Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia

Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia


Indonesia Referensi Kemajuan Diplomasi Maritim Dunia

Posted: 24 Aug 2014 09:26 PM PDT

Sejak lama, Indonesia mempunyai akar historis dan ideologis yang mengarah pada Poros Maritim. Negara-negara tetangga dan Eropa banyak meniru corak kemaritiman Indonesia, terlihat dari empat pilar Poros Maritim Indonesia yang melekat di bangsa ini, yaitu aspek sosial-budaya, ekonomi, politik, dan keamanan.

Indonesia Referensi Kemajuan Diplomasi Maritim Dunia
Riza Damanik

"Jika ditarik dari sejarah bangsa Indonesia, yaitu pada zaman Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit atau pra-Kemerdekaan Indonesia, empat pilar corak kemaritiman itu sudah melekat erat pada masyarakat Indonesia, sehingga Indonesia seharusnya lebih mampu sebagai poros atau pusat maritim di dunia," ujar Ketua Umum Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Riza Damanik saat menyambangi kantor redaksi Jurnal Maritim di Jalan Sungai Sambas VI No. 1 Kebayoran Baru Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.


Menurut Riza, Australia mengandalkan pariwisata lautnya, Jepang mengandalkan armada kapalnya, dan Tiongkok mengandalkan perikananannya.

"Sampai detik ini, Indonesia sudah menjadi referensi kemajuan diplomasi maritim dunia. Hal itu dibuktikan sejak adanya Deklarasi Djuanda dan UNCLOS tahun 1982. Dan negara-negara di dunia mengakui hal tersebut bahkan mengadopsi dan memodifikasinya," terangnya.

Untuk itu, sambung Riza, visi Indonesia menjadi Poros Maritim Dunia oleh presiden terpilih Joko Widodo adalah upaya menunjukkan dan menegaskan bahwa bangsa Indonesia mampu menjadi pusat kemajuan kemaritiman dunia.

Selain itu, sekaligus menegaskan kepada masyarakat Indonesia yang telah lama melupakan jati diri bangsa sebagai Negara Maritim. Karena, menurut Riza, bisa dibilang, selama ini, Indonesia sangat jauh keluar dari track Negara Maritim dan malah menyontoh Amerika Serikat yang jelas-jelas Negara Kontinental. (JMOL)

Revolusi Mental Kelautan Indonesia Diawali dari Meja Makan

Posted: 24 Aug 2014 09:22 PM PDT

Sekalipun kaya akan hasil laut, bangsa Indonesia tidak dikenal sebagai pemakan ikan. Oleh karena itu, budaya maritim harus berujud revolusi laut yang diawali dari meja makan yakni ikan harus menjadi lauk utama bangsa Indonesia.

Laksyda TNI (P) Yosaphat Didik Heru Purnomo

Gemar makan ikan laut, selain mencerdaskan bangsa sebagaimana bangsa Jepang memiliki tradisi kuat mengkonsumsi ikan, akan mendorong terbenahinya tata kelola kelautan Indonesia yang tumpang tindih.

Demikian ditegaskan oleh Laksyda TNI (P) Yosaphat Didik Heru Purnomo, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Institut Keamanan dan Keselamatan Maritim Indonesia (IK2MI) di Jakarta, Minggu (24/8/2014). Sebelum menjadi Ketua IK2MI, Didik Heru Purnomo menjabat sebagai Kalakhar Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla RI).
 


Didik menjelaskan bahwa, rata-rata konsumsi ikan orang Indonesia adalah 30 kg / tahun masih kalah dengan konsumsi ikan orang Malaysia yang mencapai 37 kg / tahun.

Jika dibandingkan, konsumsi ikan orang Indonesia hanya separoh dari konsumsi ikan orang Jepang yang mencapai lebih dari 60 kg/tahun.  Sehingga, dijelaskannya lebih lanjut, tinggal kalikan saja kebutuhan ikan Indonesia per tahun mencapai berapa.

"Kalau konsumsi ikan saja masih rendah, itu artinya tidak mengherankan jika penanganan illegal fishing tidak dianggap penting. Jika konsumsi ikan orang Indonesia menyamai orang Jepang, artinya dua kali lebih banyak kebutuhan ikan dari data sekarang, itu akan mendorong pemerintah Indonesia secara serius menangani lautnya agar kebutuhan konsumsi ikan orang Indonesia terpenuhi. Serius menangani tata kelola kelautan itu termasuk di dalamnya adalah mengurai keruwetan yang terjadi karena tumpang tindih peraturan dan tidak terkoordinasinya tata kelola laut karena ego sektoral," tegas Didik Heru Purnomo, yang juga mantan Kasum TNI.

Menurut Didik Heru Purnomo, kerugian Indonesia terkait dengan illegal fishing mencapai Rp 30 triliun per tahun.

Jumlah triliunan ini adalah angka yang sangat besar dan dapat dialokasikan ke pendidikan, misalnya.

"Jepang untuk mencari ikan saja sampai ke kutub utara, dan segala jenis ikanpun diburu. Sementara Indonesia yang wilayah kelautannya lebih luas dari Jepang, belum menganggap penting tata kelola satu atap kelautan Indonesia. Semua departemen atau instansi merasa punya hak atas tata kelola laut Indonesia meski untuk bertanggung jawab atas kerugian tata kelola tersebut tidak ada yang menunjukkan batang hidungnya," ujar Didik yang juga mantan Wakasal ini.

Oleh karena itu, menurut Didik, pemerintah mendatang dalam mewujudkan budaya maritim dengan cara mendorong dunia pendidikan, keluarga dan lembaga terkait memiliki program makan ikan laut. Membentuk suatu budaya itu tidak bisa instan tetapi harus dididik, diajari dan diedukasi.

"Ini hal yang sederhana tetapi akan mengubah cara pandang bangsa Indonesia terhadap lautnya. Jika makan ikan laut menjadi tradisi, kebutuhan makan ikan meningkat, illegal fishing diperangi, pembangunan instruktur kelautan dan kekuatan keamanan dan keselamatan laut ditingkatkan," ujar mantan Wakasal ini.

Oleh karena itu, menurut Didik, pada ujungnya nanti Indonesia tidak membutuhkan banyak badan yang mengatur tata kelola kelautan. Yang dibutuhkan Indonesia, dijelaskan lebih lanjut, sebagaimana banyak negara telah melakukan adalah, memiliki satu badan dengan banyak fungsi (multi task single agency) agar tumpang tindih pengelolaan dapat dihindarkan.

"Kesemrawutan tata kelola kelautan Indonesia yang sekarang ada karena masing-masing instansi atau departemen bertindak berdasarkan peraturannya sendiri. Yang harus dipikirkan adalah kepentingan nasional, bangsa dan negara," ujar Didik.

Didik Heru Purnomo saat masih aktif pada tahun 2011 meluncurkan buku "TAHUN 1511 – Limaratus Tahun Kemudian", yang disusunnya  bersama 33 wartawan seluruh Indonesia.

Buku terbitan Gramedia ini mendapat kata sambutan dari Menkopolhukam Marsekal TNI (P) Djoko Suyanto, Menhan Purnomo Yusgiantoro, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono.

Buku ini juga mendapat Kata Pengantar dari Franciscus Welirang (Pengusaha), Mantan Wakasad Letjen TNI (P) Kiki Syahnakri, Kepala BPMigas R. Priyono, KH Salahuddin Wahid (Ketua GIN) dan catatan sejarah dari AM Putut Prabantoro (Ketua Gerakan Ekayastra Unmada -Semangat Satu Bangsa).

Buku ini bercerita kematian dunia maritim nusantara pada tahun 1511, saat Portugis merebut Malaka dan Tumasik (Singapura), yang dulunya merupakan pulau terluar Kerajaan Sriwijaya (Majapahit dan Demak). Kematian dunia maritim nusantara itu diharapkan dapat bangkit kembali dengan tata kelola kelautan yang baru. (Tribun)

Ketika Paspampres Mulai Kawal Presiden Terpilih

Posted: 24 Aug 2014 08:30 PM PDT

Putusan Mahkamah Konstitusi telah menguatkan keputusan Komisi Pemilihan Umum yang menetapkan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2014-2019. Tugas kepolisian mengawal dan mengamankan resmi berakhir sejak KPU menyerahkan tugas pengamanan serta pengawalan Jokowi-JK kepada Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Ketika Paspampres Mulai Kawal Presiden Terpilih

Asisten Operasi Komandan Paspampres, Kolonel A. Budi Handoyo, mengatakan, pengamanan tidak hanya dilakukan terhadap Jokowi-JK. Paspampres, menurut dia, juga akan mengamankan dan mengawal istri termasuk keluarga Jokowi-JK.

"(Paspampres) 37 orang. Terbagi untuk presiden terpilih 25 orang, dan istri presiden terpilih 12 orang," kata Budi.


