Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia

Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia


"Jaga Keindonesiaan" Pesan Presiden SBY diakhir Masa Jabatannya

Posted: 14 Aug 2014 09:51 PM PDT

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebut ada tantangan yang harus bisa dihadapi oleh Indonesia di zaman modern ini. Tantangan terbesar itu adalah menjaga keindonesiaan.

"Jaga Keindonesiaan" Pesan Presiden SBY diakhir Masa Jabatannya

Di zaman penjajahan, para pemimpin serta warga, berjuang mempertahankan kemerdekaan hingga darah terakhir. Tapi untuk saat ini, tugas seluruh warga negara dan pemerintah adalah menjaga agar keindonesiaan bisa dipertahankan.

"Keindonesiaan harus dipertahankan," kata SBY saat memberikan pidato kenegaraan di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2014).


Keindonesiaan yang dimaksud adalah Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, toleransi, kesantunan, plularisme serta kemanusiaan. Jika poin-poin tadi hilang, kemajuan dari sisi teknologi maupun ekonomi yang berhasil dicapai, tidak akan ada artinya.

Itulah yang menjadi landasan pemerintah tegas-tegas menolak ajaran ISIS di tanah air. ISIS juga bakal menjadi ujian Indonesia dalam menjaga kebangsaan.

"Indonesia negara ketuhanan, bukan agama," tandasnya. (Detik)

[Video] Speed Your Flag, Pesan Kemerdekaan dari Jerman

Posted: 14 Aug 2014 09:48 PM PDT

3 hari jelang HUT Kemerdekaan RI ke 69, semarak merah putih telah mewarnai seantero negeri. Para prajurit kita di luar negeri pun tak mau kalah. Seperti yang dilakukan para prajurit Kavaleri yang tengah berlatih menundukan sang Leopard 2 di Unterluss Jerman ini.  Merah putih terpancang teguh di hati dan Tank yang mereka kemudikan.



Mereka kemudian membuat pesan untuk publik Indonesia melalui video yang dikirim ke redaksi ARC. Meski terlihat sederhana, pesannya sungguh jelas. Sang saka Merah Putih tak akan terlupa meski tengah jauh di negeri orang. Video yang dibuat pun cukup profesional dan menggugah. Tak usah banyak bicara lagi, kita nikmati saja videonya berikut ini. (ARC)

150 Pesawat Tempur TNI AU akan Pamer Kehebatan Saat HUT TNI [Video]

Posted: 14 Aug 2014 09:37 PM PDT

TNI Angkatan Udara hanya memamerkan 32 pesawat tempur jenis terbaru yang dimiliki saat HUT ke-69 RI nanti. Namun dalam peringatan HUT TNI pada 5 Oktober nanti, TNI AU rencananya akan memamerkan 150 pesawat tempur.



"150 Pesawat (tampil) pada Oktober nanti. Itu TNI AU saja. Angkatan yang lain (saya) tidak tahu," ujar Kasubdit Penum TNI AU, Kol Pnb Agung Sasongkojati, di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (14/8/2014).

Agung merinci, dari 150 pesawat itu di antaranya jet tempur 5 jenis sebanyak 50 pesawat, 6 jenis pesawat transpor, dan 3 jenis helikopter.


"Nanti September, 16 pesawat tempur F16 Fighting Falcon datang, akan memperkuat," jelasnya.

Agung juga mengatakan, seluruh pesawat tempur yang dipamerkan di hadapan Presiden SBY pada HUT RI nanti merupakan pesawat baru. Pengadaan jet-jet tempur itu bagian dari modernisasi alutsista TNI dalam rangka mencapai target minimum essential force (MEF) TNI AU.

 


Pesawat-pesawat itu, kata Agung, memerlukan pemeliharaan khusus dari vendor-vendor suku cadang khusus.

"Banyak pesawat yang baru, yang serviceable. Sangat sulit, tidak mudah untuk menyiapkan pesawat-pesawat seperti ini untuk kegiatan seperti HUT RI ini. (Latihan) Ini termasuk istimewa," jelasnya.

"Karena kalau ada trouble pesawat, kalau enggak cepat diperbaiki bisa makin parah. Banyak sistem pesawat dengan high pressure. Jadi maintenance-nya harus spesial," sambung Agung.

