Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia

Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia


Kekhawatiran Jokowi Tentang Tank Leopard Dipatahkan TNI dengan Pembuktian

Posted: 15 Oct 2014 11:00 PM PDT

Presiden terpilih Joko Widodo pernah mengatakan dalam debat calon presiden 2014 bahwa pembelian Tank Leopard tidak tepat karena akan merusak jalan-jalan yang ada di Indonesia.

"Tank Leopard terlalu berat, sekitar 62 ton. Nggak cocok untuk jalan kita, jembatan. Kalau kita mau beli alutsista harus dihitung apakah wilayah kita cocok, apakah kondisi kita kuat," kata Jokowi menanggapi tentang pembelian salah satu alutsista TNI yaitu tank Leopart dalam  debat Capres 22 Juni lalu.



Pernyataan Jokowi tersebut langsung dibantah oleh tandingannya Mantan Danjen Kopasus Prabowo Subianto. Dengan tegas Prabowo mengatakan justru Tank Leopard sangat dibutuhkan dan sesuai dengan kondisi Indonesia.


"Dalam sejarah perang di Vietnam, mereka pakai main battle tank buatan Rusia. Jadi ada anggapan tank 60 ton nggak cocok di wilayah-wilayah Indonesia nggak sepenuhnya benar. Saya sependapat dengan bapak kita harus memperkuat industri dalam negeri, dan saya sangat dukung untuk memperkuat industri dalam negeri tapi tank Leopard ini sudah keputusan TNI AD jadi harus kita manfaatkan gunakan," sanggah Prabowo.

Beda dengan TNI, di bawah Komando Panglima TNI Jenderal Moeldoko, prajurit TNI langsung di depan masyarakat luas membuktikan kecanggihan  tank Leopart dan sekaligus mematahkan penyataan Jokowi tentang tank Leopart tersebut.

Dihimpun dari berbagai sumber, berawal dari dalam acara HUT TNI ke 69 yang jatuh pada 7 Oktober 2014, TNI memamerkan sekaligus memperagakan seluruh alutsista TNI di Dermaga Ujung Surabaya termasuk Tank Leaopart ini.

Tank Leopard yang berbobot 62 ton ini ternyata mampu dan terbukti tidak merusak jalan sekalipun tank tersebut juga telah di naiki oleh puluhan masyarakat yang berebut ingin merasakan Tank Leopart ini.

Seperti di Dermaga Ujung Surabaya, Tank Leopart ini bukan hanya sekali melintas di jalan raya tetapi justru telah melintas berkali-kali. Setelah tank melintas berkali -kali  tidak ada kerusakan sedikitpun pada aspal jalan di Surabaya, hal ini juga dibuktikan  oleh masyarakat surabaya yang ingin membuktikan kebenaran argumen Jokowi tentang Tank Leopart.

"Tidak rusak kok jalannya, lagi pula tank ini jalannya enak, bener tidak rusak, Jokowi salah duga kalau begitu," jelas Sumarno, warga Blauran, Surabaya.

Begitu juga dengan Pia, seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Surabaya, menurut Pia, dirinya hanya mau membuktikan bahwa sangkaan Presiden Jokowi tentang tank Leopart itu salah.

"Saya. Sama teman-teman hanya mau membuktikan bahwa pernyataan Jokowi salah dan Penyataan Prabowo Subianto benar tentang tank Leopart ini," kata Pia.

"Tidak mungkin pemerintah terutama TNI asal beli, pasti TNI telah memsesuaikan dengan keadaan Indonesia tentang alutsistanya," tambahnya.

Bukan hanya di Surabaya saja, kekhawatiran Jokowi tentang Tank Leopart pun juga terpatahkan di kota Semarang, Jogjakarta dan DKI Jakarta. 

Masih dalam rangkaian HUT TNI, Tank Leopart ini juga di pamerkan di kota Semarang. Sebanyak  empat Tank Leopard bersama sebuah Tank M113 dipamerkan bagi warga Semarang yang sedang berolahraga di Car Free Day (CFD) Lapangan Pancasila Simpang Lima.

Kendaraan berat tersebut, keluar dari depan Markas Kodim 0733/BS kemudian menyusuri jalan raya depan Tugu Muda melewati Jalan Pandanaran dan berhenti di Simpang Lima.

Puluhan warga antusia ingin menaiki tank tersebut saat ingin balik pulang menuju Markas Kodim 0733/BS.

Tidak ada kendala beban. Maupun kondisi jalan saat tank tersebut melinta. Jalan-jalan kota. Semarang tetap mulus dan tidak tergores sama sekali.

Begitu juga dengan di Jogjakarta. Ribuan warga Yogyakarta antusias melihat karnaval Tank Leopard yang melintas di Jalan Malioboro. Bahkan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X berada di barisan terdepan menaiki panser Anoa memimpin karnaval tank tersebut, Sabtu (11/10).

Ratusan warga berebut ingin menaiki tank-tank milik TNI AD jenis terbaru ini.

Karnaval tank Leopard dan tank jenis lain ini diawali dari Alun-alun Utara Yogyakarta kemudian ke arah utara menuju jalan P Senopati, jalan Mayor Suryotomo, jalan Mataram kemudian menuju jalan Malioboro dan kembali ke Alun-alun Utara Yogyakarta.

Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, ini adalah bukti kebersamaan dan kedekatan TNI dengan rakyat yang tidak ada jarak.

"Saya hanya ingin bagaimana TNI sama masyarakat itu satu kondisi dalam kebersamaan yang makin dekat. Karena bagaimanapun anggota TNI toh juga warga masyarakat dimana dia berada juga berada di lingkungan masyarakat. Jadi supaya tidak punya jarak," kata Sultan di Alun-Alun Utara Yogyakarta usai keliling dengan naik panser TNI.

Dalam karnaval alutsista milik TNI ini, Tank Leopard yang diikutkan sebanyak 4 tank, tank marder 2 buah, dan tank M113 sebanyak 5 buah. Tank tersebut dibawa dari Surabaya yang digunakan saat perayaan HUT TNI lalu.

Sedangkan di Monas, Jakarta, keberadaan Tank Leopart pertama kali di pamerkan di halaman Tugu Monas.

Saat dilakukan demonstrasi tentang Tank Leopart,  paving block Monas tak rusak digilas rantai Leopard.

Dalam catatannya beban Tank Leopard dibagi ke seluruh rantai rodanya, sehingga walau berbobot 62 ton, Leopard tak akan merusak jalan raya.

Sementara itu dalam HUT TNI ke 69 di Dermaga Ujung Surabaya, Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko ikut naik kendaraan tempur jenis Tank Leopard bersama dengan petinggi angkatan darat dan juga Wakil Gubernur Jawa Timur Saifulah Yusuf dalam rangka gelar alat utama sistem persenjataan (alutsista) milik TNI.

"Alutsista ini dibeli menggunakan uang rakyat dan masyarakat juga bisa mengetahui secara langsung apa yang sudah diberi dengan uang rakyat tersebut," kata Jenderal Moeldoko di Surabaya, Rabu (8/10).

Ia mengemukakan, sedikitnya ada sekitar 90 alutsista yang dipamerkan dalam kegiatan kali ini, dan itu semua gabungan dari kesatuan TNI yang ada.

