Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia

Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia


Tujuh Super Tucano Unjuk Kebolehan di Langit Surabaya

Posted: 06 Oct 2014 12:04 AM PDT

Pesawat tempur taktis ringan Super Tucano akan menunjukkan kebolehannya pada acara HUT ke-69 TNI di Surabaya, Selasa 7 Oktober 2014.

Tujuh dari delapan pesawat yang bermarkas di Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh ini akan diterbangkan besok.


Tujuh Super Tucano Unjuk Kebolehan di Langit Surabaya

Komandan Skadron Udara 21 Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh, Letnan Kolonel Penerbang Toto Ginanto menginformasikan satu unit Super Tucano tetap di pangkalan yang berlokasi di Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Malang, Jawa Timur.

"Tujuh dari delapan pesawat akan diterbangkan semua," kata Toto, Senin (6/10/2014).

Menurut dia, empat Super Tucano yang dilibatkan dalam HUT TNI besok merupakan pesawat terbaru yang diterima Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh pada 26 September 2014.


Sementara empat pesawat pertama diterima pada 2 September 2012. Secara rutin seluruh pesawat Super Tucano melakukan operasi pertahanan melintasi wilayah Malang hingga ke Bali dan Nusa Tenggara Barat untuk latihan dan operasi pertahanan.

Delapan Super Tucano ini merupakan bagian dari 16 pesawat serupa yang dipesan Indonesia untuk menggantikan peran OV-10 Bronco yang dipensiunkan oleh TNI AU pada Oktober 2010.

Seluruh pilot Bronco kemudian ditugasi menerbangkan Super Tucano setelah mereka mendapat pendidikan dan latihan menerbangkan pesawat ini.

Semua pesawat ini ditempatkan di Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh Malang karena sudah mempunyai peralatan komplet perawatan pesawat yang sudah disiapkan pada 2010.


Sumber : Sindo

TNI Siapkan Dana Rp 800 Miliar untuk Bangun Pangkalan Militer

Posted: 05 Oct 2014 11:54 PM PDT

Dalam rangka mengapresiasikan atas dedikasi dan pengabdian sebagai mitrahaneg dan penegasan keluarga TNI, Panglima TNI Jenderal Moeldoko menyematkan bravet kehormatan dan baret hitam kepada para Gubernur se- Indonesia, Senin (6/10).

TNI Siapkan Dana Rp 800 Miliar untuk Bangun Pangkalan Militer
Penyerahan tanda kehormatan kepada para Gubernur se-Indonesia (Jaringnews/Luska Mujidayanti)

Seperti yang dilaporkan secara langsung oleh wartawan Jaringnews.com Luska Mujidayanti dari Surabaya, dalam pidato sambutannya di Dermaga Sea Raider, Mako Satuan Amphibi, Surabaya, Jawa Timur, Panglima TNI Jenderal Moeldoko berharap brevet kehormatan dan baret hitam yang dikenakan oleh para Gubernur menjadi pengikat kesatuan usaha TNI bersama pemerintah daerah dalam membangun daerah juga menghadapi berbagai ancaman yang mengganggu kedautan rakyat.

Menurut Moeldoko, TNI memakai sistem kompartemen satistik dimana lebih mengutamakan pertahanan terhadap pulau-pulau besar yang dipimpin oleh seorang gubernur.


Diharapkan para gubernur dapat memelihara dan menjaga wilayahnya masing-masing. TNI akan mengoptimalkan provinsi yang merupakan pangkal perlawanan yang harus dikembangkan dan perlu  peningkatan.

Hal tersebut, tambah Moeldoko, sangat diharuskan karena apabila ada serangan dari musuh maka yang harus menghadapi adalah daerah pangkal perlawanan per wilayah atau provinsi. 

Untuk itu, TNI menyiapkan dana Rp 800 milar untuk membangun pangkalan militer AU, AL dan AD di setiap provinsi.

Dalam penyematan hadir 26 Gubernur se Indonesia sedangkan lima Gubernur berhalangan hadir karena sedang ada tugas. Para Gubernur tersebut diantaranya Gubernur DIY Yokyakarta Sri Sultan Hamengku buwono X, Gubernur Sulawesi Selatan sekaligus kepala asosiasi Gubernur Indonesia Yasin Limpo, Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (JN)

Kapal Selam TNI Siap Beraksi

Posted: 05 Oct 2014 11:46 PM PDT

TNI terus menambah alat utama sistem persenjataan (alutsista). Di antaranya menambah tiga armada kapal selam untuk memperkuat kekuatan tempur di laut.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Marsetio mengatakan hal tersebut sesuai rencana strategis (renstra) tahap dua.



Pengadaan kapal selam ini berkerja sama dengan galangan Korea Selatan. "Dua dibangun di Korea dan satu akan dikerjakan di PT PAL (PT Penataran Angkatan Laut). Langkah itu ditempuh sebagai bentuk transfer teknologi. Ke depan tak perlu beli dari luar," tutur Marsetio di Markas Koarmatim, Dermaga Ujung, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu 4 Oktober 2014.


Dia memaparkan, TNI AL akan turut serta memeriahkan perayaan HUT ke-69 TNI di Markas Koarmatim, Selasa 7 Oktober mendatang.

Tidak  hanya memamerkan tiga kapal tempur canggih terbaru yang dibeli dari Inggris, TNI Angkatan Laut secara khusus juga akan menampilkan sebuah kapal selam.

"Kita juga akan tampilkan kapal selam," kata dia.

Kapal selam yang disebutkan Marsetio juga telah ditunjukan dalam gladi resik pagi tadi. Bahkan, kapal itu tampil sebagai pembuka demo sailing pass dari jajaran kapal tempur milik TNI AL. Meski hanya muncul sesaat, kapal selam TNI AL sukses menarik perhatian pengunjung. (Sindo)

Panglima TNI Larang Komentari Insiden TNI dan Brimob di Batam

Posted: 05 Oct 2014 11:15 PM PDT

Panglima TNI Jenderal Moeldoko melarang jajarannya memberikan pernyataan terkait hasil tim investigasi kasus tertembaknya anggota TNI oleh oknum Brimob di Batam.

Empat anggota TNI dari Batalyon Yonif 134 Tuah Sakti Polda Kepulauan Riau (Kepri) tertembak pada tanggal 21 September 2014 di kawasan Tembesi, Batu Aji, Batam, saat aparat kepolisian melakukan penggerebekan lokasi penimbunan BBM ilegal.


Panglima TNI Larang Komentari Insiden TNI dan Brimob di Batam
Tim investigasi pencari fakta saat melakukan rekontruksi kasus penembakan anggota TNI dari batalyon 134 TS oleh anggota polisi dari satuan Brimob Polda Kepri di TKP Gudang Penimbunan Solar milik Noldi

Menurut Jenderal TNI Moeldoko, perkembangan kasus bentrokan antaroknum TNI-Polri di Batam saat ini telah menjadi wewenang tim investigasi.