Budi mengatakan, pengamanan akan berjalan fleksibel sesuai dengan kondisi kegiatannya. Jika kegiatannya besar, personel Paspampres akan ditambah. Menurut Budi, seluruh personel Paspampres yang akan menjaga keselamatan presiden dan wapres terpilih beserta keluarga sudah terlatih. Mereka akan bekerja sesuai dengan ketentuan atau standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

"(Pengamanan dan pengawalan) berlaku hingga pelantikan tanggal 20 Oktober 2014. Kami punya SOP, tapi tidak menghilangkan dari standar maksimum," ujarnya.

Budi menambahkan, pasukannya tidak khawatir dengan kebiasaan blusukan presiden terpilih Jokowi. Mereka, menurut Budi, telah memiliki strategi dan pengalaman, sehingga akan cepat menyesuaikan diri.

"Kami punya pengalaman beberapa presiden. Kami ingat dulu Bapak Gus Dur, Habibie, kami menyesuaikan dan adaptasi," kata Budi.

Menurut Budi, Paspampres juga tidak sendirian. Pasukan akan tetap bekerja sama dengan Kepolisian dan TNI. "Kami berintegrasi dengan unsur TNI lainnya dan Polri juga. Kan ada ring 1, ring 2, dan ring 3," ujar Budi.

Budi melanjutkan, kerja Paspampres sesuai dengan SOP dan mereka akan fleksibel. Namun, di mana pun berada dan dalam kegiatan apa pun, semua personel tetap melaksanakan keamanan maksimal dan nyaman.

"Seperti kami melakukan dengan kegiatan yang lebih tinggi. Contoh saat APEC, itu maximum security, tapi nyaman," jelasnya.

Wakil Asisten Operasi Panglima TNI Laksamana Pertama Darmanto menambahkan, prinsip pengawalan terhadap presiden adalah jika melakukan kegiatan, nanti ada saran-saran yang akan diberikan. Sejauh mana pengamanan yang akan dilakukan Paspampres.

"Kalau tidak aman, tugas kami semakin berat. Oleh karena itu kami sampaikan, 'Pak, Bapak ke sini, aman'. Kalau nggak aman itu tugas Paspampres untuk menyampaikan dengan pelaksananya itu," jelasnya.

Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengatakan, pengamanan mulai diambil alih TNI sejak Jumat 22 Agustus pekan lalu. Terkait pengamanan, menurut Moeldoko, telah dikoordinasikan dengan Jokowi dan JK. Sementara itu, fasilitas dan standar pengamanan telah dipersiapkan.

"Tentang hal ini sudah dikomunikasikan dengan Pak Jokowi dan JK. Rangkaiannya nanti, ada tujuh kendaraan, tiga sepeda motor, dan 37 personel. Ini berlaku untuk presiden dan wapres terpilih," katanya.

Permintaan Jokowi

Meski sudah dijaga Paspampres, Jokowi berjanji akan tetap berusaha dekat dengan masyarakat. Dia memastikan, tidak akan mau diatur-atur Paspampres. Dia juga tidak akan mau diatur oleh protokoler kepresidenan.

"Saya yang atur, masa saya yang diatur Paspampres. Masa saya yang diatur protokol. Itu tidak kebalik," ujar Jokowi.

Penasihat Tim Transisi Jokowi-JK, Luhut B. Panjaitan, mengatakan, dia sudah bertemu dengan perwakilan Paspampres terkait dimulainya pengamanan melekat.

Menurut Luhut, ada permintaan dari Jokowi agar Paspampres yang mengawalnya dikurangi. Luhut meminta dasar permintaan presiden terpilih itu harus dipenuhi. "Beliau juga tidak mau banyak," katanya.

Meski permintaan personel keamanan itu dikurangi, Luhut mengatakan, tidak akan mengabaikan standar-standar keamanan yang ada. Kata dia, semuanya akan dilakukan sesuai dengan SOP yang ditetapkan oleh Paspampres.

"Kalau jumlah, itu tergantung presiden terpilih nanti. Tapi tentu, saya katakan tadi, tidak mengurangi standar pengamanan presiden," kata Luhut.

Jokowi mengaku belum terbiasa dengan pengawalan ketat yang dilakukan Paspampres. "Hari ini saya sedikit bingung karena sudah dikawal Paspampres," kata Jokowi di Bilangan Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu 23 Agustus 2014 malam.

Menurut Jokowi, sebelum ada serah terima pengamanan dari Polri ke Paspampres, biasanya dia hanya didampingi oleh lima orang pengawal pribadi. Dengan jumlah Paspampres yang jauh lebih banyak, Jokowi mengaku merasa kurang bebas bergerak.

"Biasanya ke mana-mana bisa. Ke PKL, warung, rumah makan, bisa. Sekarang hari ini agak aneh. Kok banyak sekali yang jaga," ujarnya.

Jokowi menginginkan agar Paspampres bisa beradaptasi dengan kegiatan-kegiatan yang dilakukannya. Sebaliknya, Jokowi juga akan mencoba beradaptasi dengan Paspampres.

"Kami ini masih menyesuaikan. Artinya, mencoba satu atau dua minggu untuk menyesuaikan," katanya.

Jokowi mengatakan, selama dua pekan akan mencoba simulasi untuk blusukan ke pasar-pasar dan permukiman warga dengan pengawalan Paspampres. Menurut dia, dia tetap ingin blusukan agar tetap dekat dengan masyarakat.

Meski sudah ditetapkan sebagai presiden terpilih, Jokowi mengatakan tidak ada yang berubah dengannya. Dia tetap ingin seperti yang dulu ketika menjadi Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta.

"Kami juga akan coba, misalnya kalau ke pasar seperti apa. Nanti kalau mau makan di PKL seperti apa. Nanti dicoba dulu," jelasnya.

Tidak hanya mendapatkan pengawalan sesuai dengan standar prosedur pengamanan presiden, Jokowi juga memperoleh fasilitas sebuah sedan Mercedes Benz dengan bernomor polisi B 1190 RFS.

Mercy yang ditumpangi Jokowi langsung dikawal iring-iringan kendaraan Paspampres. Mereka mengikuti dari belakang, termasuk unit pasukan motor lengkap dengan senjata laras panjang.

Terkait kendaraan yang akan digunakan, Jokowi juga masih belum bisa memastikan. Apakah akan menggunakan Mercy atau mobil lainnya.

"Ini kan baru mencoba seperti apa pakai Mercy, lalu pakai Kijang. Kalau dipakai berhenti di pasar seperti apa. Kalau traktir kamu (para wartawan) juga nanti seperti apa," katanya.

Para awak media juga mempertanyakan apakah nantinya masih mudah melakukan konfirmasi seperti selama ini atau tidak. Namun, Jokowi belum bisa memastikan hal tersebut.

"Wah, boleh apa nggak tanya protokoler," ujarnya sambil bertanya pada seorang Paspampres yang berada di sisinya.

Paspampres yang menggunakan jas hitam dan berada di sisinya hanya tersenyum menjawab pertanyaan Jokowi singkat. "Bisa pak," kata salah satu anggota Paspampres.

Penjelasan Mabes TNI

Kepala Pusat Penerangan Markas Besar TNI, Mayor Jenderal M Fuad Basya ketika dihubungi VIVAnews, Minggu 24 Agustus 2014 menjelaskan, permintaan Jokowi bukanlah mengurangi jumlah personel Paspampres. Menurut Fuad, Jokowi hanya ingin satuan tugas yang mengawalnya hingga dilantik secara resmi sebagai presiden pada 20 Oktober 2014 nanti dikurangi.

"Jadi jumlah satgasnya, bukan personelnya," kata Fuad.

Fuad menjelaskan, setelah resmi dilantik, Jokowi akan langsung dikawal oleh Paspampres Grup A. Sementara itu, Wakil Presiden terpilih Jusuf Kalla akan dikawal oleh Paspampres Grup B. Menurut Fuad, saat ini terdapat empat grup Paspampres, di mana Grup A dan Grup B memang ditugaskan untuk mengamankan presiden dan wakil presiden.

"Sementara itu, Grup C akan mengamankan tamu negara dan Grup D bertugas mengamankan mantan presiden dan wakil presiden," ujarnya.

Mengantisipasi aksi blusukan Jokowi jika telah resmi dilantik menjadi presiden, Fuad mengatakan, pasukan harus menyesuaikan diri dengan apa yang akan dilakukan Jokowi. Grup A Paspampres yang berada di ring 1 dan bertugas langsung mengamankan presiden dari jarak dekat, menurut Fuad, yang paling harus beradaptasi dengan Jokowi.

"Jadi, pasukan yang beradaptasi dengan presiden, bukan sebaliknya," jelasnya.

Fuad mengutarakan, jika Jokowi berimprovisasi di lapangan, misalnya diagendakan berkunjung ke suatu tempat, namun tiba-tiba berubah pikiran hendak mengunjungi tempat lain, pasukan di ring 1 harus segera berkoordinasi dengan personel yang ada di ring 2.

Di ring 2, menurut Fuad, yang bertugas adalah personel dari TNI, Badan Intelijen Negara, dan Kepolisian. Sementara itu, di ring 3, menurut Fuad, yang bertugas adalah personel dari TNI dan polisi di lokasi terkait.