Hari ini TNI AU menggelar latihan flypass untuk persiapan peringatan HUT RI mendatang. 32 Pesawat tempur yang akan manuver di atas Istana Negara nanti dikeluarkan dalam latihan ini.

Mission Director Flypass TNI AU Kol Pnb Widiyargo Ikoputra mengatakan pihaknya telah melakukan persiapan selama dua minggu. Satu minggu latihan digelar di skuadron masing-masing, dan seminggu lagi latihan gabungan bersama di Halim.

"Semuanya akan terbang dari Halim. Pertama itu Sukhoi diikuti F16 Fighting Falcon, terus Hawk 100/200 diikuti dibelakangnya T50i Golden Eagle," jelas Komandan Wing Skuadron 3 Madiun ini. (Detik)

Dua jurnalis Prancis di Papua resmi tersangka

Posted: 14 Aug 2014 09:26 PM PDT

Kepolisian Indonesia mengatakan, dua orang warga Prancis yang ditangkap di Wamena, Papua, Kamis (07/08), telah ditetapkan sebagai tersangka karena melanggar aturan keimigrasian.

Thomas Dandois pernah ditahan di Nigeria karena liputannya tentang kelompok separatis Tuareg (2008)

Menurut polisi, Thomas Dandois, berusia 40 tahun, dan Valentine Bourrat, 29 tahun, datang ke Indonesia dengan visa kunjungan, namun mereka disebut melakukan kegiatan lain, termasuk jurnalistik.

Polda Papua mengatakan, Kantor Keimigrasian di Papua telah menetapkan dua orang itu sebagai tersangka.


"Tersangka untuk pelanggaran kasus keimigrasian yaitu menyalahgunakan dokumen perjalanan yaitu paspor dan visa," kata Kepala Bidang Humas Polda Papua, AKBP Sulistyo Pudjo, kepada wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, Kamis (14/08), sore.

Sampai Kamis sore, menurutnya, dua orang warga Prancis itu masih ditahan di Kantor Imigrasi Jayapura.

Polda Papua, menurut Sulistyo, masih mendalami kemungkinan dugaan keterlibatan dua orang jurnalis Prancis itu dengan kelompok separatis di Papua.

Sejumlah pemberitaan menyebutkan, dua warga Prancis yang bekerja untuk Stasiun TV Arte di Prancis ini semula mengaku sebagai turis, tetapi setelah dimintai keterangan mereka mengaku sebagai wartawan.

Coretan grafiti di Jayapura yang menuntut pemisahan Papua dari Indonesia
Coretan grafiti di Jayapura yang menuntut pemisahan Papua dari Indonesia

Keterangan polisi menyebutkan, mereka bertemu, mewawancarai, dan mengambil gambar sejumlah orang di Papua yang belakangan disebut sebagai anggota kelompok separatis.
Menuntut dibebaskan

Kelompok pembela wartawan, Reporters Without Borders, RWP telah mengecam penangkapan dua orang jurnalis tersebut dan menuntut agar mereka segera dibebaskan.

Menurut RWP, Thomas Dandois sebagai wartawan memiliki "integritas dan kejujuran". Dia juga pernah ditahan di Nigeria pada 2007 karena meliput aktivitas kelompok separatis Tuareg.

Dandois dikenal pula sebagai wartawan yang pernah meliput di wilayah konflik seperti Somalia, Burma, Kosovo, Darfur dan jalur Gaza.

Anggota Dewan Pers, Nezar Patria mengatakan, pihaknya telah dihubungi Kedutaan Prancis di Jakarta dan RWP yang menyatakan bahwa dua orang itu adalah wartawan.

Kekerasan di Papua ada yang mengaitkan dengan isu separatisme
Kekerasan di Papua ada yang mengaitkan dengan isu separatisme

"Kita juga sudah mengirim surat untuk meneruskan pemberitahuan dari Kedutaan Prancis, RWP dan juga dari kantor mereka bekerja, yang menyatakan keduanya adalah jurnalis," kata Nezar Patria kepada BBC Indonesia.

Dewan Pers, menurut Nezar, juga menuntut agar mereka segera dibebaskan. "Dan kalau ada pelanggaran UU Keimigrasian, sebaiknya dia dipulangkan dan tidak ditahan," katanya.