Masyarakat dipersilakan merasakan naik di atas Tank Leopard. Walau ditambahi puluhan orang, tank berbobot 62 ton itu tidak amblas ke dalam tanah seperti yang ditakutkan selama ini. (JN)

Pesan Vladimir Putin untuk Jokowi

Posted: 15 Oct 2014 10:50 PM PDT

Presiden Rusia Vladimir Putin mengirim utusan khusus dari negaranya untuk menghadiri pelantikan Joko Widodo sebagai Presiden RI. Dia adalah Menteri Industri dan Perdagangan Denis Manturov.

Presiden Rusia Vladimir Putin

"Pemerintah kami mengirim utusan khusus untuk seremoni inaugurasi Pak Joko Widodo, beliau adalah Pak Denis Manturov, menteri industri dan perdagangan Rusia," kata Dubes Rusia untuk Indonesia, Mikhail Galuzin, saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (15/10/2014).

Selain menjabat sebagai menteri, Denis juga kini duduk sebagai co-chairman dalam Komisi Ekonomi Rusia dan Indonesia.


Menurut Galuzin, kehadiran utusan khusus dalam pelantikan sebuah kepala negara merupakan pesan bahwa hubungan bilateral antara kedua negara sangat baik. Baik Indonesia maupun Rusia sudah menjadi negara sahabat dan partner dalam berbagai bidang.

Gulazin berharap, kerjasama yang selama ini sudah terjalin dengan baik di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dapat berlanjut di kepemimpinan Jokowi-JK.

"Kami sudah sukses dalam kerjasama di bidang ekonomi dan mencari solusi atas berbagai isu. Kami berharap langkah positif ini bisa berlanjut dan melaju lebih baik di bawah kepemimpinan Pak Joko Widodo," tambahnya. (detik)

Pendukung ISIS di Indonesia diperkirakan ratusan hingga seribuan orang

Posted: 15 Oct 2014 09:41 PM PDT

Menangkap simpatisan atau orang-orang yang secara terbuka mendukung kelompok Negara Islam atau ISIS di Indonesia diakui bukan hal yang mudah.

Juru bicara Kepolisian RI, Ronny Sompie, mengatakan bahwa mendukung ISIS bukan merupakan tindak pidana.


Pendukung ISIS di Indonesia diperkirakan ratusan hingga seribuan orang

"Dulu memang ada pasal tentang makar, tentang mendirikan negara di Indonesia. Tapi pasal itu sudah dicabut," kata Ronny kepada BBC Indonesia.

"Jadi, kalau ada deklarator ISIS yang kami tangkap, itu karena kami menduganya terkait atau terlibat suatu tindak pidana," jelas Ronny.

"Di luar itu tentu kami terus melakukan pemantauan atas orang-orang yang kami nilai mendukung ISIS," tambahnya.


Sejauh ini setidaknya dua orang ditangkap karena menyatakan mendukung ISIS, di antaranya Afif Abdul Majid.

Pengacara Afif, Achmad Michdan, mengatakan kliennya sekarang sepertinya dijerat dengan kasus pelatihan kamp militer di Aceh.

Michdan mengatakan keyakinannya bahwa aparat keamanan tidak bisa meneruskan kasus dukungan Afif ke ISIS.

"Kalau soal dukungan ke ISIS, itu bukan kejahatan. Itu bukan tindak pidana," ujar Michdan.
'Ladang baru' perjuangan

ISIS kembali menjadi perbincangan setelah muncul laporan satu lagi tersangka pelaku bom bunuh diri ISIS di Irak disebut-sebut berasal dari Indonesia.

Peneliti terorisme dari Universitas Gadjah Mada, Najib Azca, mengatakan para pendukung ISIS di Indonesia diperkirakan adalah 'orang-orang lama' atau kalangan yang pernah bersentuhan dengan jihadisme.

Yang juga membuat aparat keamanan mengendus mereka karena 'simpul-simpul' komunikasi para jihadis tidak selalu terjalin di dalam negeri.

"Mereka mungkin ada di Filipina selatan, Thailand, Pakistan, atau Afghanistan," kata Najib.

Ia memperkirakan jumlah simpatisan atau pendukung ISIS di Indonesia antara ratusan hingga seribuan orang.

"Mereka ini melihat Suriah dan Irak sebagai 'ladang baru' perjuangan untuk mendirikan suatu negara Islam," kata Najib. (BBC)

Bentrok di Batam, anggota TNI salahi aturan

Posted: 15 Oct 2014 09:38 PM PDT

Hasil penyelidikan tim investigasi TNI-Polri terhadap insiden bentrokan anggota TNI dan polisi di Batam, Kepulauan Riau, menyimpulkan ada anggota TNI yang menyalahi aturan dengan terlibat penjagaan gudang bahan bakar minyak ilegal di wilayah itu.

Pejabat penerangan TNI dan polisi mengumumkan hasil investigasi insiden bentrokan di Batam
Pejabat penerangan TNI dan polisi mengumumkan hasil investigasi insiden bentrokan di Batam

Mabes TNI mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti temuan awal tim investigasi ini dan akan memberikan sanksi terhadap pelakunya, termasuk kepada komandan atau pimpinan di atasnya jika terbukti.

Namun demikian, menurut juru bicara TNI Mayor Jenderal Fuad Basya, temuan sementara menunjukkan bahwa tindakan anggota TNI itu tidak diketahui komandan atau pimpinan di atasnya.

"Mereka itu 'kan curi-curi. Anggota yang bekerja begitu (penjagaan gudang BBM ilegal) itu tidak resmi. Komandannya tidak tahu. Istilah kita itu, mencari tambahan-tambahan, sampingan-sampingan," kata Fuad Basya dalam jumpa pers di Kantor Menkopolhukkam, Jakarta, Selasa (14/10) pagi.


Jumpa pers ini juga dihadiri Kadivhumas Mabes Polri Irjen Ronny F Sompie serta kepala tim investigasi, seperti dilaporkan wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan.

Tim investigasi juga merekomendasikan agar Mabes Polri melakukan proses hukum terhadap seorang anggota Brimob yang diketahui melakukan penembakan di lokasi bentrokan sehingga melukai aparat TNI.

Mereka juga meminta Mabes Polri menindaklanjuti pelaku penembakan dua anggota TNI di markas Brimob di Batam.

Empat anggota TNI terluka

Bentrokan TNI-polisi ini terjadi Minggu malam, 19 September 2014, ketika petugas kepolisian setempat menggerebek gudang penyimpanan BBM ilegal.

Saat penggerebekan, menurut tim investigasi, terjadi insiden bentrokan antara petugas kepolisian tersebut dan anggota TNI setempat yang belakangan diketahui melakukan penjagaan atas gudang tersebut.

Dua prajurit TNI dilaporkan terluka akibat tembakan oleh seorang anggota Brimob setempat yang belakangan disebut akibat pantulan.

Insiden ini berlanjut di markas Brimob setempat, setelah anggota TNI mendatangi markas tersebut. Di sinilah, menurut tim investigasi, ada tembakan anggota Brimob yang melukai dua anggota TNI.

