Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia

Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia


Kemenristek kembangkan pesawat N-219 layani daerah terpencil

Posted: 03 Sep 2014 10:13 PM PDT

Kementerian Riset dan Teknologi sedang mengembangkan pesawat N-219 khusus melayani rute penerbangan ke daerah-daerah terpencil yang selama ini sukar dicapai melalui penerbangan domestik biasa.

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Gusti Muhammad Hatta

"Ini jenis pesawat kecil yang tidak memerlukan landasan pacu yang panjang sehingga cocok untuk dioperasikan ke daerah-daerah terpencil," Kata Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta di Amuntai, Kalsel, Selasa.

Hal tersebut disampaikan Hatta pada kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Rasyidiyah Halidiyah (Rakha) Amuntai Kabupaten Hulu Sungai Utara, Provinsi Kalimantan Selatan, untuk memberikan bantuan dan mendorong pengembangan teknologi di salah satu pondok pesantren terbesar di Kalsel tersebut.


Menurut dia, pesawat N-219 sangat potensial untuk dikembangkan, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, terutama daerah-daerah yang sulit dijangkau dengan angkutan darat maupun laut.

Melalui moda transportasi udara, diharapkan beberapa daerah terpencil, akan lebih mudah berkembang, sehingga investasi juga akan lebih cepat masuk.

Kemudahan transportasi tersebut, secara otomatis juga akan mendukung percepatan pembangunan di berbagai sektor, baik itu pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lainnya.

Menurut Hatta, prioritas yang dikerjakan kementerian ristek, yakni pengembangan teknologi untuk ketahanan pangan, menciptakan sumber energi alternatif yang bisa terbarukan, teknologi kendaraan berbahan bakar non BBM, teknologi untuk membantu kesehatan dan obat-obatan serta pengembangan elektronik Goverment (e-goverment).

Menurut Hatta, menciptakan teknologi sudah bisa dilakukan para ahli dan peneliti di sejumlah lembaga pengkajian teknologi, namun yang sulit dilakukan adalah merubah paradigma masyarakat terkait penggunaan teknologi.

"Seperti membuat bahan bakar terbarukan, kita bisa memproduksi bio gas, bio etanol untuk mengganti penggunaan BBM, namun paradigma yang sulit dirubah dan perlu waktu" jelasnya.

Para ahli di Indonesia, katanya, sudah mampu memproduksi kapal perang, salah satunya ada diberi nama KRI Banjarmasin.

Menristek meminta pemda dan masyarakat Kabupaten HSU untuk mampu melihat dan mempelajari potensi yang tersimpan dan yang belum tergali dari hamparan rawa yang mendonasi wilayah kabupaten HSU.

"Bisa jadi tersimpan gas metana di lahan rawa sehingga perlu diteliti," imbuhnya.

Sebelumnya, Bupati HSU Drs H Abdul Wahid berharap Kemenristek bisa menjadikan Kabupaten HSU sebagai lokasi penelitian teknologi untuk membantu pembangunan didaerahnya.

"Banyak potensi daerah kami yang belum dikembangkan secara maksimal," kata Wahid.


Sumber : AntaraNews

450 prajurit Korem Wirabraja diterjunkan ke Papua

Posted: 03 Sep 2014 09:22 PM PDT

Sebanyak 450 personel Korem 032 Wirabraja akan diterjunkan ke wilayah perbatasan RI dengan Papua New Guenea untuk melaksanakan tugas pengamanan.
"Semua personel tinggal menunggu keberangkatan pada akhir September 2014," kata Komandan Korem 032 Wirabraja, Brigjen TNI Widagno Hendro S, di Padang, Kamis.


450 prajurit Korem Wirabraja diterjunkan ke Papua

Ia mengatakan personel yang akan diterjunkan ke Papua tersebut telah melakukan latihan intensif dan siap untuk melaksanakan tugas. Latihan yang dilakukan untuk menjaga kesiapan prajurit Korem 032 Wirabraja yang akan diterjunkan itu digelar di Solok Selatan.

"Kita mencocokkan lokasi latihan dengan kontur alam di Papua. Untuk Sumatera Barat, alam Solok Selatan diyakini yang paling mendekati dengan kontur alam Papua," kata dia.


Menurut dia, latihan yang baru ditutup Sabtu lalu itu, diikuti oleh 450 personel dengan 150 orang pelatih.

"Kita mengintensifkan latihan untuk menaikkan level kesiapan prajurit agar nanti bisa melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya," kata Danrem.

Prajurit yang akan terjun melakukan PAM perbatasan tersebut akan bertugas selama delapan bulan. (Antara)

Kisah Haru dan Bangga Sambut Kedatangan Satgas RIMPAC 2014

Posted: 03 Sep 2014 08:53 PM PDT

Di pinggir Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (2/9), rasa cemas bercampur haru keluarga Satgas RIMPAC 2014 terlihat saat menunggu kedatangan KRI Banda Aceh-593 dari Hawaii, Amerika Serikat.

Satgas RIMPAC 2014 di atas KRI Banda Aceh-593 saat merapat di Dermaga Kolinlamil. (Foto: Firmanto Hanggoro)
Satgas RIMPAC 2014 di atas KRI Banda Aceh-593 saat merapat di Dermaga Kolinlamil | Foto: Firmanto Hanggoro

Kurang lebih selama tiga bulan di tinggal suami (ayah) bertugas menjadi kesan tersendiri bagi keluarga Satgas RIMPAC 2014. Seperti dialami Lily, istri Kopda (Mar) Irwan Nugroho, yang tidak luput dari rasa haru dan cemas.

"Ya kalau saya sudah tidak kaget kalau suami saya sering pergi dinas, karena dari awal kan juga sudah diberitahukan. Tapi kalau anak-anak kan beda. Dia nanya terus, ayah kapan pulang," kata Lily menirukan ucapan sang anak.


Menunggu kedatangan suami, Lily ditemani kedua anaknya yang masih kecil. Kedua anaknya tidak sabar berlari ke sana ke mari sambil melongok dari kejauhan menunggu sang ayah tiba.

Lily duduk bersama istri anggota Marinir lain menuturkan perasaannya yang campur aduk dan kebanggaannya kepada sang suami karena telah mengemban tugas mulia dari negara.

"Ya perasaannya campur aduk aja. Dan saya sangat bangga pada suami saya. Alhamdulillah selama ini terus kasih kabar. Pas waktu Bulan Puasa juga sering ingatkan sahur. Dan lebaran juga kasih ucapan selamat," tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Keharuan pecah saat KRI Banda Aceh-593 terlihat dari Dermaga Kolinlamil. Suasana riuh menyelimuti tenda dermaga walau terik matahari membakar kulit. Terlebih saat para anggota Marinir menuruni anak tangga kapal menghampiri sanak familinya.