Sejumlah kasus kekerasan kembali muncul di Papua belakangan ini, yang korbannya meliputi pihak sipil, anggota polisi dan TNI serta kelompok separatis bersenjata.

Pemerintah Indonesia melarang jurnalis asing meliput di wilayah Papua dengan alasan keamanan mereka sendiri. (BBC)

Polisi tangkap 10 penyerang aparat keamanan di Papua

Posted: 14 Aug 2014 12:17 AM PDT

Kepolisian Sektor Mimika Baru, Timika, Papua, menangkap 10 penyerang aparat keamanan dan menyita barang bukti berupa senjata tajam, termasuk anak panah atau wayar.

 Polisi tangkap 10 penyerang aparat keamanan di Papua

Para penyerang itu ditahan di Markas Kepolisian Sektor Miru pada Rabu malam (13/8).

Wakil Kepala Kepolisian Daerah Papua Brigjen Pol Paulus Waterpauw kepada Antara di Timika, Kamis pagi, mengatakan saat ini polisi masih memintai mereka keterangan di Kepolisian Sektor Miru.


"Kalau memang mereka terbukti terlibat maka yang bersangkutan diproses lebih lanjut , namun sebaliknya bila tidak maka akan dilepas," katanya.

Sekelompok warga melakukan aksi balas dendam setelah Kepala Suku Dani, Korea Waker, ditemukan dengan salah satu bagian tubuh hilang pada Senin (11/8) di kawasan SP 6.

Kejadian itu menyebabkan enam orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka hingga harus dirawat di Rumah Sakit Mitra Masyarakat dan Rumah Sakit Umum Daerah Timika. (Antara)

Imigrasi Cermati Pemohon Paspor ke Timur Tengah

Posted: 14 Aug 2014 12:12 AM PDT

Kepala Seksi Informasi, Sarana dan Komunikasi Kantor Imigrasi Kelas I Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung, Adi Priyanto mengatakan, akan mencermati permohonan pembuatan paspor ke Timur Tengah seiring berkembangnya isu organisasi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Imigrasi Cermati Pemohon Paspor ke Timur Tengah

"Sesuai dengan instruksi Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, kami mencermati permohonan pembuatan paspor dengan tujuan ke Timur Tengah. Apabila dalam proses pelayanan keimigrasian ditemukan adanya warga negara Indonesia atau asing yang diduga terkait sebagai anggota atau simpatisan ISIS, kami segera berkoordinasi dengan aparat keamanan dan instansi terkait," ujarnya di Pangkalpinang, Rabu.

Ia mengatakan, pencermatan tersebut untuk memantau pergerakan kelompok itu karena keberadaannya ditentang oleh negara ini.


"Sejauh ini, dari hasil wawancara tidak ada yang terdata berangkat ke Timur Tengah kebanyakan tujuan berangkat ke Singapura, Malaysia, Thailand dan RRC," ujarnya.

Selanjutnya, kata dia, Mengenai jumlah pemohon pembuatan paspor, selama Juli 2014, pihaknya menerima 429 permohonan pembuatan paspor terdiri dari 209 permohonan paspor dari kaum laki-laki dan 220 permohonan pemohon perempuan.

"Jumlah ini menurun dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, yang mungkin akibat pengaruh bulan puasa, sedangkan pada Juni 2014 permohonan mencapai 968 pemohon terdiri dari 460 pemohon laki-laki dan 508 pemohon perempuan," ujarnya.

Kemudian pada Mei 2014 mencapai 613 pemohon, April 2014 sebanyak 747 pemohon, Maret 2014 sebanyak 710 pemohon, Februari 2014 sebanyak 793 pemohon dan pada Januari 2014 sebanyak 583.

Ia menambahkan, pembuatan paspor di Kantor Imigrasi kelas I Pangkalpinang cukup mudah dan cepat, dengan membawa kartu tanda penduduk, akta kelahiran dan kartu keluarga.