Walaupun pejabat TNI dan kepolisian menyebut insiden ini sebagai kesalahpahaman, Mabes Polri sejak awal mengatakan upaya penggerebekan aparat kepolisian tersebut tidak menyalahi aturan.

Namun dalam jumpa pers, Kadivhumas Mabes Polri Irjen Ronny F Sompie mengatakan, agar insiden seperti ini tidak terulang, pihaknya berjanji akan melakukan koordinasi dengan TNI.

"Sehingga tidak terjadi lagi insiden (bentrokan anggota TNI-polisi di Batam). Kita akan lebih awal mengomunikasikan (dengan TNI) sehingga semua penegakan hukum dapat berjalan," kata Ronny Sompie.

Bisnis ilegal

Sejumlah analisa pakar menyebutkan, kasus penembakan anggota TNI di Batam terkait dengan konflik ekonomi antara TNI dan Polri.

Aparat keamanan kerap mengelola bisnis ilegal karena k urangnya anggaran negara untuk kedua institusi tersebut, kata Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan Universitas Padjadjaran, Muradi.

Sebagian besar konflik, kata Muradi, disebabkan oleh pengelolaan bisnis ilegal.

Berdasarkan data Pusat Studi Politik dan Keamanan Unpad, konflik TNI-Polri pada 2014 tercatat terjadi sebanyak delapan kali. Bila dihitung dalam kurun 1999-2014, jumlah insiden hampir mencapai 200 kasus dengan korban tewas sebanyak 20 orang. (BBC)

Ekstra Pengamanan Jelang Pelantikan Presiden Terpilih Joko Widodo

Posted: 15 Oct 2014 09:34 PM PDT

BIN Klaim Proses Pelantikan Jokowi-JK Akan Lancar

Pelaksanaan pelantikan Jokowi-JK sebagai presiden dan wakil presiden terpilih pada 20 Oktober 2014 akan berlangsung lancar.

Pasalnya menurut Badan Intelijen Negara (BIN), sejauh ini tidak ada indikasi yang menunjukkan bahwa acara pelantikan itu akan mendapatkan gangguan yang berarti.


Ekstra Pengamanan Jelang Pelantikan Presiden Terpilih Joko Widodo

"Untuk tanggal 20 Oktober, pada saat pelantikan presiden hingga saat ini tidak ada indikasi yang menunjukkan bahwa pelantikan itu akan mendapatkan gangguan yang berarti," kata Kepala BIN Marciano Norman di Istana Negara, Jakarta, Senin (13/10/2014).

Namun ujar dia, jika terdapat unjuk rasa yang tergolong skala kecil, bisa saja terjadi. Dia mengimbau kepada media massa untuk membantu menciptakan situasi yang aman dan kondusif.


"Tetapi rencana atau program pelantikan itu insya Allah akan berjalan sesuai rencana dan tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan," ungkapnya.


TNI-Polri Gelar Apel Pelantikan Jokowi

TNI dan Polri menggelar apel pengamanan menjelang pelantikan presiden dan waki presiden 2014-2019 yang akan dilaksanakan 20 Oktober mendatang.

Apel itu dipimpin Penglima TNI Jenderal TNI Moeldoko. Hadir pula dalam apel itu, Kapolri Jenderal Polisi Sutarman.


TNI-Polri Gelar Apel Pelantikan Jokowi

Kegiatan itu diikuti 2.100 personel gabungan TNI dan Polri yang terdiri 1.200 personel TNI Angkatan Darat (AD), 300 TNI Angkatan Laut (AL), 300 personel TNI Angkatan Udara (AU), 100 personel Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), dan 200 personel Polda Metro Jaya.

"Dua hari lalu, saya telah terima paparan dari Kapolda Metro Jaya, Pangdam Jaya, paspamres dan Bais. Semua dalam keadaan siap untuk lakukan pengamanan dalam jumlah cukup memadai," tutur Moeldoko di Parkir Timur Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (16/10/2014).

Moeldoko juga menekankan posisi presiden dan wakil presiden sebagai lambang negara dan kedaulatan.

"Tugas TNI mengamankan kedaulatan. Tugas TNI dalam UU 34 juga mengamankan negara, presiden dan wapres," tutur Moeldoko.

"Pembagian tugas dan komando pengendalian antara TNI dan Polri sudah jelas, serius, waspada," tuturnya.


Polda Metro Kerahkan 24.815 Personel

Polda Metro Jaya menurunkan 24.815 personel untuk mengamankan jalannya pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta Pusat, pada Senin 20 Oktober mendatang.


Polda Metro Kerahkan 24815 Personel

Kapolda Metro Jaya Irjen Unggung Cahyono mengatakan, seluruh personel berasal dari satuan tugas operasional khusus. "Termasuk 2.100 anggota brimob dari 12 polda," katanya di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (15/10/2014).

Seluruh personel Brimob berasal dari Polda Metro Jaya, Polda Aceh, Polda Sumatera Selatan, Polda Banten, Polda Jawa Barat, Polda Jawa Tengah, Polda Jawa Timur, Polda Bali, Polda Kalimantan Selatan, Polda Kalimantan Tengah, Polda Sulawesi Utara, dan Polda Sulawesi Tenggara.
‎
Unggung menjelaskan, personel perbantuan ini mulai ditempatkan di sejumlah titik pada Rabu (15/10) dan Kamis (16/10). "Kemudian ada juga dari Paspampres, keamanan dari DKI Jakarta, dan 4.400 personel Kodam Jaya," ucapnya.

Proses pelantikan menggunakan sistem pengamanan berlapis (ring). Ring pertama ditempati pasukan pengamanan presiden (Paspampres) yang berada di dalam ruang sidang.

Ring dua di halamanan Gedung DPR, ring tiga di pos pengamanan di depan Gedung DPR, dan ring empat di luar wilayah dalam radius beberapa kilometer atau titik yang sudah dipetakan.

Ditambahkannya, personel Pasukan Huru Hara (PHH) dan Pengendalian Massa (Dalmas) yang bertugas pada hari H juga tidak diperkenankan membekali diri dengan senjata api.

"Kecuali manakala terjadi anarkistis, begitu pembunuhan, penembakan, itu ada Prosedur Tetap Nomor 1 Tahun 2010 tentang penanggulangan anarkistis," tandasnya.


TNI AL Perketat Pengamanan

Jelang pelantikan Presiden dan Wapres terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla pada 20 Oktober mendatang, Komanda Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) TNI Angkatan Laut (AL) akan memperketat penjagaan keamanan di wilayah perbatasan bagian barat Indonesia.

"Ada pengetatan keamanan. Itu pasti. 24 jam kita akan mengamankan wilayah barat, khususnya di wilayah perbatasan, dari laut," kata Panglima Koarmabar TNI AL Laksmana Muda (Laksda) TNI Widodo usai bertemu dengan Jokowi di Balai Kota DKI, Jakarta, Selasa (14/10/2014).


TNI AL Perketat Pengamanan

Hal ini untuk mengantisipasi berbagai gangguan dari laut yang dapat menghambat acara pelantikan presiden dan wakil presiden yang akan dilakukan enam hari lagi.