Jika nanti Jokowi secara tiba-tiba mengubah lokasi kunjungan atau melakukan kunjungan secara mendadak, Paspampres yang ada di ring 1 harus siap sedia dan segera berkoordinasi dengan personel yang ada di ring 2.

"Baru selanjutnya ring 2 berkoordinasi dengan ring 3," ungkapnya. (VivaNews)

Pesawat N219 Buatan PT.DI Akan Menjadi Hadiah Kemerdekaan Republik Indonesia ke-70

Posted: 24 Aug 2014 08:26 PM PDT

PT Dirgantara Indonesia melakukan terobosan. Untuk pertama kalinya, perusahaan itu akan memproduksi sendiri pesawat komersial. Pesawat itu dinamakan Nusantara 219 atau N219.


Pesawat N219 Buatan PT.DI Akan Menjadi Hadiah Kemerdekaan Republik Indonesia ke-70

Rencananya, pesawat itu diterbangkan pertama kali pada Hari Kemerdekaan ke-70 Republik Indonesia, 17 Agustus 2015. Saat ini, proses pembuatan sudah dimulai.

PT DI menargetkan, akan ada 12 pesawat yang diproduksi. Di tahap awal, PT DI baru memproduksi dua pesawat. Jika berhasil, baru setahun kemudian ditargetkan menjadi 12 pesawat.


Pesawat-pesawat itu nantinya akan dijadikan alat transportasi khususnya untuk kawasan Indonesia Timur, seperti Papua, Wamena, dan beberapa kepulauan terpencil yang sulit dijangkau melalui darat.

Ukuran pesawat yang diproduksi kecil, mirip dengan pesawat angkut Codiak buatan Amerika Serikat. PT DI bahkan telah membeli pesawat itu untuk perbandingan. Codiak juga yang nantinya akan menjadi pesawat pengiring saat N219 pertama diterbangkan di Indonesia.

Namun Budi Santoso, Direktur PT DI yakin, N219 akan lebih canggih ketimbang Codiak. Sebab, pesawat itu punya dua mesin dan kapasitas penumpangnya bisa mencapai 19 orang.

Soal harga, Budi menjelaskan N219 akan dipasarkan dengan harga murah. Yakni, US$5 juta atau sekitar Rp58,4 miliar. Kata Budi, itu lebih murah daripada membeli pesawat yang sama dari negara lain. (Antara)

Hari ini, TNI AU Ujicoba Pesawat Tempur Baru di Papua

Posted: 24 Aug 2014 07:09 PM PDT

Pesawat terbaru milik TNI AU bernama T-50 Golden Eagle akan diperkenalkan pertama kalinya kepada masyarakat Papua. Tidak itu saja, TNI AU akan melakukan latihan Perkasa D-14, selama 4 hari di Papua, dimana pesawat tersebut trencananya akan datang Senin (25/8) hari ini.

Hari ini, TNI AU Ujicoba Pesawat Tempur Baru di Papua

Latihan ini dilakukan untuk memperkuat eksitensi TNI AU dalam mengawal keamanan Dirgantara Indonesia khususnya di Papua,  oleh Komando Sektor Pertahanan Nasional IV. Dimana pesawat ini akan berhome base di Pangkalan Udara Jayapura sampai tanggal 29 Agustus.

Kepala Dinas Operasi (Kadis Ops) Lanud Jayapura, Letkol. Pnb I Ketut Wahyu mengungkapkan, Koops TNI AU III akan menyelenggarakan latihan D-14 di Papua. Yang mana dalam pelatihan ini nantinya akan melibatkan 3 pesawat T-50 Golden Eagle, pesawat terbaru milik TNI AU.


"Pesawat T-50 ini masih baru dan pertama kali akan menginjakkan kakinya di Tanah Papua. Mereka ke sini dalam rangka latihan ketahanan TNI AU dari sisi udara," ungkapnya kepada wartawan, Jumat (22/8).

I Ketut menjelaskan, bahwa  latihan yang akan diperagakan oleh 56 anggota TNI AU ini seperti latihan pertahanan udara, mulai dari simulasi intercept (pencegatan) pesawat asing yang masuk tanpa izin di wilayah udara NKRI hingga ke latihan force down (pendaratan paksa) bagi pewat asing ilegal yang masuk ke wilayah NKRI yang berpotensi mengancam keamanan udara nusantara.

"Latihan ini juga sekaligus untuk melakukan patroli keamanan di wilayah udara hingga ke zona ekonomi eksklusif Indonesia. Selain 3 pesawat T-50 golden eagle yang didatangkan dari Skuadron 15 Lanud Iswahyudi–Malang, akan dilibatkan 3 unit pesawat tempur Sukhoi SU-27 Flanker dari Makasar, 1 unit pesawat Boeing 737-200  Surveiller dan pesawat angkut C-130 Hercules. Kalau pesawat Sukhoi nantinya akan ber-Home Base di Lanud Manuhua-Biak," ungkapnya.

I Ketut menjelaskan, dipilihnya Papua sebagai tempat latihan, dikarenakan seluruh pangkalan udara milik TNI AU dijadikan tempat pelatihan TNI AU. Sehingga pelatihan kali ini hanya merupakan giliran Papua, untuk dijadikan tempat pelatihan.

"Jadi ini merupakan latihan rutin. Kebetulan tahun ini Papua menjadi tuan rumah. Hal ini dilakukan, agar seluruh penerbang tempur TNI AU bisa menguasai wilayah udara NKRI sehingga keamanan wilayah NKRI ini bisa terus terjaga dari gangguan pertahanan daerah kita khususnya dari sisi udara," katanya.

Dalam pelatihan ini, I Ketut mengungkapkan, seluruh Pangkalan Udara (Lanud) yang ada di Papua juga dilibatkan, mulai dari Lanud Biak, Lanud Merauke, Lanud Timika dan Lanud Jayapura. Sehingga masyarakat tidak perlu takut ketika mendengar adanya suara pesawat tempur yang lalu lalang di udara.

"Ini murni program pelatihan. Masyarakat tidak perlu takut. Bahkan kita harus bangga, melihat pesawat tempur kita secara langsung. Apalagi pesawat ini milik masyarakat yang dibeli pakai uang masyarakat. Jadi pesawat ini bukan milik TNI AU," katanya.

I Ketut berjanji, bagi masyarakat yang hendak langsung melihat pesawat tempur milik TNI AU yang di kerjakan bersama negara Korea Selatan dengan menghabiskan uang negara senilai US$ 8 Miliar itu.

"Kami akan menyiapkan waktu luang bagi masyarakat untuk melihat langsung pesawat T-50 Golden Eagle ini. Sebab masyarakat harus tahu, pesawat tempur milik bangsa kita. Khususnya bagi kaum pelajar, guna meningkatkan minat mereka untuk bergabung dengan TNI AU, apalagi di Papua kami saat ini berupaya merekrut anak-anak Papua yang berprestasi, apabila berkenan bergabung di TNI AU," pungkasnya. (ro/tri | cenderawasihpos)

Unknown Monday, August 25, 2014
Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia

Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia


Dahlan Minta DPR Izinkan Rp 2,5 Triliun Untuk Bikin Kapal Selam

Posted: 23 Aug 2014 06:36 PM PDT

Indonesia lewat BUMN, yaitu PT PAL Indonesia, berencana untuk membuat kapal selam sendiri di Surabaya. Namun PT PAL membutuhkan suntikan modal pemerintah Rp 2,5 triliun.

Dahlan Minta DPR Izinkan Rp 2,5 Triliun Untuk Bikin Kapal Selam

Untuk itu, Menteri BUMN Dahlan Iskan meminta izin kepada Komisi VI DPR, agar suntikan modal lewat penyertaan modal negara (PMN) Rp 2,5 triliun pada tahun depan.

"Ini keniscayaan. Kita harus bangun kapal selam tahap 2 di Indonesia. Nggak mungkin di tempat lain selain PT PAL," kata Dahlan di depan rapat kerja dengan Komisi VI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (21/8/2014).


Program pembangunan kapal selam ini sebetulnya untuk mendukung program Kementerian Pertahanan Indonesian. Kemenhan sedang mengembangkan kapal selam dengan menggandeng Korea Selatan. Di dalam program tersebut, ada produksi kapal selam yang nantinya akan dilakukan di tanah air maka PT PAL diminta membangun infrastruktur tersebut.

"Ini nggak kepentingan komersial. Ini kepentingan negara," katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi VI DPR Airlangga Hartarto menerangkan, DPR ingin mendalami lebih detil terkait pemberian PMN untuk membangun fasilitas kapal selam. Pembahasan PMN untuk kapal selam bakal digelar lagi dalam wujud rapat pendalaman dengan manajemen PT PAL dan Kementerian BUMN.