"Untuk biaya, sudah ada kenaikan yang berlaku sejak Juli 2014 yakni sebesar Rp355 ribu naik dibanding sebelumnya sebesar Rp255 ribu untuk paspor biasa dengan jumlah halaman 48 lembar," katanya. (Antara)

Jajal Jet Tempur Kapolri dan KSAD Kemudikan Sendiri Sukhoi SU-30 MK2

Posted: 13 Aug 2014 10:27 PM PDT

Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Ida Bagus Putu Dunia memberikan kesempatan kepada Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Gatot Nurmantyo dan Kepala Polisi RI Jenderal Sutarman untuk menerbangkan pesawat tempur Sukhoi SU-30 MK2.

Jajal Jet Tempur Kapolri dan KSAD Kemudikan Sendiri Sukhoi SU-30 MK2

Ida Bagus memberi misi khusus kepada kedua pilot yang mendampingi kedua petinggi instansi keamanan ini untuk membantu selama penerbangan. "Nanti saat terbang, tolong dipersilakan beliau-beliau (Jenderal Gatot dan Jenderal Sutarman) mengemudikan sendiri pesawat, dampingi untuk berbelok atau terbang lurus," katanya.

Jenderal Gatot dan Jenderal Sutarman pun tampak girang dan antusias mendengar perkataan KSAU.


Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara menganugerahkan lencana Wing Penerbang Kehormatan kepada Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Gatot Nurmantyo dan Kepala Polisi RI Jenderal Sutarman di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu, 13 Agustus 2014. Sebelum prosesi dilakukan, keduanya diminta untuk menjajal terlebih dulu pesawat buatan Rusia tadi.

Dalam penerbangan kali ini, pilot-pilot TNI AU akan mengajak para jenderal itu untuk bermanuver dengan pesawat buatan Rusia tersebut.

Minimal pilot-pilot itu akan mempraktekkan manuver terbang loop dan roll, atau terbang memutar 360 derajat. Walhasil Jenderal Gatot dan Jenderal Sutarman akan merasakan tekanan gravitasi bumi hingga tiga atau empat kali lipat. "Beliau-beliau akan merasakan 'pijitan' gravitasi yang tak akan terlupakan," kata seorang instruktur yang memancing tawa ketiga jenderal.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara Marsekal Pertama Hadi Tjahjanto mengatakan pemberian lencana Wing Penerbang Kehormatan adalah agenda rutin TNI AU. Lencana tersebut diberikan kepada pejabat-pejabat negara yang menjadi tamu kehormatan TNI AU. "Kali ini diberikan kepada Kapolri dan KSAD," kata dia kepada Tempo.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi, dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana juga pernah mendapatkan lencana kehormatan serupa tahun lalu. Ketiganya juga diberi kesempatan terbang dengan jet tempur Sukhoi SU-30 MK2 TNI AU. (Tempo)

6 Helikopter Super Cougar Terbaru Segera Tiba di Bandung

Posted: 13 Aug 2014 10:20 PM PDT

Enam helikopter canggih buatan Prancis yaitu Super Cougar akan tiba di Bandung pada akhir tahun dan menjadi tantangan baru bagi Satuan Pemeliharaan 16 Depo Pemeliharaan 10 TNI Angkatan Udara.

6 Helikopter Super Cougar Terbaru Segera Tiba di Bandung

"Helikopter ini merupakan helikopter terbaru dan akan datang mulai akhir tahun, satu persatu secara bertahap masing-masing selama 3 bulan," kata Komandan Depohar 10 TNI Asmawi Prawiro, di Pangkalan Udara Husein Sastranegara, seusai serah terima jabatan Dansathar, Rabu (13/8/2014).

Asmawi meminta para personel yang bertugas khusus memelihara helikopter milik TNI AU ini lebih meningkatkan kemampuannya, karena mereka pun sebenarnya sudah dikursuskan di Prancis untuk perawatan khusus helikopter tersebut.


"Jadi setelah pesawat datang, kita sudah siap menangani pesawat dengan konfigurasi dan peralatan baru. Selain itu, kita juga harus menguatkan sarana pra sarana, hingga perangkat. Harus mampu meningkatkan kinerja dengan maksimal," kata Asmawi.

Sementara itu Asmawi dalam kesempatan tersebut memimpin serah terima jabatan Dansathar 16 dari Jhon Kennedy Ginting ke Arief Tandju, dan dihadiri sejumlah pejabat TNI AU di Husein Sastranegara.