"Kita juga melakukan pengamanan di wilayah DKI Jakarta. Peningkatan pengamanan tentu ada untuk mengatasi gangguan. Tentu di wilayah perbatasan juga dilakukan peningkatan keamanan. Sepanjang tahun kita lakukan," ujarnya.

Saat ditanya dalam bentuk apa peningkatan keamanan dilakukan Koarmabar, Widodo enggan menjelaskannya secara detail. Dia hanya mengungkapkan peningkatan keamanan dilakukan dengan meningkatkan intensitas patroli di area laut Indonesia. (Sindonews)

Mantu Hendropriyono Jadi Danpaspampres Era Joko Widodo

Posted: 15 Oct 2014 09:19 PM PDT

Brigjen TNI Andika Perkasa resmi ditunjuk sebagai Komandan Pasukan Pengaman Presiden (Danpaspampres) yang baru. Proses pengangkatan menantu Kepala BIN Hendropriyono ini merupakan hasil proses di internal TNI dimana masyarakat tidak bisa melakukan intervensi.

Mantu Hendropriyono Jadi Danpaspampres Era Joko Widodo
Brigjen TNI Andika Perkasa

Pengamat Militer Mufti Makarim menilai, secara normatif pengangkatan tersebut merupakan proses rutin sebagai upaya penyegaran di tubuh TNI.

Namun demikian, untuk menghindari anggapan politis maka calon-calon yang diajukan sebaiknya disampaikan ke publik sehingga masyarakat akan menilai apakah orang tersebut layak atau tidak. Meskipun pada akhirnya TNI yang menentukan siapa saja yang akan diajukan.


"Masyarakat penting juga didengar aspirasinya, kan TNI dari rakyat, berjuang untuk rakyat," ucap Direktur Eksekutif Institute for Defense Security and Peace Studies (IDSPS) kepada SINDO, Rabu 15 Oktober 2014.

Apalagi Danpaspampres merupakan kedudukan yang sangat strategis dan lebih dari setahun melakukan tugas pengawalan. Dengan demikian, mereka yang dipilih tidak hanya karena senioritas tapi juga kecakapannya dan track recordnya yang baik.

Menurut dia, sosok Andika cukup baik karena memiliki latar belakang Kopassus dan memiliki jam terbang yang banyak, meskipun yang bersangkutan belum punya pengalaman dalam struktur teritorial atau pasukan besar.

"Itu bisa dijawab bila masyarakat dilibatkan karena prosesnya agak terbuka," katanya.

Pengangkatan yang bernuansa politis tidak bisa dijawab dari sisi kepangkatan dan latar belakang. Sebab masyarakat melihat ada yang lompat atau miss dalam prosesnya.

"Dari pada ada kecurigaan lebih baik dilakukan secara terbuka. Pelibatan masyarakat bukan untuk ikut campur tapi untuk masyarakat memberi masukan," ucapnya. (Sindo)

Unknown Thursday, October 16, 2014
Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia

Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia


TNI AU Membangun Kekuatan Nasional Air Power

Posted: 14 Oct 2014 06:13 PM PDT

Keinginan untuk menjadikan TNI menjadi angkatan udara yang kuat dan disegani ternyata sudah sejak lama dikumandangkan oleh para pendiri bangsa ini. Keinginan ini jelas tercermin dalam pidato presiden RI kesatu salaku laksamana tertinggi udara pada hari peringatan 5 tahun AURI (sekarang TNI AU) 9 april 1951. "Beliau mengatakan jika angkatan perang kita hendak berdiri setaraf, setinggi dan sederajat dengan angkatan perang dumia internasional, maka kita harus mempunyai angkatan udara yang sebaik-baiknya".

TNI AU Membangun Kekuatan Nasional Air Power

Makna dari penggalang pidato ini menandakan bahwa para pendiri bangsa sudah melihat jauh ke depan ketika terjadi perang di masa depan, maka kekuatan udara menjadi faktor penentu perang walaupun ibu dari semua perang adalah perang darat. Kekuatan udara yang kuat terbukti dengan beberapa perang yang terjadi di abad 21 era modern dan digital ini bagaimana AS mendominasi perang ketika terjadi perang teluk II dan invasi ke Irak, serta perang arab israel (perang yong kipur) yang menunjukkan kekuatan udara menjadi faktor penentu jalannya kemenangan.

Membangun dan memiliki sebuah angkatan udara yang kuat memang hukumnya wajib serta menjadi keharusan bagi bangsa sebesar Indonesia ini. Mari kita bernostalgia kembali mengenang sejarah bahwa kita bangsa Indonesia pernah menjadi kekuatan udara terkuat di belahan bumi selatan.


Pada awal tahun 1950-an kekuatan AU terdiri atas 25 pengebom B-25 mitchell skuadron udara 1. 29 pesawat C-41 dakota dan 30 pemburu P51 mustang di lanud halim perdana kusuma (waku itu lanud cilitan) 22 fluster di skuadron udara 4 lanud Atang Sanjaya bogor (waktu itu lanud semplak) dan PBY-50 catalina di skadron udara 5 lanud abdulrachaman saleh malang (waktu itu lanud bugis). Untuk pesawat latih terdapat 62 pesawat latih L-4J piper cup dan 46 pengebom latih BT-13 valiant serta 74 AT-16 harvard di lanud husein sastranegara (waktu itu lanud andir).

Selanjutnya pada periode 1960-an secara cepat dibangun skadron-skadron baru antara lain, skadron 6 dengan 41 helikopter Mi-4, Skadron 7 dengan 28 bell 204B, bell-47G dan S-61 serta skadron 8 dengan sembilan helikopter raksasa Mi-6 lanud atang senjaya. Kekuatan peswat tempur meliputi. Skadron 11 dengan 49 MiG-17, 30 MIG -15 serta 10 MIG 19 (skadron 12) di pangkalan udara kemayoran jakarta, skadron 14 dengan 30 MIG-21 di lanud iswahyudi. Untuk angkutan udara terdapat skadron 17 dengan 3 C-140 jetssta, 21 il -14 avia, C47, tujuh L 401/402 cessna dan skadron 31 dengan C – 130 B Hercules di lanud halim perdana kusuma, skadron 31 enam An-12B antonov di lanud huesein bandung. Untuk bagian pesawat pembom ditempatkan di skadron 21 dengan il-28 beagle di lanud kemayoran, skadron 41 dengan 14 Tu badger dan skadron 41 dengan 12 Tu 16/KS di lanud iswahyudi.

Dengan kekuatan udara yang ideal pada saaat itu siapa yang berani mengusik sang garuda?

Menjaga Langit Nusantara
Indonesia merupakan negara kepulauan yang berbentuk republik, terletak di kawasan Asia Tenggara. Indonesia memiliki lebih kurang 17.000 buah pulau dengan luas daratan 1.922.570 km2 dan luas perairan 3.257.483 km2. Berdasarkan posisi geografisnya, negara Indonesia memiliki batas-batas: Utara – Negara Malaysia, Singapura, Filipina, Laut Cina Selatan. Selatan – Negara Australia, Samudera Hindia. Barat – Samudera Hindia. Timur – Negara Papua Nugini, Timor Leste, Samudera Pasifik. Dibuthkan kerja keras untuk menjaga langit dirgantara ibu pertiwi dari gangguan Negara asing. Pada tahun 1960-an mungkin tidak begitu sulit AURI untuk melaksanakan tugas pokoknya mengawal langit dirgantara nasional. Pada masa itu, pengebom Tu 16 bisa terbang dari madiun ke Darwin untuk kemudian terus ke Andaman dan mendarat di medan, sebuah aksi show of force yang luar biasa mengagumkan.