"Dari awal saya sudah bersepakat dengan Kapolri agar tidak ada yang beri statement tentang hasil investigasi. Jika ada yang beri statement, itu akan mengganggu obyektivitas investigasi," kata Jenderal TNI Moeldoko saat jumpa pers geladi bersih Peringatan ke-69 Hari TNI di Markas Koarmatim, Dermaga Ujung, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (4/10/2014) lalu.


Panglima TNI mengingatkan agar semua pihak tidak memberikan keterangan terlebih dahulu soal kasus bentrokan tersebut. Perkembangan kasus ini telah menjadi wewenang tim investigasi.

Imbauan ini dikatakan Moeldoko untuk memastikan tidak ada kesan intervensi TNI terhadap hasil penyelidikan yang tengah berlangsung. Panglima menegaskan, pascapembentukan Tim Investigasi Gabungan, segala sesuatu yang terkait hasil temuan akan diserahkan sepenuhnya kepada tim.

"Saya saja sebagai Panglima TNI tidak mau komentar macam-macam. Makanya yang lain jangan macam-macam," katanya.

Sikap TNI dan Polri akan obyektif menyikapi kasus yang bermula dari operasi penggerebekan tempat penimbunan BBM ilegal tersebut.

Selanjutnya Kapuspen TNI Mayjen M Fuad Basya secara terpisah mengatakan bahwa Tim Investigasi Gabungan TNI-Polri diketuai oleh Pasuspom TNI Mayjen Maliki Mift dan sebagai Wakil Ketua ditunjuk Brigadir Jenderal (Pol) Drs Fahrizal. Tim inilah yang berhak untuk memberikan keterangan hasil investigasi atas kasus tersebut.

Panglima TNI berjanji bahwa hasil investigasi insiden di Batam akan diumumkan setelah puncak peringatan HUT TNI tanggal 7 Oktober 2014 yang akan datang.

"Kalau ada anggota nakal, kita umumkan nakal, dan akan kita beri sanksi disiplin," tegasnya.

Sementara itu, Kapuspen TNI menegaskan bahwa apabila ada pejabat TNI yang memberikan keterangan terkait dengan hasil Tim Investigasi terhadap kasus bentrokan anggota TNI-Polri, maka yang bersangkutan telah melawan perintah atasan atau keputusan pimpinan, hal ini sudah insubordinasi.

Lebih lanjut Fuad mengatakan, TNI tetap mengutamakan kepentingan organisasi dengan tidak melindungi setiap anggotanya yang salah. Hal ini penting demi kebaikan organisasi dan adanya efek jera dan soliditas antarsatuan ke depan. Kapuspen juga mengimbau kepada semua pihak agar bersabar.  (Kompas)

Ikut Simulasi Perang, Sultan DIY: Ini Pengalaman Menarik

Posted: 05 Oct 2014 10:55 PM PDT

Para gubernur naik turun helikopter, kapal, menembak, dan berlari.

Sebanyak 29 kepala daerah mendapatkan Baret dan Brevet kehormatan dari TNI, Senin 6 Oktober 2014.
Sebelum penyematan, mereka diharuskan mengikuti simulasi operasi militer, yakni perang dan melakukan serangan terhadap musuh di Markas Komando Armada Timur, Dermaga Ujung, Surabaya.


Sejumlah gubernur berlari saat akan melakukan latihan menembak di lapangan tembak Komando Armada RI Kawasan Timur, Surabaya
Dalam upacara pembaretan yang dipimpin langsung oleh Panglima TNI Jenderal Moeldoko, para gubernur itu tampak rela berdiri di bawah terik panas Matahari mengikuti upacara. Mereka membentuk satu regu yang berdiri di tengah-tengah barisan pasukan TNI.

Berdiri di sebelah kanan sebagai komandan regu "pasukan gubernur", adalah Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo.

Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, di sela pembaretan, mengaku mendapat pengalaman baru dalam rangkaian kegiatan penyematan tanda kehormatan TNI ini. Sultan tak sungkan untuk berlari dan menembak.


"Ini adalah pengalaman yang menarik, baik dari udara dengan helikopter, dari laut dengan kapal karet, dan dari darat latihan menembak. Tadi, kami berlari-lari," kata Sultan saat ditemui di Dermaga Ujung, Markas Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim), Surabaya.

Sultan menuturkan, kegiatan simulasi perang tiga matra, darat, laut, dan udara ini baru pertama kali diikuti. Menurut Sultan, simulasi ini penting bagi kepala daerah, yang selama ini lebih banyak berada di ruangan eksklusif dengan pelayanan berlebihan.

"Ini pertama kali, jadi mengikuti ini. Kepala Daerah tidak sekadar berada dalam bangunan yang ber-AC," ujarnya.

Sultan menambahkan, peran kepala daerah sangat penting dalam menjaga stabilitas negara. Karena itu, situasi dan kondisi wilayah, khususnya di perbatasan lebih terjaga.

Sejumlah gubernur hadir dalam kegiatan penyematan tanda kehormatan TNI, di antaranya Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Plt Gubernur Banten Rano Karno, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Gubernur Papua Lukas Enembe, dan Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam Zaini Abdullah. (VivaNews)

Galeri Alutsista TNI Jelang HUT TNI ke-69

Posted: 05 Oct 2014 10:01 PM PDT

Inilah sebagian alutsista TNI yang akan dipamerkan di Dermaga Ujung, Surabaya Jawa Timur pada tanggal 7 Oktober 2014. Acara dihadiri oleh Presiden SBY. Pasukan akan memasuki lapangan upacara pukul 08.25 wib. Presiden SBY masuk lapangan upacara pukul 09.00 wib dan diiringi sejumlah kegiatan.

Acara akbar berupa demonstrasi (SUL, BTK, GKK Lintas Heli, OPs Fib, Ops Linud, Bas Sandera, Free Fall, Defile Psk, Mat Sailing Pass dan Fly Pass) akan dimulai pukul 09.46 hingga selesai 12.38 wib. Datanglah lebih cepat agar tidak ketinggalan momen.

Berikut ini adalah photo-photo kiriman warjager Mulyo Basuki, untuk warjagers dan rekan rekan setanah air. Alutsista ini diparkir di boulevard flat Armatim, Surabaya.


Alutsista yang akan dipamerkan di Dermaga Ujung Surabaya pada HUT TNI ke 69, tanggal 7 Oktober 2014 (All Photos: Mulyo Basuki / JakartaGreater.com)


 Thanks Bung Mulyo Basuki

Alutsista yang akan dipamerkan di Dermaga Ujung Surabaya pada HUT TNI ke 69, tanggal 7 Oktober 2014 (All Photos: Mulyo Basuki / JakartaGreater.com)

Alutsista yang akan dipamerkan di Dermaga Ujung Surabaya pada HUT TNI ke 69, tanggal 7 Oktober 2014 (All Photos: Mulyo Basuki / JakartaGreater.com)



















Sumber : JKGR

Dengan Senjata Pindad, TNI AD Juara Dunia Selama 8 Tahun Berturut-turut

Posted: 05 Oct 2014 05:58 AM PDT

Jangan anggap remeh senjata produksi dalam negeri Indonesia. Senjata buatan PT Pindad Bandung sudah teruji mampu mengalahkan senapan yang populer di dunia macam M4, dan AK.