Sementara itu ditemui usai pelantikan, Arief menegaskan, dirinya siap memajukan Sathar 16 dengan berupaya meningkatkan kinerja serta kompetensi anak buahnya. Arief pun mengaku akan meneruskan kebijakan-kebijakan yang dibuat pendahulunya, Jhon Kennedy Ginting.

Dari data yang dihimpun di lapangan usai pergantian tersebut, Jhon Kennedy Ginting akan mengisi jabatan baru sebagai Staf Perencanaan di Mabes TNI AU. (PR)

Unknown Friday, August 15, 2014
Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia

Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia


Kerahasiahan Alutsista TNI - KPK Tak Bisa Usut Pembeliannya

Posted: 12 Aug 2014 07:39 PM PDT

"Ada sesuatu yang tidak bisa dibuka, karena memiliki standar rahasia."

Panglima TNI Jenderal Moeldoko menyatakan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi tidak bisa mengusut dalam pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista). Sebab, pengadaan alutsista merupakan rahasia negara.


"Tidak bisa (KPK periksa TNI). Ada sesuatu yang tidak bisa dibuka, seperti belanja senjata karena memiliki standar rahasia," kata Moeldoko di Mabes TNI, Senin 11 Agustus 2014.

Menurutnya, tidak relevan jika KPK masuk menyelidiki proyek-proyek TNI yang bersifat rahasia. Kendati begitu, lanjut Moeldoko, pihaknya tetap membuka diri jika proyek-proyek di TNI yang bersifat bukan rahasia negara.

"Karena itu pengadaan alutsista harus dirahasiakan. Tetapi yang tidak memiliki value rahasia, pasti akan dibuka," ujar Panglima.

Moeldoko memastikan TNI bebas dari praktik-praktik korupsi. Sebab, pengelolaan anggaran negara yang digunakan TNI selalu ada pengawasan internal yakni inspektorat, serta diawasi dan diperiksa Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK). "Semua terawasi dengan baik," katanya.

Moeldoko menambahkan, tidak adanya kasus korupsi institusi TNI yang diberitakan media massa bukan berarti karena ditutup-tutupi. Tapi memang, karena pengelolaan keuangan di TNI diawasi dengan maksimal, sehingga tidak ada yang bisa main-main.

"Contohnya begini, saya sudah membuat zona integritas dan bebas korupsi. Kepada seluruh Letnan Kolonel yang kelola keuangan saya katakan, tidak ada istrinya Panglima, anak dan sanak saudarnya Panglima yang bermain di logistik," ujar Jenderal Moeldoko.

"Kalau ada, kamu tangkap dia. Ini sudah zona yang saya buat, karena saya tidak ingin bawahan saya tersandera oleh bayang-bayang orangnya Panglima. Saya tidak ingin memberikan beban kepada mereka. Tapi kalau Letkol, bintang, dan lainnya macam-macam, saya akan pecat," tegasnya. (VivaNews)

Unknown Wednesday, August 13, 2014
Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia

Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia


Tangkal Perkembangan ISIS, TNI Perkokoh Nasionalisme

Posted: 12 Aug 2014 12:36 AM PDT

Komando Rayon Militer (Koramil) Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, terus beruapaya memperkokoh pemahaman nasionalisme untuk menangkal masuknya faham Islamic State of Irak-Syria (ISIS).

Tangkal Perkembangan ISIS, TNI Perkokoh Nasionalisme

"Indonesia dikenal sebagai bangsa yang plural, tergabung dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pemahaman nasionalisme ini secara dinamis harus terus didengungkan untuk mencegah masuknya ideologi dan faham radikal, seperti ISIS," ungkap Komandan Koramil Penajam, Kapten Infanteri Laety, di hadapan para siswa Madrasah Aliyah Darul Ulum, Senin.

Sejumlah elemen bangsa lanjut Laety, terutama para siswa, kelompok-kelompok masyarakat, jika tidak diwaspadai berpotensi menjadi sasaran masuknya faham negatif yang tidak sesuai dengan ideologi Pancasila serta faham-faham keagamaan yang bisa memecah belah kesatuan bangsa dan umat.