Rasa haru dan bangga turut menyelimuti para anggota Satgas saat menghampiri keluarga. Tidak ketinggalan Letkol Laut Tri langsung memeluk istrinya dan menggendong kedua anaknya. Pria yang menjabat Kepala Satuan Mesin KRI banda Aceh-593 tersebut menuturkan kesan-kesannya selama jauh dari keluarga.

"Namanya menjalankan tugas negara, apa pun kita lakukan. Kita juga terus komunikasi dengan keluarga, dan yang namanya keluarga harus didahulukan," ujarnya sambil menggendong sang anak.

Kedua anaknya diajak masuk ke KRI Banda Aceh-593 untuk memperlihatkan tempatnya bekerja dan bertugas membawa nama negara.


KRI Banda Aceh-593, Kapal Perang Indonesia Pertama Peserta RIMPAC

KRI Banda Aceh-593 menjadi pionir kapal Indonesia dalam perhelatan Latma Multilateral RIMPAC di Hawaii, Amerika Serikat. Untuk pertama kalinya Indonesia mengirim kapal perang selama Latma Multilateral RIMPAC diselenggarakan sejak 2008. Pada RIMPAC sebelumnya, Indonesia hanya mengirim Korps Marinir dan Kopaska. Itu pun dalam jumlah yang terbatas.

Kapal jenis Landing Platform Dock (LPD) yang diproduksi PT PAL tahun 2011 lalu ini dapat menjadi kebanggaan rakyat Indonesia, karena keikutsertaannya dalam latihan terbesar di Asia Pasifik itu.


KRI Banda Aceh-593 tiba di Jakarta, usai mengikuti RIMPAC 2014. (Foto: Firmanto Hanggoro)
KRI Banda Aceh-593 tiba di Jakarta, usai mengikuti RIMPAC 2014. (Foto: Firmanto Hanggoro)

Kapal ini memiliki ukuran panjang 125 meter, lebar 22,04 meter, berat 7.286 ton, kecepatan maksimum 15 knot, dengan daya angkut mampu membawa 344 personel, 5 helikopter jenis MI-2 atau Bell 412,2 unit LCVP, 3 unit meriam Howitzer, dan 21 buah tank.

Selain itu, kapal dipersenjatai senjata meriam kaliber 20 mm dan meriam laliber 40 mm.

KRI Banda Aceh-593 yang dikomandani Letkol (P) Arif Budiman tersebut berlatih bersama 49 kapal perang dari negara-negara peserta Latma Multilateral RIMPAC yang dipusatkan di US Naval Pearl Harbour, serta memiliki lokasi latihan di Pearl Harbour Training Area, serta Perairan Pulau Oahu dan Samudera Pasifik.

Porsi latihan yang diberikan US Pacific Command (USPACOM) meliputi Harbour Phase Photex, HADR (Human Assistance and Disaster Relief) Exercise, CFMCC ROC (Combine Force Maritime Componennt command Recconnaissance Operation Center), CMFP (Command Cooperative Maritime Force Pacific) Training, OPFOR (Opposing Force) Plan, Helo Operations Exercise, Hely Deck Party Exercise, Manuvra Exercise, Ship/Sail Maneuver, Tactical Manuver, Man Overboard Exercise, Screen Exercise, Interoperability with Coalition Forces, Communication Exercise, RASAP Exercise, Medical Helicopter Deck Landing, Engineering Drills, SWET (Shallow Water Equipment Training), Small Arm Shoot, Main Battery Shoot, Navcommex, Surface Serialized, Damage control Exercise, Air Defens Command Post Exercise, Photo Exercise dan Boardex.

KRI Banda Aceh-593 merupakan kapal yang sehari-hari berada di jajaran Kolinlamil serta di bawah binaan Satuan Lintas Laut Militer (Satinlamil) Jakarta.

Diharapkan pada pelatihan RIMPAC berikutnya kapal-kapal lain milik Indonesia turut berpartisipasi mendukung upaya TNI AL berkelas dunia dan mengharumkan nama bangsa.



Sumber (Adityo Nugroho : JMOL )

Panglima TNI Minta Pindad Kebut Produksi Amunisi Kaliber Besar

Posted: 03 Sep 2014 08:42 PM PDT

Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko meminta PT Pindad mempercepat pengerjaan produksi amunisi kaliber besar

Percepatan itu untuk memenuhi kebutuhan amunisi TNI. "Kebutuhan TNI ke depan sangat banyak," ujar Moeldoko saat menerima kunjungan Direktur Utama PT Pindad Sudirman Said di Mabes TNI Jakarta melalui keterangan pers, Rabu 3 September 2014.


Panglima TNI Minta Pindad Kebut Produksi Amunisi Kaliber Besar

Moeldoko menegaskan pemerintah memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri dalam pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista).


Oleh karena itu, kata dia, TNI mengharapkan PT Pindad mengoptimalkan waktu dalam melakukan produksi,

Direktur Utama PT Pindad Sudirman Said mengungkapkan, pihaknya terus melakukan pembenahan, baik terkait kualitas produksi maupun organisasi.

Dia menjelaskan, produk amunisi besar antara lain meriam 105 mm, senjata SS2 yang terbaru dan ke depan senapan 7.62 mm yang diharapkan diproduksi pada akhir tahun ini.

Saat ini andalan produk PT Pindad untuk jenis kendaraan adalah kendaraan taktis Anoa, Komodo, serta menyuplai secara rutin senjata dan amunisi kepada Kemhan, Mabes TNI dan mabes setiap angkatan.  (SindoNews)

PT. DI Akan Rilis Tiga Drone Buatan Indonesia di Akhir Tahun 2014

Posted: 03 Sep 2014 07:59 PM PDT

Tiga unit drone yang dikembangkan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) kini tengah diproduksi oleh PT Dirgantara Indonesia. Rencananya, tiga unit drone itu akan dirilis akhir tahun ini.

Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA) Wulung dipamerkan pada acara unjuk terbang di Pangkalan Udara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Kamis (11/10/2012). PTTA hasil pengembangan Balitbang Kemhan dan BPPT tersebut dapat dipergunakan untuk kepentingan militer dalam hal pengamatan wilayah (survailence), penanganan kebakaran hutan, pembuatan hujan buatan, dan mampu menggantikan pesawat tempur yang disebut dengan Unnamed Combat Aerial Vehicle

Hal itu disampaikan Direktur Pusat Teknologi industri Pertahanan Keamanan BPPT, Joko Purwono, Rabu (3/9/2014). "Sekarang masih dalam proses produksi di PTDI, dan rencananya dalam waktu dekat sudah selesai," kata Joko di ujung telepon.