"Pembahasan PT PAL agar dilengkapi datanya. Termasuk dana PMN masa lalu untuk apa," sebutnya. (Detik)

24 MBT Leopard A4 dan 28 Tank Marder Akan Tiba taggal 28 Agustus

Posted: 23 Aug 2014 06:25 PM PDT

Sebanyak 52 tank produksi Rheinmetall Jerman dijadwalkan tiba di pelabuhan Tanjung Priok pada 28 Agustus 2014. Tank yang dikirim, dengan perincian sebanyak 24 MBT Leopard A4 dan 28 Tank Marder.

24 MBT Leopard A4 dan 28 Tank Marder Akan Tiba taggal 28 Agustus

Kedua jenis tank ini telah diberangkatkan sejak 31 Juli 2014 lalu, dengan kapal kargo berbendera Panama, Morning Celesta, dari pelabuhan Bremenhaven, Jerman.

Rencananya, setibanya di pelabuhan Tanjung Priok, tank-tank ini akan dipindahkan dari Morning Celesta ke kapal yang lebih kecil untuk dikirim ke Tanjung Perak Surabaya.

Tank-tank ini segera disiapkan untuk parade militer pada ulang Tahun TNI 5 Oktober mendatang di Surabaya.

Mengejar target parade militer, durasi pengerjaan tank tersebut dipercepat dari 12 bulan menjadi delapan bulan, sehingga sejumlah bagian dari tank ini belum usai dikerjakan.

Atase Pertahanan KBRI Berlin, Kol. (Pnb) Samsul Rizal terus memonitor produksi dan pengiriman alutsista pesanan Kementrian Pertahanan tersebut. Dia mengatakan bahwa sistem komunikasi dan sistem pendingin 24 MBT Leopard akan dikerjakan di Indonesia.

"Pengerjaan tersebut sesuai dengan perjanjian ToT (Transfer of Technology) antara Indonesia dan pihak Rheinmetall," kata dia kepada VIVAnews di Jerman.

Menggandeng Rheinmetall, PT Pindad akan dilibatkan dalam melengkapi sistem pendingin dan sistem komunikasi tank tank tahap pertama ini.(Miranti Hirschmann/Jerman/ Vivanews).









Langkah Antariksa Lapan

Posted: 23 Aug 2014 06:14 PM PDT

Lapan bekerjasama dengan dengan India untuk meluncurkan Satelit A1, sekaligus mengejar ambisinya untuk bisa membuat roket peluncur satelit sendiri pada tahun 2020 – 2025.

Tahun Pemerintahan Periode 2009-2014, tidak terlalu gemilang bagi Lapan. Target mereka untuk meluncurkan roket pengorbit ke luar angkasa tidak tercapai. Roket RX 550 juga baru sebatas uji statis dan tidak bisa uji terbang karena ada kendala di bagian nozzle.


 

Kini Lapan bekerja sama dengan Ukraina untuk memperbaiki nozzle roket RX 550 dan 750 yang masih bermasalah. Namun persoalannya Ukraina pun sedang dirundung masalah konflik dengan Rusia.

Lapan perlu gebrakan agar kesan jalan di tempat tidak kental terasa. hDiharapkan, pemerintahan Jokowi – JK ke depan mampu menjadi katalisator, mendorong dan memberi ruang bagi Lapan, untuk berkembang lebih jauh. (JKGR).


Satelit A1

Lapan Berhasil Uji Coba Roket RX 450 dan RX 320

Posted: 23 Aug 2014 05:57 PM PDT

Uji coba roket RX 450 dan RX 320 di Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat, berhasil. Dua roket yang tengah dikembangkan untuk program peluncuran satelit tersebut memenuhi target saat menjalani pengujian berbeda.

Lapan Kembali Uji Coba Roket RX 450 dan RX 320
Roket RX 450 LAPAN

Kepala Pusat Teknologi Roket Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Sutrisno mengatakan, roket RX 450 diuji statis sementara roket RX 320 diuji terbang (dinamis). Pengujian statis roket RX 450 ditujukan agar para peneliti LAPAN mengetahui performa motor roket.

"Hasilnya, uji statis terhadap RX 450 berhasil memenuhi target. Kami memprediksi durasi performa motor roket RX 450 adalah selama 18 detik. Namun hasil uji statis ini menunjukkan durasi waktunya mencapai 19,5 detik," kata Sutrisno di Garut, Jumat (22/8/2014).


Roket berkaliber 450 mm dengan panjang total 6.110 mm ini memiliki gaya dorong sekitar 12.895 kg. Roket yang menggunakan bahan bakar propelan komposit ini memiliki panjang motor 4.459 mm. "Setelah keberhasilan ini, kami akan mengagendakan uji terbang roket RX 450 di akhir 2014 mendatang," ujarnya.

Pengujian terbang roket RX 320 juga berhasil memenuhi harapan. Untuk alasan keamanan dan keselamatan jiwa para teknisi, peneliti, dan masyarakat di sekitar lokasi peluncuran, roket berdiameter 320 mm ini diterbangkan LAPAN pada kemiringan 70 derajat.


Teknisi LAPAN mengawasi roket yang tengah menjalani uji statis di ruang kontrol Stasiun Pengamatan Dirgantara LAPAN Pameungpeuk, Kabupaten Garut. (Foto: Fani Ferdiansyah/KORAN SINDO)
"Kami luncurkan di kemiringan 70 derajat. Jadi tidak tegak lurus. Namun, hasilnya cukup memuaskan. Berdasarkan data dari rekaman yang kami miliki, roket RX 320 berhasil terbang pada ketinggian antara 20 hingga 30 km. Ketinggian ini cukup memenuhi target, karena hanya diluncurkan dalam posisi elevasi 70 derajat. Kalau diluncurkan dengan posisi tegak lurus, daya jangkaunya akan lebih jauh lagi," paparnya.

Menurut Sutrisno, RX 450 dan RX 320 merupakan jenis roket sonda. Roket sonda adalah roket yang biasa digunakan untuk misi meneliti parameter atmosfer, kelembaban temperatur, dan lainnya.

"Jadi, jika kita mampu menguasai teknologi roket sonda, meluncurkan satelit sendiri di kemudian hari bukan hal yang tidak mungkin lagi. Kami akan terus mencoba, meneliti, dan mengembangkan masing-masing roket sesuai tahapan-tahapannya. Karena untuk meluncurkan satelit pada ketinggian tertentu, diperlukan lebih dari satu roket atau bertingkat." (Sindo)

Unknown Sunday, August 24, 2014
Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia

Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia


Indonesia-Tiongkok kukuhkan kerja sama antiteror

Posted: 21 Aug 2014 09:21 PM PDT

Indonesia dan Tiongkok mengukuhkan kerja sama penanggulangan teroris, sebagai bagian dari kerja sama keamanan antara kedua negara yang telah berjalan baik.


Komitmen kedua negara untuk memantapkan kerja sama penanggulangan teroris itu ditandai dengan penandatangan nota kesepahaman tentang penguatan kerja sama antiteror antara Badan Nasional Penanggulangan Teorisme (BNPT) Indonesia dan Kementerian Keamanan Publik Tiongkok di Beijing, Kamis.

Nota kesepahaman pencegahan dan penanggulangan terorisme antara Indonesia dan Tiongkok meliputi kerja sama saling tukar menukar nformasi intelijen, tukar pengetahuan dan pengalaman, kerja sama antarinstitusi/lembaga antiteror kedua negara, serta peningkatan daya mampu personel dan institusi antiteror kedua negara.


Kedua negara juga sepakat untuk melakukan saling kunjung pejabat tinggi, analis dan pelaku di lapangan dari intitusi/lembaga penanggulangan teror kedua negara, kata Kepala BNPT Ansyaad Mbai kepada ANTARA di Beijing, sesaat sebelum penandatanganan.

"Indonesia memiliki rekam jejak positif dalam penanggulangan teror, yang sudah diakui beberapa negara bahkan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Karena itu, Tiongkok ingin menjalin kerja sama dengan Indonesia dalam hal itu," ungkapnya.

Ansyaad mengatakan pejajakan kerja sama antiteror antara kedua negara telah dilakukan kedua negara sejak Indonesia dan Tiongkok menjadi mitra strategis pada April 2005.

"Dan makin dimantapkan dengan saling kunjung pejabat tinggi kedua negara untuk mengukuhkan komitmen Indonesia dan Tiongkok dalam pencegahan serta pemberantasan terorisme," tuturnya menambahkan.

Kerja sama peningkatan kemampuan dalam pencegahan, penindakan dan monitoring pendanaan terorisme, tukar informasi dan pengalaman serta best practices dalam deradikalisasi serta latihan bersama antara kesatuan penanggulangan terorisme militer, juga menjadi bagian dari kerja sama tersebut, kata Ansyaad Mbai menambahkan. (Antara)

Komentar Pakar UAV Dunia tentang Gagasan Jokowi Memakai "Drone"

Posted: 21 Aug 2014 07:41 PM PDT

Salah satu rencana presiden terpilih Joko Widodo adalah mengaplikasikan drone atau pesawat nirawak (UAV) untuk pemantauan. Rencana ini menuai reaksi positif dari banyak pihak. Namun, perencanaan tetap dibutuhkan.