"Di daerah-daerah tertentu, faham ini dikabarkan sudah mulai menyusup dan sebelum menyusup ke wilayah Penajam Paser Utara, perlu diantisipasi dan diwaspadai secara dini, melalui kegiatan sosialisasi di sekolah-sekolah. Jadi, sebelum terjadi harus waspada dan mencegah," katanya.

Selain itu, daerah-daerah pinggiran lainnya, seperti perbatasan-perbatasan wilayah Penajam Paser Utara lanjut dia, sangat perlu diwaspadai masuknya faham yang dinilai sangat bertentangan, baik dengan akidah agama manapun konsep Bhinneka Tunggal Ika.

"Keberadaan ISIS yang mengatasnamakan agama dan jihad ini, merupakan faham baru yang sangat berbahaya. Bahkan lebih berbahaya dari kelompok teroris Al-Qaida, yang tidak sepaham dengan kelompok ini, maka mereka tidak segan-segan membunuh, kelompok ini sangat radikal," ujar Laety.

Kelompok tersebut menurut Laety, berambisi mendirikan negara Islam Internasional dengan sistem khalifah yang di dalamnya terdapat doktrin jihad fisabilillah dan yang tidak sepaham dengan kelompok tersebut, halal ditumpahkan darahnya dan halal dirampas hartanya.

"Tugas kita saat ini, adalah melakukan pembinaan dan selalu menyosialisaikan, memberikan pemahaman mendalam, pentingnya terus menjaga semangat kebersamaan dan semangat cinta tanah air serta cinta perdamaian. Janganlah kita meniru keadaan Timur Tengah yang seakan-akan tidak ada hari tanpa perang dan konflik," ungkap Laety. 


Sumber : Antara

Antisipasi ISIS Brimob Maluku Utara Razia Kapal Pelni

Posted: 12 Aug 2014 12:31 AM PDT

Brimob Polda Maluku Utara (Malut), bersama jajaran TNI melakukan razia masuknya sejumlah kapal Pelni ke Ternate, sebagai upaya mendeteksi kemungkinan masuknya jaringan ISIS (Negara Islam Iraq dan Syria) di wilayah Malut

Antisipasi ISIS Brimob Maluku Utara Razia Kapal Pelni

"Tadi malam kami bersama dengan pihak Kesyahbandaraan dan Otoritas Kepelabuhanan (KOP) dan jajaran TNI-AL serta TNI-AD melakukan razia terhadap sejumlah penumpang di KM Lambelu yang diduga membawa atribut ISIS serta senjata tajam," kata Kasat Brimob Polda Malut, Kombes Pol Laksana di Ternate, Selasa.

Ia mengatakan, razia yang dilakukan tersebut bertujuan hanya mengamankan saja, karena Malut merupakan wilayah kepulauan, sehingga harus dibuat kegiatan seperti ini, guna mencegah masuknya jaringan ISIS.

"Kita tetap siap membantu, karena selama ini di Malut sering ditemukan peredaran senjata, bahkan senjata rakitan itu sisa konflik horizontal belasan tahun silam masih banyak ditemukan oleh petugas," katanya.

Sementara itu, Kapolda Malut Brigjen Pol Sobri Effendi Surya ketika dihubungi menyatakan, jaringan ISIS tidak boleh berkembang di provinsi Malut. Sejauh ini fenomena ISIS di Provinsi Malut sesuai dengan hasil pantauan Polri dan intelijen belum terindikasi baik orang maupun kelompok.

Untuk itu, langkah-langkah kedepan Polda melakukan deteksi dini di masyarakat. Kegiatan yang terindikasi masalah ISIS atau pun menggunakan lambang atau atribut tentang ISIS menjadi perhatian.

Selain itu, katanya, Polda akan melakukan pemantauan baik di dalam maupun dari luar Malut. Melalui intelijen kita akan mendeteksi serta kita mencoba melakukan pengawasan terhadap daerah-daerah di Malut yang mungkin bisa menjadi sasaran pengembangan ISIS.