Ketiga Drone itu diberi nama Wulung PA 08, 09 dan PA 10. Ketiganya dipersiapkan untuk tujuan pengawasan daerah perbatasan. Dengan kemampuan beroperasi hingga enam jam, pesawat nir awak ini mampu terbang dengan ketinggian 10 hingga 12 ribu meter.


Hingga kini belum dipastikan lokasi pengoperasian tiga unit drone ini. Namun, diperkirakan Pontianak akan lebih dulu menggunakan ini mengingat pihak terkait dinilai lebih siap.

Joko mengatakan, produksi Wulung juga sekaligus menyatakan kesiapan lembaga penelitian untuk mendukung rencana presiden terpilih Jokowi dalam menggunaan drone guna pengawasan wilayah nusantara.

Kepala Program Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA) itu optimistis, Wulung mumpuni. "Kita harus bisa buktikan bahwa Wulung bisa memberikan manfaat," tutur Joko. Bila dapat beroperasi dengan baik, rencananya dua unit drone akan diproduksi lagi.

Wulung telah mengalami beberapa pengembangan dari prototype-nya. Misalnya, Wulung sudah menggunakan noice reduction untuk mengatasi masalah kebisingan yang sebelumnya dikeluhkan.

Wulung sebelumnya telah diujicoba terbang pada 11 Oktober 2012. Pesawat terbang tanpa awak itu dinyatakan mampu terbang dengan jelajah maksimum 73,4 kilometer. Wulung bakal dilengkapi dengan kamera mumpuni seharga Rp 1 miliar. (Tribun)

Anggaran TNI 2015 Naik, Panglima Berharap Bisa Membuat Prajurit Tersenyum

Posted: 03 Sep 2014 07:55 PM PDT

Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengaku senang dengan meningkatnya alokasi anggaran untuk TNI dalam struktur APBN 2015. TNI mendapat peningkatan anggaran sebesar Rp 3 triliun dibanding tahun sebelumnya.


"APBN yang sudah dialokasikan untuk jajaran TNI Rp 95 triliun peningkatan yang cukup baik dari Rp 92 triliun. Mudah-mudahan nanti tidak ada pengurangan," kata Moeldoko kepada wartawan di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (2/9/2014).


Menurutnya, dengan anggaran sebesar tersebut, masih sangat kecil jika dibelanjakan untuk alat sistem utama persenjataan (Alutsista). Namun, pihaknya tetap memanfaatkan alokasi lebih tersebut untuk peningkatan di berbagai sektor. Mulai pengembangan alutsista, pembangunan pangkalan, peningkatan SDM, dan kesejahteraan prajurit.‬

‪"Kalau ada peningkatan tetap pada minimum essential force. Saya mengusulkan remunerasi 37 persen saya dan prajurit akan tersenyum kalau sampai 60 persen," kata Moeldoko.

Lebih lanjut jika melihat beban subsidi yang masih cukup tinggi, Moeldoko tetap menerima jika ada anggaran TNI yang harus dipangkas.

‪"Kalau nanti beban subsidi kedepan tidak ada solusi pasti akan menerima," katanya. 


 Berharap Anggaran Rp 95 Triliun Tak Dikurangi
Panglima TNI Jenderal Moeldoko berharap anggaran untuk TNI dalam struktur Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2015 sebesar Rp 95 triliun tak dikurangi.

"RAPBN yang sudah dialokasikan untuk jajaran TNI Rp 95 triliun. Peningkatannya cukup baik dari semula Rp 92 triliun. Mudah-mudahan nanti tak ada pengurangan," kata Moeldoko di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (2/9/2014).


Panglima TNI Berharap Anggaran Rp 95 Triliun Tak Dikurangi

Panglima TNI Berharap Anggaran Rp 95 Triliun Tak Dikurangi

Moeldoko menambahkan, anggaran sebesar itu dapat memenuhi kebutuhan pertahanan negara. Terlebih, kebutuhan terkait dengan alat utama sistem persenjataan (alusista) sangat membutuhkan anggaran besar.

"Kami sektor pertahanan kelihatannya besar, tapi kalau sudah untuk kebutuhan alutsista sangat kecil," katanya.

Dikatakan Moeldoko, pihaknya akan tetap berpedomanan pada minimum essential force. Mereka akan fokus pada pengembangan alutsista, pembangunan pangkalan, dan peningkatan sumber daya manusia.

"Masih ada tersisa kesejahteraan prajurit. Saya mengusulkan remunerasi 37 persen. Saya dan prajurit akan tersenyum kalau sampai 60 persen," katanya.


(Tribun)

Rusia dan Indonesia Ternyata Jalin Kerjasama Anti-Teror

Posted: 03 Sep 2014 07:49 PM PDT

Indonesia dan Rusia ternyata menjalin kerjasama anti-teror selama beberapa tahun. Hal tersebut diungkapkan Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhael Y Galuzin, di Jakarta, Rabu (3/9/2014).

Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikail Y. Galuzin. Foto : Victor Maulana /Sindonews.com
Menurut Galuzin, Indonesia dan Rusia sudah cukup lama menjalin kerjasam kontra terorisme. Bahkan diplomat Rusia tersebut menyebut bahwa Rusia dan Indonesia sudah memiliki sebuah kelommpok kerja terakait hal ini.

"Kami (Indonesia dan Rusia) sudah memiliki kelompok kerja di bidang kontra terorisme, kelompok kerja ini melakukan pertemuan untuk pertama kalinya pada tahun 2012 lalu," ucap Galuzin saat ditemui Sindonews, di kediamannya.
 


Kerjasama kontra terorisme kini sedang jadi isu penting di Indonesia, terutama sejak munculnya ISIS dan para pendukungnya di berbagai negara. Sebelumnya, Indonesia juga sedang menggodok kerjasama anti-teror dengan Kazakhstan.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Indoensia, Marty Natalegawa, di Bali pekan lalu. "Sudah ada framework-nya, tinggal sekarang followup-nya. Sudah ada pertemuan kelompok kerja," ucap Marty. (Sindo)

Unknown Thursday, September 4, 2014
Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia

Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia


Update Foto Tank Leopard Indonesia

Posted: 02 Sep 2014 10:16 PM PDT

Petugas berada di samping tank Leopard asal Jerman yang terparkir setelah diturunkan dari kapal di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Selasa (2/9). Sebanyak 52 tank yang terdiri dari 24 tank Leopard dan 28 tank Marder itu selanjutnya akan dibawa ke Surabaya untuk memeriahkan parade militer saat HUT TNI pada 5 Oktober mendatang. 