Komentar Pakar UAV Dunia tentang Gagasan Jokowi Memakai "Drone"
Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA) Wulung dipamerkan pada acara unjuk terbang di Pangkalan Udara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Kamis (11/10/2012). PTTA hasil pengembangan Balitbang Kemhan dan BPPT tersebut dapat dipergunakan untuk kepentingan militer dalam hal pengamatan wilayah (survailence), penanganan kebakaran hutan, pembuatan hujan buatan, dan mampu menggantikan pesawat tempur yang disebut dengan Unnamed Combat Aerial Vehicle (UCAV).
 
Kompas.com menemui pakar radar dan pesawat nirawak dunia asal Indonesia, Josaphat Tetuko Sri Sumantyo, di Jakarta, Jumat (15/8/2014). Josh terdaftar sebagai profesor termuda di Chiba University, Jepang, sejak 1 April 2013. Ia telah menghasilkan radar, satelit, dan pesawat nirawak. Ia juga mengantongi 120 paten, 500 kali presentasi di banyak negara, serta profesor dengan dana terbanyak. Baca: Josaphat Tetuko, Pakar Radar dan UAV Dunia Asal Indonesia.

Josh memberikan gagasan dan masukan tentang apa yang harus dipersiapkan sebelum memakai drone. Berikut petikan perbincangan dengan Josh.


Presiden terpilih Joko Widodo rencananya memperkuat pertahanan dengan drone. Salah satu tujuannya untuk pemantauan laut. Bagaimana menurut Anda?

Ini sangat bagus karena pada dasarnya kita bisa mengurangi risiko kematian dari awak kapal atau petugas keamanan. Selain itu, kalau drone kita pergunakan setiap hari untuk pengawasan tapal batas, kan orang itu akan hitung-hitungan. Tahun depan Malaysia akan menggunakan drone yang saya buat untuk mengawasi tapal batas Indonesia. Sayang sekali, pihak Malaysia akan membeli teknologi orang Indonesia untuk menjaga perbatasan keamanan Indonesia.

Lalu, apa yang harus direncanakan oleh Indonesia ketika punya program menggunakan drone untuk pemantauan ini?


Hal lain yang mesti dipikirkan adalah undang-undang untuk keamanan menggunakan drone. Suatu saat, Indonesia kan akan berkembang, termasuk akan bertambah pesawatnya. Nah, ini kan dibutuhkan aturan.

Tidak hanya di Indonesia, di Jepang pun permasalahan ini belum jelas dan sedang dibahas. Misalnya, tentang klasifikasinya, ukuran besar-kecilnya, ketinggian menerbangkan drone seperti apa dan di mana saja, harus kita perjelas dulu kebijakan itu.

Namanya pesawat kan ada jalurnya. Nah, sekarang agar drone dapat terbang sesuai pada titik yang kita inginkan harus ada sistem navigasinya. Sistem pengamanannya juga, bahkan di Indonesia alat-alat yang digunakan untuk teknologi drone masih impor. Semua harus diperjelas. Jalurnya harus jelas untuk keamanan. Begitu pula untuk keamanan pengoperasiannya.

Jepang dan Amerika saja belum memikirkan sampai di situ. Ya, kita tidak pesimistis sebenarnya. Akan tetapi, cobalah untuk memperbaiki hal-hal yang seperti itu. Untuk standardisasi drone juga harus dipikirkan. Jadi, kita harus buat aturan yang jelas. Jika jalurnya tidak jelas, pesawat drone bisa menabrak kapal penumpang.

Nah, untuk mendukung ini, kita harus membuat teknologi sendiri. Jadi, kita tidak hanya bisa beli saja, tetapi juga memperjelas sistematika atau aturan mainnya dan dari drone itu sendiri.

Drone-nya sendiri?

Yang penting kita yang harusnya membuat teknologi itu. Sebab, dari segi keamanan, misalnya pengamanan data, kita sendiri yang kelola. Nah, kalau drone-nya kita ambil dari orang lain, kita tidak akan tahu secara penuh prosesnya. Setahu saya, ada delay satelit, yang mungkin saja ada perpindahan data dulu ke pembuat dan sebagainya. Agar terjaga keamanannya, teknologi kita harus buat sendiri. Selain itu, kita harus juga menyesuaikan drone yang dibuat dengan klasifikasi dan ciri yang ada di Indonesia. Drone yang kuat untuk alam Indonesia. Dibuatnya di Indonesia, risetnya juga harus di Indonesia. Kalau dari luar, belum tentu cocok.

Jadi, drone apa yang pas untuk keamanan di laut Indonesia?

Jadi, dari segi jangkauan, setidaknya harus menjangkau Zona Ekonomi Eksklusif. Jadi sampai batas itu, bisa bolak-balik. Jadi, enggak mungkin drone yang kecil, harus juga disesuaikan dengan kedalaman lautnya. Setiap jenis keamanan sangat bergantung dari besaran kedalaman laut. Jenis, kemampuan, jumlah dan biaya drone yang dibutuhkan sangat bergantung pada kedua hal itu.

Bagaimana efektivitas drone untuk pengamanan sebenarnya?

Jadi, pertama, drone itukan hanya sebatas mengetahui, bahwa oh di sini ada illegal logging, atau pengubahan tapal batas. Selama ini kan polisi laut kalau ada permasalahan langsung menembak atau lain sebagainya. Namun, drone posisinya tidak dapat untuk membuat tindakan bila ada permasalahan. Kalau tidak, malah drone kita yang malah ditembak. Jadi, kita harus membuat jaringan pada UAV-nya, itu kan hanya warning-nya, nanti info dari drone disalurkan entah ke polisi laut, instansi keamanan laut terdekat. Sistem keamanan seperti itu juga mesti dipikirkan.

Harapannya untuk pengembangan?

Kalau pengembangan di Indonesia itu bergantung pada ahlinya. Ada yang pintar membuat frame, ada yang membuat sistem di dalamnya, mesin, bodi, dan sebagainya. Selama ini, semua bersaing. Nah, saya berpikir bahwa kita harus menyatukan itu agar lebih berkembang lagi dengan baik, jadi mempersatukan ahli di Indonesia. Ini pelik sekali. Banyak orang Indonesia yang hebat. Ini hal yang mesti diperbaiki, misalnya dengan membuat sebuah konsorsium atau apa pun bentuknya itu. Itu harus ada figur yang bisa mempersatukan dan pengelolaan sumber daya manusia di Indonesia karena sebenarnya kita mampu mengatasi beberapa kekurangan yang saya sebutkan sebelumnya. Dulu, mungkin ada figur seperti Habibie, tapi sekarang belum ada.

Mahasiswa ITS Ciptakan Peluru Ramah Lingkungan

Posted: 21 Aug 2014 07:24 PM PDT

Lima mahasiswa Jurusan Teknik Material dan Metalurgi Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya menciptakan peluru ramah lingkungan, sehingga peluru yang biasanya dapat memantul kembali ke penembaknya tidak akan membahayakan lagi.

Mahasiswa ITS Ciptakan Peluru Ramah Lingkungan

"Kami mengembangkan peluru yang bersifat fragible," kata Ketua Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian (PKM-P) ITS Surabaya, Khoiril Metrima Firmansyah, di kampus setempat, Kamis (21/8). Didampingi empat rekannya Albertus Septyantoko, Mochammad Ghulam Isaq Khan, Paiman Jhony, dan Rosena Mardliah, ia menjelaskan peluru yang bersifat "fragible" itu merupakan peluru yang dapat pecah bila menumbuk suatu objek.

Selain itu, peluru jenis ini tidak menggunakan logam Pb (plumbum) sehingga peluru ini dapat digolongkan sebagai green bullet atau peluru yang ramah lingkungan. "Peluru yang ramah lingkungan itu perlu yang saat digunakan tidak mengandung logam Pb," katanya.


Pria yang akrab dipanggil Metrim itu mengatakan green bullet dibuat dengan metode metalurgi serbuk. "Prinsip metode metalurgi serbuk adalah memadatkan serbuk logam dengan tekanan tertentu, kemudian memanaskannya di bawah temperatur lelehnya," ujarnya.

Partikel-partikel logam itu memadu karena mekanisme transformasi massa akibat difusi atom antarpermukaan partikel. "Tahapan proses metalurgi serbuk ialah karakterisasi serbuk yang meliputi ukuran dan distribusi ukuran serbuk, bentuk serbuk, serta komposisi kimia serbuk, serta dry mixing atau pencampuran serbuk material yang tidak mudah korosi (berkarat)," katanya.

Tak hanya itu, pihaknya juga melakukan kompaksi atau pemampatan dengan gaya tekan 600 MPa selama 10 menit dan sintering. Pemanasan pun dilakukan pada variabel temperatur 3.000 C, 5.000 C, 7.000 C dengan variabel holding time 0,5 jam; 1 jam; 1,5 jam.