"Ada beberapa daerah yang nantinya kita lakukan pemantauan khusus sesuai dengan laporan dari intelijen dan akan dilakukan penyuluhan. Diimbau kepada masyarakat agar mereka tahu bahwa ideologi ISIS itu tidak sesuai dengan Pancasila serta ajaran agama Islam. Ini perlu ditegaskan kepada masyarakat," katanya.  (Antara)

SBY Berterima Kasih Bantuan Modernisasi Kemiliteran Amerika Serikat

Posted: 11 Aug 2014 11:49 PM PDT

Presiden Susilo Yudhoyono mengucapkan terima kasih kepada Amerika Serikat terkait bantuan modernisasi kemiliteran TNI, di antaranya arsenal militer dari negara itu. 

SBY Berterima Kasih Bantuan Modernisasi Kemiliteran Amerika Serikat


Sejak 1991, Kongres Amerika Serikat melarang Indonesia membeli dan meremajakan arsenal militer mengikuti dugaan pelanggaran berat HAM pada Peristiwa Santa Cruz, Provinsi Timor Timur.

Dalam kemiliteran, secara umum pengadaan atau peremajaan harus selalu dilakukan setelah kurun waktu tertentu.

Setelah lebih dari 20 tahun, akhirnya Amerika Serikat bersedia menjual arsenal-arsenal militernya --baru ataupun bekas pakai-- kepada Indonesia. Yang termutakhir adalah tiga dari 24 unit F-16 Fighting Falcon Block 52ID bekas pakai Angkatan Udara Cadangan Nasional Amerika Serikat.

Belakangan, TNI AD juga berniat membeli delapan helikopter serang AH-64D Apache dari pabriknya, Boeing Company. Jika hal ini jadi direalisasikan, maka Pusat Penerbangan TNI AD akan mengoperasikan dua merek dan tipe helikopter serang dari Rusia (Mil Mi-35P) dan Amerika Serikat (AH-64D Apache) sekaligus.

"Kami berterima kasih kepada Kongres Amerika Serikat, khususnya dalam kerja sama kemiliteran termasuk modernisasi persenjataan militer," kata Yudhoyono saat menerima kunjungan senator senior Amerika Serikat, John McCain, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa.

Menurut Yudhoyono, sudah hampir dalam jangka waktu yang lama atau hampir sekitar 20 tahun persenjataan dalam kemiliteran masih belum benar-benar dimodernisasi dengan baik.

Dengan kerja sama di bidang pertahanan, ujar SBY, diharapkan kedua negara dapat bekerja sama secara bersama-sama untuk lebih memastikan kawasan Asia lebih stabil dan damai.

Dengan demikian, lanjutnya, berbagai negara termasuk Indonesia juga dapat mengembangkan ekonominya.

Yudhoyono menegaskan, Indonesia menentang penggunaan militer untuk memecahkan permasalahan di kawasan, tetapi lebih mengedepankan pendekatan politik dan diplomasi.

Sebelumnya, Indonesia melalui Kementerian Pertahanan menyatakan keinginan negara tentang kedamaian dan stabilitas keamanan Laut China Selatan, yang saat ini disengketakan sejumlah negara.

China secara agresif mengerahkan kekuatan militer dan paramiliternya untuk mengklaim sebagian besar Laut China Selatan. Secara sendiri-sendiri, empat negara ASEAN, yaitu Viet Nahm, Filipina, Brunei Darussalam, dan Malaysia, menentang itu.

"Indonesia tak terlibat sengketa, namun sebagai bagian dari kerja sama multilateral ingin daerah itu menjadi daerah stabil, zona damai, dan daerah bebas berlayar," kata Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro, Kamis (24/7).

Dia katakan itu usai menerima kunjungan Wakil Komisi Pusat Militer Tiongkok, Jenderal Fan Changlong, di Jakarta, Kamis (24/7).

Dalam pertemuan dengan Fan itu sempat dibahas perihal eskalasi konflik di Laut China Selatan dan di Laut China Timur. (Antara)

Unknown Tuesday, August 12, 2014
Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia

Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia


Putra BJ Habibie Paparkan Akar Masalah Industri Penerbangan

Posted: 10 Aug 2014 09:16 PM PDT

Industri penerbangan domestik tengah mengalami masa-masa penuh tantangan. Saat ini, setidaknya sudah ada 3 maskapai yang mengalami masalah yaitu Merpati Nusantara Airlines (Persero), Sky Aviation, dan Mandala Tiger Air.