Sumber : MetroNews

Korsel Tempatkan Indonesia Sebagai Mitra Strategis Industri Pertahanan

Posted: 02 Sep 2014 09:55 PM PDT

Pemerintah Korea Selatan (Korsel) menempatkan Indonesia sebagai mitra strategis dalam kerjasama di bidang industri pertahanan. Korsel memandang, kerjasama di bidang industri pertahanan sangat penting kedua negara guna meningkatkan hubungan kerjasama dalam kemitraan strategis yang telah terjalin baik selama ini.

Korsel Tempatkan Indonesia Sebagai Mitra Strategis Industri Pertahanan

"Sekarang Pemerintah Korea sangat menilai tinggi potensi akan perkembangan industri pertahanan Indonesia, sehingga Pemerintah Korea telah menunjuk Indonesia sebagai mitra strategis di bidang industri pertahanan", ungkap Director General Defence Industry Promotion Bureau, Defense Acquisition Program Administration (DAPA), Lee Jung Yong selaku Ketua Delegasi Korsel dalam Pertemuan Technical Meeting The Third Indonesia-Korea Defence Industry Cooperation Committee (DICC) Meetting, Selasa (2/9) di kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta.

Technical Meeting ini merupakan pertemuan pendahuluan dalam rangka The Third Indonesia-Korea DICC yang akan berlangsung hari Kamis tanggal 4 September 2014 di Kemhan, Jakarta. Hadir selaku Ketua Delegasi Indonesia dalam Technical Meeting ini, Direktur Jenderal Potensi Pertahanan (Dirjen Pothan) Kemhan RI  Dr. Timbul Siahaan.


Lebih lanjut Director General Defence Industry Promotion Bureau, DAPA, mengatakan, bahwa hubungan kerjasama Korsel dan Indonesia telah terjalin sangat baik sampai dengan saat ini. Untuk melanjutkan kerjasama yang baik ini, pihaknya berharap kerjasama di bidang industri pertahanan kedua negara dapat terus  berlanjut.

Korsel melihat industri pertahanan Indonesia memiliki potensi yang besar untuk berkembang di masa depan, apalagi Indonesia merupakan negara yang berpengaruh di kawasan ASEAN.

Untuk itu, Korsel membuka peluang dan kesempatan seluas – luasnya untuk masa depan kerjasama kedua negara di bidang industri pertahanan. Korsel menginginkan kerjasama industri pertahanan kedua negara tidak hanya sekadar penjualan dan pembelian, namun lebih dari itu Korsel juga menginginkan adanya kerjasama yang lebih luas di bidang penelitian dan pengembangan teknologi industri pertahanan.

Sementara itu, Dirjen Pothan Kemhan RI menyambut baik keinginan Korsel untuk meningkatkan kerjasama dengan Indonesia di bidang penelitian dan pengembangan teknologi industri pertahanan. Kerjasama di bidang industri pertahanan antara Indonesia dan Korsel saat ini terus meningkat dan mencapai kemajuan yang sangat baik. Indonesia dan Korsel telah membentuk hubungan yang baik dalam kerjasama industri pertahanan yang meliputi perencanaan untuk pembangunan bersama, produksi bersama dan pengadaan.

Oleh karena itu, menurutnya melalui pertemuan ini diharapkan akan lebih meningkatkan lagi kerjasama industri pertahanan kedua negara berdasarkan prinsip-prinsip kesetaraan, saling menguntungkan, dan penghormatan penuh kedaulatan dan keutuhan wilayah.

Dalam Technical Meeting ini, selain hadir pejabat Kemhan dan TNI, dalam Delegasi Indonesia juga turut serta perwakilan dari industri pertahanan dalam negeri antara lain PT. DI, PT. Infoglobal, PT.Farin Industri, PT. Garda Persada, PT. T&E Simulation dan PT.PAL. Sementara itu, dalam Delegasi Korsel juga turut perwakilan industri pertahanan Korsel antara lain Han Hwa, LIG Nex1 dan Samsung Techwin.

Keikutsertaan sejumlah perwakilan dari industri pertahanan dari kedua negara tersebut diharapkan akan dapat turut pula mendukung peningkatan kerjasama industri pertahanan Indonesia - Korsel. (DMC)

Lantik 16 Perwira Tinggi, Kapolri Minta Mereka Sambut Pemerintah Baru

Posted: 02 Sep 2014 09:47 PM PDT

Kepala Kepolisian Jenderal Sutarman resmi melantik 16 Perwira Tinggi (Pati), Rabu 3 September 2014. Pelantikan itu dilaksanakan di Ruang Pertemuan Utama (Rupatama), Mabes Polri.

Lantik 16 Perwira Tinggi, Kapolri Minta Mereka Sambut Pemerintah Baru
Kapolri Jenderal Sutarman
Dalam pelantikan atau serah terima jabatan, Sutarman juga memberikan arahan terkait penyusunan strategi jangka menengah dalam menyambut pemerintahan yang baru. Sementara itu, para pejabat yang baru juga diminta untuk memperhatian dampak perekonomian tahun 2015.

"Dampak dari persaingan ekonomi menjadi masalah sosial dan tentunya akan menjadi masalah di Indonesia. Kita harus mengevaluasi dampak politik sosial dengan menyiapkan strategi ke depannya," pesan Sutarman dalam acara pelantikan tersebut.


Adapun 16 orang Pati yang dilantik hari ini adalah:

1. Irjen Pol Dwi Prayitno dari Kapolda Metro Jaya menjadi Irwasum menggantikan Komjen Anton Bahrul Alam.

2. Irjen Pol Unggung Cahyono dari Kapolda Jawa Timur menjadi Kapolda Metro Jaya.

3. Irjen Pol Anas Yusuf dari Wakabreskrim Polri menjadi Kapolda Jawa Timur

4. Irjen Haka Astana dari Sahlijemen Kapolri menjadi Asisten Sumber Daya Manusia (SDM) Kapolri menggantikan Irjen Mustafa Hari Kuncoro.