Lain dulu lain sekarang
Celakanya dunia tidak pernah berdamai dengan kelemahan, situasi dimana AU kita banyak memiliki kelemahan dan keterbatasan yang dimanfaatkan oleh sejumlah Negara tetangga untuk merongrong kedaultan kita. Aksi-aksi penerbangan gelap dan pelanggaran wilayah udara tidak mampu kita tangkal secara maksimal. Dahulunya kita adalah Negara dengan kekuatan udara yang diperhitungkan sekarang menjelma menjadi kekuatan udara di bawah rata-rata Negara asean yang mengakibatkan penurunan drastis kekuatan tempur udara kita. Implikasinya Negara tetangga kita tidak lagi memandang Indonesia menjadi Negara yang harus ditakuti dan disegani. Indonesia dianggap seperti garuda tanpa sayap dan macan tanpa taring inilah fakta yang harus kita semua cermati bersama. Beberapa kasus seperti amblat, lepasnya sipadan-ligitan, yang terakhir kasus pembangunan mercusar tanjung datuk dan perongrongan lain oleh Negara tetangga harus kita sikapi dengan serius jika kita tidak mau kecelongan untuk yang ke sekian kalinya.

TNI AU Membangun lagi KEKUATAN UDARA
Menghadapi kenyataan dan kelemahan menurunnya kekuatan tempur TNI AU tidak boleh berputus asa, sebaliknya tanpa malu dan harus berani mengakui kelemahan dan kekurangann yang ada sebagai pemicu untuk membangun kekuatan tempur TNI AU menjadi lebih bertaji dan bertaring. Sebagai salah satu komponen pertahanan negara, TNI Angkatan Udara terus tumbuh berkembang seiring dengan dinamika pembangunan nasional dan perkembangan lingkungan strategis. Maka kebijakan yang ditempuh TNI Angkatan Udara yakni "Minimum Essensial Force" yang merupakan jawaban tepat untuk dilaksanakan. Harus diakui bahwa kekuatan militer yang tangguh dari sebuah negara merupakan detterent power untuk mencegah serangan dari musuh atau calon musuh. Oleh karena itu kita kagum dengan upaya Kabinet Indonesia Bersatu Jilid-II di bawah Presiden SBY yang memutuskan meningkatkan kemampuan militer (TNI) dalam konsep MEF yang akan dilaksanakan melalui rencana strategis 5 tahunan.

TNI Angkatan Udara akan terus menambah jumlah alat utama sistem senjata (alutsista) yang dimilikinya, bahkan ada 102 alutsista baru pada rencana strategis pembangunan TNI AU tahun 2010-2014. Alutsista baru tersebut meliputi pesawat tempur F-16, T-50, Sukhoi, Super Tucano, CN-295, pesawat angkut Hercules, Helikopter Cougar, Grob, KT-1, Boeing 737-500. TNI AU juga akan melengkapi alutsista modern, seperti radar pertahanan udara, peluru kendali jarak sedang, dan pesawat tanpa awak.




SU 35 Calon penjaga langit nusantara
TNI Angkatan udara memang harus selalu berkembang seiring dengan kemajuan teknologi dan dan peralatan militer canggih, serta mampu menjawab tantang di lingkungan regional yang akan memanas pada masa depan. Suasana kawasan yang panas akan konflik kepentingan dan penjarahan sumber daya alam ini jelas terlihat di kawasan regional, seperti bagaimana pada Bulan April 2014 yang lalu, tetangga selatan tempat peenerima suaka politik, Australia mengumumkan rencana pembelian 58 F-35 A Joint Strike Fighter buatan Lockheed Martin senilai $11.6 Miliar. Pesanan ini merupakan pesananan tahap kedua Australia dimana sebelumnya di tahun 2009, mereka juga sudah memesan 14 unit F-35 A JSF. Dengan kedua tahap pemesanan ini, maka Australia akan memiliki 72 F-35 A JSF yang diharapkan sudah full operasional pada tahun 2023.

Kondisi serupa tidak jauh berbeda dengan tetangga kita negara tempat menampung koruptor dan kekayaannya Singapura juga sudah menunjukkan minat yang sangat besar untuk mengakusisi varian F-35 JSF. Walapun ketertarikan ini belum dilanjutkan dengan pemesanan, namun berbagai sumber berita menyebutkan bahwa Singapura sejak tahun 2011 sudah melakukan study terhadap F-35B varian yang sama dengan Corps Marinir Amerika. Maka pada beberapa tahun kedepan lagi Indonesia akan dikepung dengan pesawat pesawat generasi kelima. Belum lagi sengketa laut china selatan memanaskan perseteruan di antara tiongkok dan negara-negara asean yang saling tunpang tindih mengklaim waliayah yang kaya akan sumber alam, apabila konflik terbuka terjadi di palagan laut china selatan tentu akan berimplikasi pada wilayah kita khususnya natuna dan kemungkinan kita terseret panasnya palagan LCS terbuka lebar.

SU 35 Tentu para warjagers dan sebagaian military fans boy sangat familiar dan mengidolakan pesawat tempur buatan rusia ini. Pesawat tempur multi peran Sukhoi Su-35 dibangun oleh Komsomolsk-na-Amure Aviation Production Association (KnAAPO) Rusia, merupakan versi modern dari Su-27. Pesawat yang sangat bermanuver ini mampu terbang dengan kecepatan 2,25 Mach (2.756 km/jam). Su-35 saat ini digunakan oleh Angkatan Udara Rusia. Su-35 didukung oleh dua mesin turbofan Saturn 117S dengan all-axis thrust-vector control (TVC) nozzles. Dengan afterburner, masing-masing mesinnya menghasilkan daya dorong 142 kN. Dengan bahan bakar penuh, Su-35 mampu terbang lebih dari 3.600 km Selain itu, pesawat tempur Su-35 ini dilengkapi dengan radar Irbis-E PESA yang disebut salah satu radar pesawat tempur tercanggih dari Rusia karena mampu mencari dan mendeteksi banyak sasaran baik di udara, darat dan permukaan laut dari jarak yang sangat jauh. Beberapa sumber menyebutkan bahwa radar Irbis-E PESA yang terpasang di Su-35 ini mampu mendeteksi pesawat tempur "siluman" F-35 dari jarak yang cukup jauh sehingga memliki efek gentar yang cukup tinggi jika berhadapan dengan pesawat tempur generasi ke 5 seperti F-35 dan F-22 sekalipun.

Untuk masalah persenjataan, jangan ditanya mengadposi mazhab rusia strooong karena tercatat Su-35 ini memiliki kemampuan untuk menggotong senjata seperti R-77, R-27, R-73, KH-29, KH-31, KH-59, Bomp pintar, dan berbagai jenis senjata lainnya. sebagian senjata ini sudah dimiliki oleh Indonesia.