"Ada beberapa pengujian yang dilakukan, yaitu uji kekerasan dan uji tekan untuk menentukan variabel yang paling optimum. Dari hasil penelitian, variabel yang optimum yaitu pemanasan sintering pada temperatur 5.000 C dan holding time selama satu jam dengan nilai densitas sinter 7,22 gr/cm3, kekuatan tekan 280,45 MPa, dan nilai kekerasan adalah 60,67 HRF," katanya.

Selain itu, uji karakterisasi material pun turut dilakukan dalam penelitian tersebut. Pada pengujian SEM, ditunjukan bahwa pada variabel temperatur sintering 5.000 C waktu tahan sintering satu jam memiliki homogenitas fasa yang lebih baik. Pada uji XRD ditunjukan bahwa dengan proses menggunakan variabel ini akan membentuk fasa baru yaitu Cu10Sn3 yang menyebabkan material bersifat frangible.

Dari penelitian tersebut, metode metalurgi serbuk yang menggunakan variasi temperatur sintering 5.000 C dengan waktu tahan satu jam akan menghasilkan kombinasi sifat mekanik dan sifat fisik yang optimum untuk diaplikasikan pada green bullet yang memiliki frangibility terbaik. "Jadi, peluru terbaik diperoleh dengan menggunakan temperatur sintering sebesar 5.000 C," katanya. (ROL)

Unknown Friday, August 22, 2014
Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia

Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia


41 Lokasi di Jakarta Dijaga Ketat

Posted: 21 Aug 2014 12:14 AM PDT

Mahkamah Konstitusi (MK) akan mengumumkan hasil putusan sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres) hari ini, Kamis 21 Agustus 2014, pukul 14.00 WIB. Mabes Polri pun tengah mengantisipasi adanya kerusuhan paska putusan dengan mengamankan sejumlah titik di Jakarta.

41 Lokasi di Jakarta Dijaga Ketat

"Ada 41 titik yang diamankan, termasuk sentra ekonomi, gedung pemerintah yang berkaitan dengan Pemilu, misalnya Gedung MK, KPU, Bawaslu, DKPP, dan gedung pemerintahan di Monas," ujar Kepala Divisi Humas Mabes Polri saat ditemui di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta.

Dalam pengamanan ini, Polri dibantu Polda Metro Jaya dengan penyekatan perbatasan antara Jakarta dengan Jawa Barat, Jakarta dan Karawang-Bogor. Pangdam Siliwangi dan pasukan TNI pun juga turut mengamankan.


"Penyekatan di perbatasan Jakarta dengan Jawa Barat ada sekitar 14 titik. Ditambah tujuh penyekatan di Jakarta dan Banten," kata Jenderal Bintang Dua itu.

Ronny menjelaskan, penyekatan itu bukan tanpa alasan. Menurut dia, massa yang akan bergerak ke Ibukota dari luar Jakarta harus memberitahukan kegiatan lebih dulu, kalau tidak mereka akan disekat agar tidak mengganggu sidang di MK.

Berdasarkan laporan dari Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Dwi Priyatno, hingga saat ini kondisi Ibukota masih aman dan kondusif. Dalam pengamanan ini, diketahui ada sekitar 21 ribu personel yang mengamankan Jakarta.

"Termasuk 10 ribu anggota TNI dibantu Kodam Jaya. Dalam hal ini, Kapolda dan Pangdam Jaya sudah berkoordinasi," kata Ronny. (VivaNews)

Pengamanan Jelang Putusan Mahkamah Konstitusi

Posted: 21 Aug 2014 12:08 AM PDT

Panglima TNI perintahkan tak bawa peluru tajam

Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko memerintahkan prajuritnya tidak membawa peluru tajam saat melakukan pengamanan terkait gugatan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Presiden dan Wakil Presiden yang akan diputuskan oleh Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi, Kamis.



Pemeriksaan adanya peluru tajam yang dibawa oleh prajurit TNI dilakukan langsung oleh panglima TNI setelah apel gabungan pasukan TNI digelar di Kemayoran Jakarta Pusat, Kamis pagi sebelum seluruh personel disebar ke sejumlah titik untuk melakukan pengamanan.

Menurut dia, sanksi tegas berupa pencopotan jabatan kepada komandan yang bertanggung jawab dipastikan akan dijatuhkan bila ada prajurit TNI yang nekat membawa peluru tajam, terlebih menggunakannya saat bertugas melakukan pengamanan.


"Tidak ada satupun prajurit yang membawa apalagi menggunakan amunisi tajam. Bila ada yang nekat, komandannya akan saya gantung," ancam panglima saat memimpin apel.

Masing-masing satuan setingkat kompi (SSK) diminta melucuti terlebih dahulu senjata yang dibawanya untuk melihat peluru yang digunakan.

Panglima TNI mengatakan, pihaknya tidak ragu apabila terjadi tindakan yang anarkis terkait putusan gugatan PHPU yang dilayangkan pasangan nomor urut satu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

"Saya akan mempertanggungjawabkan apa yang dilakukan prajurit TNI dalam hal bertindak tegas terhadap anarkisme," tegasnya.

Namun demikian, tugas yang dilakukan oleh aparat TNI dalam pengamanan putusan MK hanya bersifat "penebalan" kepada aparat kepolisian. Oleh karena itu, dirinya mengimbau agar prajuritnya bertindak sesuai prosedur.

"Semuanya dijalankan secara terukur, yang kita pedomani bersifat penebalan tidak diberi sektor. Itu dalam situasi normal kalau tidak normal dan tidak ada aparat polisi maka ambil alih, tindak, setelah itu serahkan ke kepolisian. Kalau didiamkan TNI bisa dituduh melakukan pembiaran," kata Moeldoko.

Menurut dia, tugas pengamanan bertujuan memberikan rasa keamanan kepada masyarakat dalam melaksanakan aktivitas rutin karenanya dirinya berpesan setiap prajurit TNI harus tampil smart, profesional dan menunjukkan simpati kepada masyarakat.

"Tidak ada lagi prajurit ugal-ugalan. Tugas pengamanan dilaksanakan untuk mencegah terjadinya konflik antar dua kubu pendukung kontestan pemilihan presiden. Kalian harus memegang teguh netralitas seandainya kedua kelompok itu saling berhadapan. Tidak ada bermain-main ke kanan dan ke kiri. Tegas dan profesional jangan keluar koridor itu," kata Panglima TNI seraya menambahkan bangsa ini tidak boleh terpecah ataupun porak poranda karena ulah kelompok tertentu.


TNI bersenjata lengkap siaga di Balaikota


Sejumlah personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersenjata lengkap bersiaga di sekitar kantor Gubernur DKI Jakarta di Balaikota, Kamis.

Mereka merupakan bagian dari pengamanan obyek vital selama sidang putusan perselisihan pemilu presiden 2014 di Mahkamah Konstitusi (MK).

"Kita menurunkan dua Satuan Setingkat Kompi (SSK). Satu SSK di Monas dan satu SSK di sekitar Balaikota," kata Komandan Batalion Yonkaf 7 Letnan Kolonel Kavaleri Agus Waluyo di Balaikota, Kamis.




Personel TNI tersebut melebur ke pola pengamanan Kepolisian RI atau di bawah kendali operasi Polri (BKO).

Jika terjadi eskalasi massa terjadi di kantor Balaikota, para personel TNI akan berada di belakang personel kepolisian. "Kami diperbantukan ke Polda Metro Jaya. Jadi jika ada sesuatu, kami back up kepolisian," kata Agus.

Sementara Polda Metro Jaya mengerahkan 427 personel yang teridiri dari berbagai satuan, yakni Brimob, Sabhara, Intelkam dan Reserse Kriminal untuk mengamankan Balaikota. Pembacaan hasil putusan sidang gugatan pemilihan presiden di Gedung MK dilakukan sekitar pukul 14.00 WIB.



Kapolri pantau situasi di depan Gedung MK

Menjelang pengumuman hasil gugatan pilpres yang dilayangkan oleh kubu Prabowo - Hatta oleh Mahkamah Konstitusi pukul 14.00 siang ini, situasi di depan gedung MK masih terlihat sepi dari massa pendukung pasangan nomor urut satu itu hingga pukul 10.30 WIB.

Pihak keamanan memang menutup akses terhadap kendaraan yang akan menuju jalan Medan Merdeka Barat dari kedua belah arah.

Di jalan Medan Merdeka Barat, terlihat pihak keamanan menempatkan sejumlah kendaraan seperti Baracuda, water canon. Kapolri Jenderal Polisi Sutarman juga melihat situasi di Medan Merdeka Barat.



"Apabila ada massa yang akan melakukan aksi, tentu akan kami blokir jalan menuju ke MK, jadi areal ini steril dan tidak ada massa yang masuk ke gedung MK, sehingga, hakim bisa memutuskan hasil pilpres ini dengan adil," kata Sutarman, di depan Gedung MK Kamis.

Kapolri juga menuturkan, pengamanan ini dilakukan sampai suasana semakin kondusif, karena ada beberapa titik yang dijaga aparat.

"Saya sudah memonitor di berbagai daerah bahwa rakyat kita sudah sadar akan berdemokrasi, dan apabila ada persoalan-persoalan tentang demokrasi itu sendiri, ada sengketa dan perselisihan, tentu akan diselesaikan melalui forum peradilan dan kita berharap, keputusan ini yang sebaik - baiknya, " ungkapnya.