Senapan SS1 dan SS2 ini mengantarkan TNI AD menjadi juara dunia kejuaraan menembak selama 8 tahun berturut-turut. Posisi TNI AD tak mampu disaingi tentara AS, Australia atau Prancis.


Dengan Senjata Pindad, TNI AD Juara Dunia Selama 8 Tahun Berturut-turut
TNI AD dan Pindad SS2

Dalam kompetisi menembak yang diselenggarakan pada tanggal 5-16 Mei 2014 di Puckapunyal Military Area Victoria, Australiaini, kontingen Indonesia memakai beberapa produk senjata produksi PT Pindad (Persero) seperti senapan serbu SS2-HB (Heavy Barrel), Senapan Mesin SM-2, dan SM-3, serta pistol G2 versi Elite.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, kontingen Indonesia mengikuti beberapa materi perlombaan seperti materi perorangan maupun tim, pada nomor senapan, pistol, senapan otomatis (SO) dan gabungan materi senapan dan SO.


Pada penyelenggaraan AASAM 2014, Indonesia harus menghadapi tim menembak dari 15 negara yaitu Australia, Kanada, Perancis (FF New Caledonia), Timor Leste, Brunei Darussalam, Inggris, Angkatan Darat Amerika Serikat, Angkatan Laut Amerika, Selandia Baru, Singapura, Thailand, Jepang, Filipina, Papua Nugini, dan Tonga.

Kinerja tim yang baik dan kehandalan para penembak, didukung oleh senjata yang akurat, membuat Indonesia jauh meninggalkan pesaing-pesaingnya.

Tim TNI AD memperoleh 32 medali emas, 15 medali perak dan 20 medali perunggu. Menempati urutan kedua tim penembak tuan rumah Australia dengan perolehan medali 6 emas, 15 perak dan 20 perunggu.

Sementara di urutan ketiga ditempati oleh tim penembak dari tentara Brunei Darusallam dengan perolehan medali 5 emas, 4 perak dan 1 Perunggu.

"Gelar sebagai juara umum yang diraih TNI AD ini merupakan yang ke 7 kalinya diperoleh secara berturut-turut dari tahun 2008 hingga 2014," kata Jenderal Budiman yang menjabat kepala Staf TNI AD saat itu.

Sementara itu Kapuspen TNI Mayjen Fuad Basya menuturkan saat ini 90 persen prajurit TNI sudah mengenakan senjata ringan produksi PT Pindad. Untuk senapan dan pistol, TNI mengakui kualitasnya.

"Senjata ringan buatan kita, hebat sekali. Lomba di tingkat ASEAN rata-rata kita juara. Di luar negeri juga mau beli seperti Sri Lanka dan Malaysia, mungkin Thailand waktu dekat," kata Mayjen Fuad kepada merdeka.com, Jumat (3/10).

Fuad mengakui untuk persenjataan berat seperti tank dan meriam, pemerintah masih membeli dari luar. Dia pun berharap tak lama lagi Indonesia mampu membuat tank.

"Kita senjata berat dari korea nanti ada tank, ada yang dibuat di Indonesia bagian tertentu sebesar 10 persen," jelasnya. (Merdeka)

Unknown Monday, October 6, 2014
Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia

Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia


Utamakan Visi Maritim, Jokowi Harus Majukan TNI AL

Posted: 05 Oct 2014 12:29 AM PDT

Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan merayakan ulang tahun ke-69, Minggu 5 Oktober 2014. Nantinya, TNI akan mengadakan gelar alat utama sistem pertahanan.

Menurut Pengamat Militer Susaningtyas NH Kertopati hal itu menujukkan komitmen Indonesia untuk membangun sistem pertahananan yang mumpuni.

Pasukan katak berusaha melumpuhkan perompak yang telah menguasai kapal MV Shimamura berbendera jepang saat melintas di Perairan Selat Malaka, Batam, Selasa (30/9) dalam simulasi pembebasan sandera. Dalam simulasi ini, TNI AL mengerahkan 3 Kapal Republik Indonesia (KRI) untuk membebaskan sandera diantaranya KRI Sutedi Senaputra 378, KRI Barakuda 633, KRI Beladau 643 dan 1 tim VBSS (Visit Boarding Search and Seizure) Satuan Komando Pasukan Katak (satkopaska) Koarmabar sebagai pemukul serta 1 tim VBSS KRI Beladau 643 sebagai kamuflase. TRIBUN BATAM/ARGIANTO DA NUGROHO

"Harapan ke depannya agar renstra pertahanan memiliki konsistensi untuk terus meningkatkan kemampuan SDM dan kelengkapan Alut Sista siapapun yang akan membangun negara ini," kata Nuning melalui pesan singkat kepada Tribunnews.com, Sabtu (4/10/2014).

Mengingat Jokowi saat ini tengah menggalakan visi maritim, kata Nuning, maka harus diingat untuk memajukan TNI AL. Pasalnya, dari 17.499 pulau yang dimiliki Indonesia, terdapat 92 pulau terluar dan 12 pulau diantaranya merupakan pulau-pulau strategis yang tersebar di sepanjang perbatasan dengan negara tetangga, serta digunakan sebagai titik-titik batas terluar (base point) pengukuran batas wilayah NKRI dengan negara tetangga.


"Terkait dengan fungsi pertahanan dan keamanan negara, kedudukan pulau terluar merupakan beranda nusantara yang harus terus dipantau dan diawasi," katanya.

TNI AL sendiri, ujar Politisi Hanura itu, selain menjalankan tugas-tugas militer matra laut, juga berupaya melakukan langkah-langkah proaktif lainnya demi meningkatkan ketahanan nasional di wilayah atau kawasan perbatasan yang sesuai dengan kebijakan pemerintah.

Kebijakan itu mengenai upaya menjadikan kawasan perbatasan negara sebagai beranda, dimana pendekatan pertahanan lebih mengedepankan aspek prosperity dengan memperhatikan aspek lingkungan hidup, serta dengan tetap memperhatikan aspek sekuriti.

"Justru itu pemenuhan alutsista harus teranggarkan dengan baik dan dengan tata cara yg dapat diterima pihak manapun. Ini semua agar TNI AL mampu menghadapi tantangan perkembangan ancaman keamanan laut/maritim dalam bentuk apapun," ujarnya.

Nuning juga melihat alutsista yang ada belum memadai untuk mengawal Zona Ekonomi Ekslusif dan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI). Terutama dalam mengatasi illegal fishing dan logging serta perompakan. "Kita tentu setuju dengan yg disampaikan oleh Kasal Laksamana Marsetio bahwa TNI AL selain melaksanakan tugas TNI matra laut juga mengakan hukum dan menjaga keamanan di wilayah yuridiksi nasional sesuai dengan hukum nasional dan international yang telah diratifikasi," katanya.