Su-35 Merupakan jawaban dari dinamika geopolitik di kawasan. Dengan memiliki Su-35 maka TNI AU akan memberikan efek gentar yang sangat luar biasa di kawasan dengan kemampuan radar yang canggih, combat radius yang sangat jauh, kemampuan super manufer dan banyaknya senjata yang bisa digotong menjadikan pesawat tempur Su-35 menjadi mimpi buruk bagi para calon musug yang akan mengganggu kedaulatan wilayah Indonesia. Dengan kata lain akuisisi Su-35 merupakan kebangkitan kekuatan udara kita yang sejak lama mati suri dihiasi dengan pespur barat yang rawan akan embargo. Mengakuisisi Su-35 adalah pilihan yang cerdas karena memiliki banyak kelebihan yang akan sangat bermanfaat bagi modernisasi Militer Indonesia. Hal ini akan membuat kekuatan alutsista TNI menjadi meningkat secara significant. Kebangkitan kekuatan udara raksasa jilid dua sudah didepan mata semoga IFX dapat bersanding dengan Su-35 menjadi ujung tombak menjaga kedaulatan pertahanan wilayah udara Indonesia.

Kesimpulan
Sejarah mencatat di era Soekarno kita menjelma menjadi angkatan udara yang paling tangguh di belahan bumi bagian selatan. Dan ketangguhan kekuatan tempur itu lambat laun hanya menjadi seperti mitos atau legenda pasca jatuhnya bung karno dan kini sang garuda perlahan telah mengepak sayapnya untuk melindungi langit nusantara dari segala ancaman yang mengganggu. Sang garuda perlahan tapi pastk mengembalikan panji-panji kekuatan yang dulu pernah tersohor di bumi bagian selatan. Harapan kami putra bangsa semoga di era pemerintahn pak Jokowi-JK kepak sayap sang garuda dapat menjangkau seluruh langit nusantara. Modernisasi angkatan udara menjadi sangat penting dan krusial, akuisi pespur su-35 1-2 skadron bukan hal yang tidak mungkin bagi indonesia dan merupakan jawaban atas tantangan dikawsan yang bisa saja kita dihajar dari 4 mata angin.

Selalu ada secercah harapan yang menanti, akan masa depan yang gemilang dari negara kita tercinta ini. Sikap skeptis dan pesimistis tentunya harus dibuang jauh-jauh. Dengan potensi ekonomi kita yang menunjukan kenaikan positif dari tahun ketahun, serta potensi SDM yang ulet dan dapat diandalkan ditmbah SDA kita yang melimpah. Mestinya hanya masalah waktu sajalah untuk kita kembali mempunyai sebuah AU yang kuat dan disegani oleh negara-negara di kawasan. Sejarah pernah mencatat AURI pernah menjadi pemain kunci di kawasan, angkatan udara dari dulu sampai sekarang memiliki penerbang2 hebat dijamannya. Dan sejarah juga pernah membuktikan sang garuda pernah menjadi penguasa dirgantara di kawasan. Sukhoi Su-35, Siapa yang tidak gentar?.

Catatan : Maaf rekan-rekan warjagers kalau artikelnya kurang bagus dan berbobot ilmiah soalnya baru pertama kali menulis tentang militer, tidak pernah dikenal kata sempurna pada setiap karya. Oleh karena itu dengan penuh rasa hormat, penulis menerima kritik dan saran dari dari rekan-rekan warjagers semuanya. Khususnya para sesepuh semoga dapat menggoreksi tulisan ini.

(written by Adela Tuakia | JKGR )

Referensi
*Buku Pelangi Dirgantara, Chappy Hakim
*ramalanintelijen.net
*artileri.org/2014/04/10-pesawat-tempur-tercepat-di-dunia-2014.html
*analisismiliter.com/

Transporter, Truk Kokoh Pengangkut Tank Leopard

Posted: 14 Oct 2014 05:44 PM PDT

Transporter, truk pengakut tank Leopard

TNI terus memoderenisasi peralatan perangnya. Langkah tersebut menjadi tuntutan bagi TNI dalam menjaga kedaulatan negara.

Salah satu armada tempur terbaru yang dimiliki Indonesia ialah transporter, yakni truk pengangkut untuk tank Leopard.

Transporter ini mempunyai beberapa keunggulan, di antaranya mampu mengangkat beban seberat 90 ton.


Tidak hanya itu, armada buatan Italia ini mampu bergerak dalam jarak yang cukup jauh.

Dalam pengoperasiannya, truk ini dilengkapi dengan lowbed doll buatan Jerman.

Keistimewaan yang dimiliki lowbed doll yakni memiliki tujuh sumbu yang memungkinkan seluruh rodanya mampu bergerak secara bersamaan sehingga menjamin kelincahan dengan radius putar yang kecil. (SindoNews)

Unknown Wednesday, October 15, 2014
Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia

Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia


Mabes TNI: Baku Tembak di Papua Hanya Salah Komunikasi

Posted: 14 Oct 2014 12:18 AM PDT

Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayor Jenderal TNI Fuad Basya membenarkan insiden baku tembak antara anggota TNI dengan Brimob di Distrik Pirime, Kabupaten Lanny Jaya, Papua, Senin, 13 Oktober 2014. Dalam insiden itu, seorang anggota TNI terkena luka tembak di kaki.

Mabes TNI: Baku Tembak di Papua Hanya Salah Komunikasi
Anggota TNI dan Brimob baku tembak di Lanny Jaya Papua
Fuad membantah baku tembak terjadi karena anggota TNI diduga menjadi backing kayu ilegal. Menurut dia, Panglima TNI Jenderal Moeldoko dan Kapolda Papua telah bertemu membahas insiden ini.

"Semua sudah selesai. Ini bukan masalah pencurian kayu. Hanya salah komunikasi," kata Mayjen Fuad di Kantor Menkopolhukam, Jakarta, Selasa 14 Oktober 2014.


Kejadian itu bermula ketika dua anggota TNI yang menumpang truk untuk bertugas di Pos Pirime, Kabupaten Lanny Jaya terlibat keributan dengan anggota Brimob yang kebetulan tengah melakukan razia pemeriksaan kendaraan.

"Itu hanya salah komunikasi saja diantara mereka. Mereka prajurit muda yang baru selesai pendidikan masih emosional," ujarnya

Sebelumnya Panglima Komando Daerah MiliterXVII/Cenderawasih Mayor Jenderal Fransen G Siahaan juga menyebut insiden ini hanya kesalahpahaman. Dimana anggota Brimob yang tengah bertugas memeriksa truk yang ditumpangi anggota TNI dari Batalion Infanteri 756.

Anggota Brimob itu sempat menegur anggota TNI yang ada di dalam truk. Kemudian anggota TNI itu mengakui bahwa dia adalah anggota TNI yang bertugas di Pos Pirime. Meski sudah dijelaskan, anggota Brimob malah membentak dia.

"Ada kesalahpahaman. Anggota Brimob malah membentak dengan mengatakan, 'Saya tidak takut tentara,'" ucap Pangdam.

Anggota TNI itu pun turun dari truk dan menuju Pos TNI Pirime, lalu melaporkan ke Komandan Pos Letnan Ali, dan Kepala Kepolisian Sektor Pirime serta sejumlah anggota TNI. Mereka kemudian menyambangi pos Brimob guna menyelesaikan persoalan itu.