5. Irjen Burhanuddin Andi dari Kapolda Sulawesi Selatan menjadi Koorsahli Kapolri.

6. Irjen Pol Anton Setiadji dari Kadivkum Polri menjadi Kapolda Sulawesi Selatan.

7. Irjen Pudji Hartanto dari Kepala Korlantas Polri menjadi Gubernur Akpol.

8. Irjen Dicky Atotoy menjadi Kapolda Kalimantan Timur.

9. Irjen Eko Hadi Kapolda Sumatera Utara, sebelumnya Gubernur Akpol.

10. Brigjen Condro Kirono dari Kapolda Riau menjadi Kepala Korlantas Polri

11. Brigjen Bambang Hermawan menjadi Kapolda Riau

12. Brigjen Bambang Sudarsiman menjadi Kapolda Jambi

13. Brigjen Moecgiyarto dari Kapolda NTB menjadi Kadivkum. Polri

14. Brigjen Srijono menjadi Kapolda NTB

15. Brigjen Endang Sunjaya menjadi Wakapolda Aceh

16. Brigjen Arman Depari menjadi Kapolda Kepulauan Riau.


Sumber : VivaNews

Presiden SBY akan Saksikan Kesepakatan Batas Laut di Singapura

Posted: 02 Sep 2014 09:43 PM PDT

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Ani Yudhoyono sudah tiba di Singapura. Di negara ini, presiden akan menyaksikan penandatanganan perjanjian Delimitation of the Territorial Seas in the Eastern Part of the Strait of Singapore yang dilakukan Menlu Marty Natalegawa, Rabu (2/9) besok.

SBY akan Saksikan Kesepakatan Batas Laut di Singapura

"Yang pasti yang utama, Bapak akan menyaksikan penandatanganan batas wilayah laut," kata staf khusus presiden bidang luar negeri, Teuku Faizasyah di Hotel Shangri-La Singapura, Selasa (2/9/2014).

Pria yang akrab disapa Faiz ini menjelaskan, momentum penandatanganan perjanjian delimitasi batas maritim diharapkan akan semakin meningkatkan hubungan bilateral dengan Singapura. Selain itu, apa yang dilakukan kedua negara dalam menyelesaikan masalah batas maritim, bisa jadi panutan dunia internasional.


"Kiranya dapat menjadi contoh bagi negara-negara lain di kawasan yang masih dihadapkan pada tantangan serupa," tutur Faiz.

SBY juga direncanakan untuk bertemu dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong serta Presiden Tony Tan Keng Yam. Pertemuan ini untuk mengkaji bentuk kerjasama yang sudah terjalin dalam 10 tahun terakhir ini.

"Jadi berangkat dari sana, nanti hal-hal apa yang bisa ditindaklanjuti pemerintahan yang akan datang," tandasnya. (Detik)

Pakar UAV Dunia Tawarkan "Drone" Garuda Khusus untuk Indonesia

Posted: 02 Sep 2014 06:36 PM PDT

Pakar UAV dunia menawarkan drone untuk mendukung visi presiden terpilih Joko Widodo. Penawaran tersebut dikatakan khusus untuk Indonesia.

Josaphat Tetuko Sri Sumantyo yang juga berasal dari Indonesia menawarkan drone bernama Indonesian Sky Scanner Drone Garuda.


Pakar UAV Dunia Tawarkan "Drone" Garuda Khusus untuk Indonesia
lustrasi Indonesian Sky Scanner Drone Garuda
Drone tersebut adalah jenis stratosphere drone. Drone ini dirancang terbang di ketinggian 13-20 kilometer di atas permukaan laut sehingga tidak mengganggu penerbangan sipil.

"Stratosphere drone ini saya propose khusus untuk Indonesia saja," kata Josh yang saat ini bekerja di Center for Environmental Remote Sensing, Chiba University, Jepang.

Josh telah memaparkan drone yang dikembangkannya kepada perwira di Direktorat Topografi TNI-AD dan Dinas Survei dan Pemotretan Udara TNI-AU pada 15 Agustus 2014 lalu di Jakarta.


Drone Garuda memiliki dua fungsi, sebagai drone sekaligus satelit. Selain itu, drone ini juga dapat dilengkapi dengan beragam sensor, mulai kamera hingga teleskop.

Dengan beragam sensor, drone bisa mendukung tujuan pengawasan wilayah perbatasan, penebangan dan perikanan ilegal, sampai pengejaran terorisme.

Ada beragam sensor yang bisa dibeli. Namun, Indonesia juga bisa mengembangkannya sendiri sekaligus memberdayakan ilmuwan dan akademisi di lokal.

Contoh sensor yang bisa dikembangkan Indoensia antara lain sensor cuaca dan relay telekomunikasi untuk daerah terpencil.

Untuk perangkat navigasi, Indonesia harus mengembangkan sendiri. Sistem navigasi biasa macam GPS tidak bisa digunakan sebab ketinggian maksimal pemakaian GPS adalah 18 km.

"Bila kita kembangkan dan operasikan saat ini secepatnya, maka jelas bisa dikatakan ini buatan Indonesia dan Indonesia menjadi pemimpin terdepan," urai Josh lewat email, Senin (1/9/2014).

Josh yang mengepalai Josaphat Microwave Remote Sensing Laboratory mengatakan, jumlah drone "Garuda" yang dibutuhkan sesuai dengan tujuan pemantauan.

Misalnya, jika tujuan pemakaian drone adalah untuk pemantauan daerah perbatasan kritis seperti Malaysia, Australia, dan Papua Niugini, jumlah drone yang dibutuhkan 6 unit.

Sementara, Josh mengungkapkan bahwa untuk satu unit drone, harganya adalah Rp 10 miliar, belum termasuk ragam sensornya.

Sensor setidaknya terdiri atas sensor optik dan Synthetic Aperture Radar (SAR) yang dapat tembus awan dengan harga kira-kira 10M dan 15M rupiah.

Harga tersebut berlaku bila menggunakan komponen-komponen impor. Bila komponen bisa dikembangkan sendiri dan produksi massal, harga bisa ditekan. (Kompas)

Unknown Wednesday, September 3, 2014
Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia

Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia


Tangkal Teroris BNPT Gandeng Perguruan Tinggi Islam

Posted: 01 Sep 2014 10:12 PM PDT

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme mengatakan bahwa perguruan tinggi menjadi mitra strategis pihaknya untuk menangkal terorisme di Indonesia.

Kepala Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Ansyaad Mbai (ANTARA)

"BNPT telah menjalin kemitraan dengan perguruan tinggi, khususnya kampus Islam untuk mencegah teroris di Tanah Air," kata Kepala BNPT Irjen Pol (Purn) Ansyaad Mbai di Kendari, Selasa.