Nuning juga meminta TNI harus meningkatkan disiplin prajurit. Namun juga harus linier denga kesejahteraannya. "Disahkannya HDM sebagai UU baru lalu semoga menjadi panduan bagi pelaksanaan disiplin kedepan yang komprehensif dan dipatuhi," tuturnya.

Nuning menuturkan HUT TNI 5 Oktober nanti semoga dapat menjadi moment baik untuk merefleksi dan mengintrospeksi diri, sekaligus sebagai pembangkit semangat prajurit TNI.

Prajurit TNI, imbuhnya, meski tak boleh lagi berpolitik praktis harus juga dibekali pendidikan serta pengetahuan politik negara. Agar TNI paham apa dan bagaimana netralitas itu, terlebih dirasakan adanya pergeseran ancaman terhadap negara, kini tak lagi sebatas ancaman perang tradisional.

"Adanya ancaman cyber war,perang asimetrik dan saat ini yang sedang hot dibicarakan Proxy war tentu saja tak merupakan perebutan teritorial langsung tapi lebih kepada otoritas penguasaan kedaulatan melalui tekhnologi dan psywar, hal ini berdampak lebih luas bisa masuk ke relung-relung ipoleksosbud bangsa," katanya.

"Bila kita tak waspada maka bukan tak mungkin kita dapat dilumpuhkan dengan cara itu sebagai bangsa. Justru itu prajurit TNI juga harus pintar dan memiliki profesionalitas teruji," tambahnya. (Tribun)

Cara TNI AD Merawat Persenjataan Modern

Posted: 04 Oct 2014 11:58 PM PDT

Banyak persenjataan baru TNI AD hadir, di antaranya tank berat 2A6 Leopard, dari Jerman yang dihadirkan dalam peringatan hari jadi ke-69 TNI di dermaga Ujung, Komando Armada Indonesia Kawasan Timur TNI AL, pada 7 Oktober nanti.

 Cara TNI AD Merawat Persenjataan Modern

Ratusan tank berat itu akan memperkuat jajaran persenjataan TNI AD nanti. Bagaimana mempersiapkan personel pengawak dan yang merawat mereka nanti?

"Yang jelas, tidak boleh ada praktik kanibal suku cadang," kata Kepala Staf TNI AD, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, di dermaga Ujung, Sabtu. Dia menyaksikan gladi resik upacara itu, yang akan dihadiri Presiden Susilo Yudhoyono dan Presiden terpilih, Joko Widodo.


"Jauh sebelum tank-tank itu datang, kami sudah mengalkulasi berbagai hal yang harus kami lakukan untuk memenuhi keperluan perawatan dan pemeliharaan itu. Membeli dan mendatangkan mereka adalah satu hal, merawat dan memelihara adalah hal lain yang tidak kalah serius," kata dia.

Komandan Komando Pendidikan dan Latihan TNI AD, Letnan Jenderal TNI Lodewijk Paulus, secara terpisah, merinci keterangan atasannya itu.

"Pada beberapa kasus, kami harus mengirim personel yang merawat persenjataan kami ke pabrik pembuat atau negara pembuat. Untuk Leopard, kami mengirim mereka ke Singapura, yang juga mengoperasikan Leopard ini," kata dia.

Hal ini, kata dia, sudah masuk ke dalam "budaya" pemakaian dan pemeliharaan pada fase yang jauh lebih modern.

Sejalan dengan perencanaan pembelian Leopard itu, kata dia, sudah dihitung jam operasional terkait pergantian suku cadangnya, mulai dari mesin, laras kanon 120 milimeternya, turret, sistem kendali dan komputer, dan lain sebagainya.

"Jadi semuanya disiapkan, bukan cuma membeli unit tank-nya saja," kata dia. Dia mencontohkan perawatan dan pemeliharaan itu dengan kendaraan bermotor modern masa kini yang sudah terkomputerisasi.

"Istilahnya, tidak bisa lagi pakai jasa "bengkel pinggir jalan". Harus terprogram dan terencana baik, sematang mungkin. Kami sangat serius tentang ini," kata dia.  (Antara)

SBY dan Ibu Ani Ikuti Sailing Pass diatas KRI Dewaruci

Posted: 04 Oct 2014 11:34 PM PDT

Presiden Susilo Yudhoyono dan Ibu Ani Yudhoyono dijadualkan akan berada di dalam lambung kapal layar tiang tinggi TNI AL, KRI Dewaruci, untuk layar lintas (sailing pass) sebagai rangkaian upacara peringatan hari jadi ke-69 TNI, di Surabaya, pada Selasa depan (7/10).

KRI Dewaruchi
KRI Dewaruchi (foto : eastjava.com)

"Rencananya demikian, beliau akan berlayar lintas di perairan dermaga ini," kata Kepala Subdinas Penerangan Umum Dinas Penerangan TNI AL, Kolonel Pelaut Suradi Slamet, di dermaga Ujung, Komando Armada Kawasan Timur Indonesia TNI AL, Surabaya, Sabtu.

Data diperoleh, pelayaran lintas itu hanya sejauh sekitar 3,5 mil laut ke arah timur dari dermaga itu menuju Jembatan Suramadu, lalu kembali ke dermaga Ujung. Pelayaran itu direncanakan menjelang matahari tenggelam.


Sejalan rencana itu, awak KRI Dewaruci, satu-satunya kapal layar tiang tinggi Indonesia yang telah berkeliling dunia dua kali, menyiapkan diri dan kapal. Geladak dibersihkan dan ruang-ruang disiapkan sedemikian rupa.

KRI Dewaruci, kapal kelas Barkentin buatan galangan kapal Stulchen und Sohns, Hamburg, Jerman, pada 1952-1953, merupakan satu-satunya kapal di kelas itu yang masih operasional. Dua kapal kembarnya telah tiada.

TNI melaksanakan upacara peringatan ulang tahunnya kali ini secara besar-besaran. 245 pesawat terbang gabungan tiga matra TNI, 45 kapal perang dari berbagai kelas TNI AL --di antaranya kapal selam KRI Nanggala/402-- dihadirkan kepada publik.

Tidak kurang 18.000 personel gabungan TNI menjadi unsur upacara pada berbagai posisi dan peran dengan persiapan sejak berbulan-bulan lalu. (Antara)

256 Pesawat Terbang dan Drone Meriahkan HUT TNI ke 69

Posted: 04 Oct 2014 09:02 PM PDT

Tercatat 256 pesawat terbang militer dari TNI AL, TNI AU, dan TNI AD turut serta dalam peragaan dinamis di udara berupa terbang lintas saat HUT TNI 7 Oktober mendatang. Masih ada pula puluhan kapal perang berbagai kelas, tipe, dan kegunaan ditambat di dermaga dan juga berlayar lintas.



256 Pesawat Terbang dan Drone Meriahkan HUT TNI ke 69
Puluhan Helikopter dalam Gladi HUT TNI ke-69 (Foto : ARC)
Masih ditambah parade belasan ribu personel gabungan TNI di muka dermaga, lengkap dengan arsenal dan kesenjataan masing-masing, baik kendaraan unit ataupun perorangan.