"Saat turun dari truk, komandan Pos dan Kapolsek malah ditembak. Mungkin anggota Brimob mengira rombongan Kapolsek dan Komandan Pos hendak melakukan penyerangan, sehingga mereka mengeluarkan rentetan tembakan," ujarnya.

Letnan Ali tertembak di kaki, meski kondisinya baik-baik saja.
Situasi sempat tegang karena terjadi baku tembak. Namun hanya beberapa saat situasi dapat dikendalikan.

Pangdam mengaku sudah menghubungi Kapolda Papua guna melucuti senjata milik TNI dan Brimob. "Mengantisipasi aksi itu meluas, kami sepakat lucuti senjata kedua pasukan," terangnya. (VivaNews)

Unknown Tuesday, October 14, 2014
Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia

Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia


Ketika Sang Jendral Dihadapkan Dengan Uang Sogokan Rp 20 M

Posted: 10 Oct 2014 02:17 AM PDT

Pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI jadi incaran para makelar untuk ikut masuk. Mereka berniat menggelembungkan harga senjata untuk keuntungan pribadi. Para makelar juga menawarkan uang miliaran rupiah agar para jenderal mau bekerja sama.

Ketika Sang Jendral Dihadapkan Dengan Uang Sogokan Rp 20 M

Salah satu sepak terjang para makelar senjata ini dikisahkan mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (TNI AD) Jenderal Purn Pramono Edhie Wibowo. Saat itu TNI AD berniat memesan teropong atau alat bidik untuk senapan serbu SS2 produksi PT Pindad.

Pramono terkejut saat salah satu agen menawarkan teropong dengan harga Rp 30 juta per unit. Padahal harga satu unit senjata SS2 kala itu cuma Ro 9 juta.


"Aneh, harga teropong kok lebih mahal dari harga senjata," kata Pramono Edhie.

Kisah itu ditulis dalam buku 'Pramono Edhie Wibowo dan Cetak Biru Indonesia ke Depan' karya Rajab Ritonga dan diterbitkan QailQita tahun 2014.

Terdorong rasa penasaran, Pramono mengutus anak buahnya menanyakan langsung pada pabrikan di Amerika Serikat. Ternyata harganya cuma Rp 9 juta. Namun pabrik tak mau menjual langsung ke pemerintah Indonesia karena sudah mempunyai kesepakatan dengan si makelar senjata yang telah ditunjuk di Singapura.

Tak hilang akal, si broker kemudian membujuk Jenderal Pramono agar bersedia membeli teropong itu dengan harga Rp 24 juta.

Saat itu TNI AD akan membeli 500 teropong untuk 1 batalyon. Padahal ada 100 batalyon yang memerlukan alat bidik tersebut. Jadi total TNI AD membutuhkan 50.000 teropong. Pramono pun dijanjikan akan dapat komisi lebih dari Rp 20 M.

Namun Pramono mengaku tak tergiur dengan tawaran broker senjata itu. Dia juga mengaku ingin mengikis korupsi alutsista TNI yang merugikan negara.

Pramono Edhie adalah putra komandan legendaris RPKAD Sarwo Edhie Wibowo. Sarwo dulu pernah berpesan pada anak dan menantunya.

"Pergi membawa satu kopor, pulang juga tetap satu kopor," kata Sarwo. Artinya jelas, jangan pernah mengambil apapun dari pangkat dan jabatan. Hal itu dibuktikan Sarwo, hingga akhir hayatnya dia tak punya rumah pribadi. (Merdeka)

Unknown Saturday, October 11, 2014
Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia

Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia


Pasukan Garuda TNI Kembali Menjadi Juara Menembak UNIFIL di Lebanon

Posted: 10 Oct 2014 12:20 AM PDT




Kontingen Garuda TNI berdiri di podium nomor satu saat menerima piala kejuaraan menembak UNIFIL.


Dari seluruh kategori yang dilombakan, Kontingen Garuda TNI berhasil menyapu bersih semua nomor yang dipertandingkan yaitu The Best Shot Rifle diraih oleh Praka Wardono (Indo FPC) dan The Best Shot Pistol diraih oleh Sertu Setiawan (Indo FPC).




Kontingen Garuda TNI saat pemberian medali di atas podium.


Kontingen Garuda TNI menurunkan tiga tim terbaiknya yang masing-masing diwakili oleh Satgas FHQSU (Force Head Quarter Support Unit), Satgas Indo FPC (Indonesia Force Protection Commpany) dan Satgas Indobatt (Indonesia Battalion). 


Kontingen Garuda TNI berfoto bersama dengan medali dan piala usai hasil menjuarai seluruh materi lomba menembak antar Kontingen Negara peserta UNIFIL (United Nation Interim Force In Lebanon) di lapangan tembak Ebel El Saqi Sektor Timur Lebanon, Rabu (8/10). Dalam lomba yang diselenggarakan oleh India Batt (India Battalion) beberapa waktu lalu ini diikuti oleh berbagai negara peserta TCC (Troops Contribution Country). 


Kontingen Garuda TNI berpose sambil memperlihatkan medali kejuaraan menembak antar Kontingen Negara peserta UNIFIL yang berhasil diraih. 



Sumber : Merdeka

Jokowi janji perbesar anggaran TNI 3 kali lipat

Posted: 09 Oct 2014 09:26 PM PDT

Presiden terpilih Joko Widodo menghadiri perayaan HUT TNI ke-69 di Komando Armada Wilayah Timur (Koarmatim), Surabaya, Jawa Timur. Usai upacara perayaan HUT TNI, Jokowi yang didampingi Jusuf Kalla mengaku akan meningkatkan anggaran TNI untuk memperkuat ketahanan negara hingga tiga kali lipat.

Jokowi janji perbesar anggaran TNI 3 kali lipat

"TNI itu pilar pemersatu bangsa. Kita lihat tadi alutsista yang dikeluarkan menjadi kebanggaan kita. Kalau ekonomi baik di atas 7 persen, anggaran tehnik bisa kita tingkatkan sampai tiga kali lipat nantinya," ujar Jokowi kepada wartawan, Senin (7/10).

"Modernisasi jangka panjang kita tingkatkan terus peralatan yang ada kita tingkatkan juga," tambahnya.


Jokowi menambahkan, selain anggaran teknis, dirinya juga tidak melupakan kesejahteraan prajurit TNI. Jokowi berjanji, nanti kesejahteraan prajurit TNI juga akan ditingkatkan.

"Kesejahteraan prajurit juga tidak dilupakan. Ini untuk menunjang profesionalisme," jelasnya.

Sementara itu, wakil presiden terpilih Jusuf Kalla menilai, Perayaan HUT TNI yang dilakukan hari ini cukup meriah dan luar biasa. JK pun mendukung Jokowi untuk meningkatkan alutsista di era pemerintahannya nanti.