Hal tersebut dinyatakan oleh orang nomor satu yang menahkodai lembaga pencegahan terorisme di Indonesia itu, ketika menyampaikan kuliah umum di STAIN Kendari dengan tema "Wawasan Kebangsaan: ISIS dan Ke-Indonesiaan Kita".


BNPT menaruh harapan agar institusi pendidikan tinggi menjadi agen pencegahan terorisme karena kaum ilmiah diyakini memiliki wawasan dan pengetahuan yang andal.

"BNPT tidak bisa membayangkan keadaan negeri ini jika ada mahasiswa dari kampus Islam masuk organisasi yang menganut paham radikal," kata Ansyaad.

Menilik eksistensi teroris di Indonesia, katanya, dapat dikatakan Indonesia sudah kecolongan karena sesungguhnya pembawa ideologi radikal itu, mengembangkan misi sejak 12 tahun lalu.

"Yang teranyar adalah Islamic State Iraq and Syria (ISIS) yang juga membawa misi ideologi radikal sehingga harus dicegah agar tidak eksis di negeri ini," katanya.

Meskipun Ansyaad Mbai tidak menyebutkan jejak ISIS di Tanah Air, namun ISIS dimungkinkan tumbuh di wilayah yang sebelumnya diidentifikasi sebagai kantong-kantong teroris.

BNPT mengindikasikan orang-orang yang terlibat ISIS adalah mereka yang telah bebas dari ganjaran hukuman karena terbukti melakukan tindakan teror dan para buronan teror. (Antara)

Lapan Sukses Uji Terbang Roket Buatan Sendiri

Posted: 01 Sep 2014 09:16 PM PDT

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) melakukan pengujian dalam merancang serangkaian pembangunan Roket Pengorbitan Satelit (RPS) secara mandiri di Balai Produksi dan Pengujian Roket Lapan, Pameungpeuk, Garut, akhir pekan lalu.

Lapan Sukses Uji Terbang Roket Buatan Sendiri

Dalam pengujian tersebut, Lapan menyatakan telah sukses menerbangkan dua roketnya yaitu RX-320 dan RSX-100. Lalu, untuk RX-450 berhasil menguji karakteristiknya.

"Roket eksperimen RX-320 meluncur mulus dalam uji terbang Jumat lalu," tulis Kepala Lapan, Thomas Djamaluddin dikutip di halaman Facebook-nya, Senin 1 September 2014.

Dalam laman resmi Lapan disebutkan jika roket RX-320 nantinya akan dijadikan roket pembawa muatan di dalam rangkain RPS. Muatan itu sendiri, rencananya akan dibangun bersama Technische Universitat, Berlin, Jerman.


Kemudian, Roket RSX-100 merupakan uji terbang yang pertama kali dilakukan. Roket satu ini memuat sensor yang dirancang sebagai program untuk melakukan pengukuran terhadap variabel atmosfer seperti observasi suhu, tekanan angin, dan kelembaban udara.

Sedangkan, tipe RX-450 sudah diuji statiknya sehari sebelumnya, dimana Lapan memperoleh data karaktersitik. Roket ini nantinya akan mempunyai manfaat sebagai roket pendorong dalam rangkaian RPS.

Thomas mengatakan program roket sipil dari Lapan tersebut diarahkan untuk menjadi roket yang difungsikan penelitian atmosfer dan antariksa yang kemudian akan menjadi roket peluncur satelit.

Pengujian itu juga akan ditindaklanjuti untuk pengembangan dan penelitian serta sebagai bentuk kemandirian Lapan untuk menguasai teknologi, khususnya di peroketan.

Sebelumnya, Lapan sendiri telah melakukan survei terhadap lokasi untuk dijadikan Bandara Antariksa yakni salah satunya di Pulau Morotai, Maluku Utara.    (VivaNews)

Politisi PDIP Usul Jokowi Jual Pesawat Kepresidenan RI

Posted: 01 Sep 2014 09:08 PM PDT

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Maruarar Sirait, mengatakan pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla harus melakukan banyak efisiensi untuk menyelamatkan perekonomian. Salah satu usulan yang disampaikan Maruarar adalah menjual pesawat kepresidenan, yang baru saja dibeli Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Pesawat Kepresidenan RI
"Saya akan mengusulkan langsung kepada Pak Jokowi supaya pesawat presiden dijual. Enggak bisa pemimpin menyuruh orang sederhana tapi tidak memberikan contoh," katanya saat dalam acara diskusi bertajuk "Ketimpangan pendapatan Indonesia: Harapan Publik terhadap Pemerintahan Jokowi- JK" di Hotel Pullman Jakarta, Senin 1 September 2014.

Politikus yang akrab disapa Ara itu menambahkan efisiensi terkait perjalanan dinas ini penting, terutama perjalanan ke luar negeri. "Kecuali yang mendesak seperti yang menyangkut perbatasan. Ada pemborosan beberapa triliun setiap tahun dalam perjalanan dinas ini," ujar Ara.


Anggota DPR itu juga mengusulkan pemerintahan Jokowi-JK mengaudit harga keekonomian minyak yang ditetapkan Pertamina selama ini. Selain itu ia juga meminta agar mengalokasikan keuntungan ekspor-impor minyak semata-mata untuk kas negara.

Jika berbagai opsi telah dilakukan dan anggaran negara masih saja mengalami defisit, baru pemerintah bisa mengambil langkah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak bersubsidi.

"Kenaikan harga BBM bersubsidi harus menjadi opsi terakhir," katanya. (Antara)

Unknown Tuesday, September 2, 2014
Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia

Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia


Ekspektasi Perdamaian Dunia di Pundak Alumni Latgab Militer 21 Negara di Bogor

Posted: 31 Aug 2014 10:07 PM PDT

Latihan TNI bersama militer dari 21 negara di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP), Sentul, Jawa Barat, telah usai. Para prajurit alumni pelatihan tersebut diharapkan dapat berkontribusi penuh dalam menjaga perdamaian dunia.

Ekspektasi Perdamaian Dunia di Pundak Alumni Latgab Militer 21 Negara di Bogor

Upacara penutupan kegiatan latihan bersama yang diadakan TNI dan Global Peace Operation Intitiative (GPOI) Amerika Serikat itu diadakan di lapangan PMPP, Sentul, Jawa Barat, Senin (1/9/2014) pagi. Sebanyak 720 orang tentara dari 21 negara berbaris rapi.