"Berbagai latihan parsial dilakukan unsur-unsur pasukan sejak beberapa waktu lalu. Hari ini, sebagai misal, penerbangan pesawat tempur TNI AU telah dilaksanakan. Demikian juga pasukan di perairan dan darat," kata Komandan Pangkalan Utama TNI AL V/Surabaya, Brigadir Jenderal Marinir TNI Rudy Andi Hamzah, saat gladi bersih di Dermaga Ujung Surabaya, Sabtu (4/10/2014).


Sebagaimana dilaporkan langsung dari Surabaya oleh Luska Mujidayanti dari Jaringnews.com, TNI AU akan menampilkan personil dari Paskhas termasuk pasukan elit Den Bravo (anti teroris). Juga akan menampilkan perlengkapan tempur Paskhas dan peralatan sistem udara," ujar Kasau Marsekal Ida Bagus Putu.

Kasau menjelaskan pihaknya juga membawa Pesawat UAV tanpa awak, pesawat tempur, pesawat angkut, pesawat latih, dan helikopter. Pesawat-pesawat ini dibawa dari 4 Pangkalan Udara yakni Lanud Halim PK, Lanud Iswahyudi Madiun, Lanud Juanda Surabaya, dan Lanud Abdul Rahman Saleh Malang.

"Sekitar 150 pesawat. Pesawat tanpa awak akan bisa mengirimkan gambar lokasi upacara, akan terbang pada ketinggian 12 ribu kaki," jelas Ida Bagus Putu. (JN)

Demo Kekuatan Laut TNI AL Kerahkan 42 Kapal Perang

Posted: 04 Oct 2014 08:48 PM PDT

Dalam memeriahkan HUT TNI di Surabaya, TNI AL akan menurunkan 42 kapal perang jajaran TNI AL untuk lakukan demo alutsista.

Hal tersebut dijelaskan oleh  Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Marsetio kepada wartawan di Dermaga Ujung Koarmatim Surabaya, Sabtu (4/10).


Jajaran kapal perang TNI AL

Sebagaimana dilaporkan langsung dari Surabaya oleh Luska Mujidayanti dari Jaringnews.com, Marsetio menegaskan bahwa kapal perang yang akan dikeluarkan adalah dari jenis multi role light frigate (MRLF) yang dibeli dari Inggris, yaitu KRI Bung Tomo-357, KRI John Lie-358 dan KRI Usman Harun-359.


"Semua akan lakukan demo kekuatan Alutsista. Baik yang upacara maupun yang demonstrasi," kata Marsetio.

Sedangkan untuk kegiatan yang melibatkan kapal perang, yaitu melaksanakan Sailing Pass yang dilakukan sejumlah kapal perang TNI AL serta penghormatan para prajurit awak kapal perang diiringi dengan tembakan meriam.

Tidak ketinggalan demonstrasi kekuatan alutsista TNI AL dari dua unit Tank Amfibi LVT-7 dengan aksi manuver cepat dari dermaga ke laut. Kemudian atraksi manuver cepat dan jumping di depan tenda kehormatan oleh dua unit Tank Amfibi BMP-3F Marinir. (JN)

TNI Pesan Sukhoi SU35 Sebagai Pengganti F-5 Tiger

Posted: 04 Oct 2014 08:35 PM PDT

Panglima TNI Jenderal Moeldoko sempat mengatakan kepada publik, bahwa kandidat pengganti F-5 Tiger yang paling kuat adalah Sukhoi SU 35. Pernyataan ini terlontar dari Jenderal Moeldoko di beberapa kesempatan saat ditanya wartawan.

TNI Pesan Sukhoi SU35 Sebagai Pengganti F-5 Tiger

TNI AU sebagai user, juga konon menginginkan SU35 sebagai pengganti F-5 Tiger.

Dan kini pembelian SU-35 oleh TNI akan semakin mendekati kenyataan. Dalam infografik Harian Kompas, Jumat 03/10/2014, dituliskan Indonesia dalam proses pengadaan 16 Jet Tempur SU-35. Wow….pilihan yang sangat brilian dan membuat Indonesia semakin disegani. Alutsista dengan kemampuan yang sangat mematikan.

Dengan adanya SU-35 ini, bisa dikatakan Indonesia sedang menuju "Macan Asia", jargon yang sempat diutaarakan oleh Presiden SBY.


Tidak hanya itu, Indonesia juga sedang memesan 6 kapal selam kilo. Tidak disebutkan jenisnya tapi patut diduga jenis yang modern dan memiliki persenjataan yang maut. Persenjataan kapal selam Indonesia yang bisa menembak rudal jarak jauh, sudah beberapa kali disampaikan oleh Menteri Pertahanan Poernomo Yusgiantoro.

Presiden SBY, Panglima TNI Jenderal Moeldoko, Menteri Pertahanan Poernomo Yusgiantoro dan Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, anda orang-orang hebat.

Ya…Anda orang-orang hebat, karena menjadi faktor pembeda. Jayalah negeriku Indonesia. Nama anda akan selalu kami kenang. (JKGR)

Pesawat CN-235 Buatan PT DI Mampu Lacak Keberadaan Kapal Selam

Posted: 04 Oct 2014 08:17 PM PDT

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) meningkatkan kemampuan salah satu produk unggulannya yakni pesawat baling-baling CN235 dengan teknologi Anti-Submarine Warfare (ASW). Pesawat CN235 ini bisa dilengkapi oleh sonar dan radar khusus yang mampu mendeteksi keberadaan kapal selam.

Pesawat CN235 Buatan PT DI Mampu Lacak Keberadaan Kapal Selam

"Kita coba anti submarine di pesawat CN235. Kita upgrade menjadi anti submarine. Dia bisa deteksi kapal selam," kata Direktur Niaga dan Restrukturisasi PTDI Budiman Saleh kepada detikFinance, Jumat (3/10/2014).

Selain dilengkapi teknologi anti kapal selam, CN235 bisa dipasang torpedo. Teknologi anti kapal selam ini baru terpasang pada pesawat CN235 yang dibeli dan dimiliki oleh militer Turki.


"Kita ujicobakan pada CN235 di Turki," sebutnya.

Budiman menjelaskan insinyur PTDI memiliki kemampuan di bidang rekayasa atau pengembangan pesawat. Dengan kemampuan itu, para insinyur mampu meningkatkan kemampuan CN235 yang awalnya merupakan produk kerjasama PTDI dan Cassa Spanyol (sekarang Airbus Military) tersebut.

"Kita banyak buat rekayasa, itu justru bikin nilai lebih tinggi. Itu dilakukan dari Bandung semua," sebutnya.

Dengan nilai tambah ini, harga pesawat pun bisa melonjak. Varian termahal seperti CN235 MPA. Pesawat yang biasa digunakan untuk patroli laut atau marine patrol ini telah dipakai militer Indonesia dan penjaga pantai Korea Selatan.

