun TNI untuk menjadikan TNI yang diinginkan rakyat. Salah satunya adalah perbaikan kesejahteraan seluruh anggota TNI yang kini masih jauh dari cukup.

Bagaimanapun kesejahteraan prajurit mutlak diperlukan agar anggota TNI bisa fokus bertugas dan tidak mudah tergoda untuk melakukan hal-hal yang justru kontraproduktif bagi kemajuan TNI. Seiring dengan kemajuan ekonomi Indonesia, bukan hal yang mustahil bila pemerintah terus meningkatkan anggaran pertahanan kita. Semoga ke depan TNI makin jaya dan menjadi kebanggaan kita bersama. (Sindo)

Modernisasi Alutsista EMF I Lampaui Target

Posted: 06 Oct 2014 09:39 PM PDT

Tentara Nasional Indonesia, TNI akan memperingati ulang tahunnya ke-69 di Surabaya, Selasa (06/10), yang akan ditandai pameran besar-besaran sistem peralatan senjata terbaru hasil modernisasi yang diklaim telah berjalan lebih cepat dari target.
Parede Alutsista TNI Jelang HUT TNI ke 69
Parede Alutsista TNI Jelang HUT TNI ke 69

Namun seorang pengamat mengatakan, modernisasi sistem persenjataan Indonesia saat ini belum optimal dan masih membutuhkan setidaknya satu dekade lagi untuk dapat berperan maksimal.

Berbeda dengan acara ulang tahun TNI sebelumnya yang digelar sederhana, perayaan yang akan digelar hari ini di Surabaya akan memamerkan secara besar-besaran hasil modernisasi sistem persenjataan utama TNI.

Unjuk kekuatan sistem persenjataan terbaru ini, seperti kehadiran pesawat F-16, Sukhoi, tank Leopard serta kapal frigate terbaru, juga diniatkan untuk memberitahu bahwa militer Indonesia serius mengadopsi teknologi militer terbaru.


Modernisasi alat utama sistem senjata alias alusista TNI sesuai rencana jangka panjang untuk menjangkau kebutuhan mininum TNI, demikian keterangan Kementerian Pertahanan, yang saat ini melampaui target.

"Sekarang kita sudah mencapai 40% dari target 100% sampai tahun 2024, sehingga dalam dua rencana strategis yang akan datang selama 10 tahun, pemerintah diharapkan dapat mencapai 60% sisanya," kata Kadispen Kementerian Pertahanan Brigjen Sisriadi Iskandar kepada wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, Senin (06/10) sore.

Belum maksimal

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebelumnya telah mengumumkan akan menghabiskan anggaran pertahanan hingga Rp 150 triliun Rupiah antara 2010-2014 dan menargetkan tercapainya kemandirian senjata untuk kebutuhan TNI.

Ini dilakukan setelah sistem persenjataan Indonesia tertinggal semenjak 15 tahun terakhir sehingga kalah bersaing dengan sistem persenjataan negara-negara tetangga seperti Singapura atau Malaysia.
Anggaran pertahanan Indonesia dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan

Peneliti masalah pertahanan dari CSIS, Iis Gindarsah mengatakan, saat ini keberadaan alutsista belum maksimal untuk mengamankan seluruh wilayah Indonesia.

"Dengan kekuatan modernisasi alutsista sedikitnya 40% yang sudah dijangkau, dari 100% target yang akan dicapai, tentu belum maksimal," kata Iis Gindarsah kepada BBC Indonesia.

"Contoh, jumlah kapal yang dimiliki TNI belum mencukupi untuk mengcover seluruh wilayah kepulauan Indonesia," katanya.

Pemerintahan SBY menargetkan kemandirian senjata untuk kebutuhan TNI pada 2029 nanti

Sebuah penelitian lembaga strategi keamanan di London menyebutkan, anggaran belanja persenjataan di Asia selama tahun lalu meningkat 14 persen, termasuk Indonesia dan negara Asia Tenggara lainnya.

Ketidakpastian konflik perbatasan di perairan Laut Cina Selatan dianggap salah-satu pencetusnya, demikian analisa pengamat.

Dalam perkembangan terakhir, Indonesia telah menjalin kerjasama dengan Korea Selatan untuk pengadaan sistem persenjataan utama senilai 8 miliar Dolar Amerika Serikat. (BBC)

Unknown Tuesday, October 7, 2014