Dalam upacara itu, Direktur Latihan GPOI Capstone Exercise Garuda Canti Dharma 2014 Brigjen TNI AM Putranto bertindak sebagai inspektur upacara. Ia didampingi oleh Comanding General Hawaii Army National Guard Brigadir General Bruce E Oliveira.


Dalam sambutannya, Putranto mengaku merasa bangga terhadap para peserta pelatihan. 21 Negara tersebut adalah Indonesia, Amerika Serikat, Bangladesh, Filipina, Jepang, Jordania, Kamboja, Kanada, Korea Selatan. Lalu juga ada Malaysia, Nepal, Mongolia, Srilanka, Thailand, Vietnam, New Zealand, Australia, Tanzania, Arfrika Selatan, Ukraina, dan Jerman.

Latihan gabungan itu dimulai sejak 19 Agustus dan berakhir hari ini. Putranto mengatakan latihan dibagi menjadi 3, yaitu Senior Training Seminar (STS), Staff Training Event (STE) dan Field Training Event (FTE). Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan para peserta dalam misi PBB menjaga perdamaian dunia di berbagai negara.

"Tugas menjaga perdamaian akan kompleks dan sangat menantang. Itu yang harus dihadapi di lapangan. 2 Minggu training telah dilewati kalian semua untuk menghadapi operasi menjaga perdamaian. Saya punya ekspektasi tinggi terhadap kalian semua," kata Putranto.

Para tentara yang mengikuti training diharapkan mampu bekerja secara profesional dalam misi perdamaian dunia. Kata Putranto, secara khusus, bagaimana mengelaborasikan semua aset militer dan masyarakat supaya efektif dan edisien.


"Penekanannya bagaimana melindungi masyarakat, meningkatkan perlindungan kepada masyarakat sipil. Orang-orang yang tidak bersalah yang mengalami kekerasan fisik," imbuh Putranto.

Di akhir pidatonya, Putranto mengatakan terima kasih kepada 21 negara sahabat yang ikut dalam latihan bersama pasukan perdamaian dunia itu. Ia berharap kegiatan itu dapat menjaga hubungan baik antar negara.

"Saya berharap semua selamat dalam perjalanan pulang nanti. Salam hangat saya untuk keluarga kalian di sana," tutup Putranto.

Brigadir General Bruce E Oliveira sendiri dalam sambutannya mengapresiasi TNI dan pemerintah Indonesia. Khususnya karena telah memfasilitasi kegiatan latihan bersama 21 negara itu di PMPP TNI.

"Terima kasih untuk pemerintah Indonesia dan TNI sebagai tuan rumah kegiatan ini. Atas komitmen dan support yang luar biasa untuk membantu membawa perdamaian kepada dunia," ucap Oliveira. (detik)

UNAOC: Indonesia Inspirasi untuk Harmonisasi Dunia

Posted: 31 Aug 2014 09:53 PM PDT

Indonesia bisa menjadi inspirasi untuk mewujudkan keharmonisan. Demikian disampaikan Perwakilan Tinggi UNAOC, Nassir Abdullazziz al-Nasser, usai menutup Global Forum UNAOC di Bali, hari ini (30/8/2014).
UNAOC: Indonesia Inspirasi untuk Harmonisasi Dunia
Perwakilan Tinggi UNAOC, Nassir Abdullazziz al-Nasser, menyebut Indonesia inspirasi untuk menciptakan harmonisasi dunia. (Sindonews / Victor Maulana)
"Tidak diragukan lagi. Indonesia telah menciptakan 'atmosfer' positif bagi kita semua untuk bekerja dalam harmoni, meskipun sekali waktu itu tidak mudah untuk menciptakan konsensus," kata Nasser.

"Tapi saya kira tempat ini menginspirasi kita semua dan kita dapat datang bersama dengan pemahaman yang sama dan konsensus yang hebat," lanjut Nasser.
 


Menurut Nasser, tujuan yang diinginkan UNAOC dalam forum ini sudah tercapai. "Ya sudah teracpai, jika Anda melihat Deklarasi Bali, Anda akan melihat ada konsensus antara anggota dan aliansi dan banyak sekali hal yang dibahas di sini," ujarnya.

"Jadi saya pikir acara ini berjalan dengan sangat sukses, dan kami berharap untuk melanjutkan pekerjaan kami dan mempromosikan perdamaian, keamanan, dan stabilitas bagi umat manusia," imbuh dia. (Sindo)

Royal Thai Armed Forces Kunjungi PT. PINDAD

Posted: 31 Aug 2014 09:49 PM PDT

Pada hari Kamis, 28 Agustus 2014, PT Pindad (Persero) kedatangan tamu istimewa.Jenderal Tanasak Patimapragon Panglima tertinggi militer Thailand beserta rombongan Royal Thai Armed Forces mengunjungi beberapa fasilitas produksi PT Pindad (Persero). Rombongan diterima oleh Direktur Produk Pertahanan dan Keamanan, Tri Hardjono di Auditorium Gedung Direktorat. Turut hadir dalam acara ini adalah para pimpinan PT Pindad (Persero) dan kepala departemen terkait.

 
Direktur Produk Pertahanan dan Keamanan menyambut baik kedatangan rombongan Royal Thai Armed Forces ini sebagai kesempatan yang baik untuk menunjukkan beberapa fasilitas produksi PT Pindad (Persero) kepada Royal Thai Armed Forces yang telah menjalin kerjasama di bidang penjualan munisi dan senjata sejak lama. 


Dalam kunjungan kenegaraan ini pula, Jenderal Tanasak Patimapragon dan beberapa anggota delegasi bertanya mengenai beberapahal tentang seluk-beluk aktivitas industri pertahanan di PT Pindad (Persero) seperti rencana ke depan perusahaan, kapabilitas produksi perusahaan, konten lokal pada produk pertahanan, proses penjualan produk militer ke luar negeri,serta dukungan dan posisi pemerintah terhadap manajerial perusahaan. Jenderal Tanasak Patimapragon juga sempat berbagi bahwa industri pertahanan Thailand memiliki pabrik untuk memproduksi alat pertahanan dan keamanan namun baru untuk memenuhi kebutuhan internal negaranya, itupun belum mencukupi sehingga harus mengimpor dari negara lain.



PT Pindad (Persero) sudah mengimpor berbagai produk pertahanan dan keamanan ke Thailand sejak tahun 2006. Produk-produk tersebut terdiri dari munisi kaliber kecil dengan berbagai kaliber, Anti Riot Gun beserta munisinya, serta Granat Tangan Air Mata. Tidak main-main, persaingan PT Pindad (Persero) sebagai pemasok produk pertahanan dan keamanan di Thailand cukup sengit, mengingat perusahaan-perusahaan yang turut serta dalam tender di sana cukup banyak seperti SME Malaysia, CBC Inggris, Armscor Filipina, PMC Korea, Norinco Tiongkok, dan Expal Spanyol untuk produk munisi serta IMI Israel dan SME Malaysia untuk Granat Tangan Air Mata.
 