Selain melakukan pengamanan terhadap massa, Sutarman menyebutkan, pihaknya juga melakukan pengamanan terhadap para hakim MK. "Pengamanan kepada hakim MK sangat melekat," katanya.

Sumber : Antara News

Unknown Thursday, August 21, 2014
Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia

Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia


RAPBN 2015, Nota Keuangan dan Pertahanan

Posted: 18 Aug 2014 08:04 PM PDT

Seperti biasanya, menjelang 17 Agustus, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pidato kenegaraan di hadapan anggota DPR-RI. Pidato ini berisikan perencanaan pembangunan untuk tahun selanjutnya (2015), yang tertuang dalam RAPBN 2015 serta Nota Keuangan 2015. Di bidang pertahanan, Kementrian Pertahanan mendapat jatah terbesar yaitu mencapai Rp 95 Trilyun.

RAPBN 2015 Nota Keuangan dan Pertahanan

Dari dokumen yang diperoleh ARC, dana sebanyak itu nantinya akan digunakan untuk  berbagai macam hal. Yang tertulis pasti dalam dokumen nota keuangan adalah dana diperuntukan untuk melanjutkan program MEF diantaranya pembelian Apache, Upgrade F-16 serta program KFX. Pembelian Apache sendiri menelan dana lebih dari 500 juta USD, dan kabarnya sebagian sudah dibayarkan.


 
Untuk program KFX, dalam dokumen rencana kerja pemerintah 2015, Pemerintah menganggarkan sebanyak Rp 1500 milyar atau Rp 1,5 Trilyun. Seperti diketahui, mulai saat ini program KFX sudah memasuki tahapan EMD. Lebih jauh proyeksi kedepannya Pemerintah juga sedah berancang-ancang dalam hal pendanaan di program ini. Bahkan proyeksi pendanaan dilakukan hingga tahun 2018 dengan jumlah yang terus meningkat setiap tahunnya.


Selain itu, dalam nota keuangan juga tercantum dana penyertaan modal negara (PMN) bagi sejumlah BUMN. Dalam hal pertahanan, PT. PAL mendapat suntikan cukup besar yaitu mencapai Rp 1500 Milyar alias Rp 1,5 Trilyun. Dana ini tak lain tak bukan digunakan untuk membangun sarana dan prasarana pembuatan kapal selam. Indonesia sendiri telah membeli 3 unit Kapal Selam dari Korsel, dimana 1 diantaranya nanti rencananya akan dibangun di PT.PAL Surabaya.





Sumber : ARC

Jadwal Lengkap Kedatangan MBT Leopard ke Indonesia

Posted: 18 Aug 2014 07:58 PM PDT

Kementerian Pertahanan (Kemenhan) sudah membuat perjanjian dengan pabrikan Rheinmetall dalam membeli 124 unit MBT Leopard 2A4. Nilai proyek pengadaan MBT Leopard sebesar 280 juta dolar AS atau sekitar Rp 3,27 triliun.

MBT Leopard Indonesia

Kepala Puskom Publik Kemenhan, Sisriadi menyatakan, perjanjian kontrak sudah ditandatangani. Karena itu, ia tidak khawatir, pemerintah ke depan akan mengevaluasi atau bahkan membatalkan kontrak tersebut. Pasalnya, nota kerja sama yang sudah diteken kedua perwakilan tidak bisa dibatalkan begitu saja.

Sisriadi menyatakan, sebanyak 124 unit MBT Leopard dan tank Marder datang secara bertahap. "Sebanyak dua unit MBT Leopard dan dua unit tank Marder telah diserahkan pada 22 Septmber 2013. Sebanyak 26 unit MBT 2A4 plus 26 unit tank Marder rencananya daang pada pekan pertama September mendatang," katanya kepada Republika Online, kemarin.


Jadwal selanjutnya, ada 21 unit diserahkan pada Desember mendatang. Pada 2015, datang empat gelombang pengiriman, yakni 25 unit pada Maret, tiga unit pada Juni, 21 unit pada September, dan 21 unit pada Desember.

"Sisanya, 24 unit diserahkan Rheinmetall ke Kementerian Pertahahan pada April 2016, 14 unit pada Juni, dan pengiriman terakhir sebanyak 21 unit diserahkan November 2016," kata mantan kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat tersebut.

Semari menunggu kedatangan MBT Leopard 2A4 dalam jumlah besar, ungkap Sisriadi, Kemenhan juga sedang membangun kapal pengangkut tank kelas berat. Saat ini, kata dia, baru satu kapal dari rencana tiga kapal pengangkut yang akan dibangun. "Pembangunannya di galangan di Bandar Lampung. Nanti kapal pengangkut bisa muat 10 tank Leopard," ujarnya. (ROL)

PT Pindad Kembangkan Senjata SS1 Marinir

Posted: 18 Aug 2014 07:55 PM PDT

PT Pindad, terus berinovasi mengembangkan produknya. Saat ini, BUMN tersebut sedang menyiapkan senjata marinized SS1 yang disiapkan untuk marinir. 

PT Pindad Kembangkan Senjata SS1 Marinir
Marinir TNI AL

''Jadi senjata ini untuk medan berat seperti sungai,'' ujar Dirut PT Pindad, Sudirman Said kepada Republika, Ahad petang (18/8).

Perlu diketahui, proses pelapisan khusus, menjadikan senjata SS1 Marinized tahan terhadap air laut atau tidak mudah berkarat. Bahkan, senjata tetap berfungsi setelah terendam lumpur atau pasir. Sentuhan warna yang elegan, membuat SS1 Marinized tampak lebih gagah.


Menurut Sudirman, untuk senjata tempur PT Pindad sedang menyelesaikan modifikasi (retrofit) tank AMX-13 milik TNI. Populasinya besar, sekitar 40 unit se- Indonesia. Untuk tahap pertama, PT Pindad akan menyerahkan 9 unit ke Dephan.  ''Kalau ini berhasil, bisa dapat tambahan,'' katanya.

Sedangkan untuk SS1 Marinized, kata dia, ordernya belum ada. Karena, baru tahap perkembangan. Tapi, produk yang lain, banyak sekali. Misalnya, roket yang sifatnya development.

Dikatakan Sudirman, untuk tank, PT Pindada akan bekerja sama dengan Eropa. Karena, tank itu ada dua komponen. Yakni, komponen kendaraan dan turet ( untuk senjatanya). Secara kendaraan, PT Pindad cukup mapan karena memiliki pengalaman dalam memproduksi vanser.  ''Turet, akan kerja sama dengan perusahaan Perancis,'' katanya.

Kalau kerja sama dengan Perancis, kata dia, mereka akan membangun pabrik di Indonesia. Jadi, nantinya PT Pindad bisa menyuplai ke partner Perancis. Misalnya, negara Arab. ''Kami sudah sertifikasi. Jadi secara industri kami memenuhi syarat menjadi pemasok mereka,'' katanya. (ROL)

Australia - Indonesia Pulihkan Kerjasama Intelijen

Posted: 18 Aug 2014 07:49 PM PDT

Australia dan Indonesia sepakat untuk memulai kembali kerjasama intleijen dan militer. Pemulihan kerjasama ini dituangkan dalam dokumen Joint Understanding of a Code of Conduct (JUCC) yang akan ditandatangani di Jakarta oleh kedua negara.

Australia - Indonesia Pulihkan Kerjasama Intelijen
Menlu Australia Julie Bishop dan Menlu Indonesia Marty Natalegawa

Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop akan terbang ke Jakarta dalam beberapa hari ini untuk bertemu dengan Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa dan secara resmi menandatangani apa yang dinamakan JUCC.

Tahun lalu Indonesia membekukan kerjasama dengan Australia setelah muncul laporan bahwa Australia memata-matai Presiden SBY, isterinya dan sejumlah pejabat tinggi Indonesia.


Paling tidak tujuh latihan militer Angkatan Bersenjata Australia (ADF) dengan TNI dibatalkan, termasuk latihan anti pembajakan.

Menlu Bishop, yang selama beberapa bulan terakhir ini berunding dengan Menlu Natalegawa mengenai tata tertib baru tersebut, telah menegaskan terobosan itu.

"Kami telah mencapai persetujuan mengenai pengertian bersama dan kami saat ini sedang mengatur waktu untuk menandatanganinya," katanya.

Jurubicara Oposisi bidang Luar Negeri Tanya Plibersek menyambut baik perkembangan ini, dan berharap hubungan dengan Indonesia bisa segera pulih kembali.

Namun ia menyatakanm Pemerintahan Tony Abbott tidak mengelola hubungan dengan Indonesia secara baik.

"Faktanya, dibutuhkan 257 hari bagi pemerintah untuk menyatakan bahwa hubungan telah dipulihkan kembali," katanya.