"CN235 sangat variatif harganya. Minimal US$ 28 juta. Itu sangat basic sedangkan untuk yang kompleks bisa US$ 55 juta," jelasnya.

PTDI berencana mengembangkan varian CN235 next generation (nextG). Nantinya kapasitas penumpang akan dinaikkan. Pesawat, CN235 nextG ini, menggunakan sistem navigasi dan komunikasi digital dan glass cockpit technology.

Unknown Sunday, October 5, 2014
Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia

Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia


Kejutan Alutsista Baru Jelang HUT TNI

Posted: 02 Oct 2014 09:38 PM PDT

Kurang dari seminggu selebrasi perayaan HUT TNI, berbagai alutsista telah disiapkan. Beberapa diantaranya sudah tiba di tanah beberapa minggu atau bulan sebelumnya. Tapi ini yang paling mengejutkan. Yaitu munculnya ranpur baru yang direncanakan akan memperkuat TNI-AD. Inilah ranpur M-113, yang telah tiba di Bandara Soekarno Hatta, kamis siang.
tank m-113 Kejutan Alutsista Baru Jelang HUT TNI
 

Gosip mengenai akuisisi ranpur M-113 sejatinya telah ARC dengar sejak beberapa waktu lalu. Jumlah dan akan dimana penempatannya masih belum jelas. Namun konon kabarnya, ranpur buatan Amerika ini akan memperkuat Batalyon Infantri Mekanis. Meski demikian, yang pasti ranpur ini akan turut serta dalam defile perayaan HUT TNI ke 69, 7 oktober mendatang.



Tank M113 diproduksi oleh BAE Systems Land and Armaments Amerika Serikat. M113 memiliki dimensi panjang 4,863 meter, lebar 2,686 meter, tinggi 2,5 meter dengan bobot 12,3 ton. 

Kendaraan beroda rantai ini diawaki oleh dua kru dan mampu mengangkut 11 personel. Pertama kali diterjunkan oleh Unit Infanteri Angkatan Darat Amerika Serikat di Vietnam pada bulan April 1962 dan menjadi kendaraan yang paling banyak digunakan Angkatan Darat Amerika Serikat dalam Perang Vietnam. Dijuluki "Green Dragon" oleh Viet Cong karena mampu menerobos semak belukar di belantara hutan untuk menemukan dan memborbardir posisi Viet Cong. Setidaknya M113 sudah 10 kali diterjunkan dalam perang (termasuk perang Vietnam) dan 80.000 unit sudah dibuat dengan 5 varian (termasuk varian standar).

Sumber : ARC, Wikipedia

TNI Segera Hadirkan Sistem Antirudal Canggih

Posted: 02 Oct 2014 08:41 AM PDT

Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan mengerahkan seluruh kekuatan mereka dalam sistem persenjataan (Alutsista) pada peringatan HUT TNI ke-69 yang akan digelar di Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim), Surabaya, Selasa pekan depan, 7 Oktober 2014.

TNI Segera Hadirkan Sistem Antirudal Canggih
Panglima TNI Jenderal Moeldoko
Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengatakan, pada hari jadi TNI ini
merupakan kesempatan untuk pamer kekuatan militer Indonesia kepada dunia.

"Agar masyarakat bisa melihat, ini bentuk pertanggungjawaban Presiden SBY lewat Panglima TNI. Pertanggungjawab secara keseluruhan, atas pembangunan militer, TNI khususnya. Pemerintah telah mengeluarkan uang, seperti apa bentuknya. Ini transparansi," kata Panglima TNI Jenderal Moeldoko kepada VIVAnews, Rabu, 1 Oktober 2014.


Menurut Moeldoko, apa yang disajikan dalam peringatan HUT TNI ke-69 belum semuanya. Karena ada kekuatan yang belum diwujudkan. "Kita punya antirudal dari Inggris yang paling canggih saat ini. Tapi belum sampai," katanya.

Terkait dengan ancaman yang ada, TNI kata Moeldoko akan terus meningkatkan kekuatan dengan sangat signifikan meski ada kecenderungan skenario di kawasan Asia Pasifik mengalami perubahan persenjataan yang ril.

Menurut Moeldoko, dengan mengerahkan semua alutsista TNI itu, RI ingin menunjukkan seluruh kekuatan militer Indonesia kepada dunia internasional. Sehingga negara-negara luar tahu bahwa sebagai negara besar, TNI juga memiliki kekuatan militer yang tangguh.

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat itu menambahkan, peringatan HUT TNI itu juga momentum bagi prajurit untuk menunjukan kemampuannya kepada bangsa Indonesia.

"Panglima TNI gunakan kesempatan itu sebagai unjuk kemampuan. Agar prajurit bangga dan masyarakat bangga ikut memiliki TNI dan memberikan pesan bahwa TNI saat ini memiliki kemajuan yang lebih baik," katanya. (Vivanews)

VIDEO: Deretan Alutsista Canggih TNI Siap Ditunjukkan ke Dunia

Posted: 02 Oct 2014 08:34 AM PDT

Peringatan Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia ke-69 akan digelar di Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) Surabaya, Selasa pekan depan, 7 Oktober 2014.



Pada ajang ini, TNI akan memamerkan kekuatan militernya kepada dunia. Tak terkecuali alat utama sistem persenjataan (Alutsista) teranyar milik TNI AD, AU, AL, bakal dipamerkan. Seperti, helikopter canggih Apache, tank Leopard, F16, kapal LST (Landing Ship Tank) dari PAL, Kapal Fregat (Inggris), dan banyak lagi.


Panglima TNI Jenderal Moeldoko menjelaskan soal alutsista yang dimiliki TNI saat berkunjung ke studio VIVA One, Rabu kemarin, 1 Oktober 2014.



Panglima TNI mengatakan, beruntung Indonesia memiliki helikopter Apache. Karena menurut Panglima, tidak semua negara bisa membeli helikopter canggih milik Amerika Serikat tersebut.

"Karena memang Amerika sangat selektif. Tidak semua boleh. Karena memang memiliki spesifikasi tercanggih di dunia," kata Panglima TNI. (VivaNews)

Impor Alutsista TNI Meningkat Tajam

Posted: 02 Oct 2014 08:24 AM PDT

Impor Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) TNI bulan Agustus tercacat sebesar US$$214,7 juta. Nilai impor ini meningkat pesat dibandingkan Juli 2014. Menurut data Kementerian Perdagangan, pada bulan Agustus lalu total impor meningkat 5,1 persen month to month menjadi US$14,8 miliar.

Impor Alutsista TNI Meningkat Tajam

"Pada bulan Agustus, terjadi peningkatan impor untuk alat alutsista," kata Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi, di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis 2 Oktober 2014.

Peningkatan impor tersebut dipicu oleh naiknya impor non migas sebesar 15 persen MoM, sedangkan impor migas turun 18,5 persen. Dalam data tersebut, tercatat impor mesin dan pesawat mekanik sebesar US$2,309 miliar. Impor ini tumbuh 21,2 persen atau US$403,2 juta dibandingkan Juli 2014. Impor mesin dan peralatan listrik tercatat US$1,46 miliar. Impornya naik US$246,8 juta atau 20,3 persen dibandingkan Juli 2014.