Jenderal Tanasak Patimapragon dan rombongan juga sempat mengunjungi fasilitas produksi PT Pindad (Persero) yaitu Divisi Kendaraan Khusus dan Divisi Senjata. Beliau dan rombongan pun tampak antusias dalam mencoba berbagai produk unggulan PT Pindad (Persero) diantaranya panser ANOA 2 6X6, senapan PM-2, dan pistol G2 Combat. Disela-sela kunjungan ke fasilitas produksi ini,Jenderal Tanasak Patimapragon tak lupa bertanya mengenai berbagai hal mulai dari spesifikasi serta seberapa banyak konten lokal dalam PanserAnoa 6X6, Kendaraan Taktis Komodo 4X4, serta AMX-13. Beliau juga tampak tertarik dalam menanyakan berbagai macam varian senjata, juga beberapa jenis pistol yang sudah digunakan oleh militer dan aparatur Thailand, dan bertanya bagaimana Indonesia memproduksi produk militer secara mandiri.

Sebelum meninggalkan PT Pindad (Persero) Jenderal Tanasak Patimapragon beserta anggota rombongannya, mengucapkan terimaksih karena kunjungan kenegaraannya diterima dan disambut dengan baik. (Anggia/Zaim| PINDAD)

Jemput Kapal Perang, Prajurit TNI Umrah Gratis

Posted: 31 Aug 2014 09:40 PM PDT

Rombongan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) yang menjemput tiga kapal yaitu KRI Tom, KRI Jol, KRI Usman Harun dari Inggris transit di Pelabuhan Islam Jeddah.

Jemput Kapal Perang, Prajurit TNI Umrah Gratis

Para kru kapal perang itu berada di Arab Saudi pada Rabu (27/8) sampai Sabtu (30/8) dan diberikan kesempatan untuk melaksanakan ibadah umrah di Tanah Suci secara gratis.

"Mereka tidak mengeluarkan biaya, (karena) di TNI AL ada pembinaan (program) rohani, di TNI AL (sudah) ada biaya-biayanya," kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispen AL), Manahan Simorangkir saat dihubungi Republika, Ahad (31/8).


Dikatakannya, selain umrah tanpa biaya, para prajurit perang tersebut bahkan juga diberikan uang saku. Sehingga, untuk kesuluruhan biaya melaksanakan ibadah umrah telah dipikirkan oleh Kedutaan Besar Indonesia untuk Arab Saudi, atasan militer TNI AL serta atase-atase yang bekerja di Tanah Suci.

"Misal atase kita di Arab Saudi, yang membantu menyiapkan busnya dan sebagainya," ujar Manahan.

Ia menjelaskan, dalam satu kapal, membawa 85 prajurit dan 10 perwira ditambah sejumlah anggota Bintara. Ia menambahkan, semua prajurit mempunyai hak untuk melaksanakan ibadah umrah, tidak hanya perwira saja yang mendapatkan kesempatan umrah.

Namun, dalam kesempatan kali ini, prajurit-prajurit yang dalam perjalanan membawa tiga kapal perang dari Inggris itu, merupakan orang-orang terpilih. Sebelum tergabung dalam tim kru pembawa kapal, para prajurit mendapatkan tes kemampuan bahasa, kesehatan serta bagaimana selama ini konditenya. Kondite yang merupakan catatan-catatan kebaikan, akan dilihat bagaimana selama ini penilaian personil teraebut, disiplinnya, akademisnya, loyalitasnya dan tanggap tanggon trengginas.

"Kesempatan umrah merupakan salah satu penghargaan kepada prajurit TNI AL dari pimpinan," tambah Manahan. (ROL)

2015, Batalyon Infanteri Hadir di Natuna

Posted: 31 Aug 2014 09:31 PM PDT

Pada tahun 2015 nanti, satu batalyon infanteri TNI AD akan hadir di Natuna. Penambahan dan penempatan kekuatan TNI tersebut adalah sebagai salah satu upaya dalam pengembangan gelar kesatuan di wilayah terdepan NKRI.

2015, Batalyon Infanteri Hadir di Natuna

"Benar, pada tahun 2015 nanti akan ada batalion infantri di Natuna. Ini adalah salah satu upaya dalam pengembangan gelar kekuatan pasukan TNI di wilayah perbatasan," ungkap Danrem 033/Wira Pratama Kepri Brigjen TNI B Zuirman di sela kunjungan ke Natuna, Rabu.

Jenderal bintang satu itu mengatakan, nantinya markas batalyon tersebut akan ditempatkan di daerah Sepempang, Kecamatan Bunguran Timur dengan nama Batalion Infanteri 135.

"Mengapa Batalyon Infanteri, sebab batalyon ini adalah pasukan yang bisa di arahkan kemana saja dan siap tempur kalau terjadi apa-apa nantinya, juga taktis. Sedangkan alat perangnya adalah yang terdepan atau utama," kata Brigjen B Zuirman.


Perlu diketahui, tambah jenderal lagi, Kabupaten Natuna merupakan daerah NKRI yang berbatasan langsung dengan perairan Vietnam, dan wilayah timurnya berbatasan dengan Malaysia Timur, Thailand dan Brunei, yang bila terjadi konflik sangat riskan dijadikan musuh sebagai pangkalan sebelum masuk ke wilayah Indonesia.

"Posisi Natuna ini sangat strategis dan banyak pulau-pulau kecil, yang dikelilingi oleh negara asing, bila terjadi konflik, sangat mungkin dijadikan pangkalan oleh musuh sebelum masuk ke wilayah RI, oleh sebab itu, perlu ada tambahan pasukan yang terpusat di wilayah ini," tambahnya.

Sementara ini kata dia, untuk lahan, Pemerintah Daerah Natuna sudah mempersiapkannya, dan menunggu sertifikatnya saja. Sedangkan dana untuk pembangunan markas tersebut, berasal dari pusat.

"Kita juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Natuna, yang sudah mempersiapkan lahan untuk TNI, semoga pada tahun 2015 nanti apa yang kita harapkan dan bisa terwujud, demi keutuhan dan keamanan NKRI di daerah perbatasan," pungkasnya. (kepri.antaranews.com)

Unknown Monday, September 1, 2014