Mantan Dubes Australia untuk Indonesia John McCarthy mengatakan, implementasi dari kesepakatan yang akan ditandatangani ini akan menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

Rincian pengertian bersama itu belum diumumkan tapi dibakarkan mencakup penggunaan badan-badan intelijen di Indonesia oleh Australia.

Penandatanganan itu akan disaksikan oleh Presiden SBY. Menurut sumber ABC, tanggal penandatanganan akan tergantung pada jadwal SBY. (RadioAustralia)

Veteran 45 katakan perjuangan kemerdekaan dikotori maraknya korupsi

Posted: 18 Aug 2014 07:31 PM PDT

Sejumlah anggota veteran Kabupaten Lebak, Banten, prihatin kasus korupsi di Tanah Air makin marak dan pelakunya melibatkan pejabat pemerintahan, menteri, kepala daerah dan wakil rakyat.

Presiden Menghadiri Hari Veteran. Sejumlah veteran menghadiri peringatan Hari Veteran Nasional Tahun 2014 di Balai Sarbini, Jakarta, Senin (11/8). Presiden SBY menetapkan tanggal 10 Agustus sebagai Hari Veteran melalui Peraturan Pemerintah No. 67 Tahun 2014 dan Keputusan Presiden No. 30 Tahun 2014. (ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo)

"Kita berharap supremasi hukum ditegakkan agar pelaku korupsi tidak merajalela," kata Arjai (85), seorang Veteran 1945 Kabupaten Lebak, Senin.

Ia mengatakan, kemerdekaan yang diraih para pejuang itu tidak lain untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

Mereka para pejuang bahu membahu untuk merebut kekuasaan dari tangan penjajah. Bahkan, teman-teman seperjuangan yang secara langsung perang dengan Belanda di Tanah Air banyak yang gugur.


Perjuangan adalah cita-cita ingin merdeka juga mewujudkan negara yang adil dan makmur.

Namun, pihaknya merasa prihatin melihat kondisi bangsa saat ini dengan makin maraknya kasus korupsi.

Ironisnya, pelaku korupsi itu para pejabat negara, seperti menteri, kepala daerah, wakil rakyat hingga aparat penegak hukum.

Pihaknya juga merasa sedih kasus korupsi yang dilakukan wakil rakyat berdasarkan catatan Mendagri mencapai lebih dari 3.000 pelaku.

"Kami minta pelaku korupsi dihukum seberat-beratnya karena bisa menimbulkan kemiskinan," kata Arjai sambil mengeluarkan air mata.

Begitu pula, Samsudin, seorang anggota Veteran Kabupaten Lebak mengatakan pihaknya memberikan apresiasi terhadap kinerja Komisi Pemberantasan (KPK) yang serius untuk berjuang melawan para korupsi uang negara.

Saat ini, ujar dia, banyak pelaku korupsi ditangkap dan diproses secara hukum dengan tidak pandang bulu.

"Kami berharap KPK terus berjuang melawan para pelaku kasus korupsi yang bisa mengancam ketahanan negara," katanya.

Menurut dia, saat ini peluang korupsi sudah tahap membahayakan dan perlu dilakukan tindakan tegas dengan memberikan hukuman berat hingga hukuman mati.

Mereka para pelaku korupsi belum diberikan hukuman berat maupun hukuman mati sehingga tidak memberikan efek jera.

"Kami mendukung jika pelaku korupsi itu dihukum mati karena merusak moral bangsa dan tidak menghargai para pejuang," kata Samsudin. (Antara)

Kodam-TDRM kerja sama tingkatkan keamanan perbatasan

Posted: 18 Aug 2014 02:56 AM PDT

Komando Daerah Militer (Kodam) VI/Mulawarman-Tentara Diraja Malaysia (TDRM) menjalin kerja sama meningkatkan keamanan perbatasan Indonesia-Malaysia.


Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) VI/Mulawarman Dicky Wainal Usman usai menjadi inspektur upacara peringatan detik-detik Proklamasi HUT ke-69 Kemerdekaan RI di Pulau Sebatik Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Minggu, mengklaim telah bekerja sama dengan TDRM untuk meningkatkan keamanan di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.

"Kami (Kodam VI Mulawarman) telah bekerja sama dengan TDRM (Malaysia) untuk menjaga keamanan di wilayah perbatasan," katanya.


Terkait dengan adanya peristiwa penembakan di wilayah Malaysia yang belum diketahui penyebabnya itu, dia menegaskan, perlu melihat kasus tersebut pihak mana yang melakukan kesalahan.

Ia mengatakan, setiap pertemuan dengan pimpinan TDRM (Malaysia) selalu menyampaikan agar tidak sampai melukai hati warga negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah perbatasan kedua negara tersebut.

Soal kerja sama itu, kata dia , berjalan lancar melalui perwakilan masing-masing sehingga hubungan persaudaraan TNI AD dengan TDRM cukup baik dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Kita selalu membangun komunikasi antara TNI AD dengan TDRM melalui perwakilan masing-masing," ujar dia.

Berkaitan dengan adanya sejumlah patok perbatasan yang mengalami kerusakan dan hilang, Dicky Wainal Usman menegaskan, seringkali berkoordinasi dengan pemerintah Malaysia untuk bersama-sama memperbaikinya.

Berkat kerjasama yang baik antara TNI AD dengan TDRM, katanya, maka segala persoalan yang terjadi berkaitan dengan kepentingan keamanan kedua negara langsung ditindaklanjuti melalui diskusi dalam satu pertemuan.

"Jika ada permasalan atau perselisihan yang berkaitan dengan keamanan perbatasan dapat diketahui melalui satelit pengintai yang dimiliki, kata dia.  (Antara)

Kodam Cenderawasih rangkul OPM kembali ke NKRI

Posted: 18 Aug 2014 02:22 AM PDT

Peringatan HUT ke-69 Kemerdekaan RI Tahun 2014 di Papua, diwarnai beberapa keberhasilan yang diraih oleh Kodam XVII/Cenderawasih, antara lain merangkul kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) untuk kembali ke NKRI.

Senjata Rampasan OPM. Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Christian Zebua (ketiga kanan) memberi keterangan saat menggelar 44 pucuk senjata api dan 1.522 amunisi yang disita XVII Cenderawasih dari kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM), baik yang berhasil dirampas melalui kontak tembak maupun yang diserahkan secara iklas oleh kelompok tersebut selama tahun 2014 yang berlangsung di Makodam XVII/Cenderawasih, Kamis (7/8).
(ANTARA FOTO/Roy Ratumakin)

Kesuksesan lainnya adalah pengibaran Bendera Merah Putih raksasa, dan adanya pernyataan kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) oleh ketua adat di Skow Wutung pada 14 Agustus 2014.

Demikian rilis resmi dari Kodam XVII/Cenderawasih yang diterima Antara, di Jayapura, Minggu malam.

Dalam rilis tersebut disebutkan, pada 15 Agustus 2014 Kodam XVII/Cenderawasih bersama dengan persekutuan Gereja-gereja Kabupaten Jaya Wijaya melaksanakan konser Rohani dalam rangka peringatan HUT ke-69 Kemerdekaan RI.


Momentum tersebut diikuti dengan antusias oleh ribuan pelajar dan mahasiswa se-Kabupaten Jaya Wijaya yang dipusatkan di halaman Kantor Bupati Jaya Wijaya.

Pada kesempatan tersebut Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Drs Christian Zebua MM menyampaikan kata sambutan yang menggugah semangat para pemuda yang hadir.

Pangdam mengajak kepada para pemuda untuk mementingkan persatuan dan kesatuan bangsa, agar hasil pembangunan yang dicapai dapat dirasakan oleh semua anak bangsa.

Di samping itu Pangdam juga berpesan kepada pemuda untuk bisa maju dan menjadi pemimpin serta senantiasa ingat kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan belajar yang giat dan keras.

"Acara konser rohani seperti ini akan menjadi kegiatan rutin di seluruh Tanah Papua, sehingga pesan kasih dan damai akan tersebar di seluruh Tanah Papua yang kita cintai ini," kata Kapendam XVII/Cenderawasih Letnan Kolonel Arhanud Rikas Hidayatullah.

Momentum lain yang bertepatan dengan HUT ke-69 Proklamasi Kemerdekaan RI yakni kembalinya 500 orang OPM ke Negara Kesatuan Republik Indonesia serta menyerahkan 8 pucuk senjata yang berupa dua pucuk Revolver, satu pucuk M16 A1, satu pucuk SKS, satu pucuk Doouble Loop dan tiga pucuk senjata rakitan beserta 14 butir amunisinya.

Penyerahan senjata dan amunisi itu dikoordinir oleh kepala Kampung Sumuruk Distrik Risiki Kabupaten Manokwari Selatan Yance mandacan, Sayori dan Ajis Mandacan.

Dengan penyerahan senjata dan kembalinya 500 anggota OPM bergabung ke NKRI.

"Mereka berharap daerahnya menjadi lebih aman dan pembangunan dapat masuk di daerahnya sehingga masyarakatnya bisa merasakan pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah," ujar Rikas. (AntaraNews)

Unknown Tuesday, August 19, 2014