Sedangkan impor alutsista melesat pesat, bahkan sampai puluhan ribu persen. Pada Agustus, impor senjata dan amunisi sebanyak US$214,1 juta dan naik US$214,1 juta dibandingkan Juli 2014. Dibandingkan bulan sebelumnya, impor ini naik 38.002,9 persen.

"Ini sebenarnya sesuatu yang sangat penting dan baik," katanya.

Program belanja alutsista dikenal dengan sebutan MEF (Minimum Essential Force) yaitu program pemenuhan alutsista untuk standar minimal yang dipersyaratkan.

Meski belanja alutsista bernuansa revolusioner selama lima tahun ini ternyata belum mencapai standar kecukupan. Namun, program belanja alutsista TNI akan berlanjut di MEF II pada 2015 hingga 2019.

Setelah 18 unit KH179, telah tiba juga 12 pesawat coin Super Tucano, delapan jet tempur F16 blok 52, empat UAV Heron, dua Pesawat angkut berat Hercules, lima Pesawat angkut sedang CN295, enam helikopter serbu Cougar, 20 helikopter serbu 412EP.

Kemudian ada empat radar, 11 helikpter anti kapal selam, tiga Kapal Korvet Bung Tomo Class, tiga Kapal Cepat Rudal 60m PAL, tiga LST, dua BCM, 40 tank Leopard, 40 tank Marder, 50 panser Anoa, 36 MLRS Astross II, 37 Artileri Caesar, sejumlah peluru kendali SAM, sejumlah peluru kendali anti kapal, simulator Sukhoi. (VivaNews)

Unknown Friday, October 3, 2014
Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia

Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia


Kasal Terima Bintang Kehormatan The Legion of Merit dari Amerika Serikat

Posted: 01 Oct 2014 01:56 AM PDT

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Marsetio, menerima Bintang Kehormatan The Legion of Merit Pemerintah Amerika Serikat. Penyematan bintang kehormatan itu dilaksanakan Admiral Jonathan Greenet, selaku CNO (Chief of Naval Operation US Navy/setingkat Kasal) dalam sebuah upacara kemiliteran khas Angkatan Laut Amerika Serikat di lapangan US Navy Yard Washington DC Amerika Seikat, diiringi tembakan kehormatan meriam sebanyak 19 kali.

Dispenal

"Kami menyambut baik sahabat dan mitra kami, Laksamana TNI Marsetio, selaku Kepala Staf TNI Angkatan Laut pada pagi ini, di halaman Markas Angkatan Laut AS, dalam sebuah upacara yang penuh kehormatan. Laksamana TNI Marsetio adalah pemimpin yang visioner, baik pada angkatan lautnya serta di kawasan regional Asia Tenggara," kata CNO, Admiral Jonathan Greenet, saat menyematkan bintang kehormatan.

Admiral Jonathan Greenet mewakili Pemerintah Amerika Serikat, dalam pidato resminya menyampaikan selamat kepada Kasal, karena dalam kurun waktu tahun 2012 sampai dengan 2014, Marsetio berhasil meningkatkan hubungan kerja sama yang baik dan harmonis kedua Angkatan Laut, dan TNI AL telah memiliki peran signifikan menjaga keamanan maritim di kawasan Asia Tenggara, serta dapat menjalin kemitraan yang sama di kawasan Pasifik.


Lebih dari itu, orang pertama di TNI AL ini dinilai berhasil menggagas diselenggarakannya peningkatan kerja sama dalam rangka keamanan di kawasan Asia-Pasifik, seperti mengorganisasi diadakannya International Maritime Security Symposium (IMSS) yang melibatkan 57 negara, dilanjutkan melaksanakan latihan bersama skala besar Multilateral Naval Exercise Komodo 2014 dengan 18 negara negara-negara ASEAN dan sejumlah negara besar Eropa dan Asia lain yang digelar di wilayah laut Indonesia, yakni Laut Natuna, yang berbatasan dengan Laut Tiongkok Selatan.

"Kerja keras yang telah ditorehkan akan selalu dikenang dan saya berharap, kerja sama kedua bangsa antara Amerika dan Indonesia, khususnya kedua Angkatan Laut, akan terus berjalan," harap Admiral Jonathan Greenet.

Bintang kehormatan The Legion of Merit merupakan bintang kehormatan yang diberikan kepada para tokoh militer maupun sipil Amerika Serikat maupun pejabat di luar negara Amerika Serikat yang dinilai sangat berkiprah dalam bidangnya, di antaranya dalam keamanan laut berskala Internasional. Untuk mendapatkan Legion of Merit harus mendapatkan persetujuan Kongres Amerika, bukan hanya US Navy.

Simposium Sea Power

Selain menerima penghargaan bintang kehormatan, kunjungan Kasal di Amerika Serikat juga dalam rangka menghadiri 21th International Sea Power Simposium (ISS) di US Naval War College (NWC) di Newport.

Lebih dari 170 wakil dari 113 negara hadir dalam acara tersebut dan mengambil bagian dalam diskusi yang berkaitan dengan topik vital tentang kemaritiman saat ini, seperti meningkatkan operasi, kerja sama, dan sinergitas menanggulangi kerawanan dan kejahatan maritim, membahas tren masa depan dalam keamanan maritim, dan implikasi perubahan iklim terhadap keamanan maritim. Ada juga sesi untuk mengatasi tantangan Angkatan Laut dalam kondisi geografis tertentu.

Di antara para pemimpin yang hadir pada acara tersebut, tercatat 72 pejabat Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), 21 Kepala Coast Guard, dan 14 presiden/rektor perguruan tinggi sekolah perang angkatan laut.

ISS pertama kali diadakan pada 1969, dan dilaksanakan dua tahunan di Newport. Kegiatan ini dirancang untuk memungkinkan para pemimpin angkatan laut dari seluruh dunia untuk bertemu dan mendiskusikan isu-isu umum yang sedang dihadapi, serta bagaimana mengatasi masalah ini dan akhirnya menemukan solusi untuk mereka. ISS berikutnya dijadwalkan tahun 2016, juga di Newport, Amerika Serikat. (JMOL)

Lomba Peraturan Baris Berbaris (PBB) TNI AD

Posted: 01 Oct 2014 01:46 AM PDT

Lomba Peraturan Baris Berbaris (PBB) TNI AD

Prajurit TNI dari Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) berbaris sambil membawa senjata saat mengikuti Lomba peraturan baris berbaris (PBB) Bersenjata di Markas Kodam IV Diponegoro, di Semarang, Jateng, Rabu (1/10). Lomba yang digelar dalam rangka HUT ke-69 TNI dan HUT ke-64 Kodam IV Diponegoro itu diikuti 24 tim dari berbagai satuan, dinas, dan jawatan dijajaran Kodam IV Diponegoro.