"Luar biasa, TNI kita sangat luar biasa. Saya dukung Pak Jokowi untuk melanjutkan sistem keamanan TNI," tandasnya. (Merdeka)

TNI Siap Amankan Bali Demokrasi Forum 2014

Posted: 09 Oct 2014 08:47 PM PDT

Jelang Bali Democracy Forum (BDF) VII tahun 2014, Satuan Tugas Pengamanan (Satgaspam) VVIP terus memperketat penjagaan di lokasi pelaksanaan BDF VII, di Bali Internasional Convention Center, Nusa Dua Bali.

TNI Siap Amankan Bali Demokrasi Forum 2014
 Jelang BDF VII tahun 2014, Satgaspam VVIP terus memperketat penjagaan di lokasi pelaksanaan BDF VII, di Bali, (SINDOphoto)

Dansatgaspen BDF VII, Letkol Laut (KH) Mugiyono mengatakan, Satgaspam VVIP BDF VII tahun 2014 menerapkan sistem pengamanan secara profesional, dengan tingkat pengamanan tertinggi.

Terkait hal tersebut, Satgaspam terus melaksanakan pemeriksaan setiap kendaraan secara teliti guna memastikan, bahwa personel dan kendaraan yang dibawanya tidak membawa barang yang dapat mengganggu keamanan.


"Sehingga pelaksanaan BDF VII dapat berlangsung secara aman dan nyaman sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan," kata Mugiyono melalui pers rilis yang diterima Sindonews, Jumat (10/10/2014).

Sementara itu lanjut Mugiyono, Satgaspam Laut juga telah melakukan penyekatan di sekitar perairan Nusa Dua, Bali. Tindakan itu untuk memastikan wilayah laut di sekitar lokasi BDF VII dalam keadaan aman.

"Begitu pula dengan Satgaspam Udara juga melakukan patroli udara secara rutin di wilayah udara di sekitar Nusa Dua Bali," ucap Mugiyono.

Untuk pengamanan jalur yang dilalui para delegasi, Satgaspam juga melakukan pengamanan lalu lintas dari Bandara Ngurah Rai menuju Nusa Dua, Bali.

Kesiapan pengamanan juga dilakukan oleh Satgaspam Bandara yang terus melaksanakan sterilisasi di daerah bandara.

Sejak kemarin, para delegasi dari berbagai Negara telah tiba di Bali seperti delegasi dari Denmark, Namibia, India, Maladewa, Tunisia, Filiphina, Afganistan, Brasil, Korea dan juga Cina.

Sementara itu, Kepala Negara dari Timor Leste, Brunei Darussalam, Filiphina dan juga Presiden RI Dr. Susilo Bambang Yudhoyono telah berada di Bali guna mengikuti BDF VII yang berlangsung tanggal 10-11 Oktober 2014 di Nusa Dua Bali. (SindoNews)

Kemampuan Tempur Tank Amfibi BMP-3F Disegani di Dunia

Posted: 09 Oct 2014 08:45 PM PDT

Tank Amfibi BMP-3F adalah kendaraan tempur lapis baja yang mampu bermanuver di air dan darat. Tank hasil rakitan pabrik senjata Kurganmashzavod Rusia tahun 2013 ini mempunyai kemampuan paling unggul di kelas peralatan tempur amfibi saat ini.

Kemampuan Tempur Tank Amfibi BMP-3F Disegani di Dunia

Senjata utama Tank Amfibi BMP-3F adalah meriam kaliber 100 mm, senjata antiserangan udara, rudal antitank, serta mampu mengangkut pasukan sekaligus mempertahankan diri dari serangan lawan.

Tank ini memiliki akurasi tembakan ke sasaran dengan kemampuan bertahan tinggi di berbagai medan pertempuran. Keunggulan inilah yang menjadikan Tank Amfibi BMP-3F sebagai salah satu tank amfibi disegani di dunia.


BMP-3F berbobot 18,7 ton dengan dimensi panjang 7,14 meter, lebar 3,15 meter, dan tinggi 3,57 meter mampu membawa tujuh pasukan dan tiga personel.

Hingga saat ini, ada 10 negara yang menggunakannya selain Rusia dan Indonesia, yaitu UEA, Venezuela, Kuwait, Korsel, Sri Lanka, Siprus, Ukraina, Azerbaijan, dan Yunani. (SindoNews)

Tol Laut Harus Didukung Pertahanan yang Kuat

Posted: 09 Oct 2014 08:27 PM PDT

Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) memiliki segudang pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk mendukung konsep tol laut yang digagasnya.

Di antaranya membenahi infrastruktur, memperkuat pertahanan laut dan memperbaiki birokrasi.


Tol Laut Harus Didukung Pertahanan yang Kuat
Tol laut merupakan salah satu konsep atau gagasan Presiden terpilih Joko Widodo atau Jokowi saat kampanye pilpres lalu
Hal itu diungkapkan sejumlah kalangan, baik praktisi, pelaku usaha, maupun pengamat militer dalam diskusi betema Mewujudkan Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia, Dari Negara Kepulauan Menuju Negara Maritim yang diselenggarakan Ikatan Alumni UI (Iluni) di Ball Room Dwiwarna Purwa, Gedung Lemhannas, Jakarta Pusat, Kamis 9 Oktober 2014.

Pakar Hukum Internasional dari Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana mengatakan,‪ mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia tidak cukup dibangun hanya dengan kurun waktu lima tahun.


Untuk itu, ada banyak hal yang harus dilakukan pemerintahan baru nanti, pertama dari segi visi, roadmap, anggaran yang besar, dan instansi yang perlu dibentuk serta pelibatan masyarakat.

"Kemudian problem yang selama ini terjadi, karena bukan kali ini saja kita bermasalah dalam hal maritim. Lalu kemudian masalah pertahanan agar tidak ada masalah yang masuk dari luar. Sebetulnya banyak sekali yang harus dibenahi," tutur Hikmahanto.

Menurut dia, untuk mendukung kebijakan tol laut, diplomasi laut harus diperkuat. Hal itu untuk mengantisipasi terjadinya permasalahan yang muncul.

Dia mencontohkan, Malaysia sebagai negara yang berbatasan langsung sudah meratifikasi konvensi laut 1982. Namun, ketika ada masalah kelautan dengan Indonesia, negeri jiran itu selalu menggunakan peta yang dibuatnya pada 1979.

"Ini tidak konsisten karena mereka sudah ada ratifikasi konvensi laut 1982. Mereka enggak rela kalau lautnya berkurang," katanya.

Menurut dia, diplomasi luar negeri thousand friends, zero enemy kurang efektif karena membatasi Indonesia dalam bersikap tegas seperti dalam kasus pembangunan mercusuar di daerah Tanjung Datu, Kalimantan Barat dan masuknya kapal orange yang mengangkut imigran.

Kemudian, dari sisi pertahanan juga harus diperkuat sebab kapal perang yang dimiliki Indonesia masih terbatas, bahkan sampai saat ini belum bisa mengamankan nelayan sendiri.

Belum lagi banyaknya aturan yang tumpang tindih dan oknum aparat yang bermain.Hal lain yang harus dipersiapkan, kata Hikmahanto, adalah bagaimana merubah orientasi masyarakat terutama pelaku usaha untuk menggunakan laut bukan jalan sebagai alat transportasi.

"Menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia maka diperlukan anggaran yang besar dan sebagainya," ucapnya. (Sindo)

Unknown Friday, October 10, 2014