Prajurit TNI dari Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) berbaris sambil membawa senjata saat mengikuti Lomba peraturan baris berbaris (PBB) Bersenjata di Markas Kodam IV Diponegoro, di Semarang, Jateng, Rabu (1/10). Lomba yang digelar dalam rangka HUT ke-69 TNI dan HUT ke-64 Kodam IV Diponegoro itu diikuti 24 tim dari berbagai satuan, dinas, dan jawatan dijajaran Kodam IV Diponegoro. (ANTARA FOTO/R. Rekotomo)

Unknown Thursday, October 2, 2014
Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia

Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia


Krisis LCS berikutnya, Indonesia vs China ?

Posted: 30 Sep 2014 02:42 AM PDT

Upaya Indonesia untuk menegaskan yurisdiksinya di ZEE yang diklaim, mulai membentuk pola kegagalan yang terus-menerus, pola yang jika dibiarkan tidak berubah, akhirnya membahayakan efek deteren dari postur militer Indonesia di sejumlah wilayah serta dasar hukum bagi klaim wilayah ZEE tersebut.


Presiden Indonesia terpilih Joko Widodo, atau Jokowi, mempersiapkan diri untuk memulai masa jabatan resminya pada akhir bulan depan. Masih ada ketidakpastian mengenai kebijakan masa depan pemerintahannya baik di dalam maupun di luar negeri. Namun satu hal tampaknya semakin jelas adalah: momentum membangun potensi lama Indonesia untuk muncul sebagai kekuatan maritim.

Visi Indonesia sebagai "nexus maritim global" (poros maritim Dunia) menjadi terkenal selama kampanye presiden dan tampaknya diatur untuk menjadi fokus utama pemerintahan Jokowi mendatang. Ketika Indonesia mencoba muncul sebagai kekuatan maritim, akan menghadapi banyak tantangan di depan, sekaligus menyaksikan fajar era baru dalam sejarah Indonesia.


Rincian yang jelas dari visi maritim Indonesia sedang dipersiapkan, namun beberapa pengamatan awal dapat dilakukan. Konsep dasar dari "global maritime nexus" / "perhubungan maritim global" ekonomi adalah: berusaha untuk meningkatkan konektivitas maritim dan kesetaraan ekonomi antara berbagai provinsi di Indonesia. Argumen ini secara meyakinkan telah dikemukakan oleh Faisal Basri, ekonom terkemuka dan anggota dari tim ahli Jokowi bidang perekonomian. Bahkan menurut Basri, visi Indonesia sebagai kekuatan maritim tidak terbatas pada dimensi ekonomi saja, dan juga bisa mengandung keamanan atau fungsi pertahanan, termasuk perlindungan kedaulatan negara.

Jokowi memang belum berbicara banyak tentang visinya atas konsep tersebut. Namun visi dan misi kampanye yang memprioritaskan perlindungan kepentingan maritim Indonesia, telah dia sampaikan selama masa kampanye pemilihan Presiden. Pernyataan publik telah berulang kali disampaikan Jokowi yang akan menjadi memprioritaskan penanggulangan illegal fishing.

Dalam komentar yang dibuat awal bulan ini dan diterbitkan dalam pers lokal Indonesia, Jokowi menyatakan perlu bertindak tegas terhadap kapal nelayan asing untuk mencegah pencurian sumber daya Indonesia yang terus menerus. "Jika kita tidak bertindak tegas, ikan kita akan dicuri oleh kapal asing," ujar Jokowi. Komentar semacam itu menunjukkan bahwa dia mungkin tidak sependapat dengan sejumlah kebijakan luar negeri yang ada; bahkan ia mungkin akan lebih tegas pada prioritas tertentu.

Masalah illegal fishing oleh kapal asing akan semacam pembuktian dan tantangan penting bagi pemerintahan Jokowi mendatang dan hampir pasti akan menciptakan ketegangan dengan kekuatan maritim lain yang muncul: China. China hampir satu-satunya negara yang nelayannya beroperasi secara ilegal di perairan Indonesia. Aksi satu-satunya nelayan yang secara langsung didukung atau didorong oleh kekuatan koersif layanan keamanan negara China di laut.

Kehadiran China yang memperluas daerahnya di wilayah yang disengketakan di Laut Cina Selatan semakin membawa nelayannya dan organisasi keamanan maritim China, ke dalam kontak langsung dan sering konfrontasi dengan orang-orang dari Indonesia. Sementara Kementerian Luar Negeri Indonesia terus mempertahankan pernyataan tidak ada sengketa antara China dan Indonesia, padahal tindakan China sebaliknya.

Sejumlah insiden terjadi di perairan Indonesia sejak 2010, yang akhirnya terbukti pasukan keamanan Indonesia gagal menghalau nelayan Cina yang beroperasi secara ilegal di dalam ZEE yang diklaim Indonesia. Upaya Indonesia untuk menegaskan yurisdiksi Indonesia di ZEE yang diklaim mulai membentuk pola kegagalan yang terus-menerus, pola yang jika dibiarkan tidak berubah, akhirnya dapat membahayakan efek deteren dari postur militer Indonesia di sejumlah wilayah serta dasar hukum bagi klaim wilayah.

Yang terbaru dari insiden tersebut terjadi pada bulan Maret 2013. Sejak saya pertama kali menulis tentang insiden itu akhir tahun lalu, rincian baru tentang kejadian itu akhirnya datang, termasuk penggunaan kemampuan perang-elektronik oleh Kapal Maritime Law Enforcement (MLE) Yuzheng 310 China. Berdasarkan laporan kapten Indonesia sendiri, serta penyelidikan berikutnya dan analisa, sangat mungkin dalam insiden itu kapal Yuzheng 310 menghentikan /men-jamming komunikasi dari kapal Hiu Macan 001 milik Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia (KKP).

Berdasarkan deskripsi dari kapten kapal Hiu Macan 001 tentang peristiwa itu, Kapal Yuzheng 310 telah menonaktifkan kemampuan kapal KKP untuk menerima komunikasi dari markasnya di darat, dalam upaya untuk memutuskan kemampuan kapal dari fungsi command and control (C2). Mungkin Yuzheng 310 akan dan telah menghitung -kombinasi dengan langkah-langkah lain- tindakan itu akan memaksa kapten kapal Indonesia untuk membebaskan para tahanan China. Cara dan tindakan China itu mencapai efek yang mereka inginkan, tetapi mungkin saja dengan mudah membawa ke situasi yang berbahaya jika kapten KKP Indonesia malah memutuskan untuk tidak menyetujuinya.

Patroli yang terus menerus di daerah yang dilakukan China Coast Guard sekarang, mungkin akan berhadapan dengan Jokowi sebagai tes awal kepemimpinannya. Skenario krisis yang mungkin tidak berbeda dengan yang terjadi di bulan Maret 2013. Masih harus dilihat, apakah pemerintahan baru menyadari potensi pelanggaran itu dan siap merespon secara efektif. Kita lihat saja. (by: Scott Bentley / nationalinterest.org | JKGR )

Unknown Wednesday, October 1, 2014