Putra BJ Habibie Paparkan Akar Masalah Industri Penerbangan

Praktisi industri penerbangan yang juga Komisaris PT Regio Aviasi Industri (RAI), Ilham Habibie, menyatakan industri penerbangan memang tengah mengalami tantangan berat. Menurutnya, masalah setiap maskapai memang berbeda tetapi ada satu isu yang seragam yaitu besarnya biaya bahan bakar.

"Ongkos yang paling dahsyat itu apa? Bahan bakar, dan itu dibayar dalam dolar AS," kata Ilham kala ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (7/8/2014).


Pembayaran dalam mata uang asing, lanjut Ilham, sangat merugikan perusahaan. Sebab, pendapatan maskapai adalah dalam rupiah sehingga terjadi currency missmatch. Ketika rupiah cenderung melemah terhadap dolar AS, maka pengeluaran menjadi membengkak.

"Kiri kena, kanan kena. Jadi bagi yang sudah lemah sebelumnya, langsung gulung tikar," sebutnya.

Selain itu, tambah Ilham, biasanya maskapai yang sulit bertahan adalah yang tidak memiliki armada pesawat memadai. Maskapai seperti ini cenderung tidak mampu mengembangkan usaha dengan cara memperluas rute.

"Karena nggak punya banyak pesawat, jadi nggak bisa cari nafkah terlalu cepat. Begitu dia memilih strategi dan ternyata rute itu tidak ekonomis, dia nggak bisa kompensasi yang lain-lain," paparnya.

Maka dari itu, perhitungan pasar menjadi penting untuk maskapai dalam menerapkan strategi bisnis. Industri ini memang memiliki potensi yang besar, tapi risikonya pun cukup besar.

"Kalau tidak di-manage dengan baik, mohon maaf, memang banyak mengalami kondisi yang tidak diinginkan. Dia akan hilang total atau dibeli oleh orang lain dan itulah yang terjadi di Indonesia," ucap putra sulung BJ Habibie tersebut. (Detik)

Perkembangan Terbaru Proyek Jet Tempur IFX

Posted: 10 Aug 2014 08:33 PM PDT

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) sedang mengembangkan dua tipe pesawat asli karya anak bangsa. Pesawat yang dirancang adalah untuk angkutan penumpang dan keperluan tempur. Lantas bagaimana kelanjutan proyek pesawat terbang itu?.

Perkembangan Terbaru Proyek Jet Tempur IFX

Direktur Teknologi dan Pengembangan PTDI Andi Alisjahbana menerangkan pesawat penumpang tipe N219 baru siap diperkenalkan ke publik (roll out) pada awal tahun 2015. Tiga bulan berikutnya atau sekitar bulan Maret, N219 akan menjalani uji coba terbang perdana (first flight).

"Roll out awal 2015. Itu 2-3 bulan habis roll out baru first flight," kata Andi saat acara RITECH Expo 2014 di Kantor BPPT Jalan MH Thamrin Jakarta, Sabtu (9/8/2014).


Setelah uji terbang, N219 baru bisa memperoleh sertifikasi dari Kementerian Perhubungan selaku regulator. Sertifikasi ditargetkan paling lambat keluar pada Februari 2017. Sertifikasi ini penting sebagai syarat untuk produksi massal. Andi membenarkan sampai sekarang, Indonesia belum mempunyai pesawat asli buatan lokal yang lolos uji sertifikasi dari Kemenhub.

"N250 nggak bisa diproduksi karena belum disertifikasi," jelasnya.

N219 merupakan pesawat baling-baling canggih karya putra-putri bangsa. Pesawat ini mampu membawa penumpang dan barang lebih banyak dibandingkan pesawat sejenis seperti Dornier 228-202. Pesawat Dornier ini telah dipakai oleh maskapai Susi Air. Pesawat N219 juga dibandrol jauh lebih murah ketimbang Dornier namun memakai teknologi kokpit terbaru.

"Kita targetnya ingin US$ 4,5 juta. Dornier baru dibeli seharga US$ 8 juta," ujarnya.

Sedangkan untuk pembuatan pesawat tempur, PTDI bersama Kementerian Pertahanan RI dan Korea Selatan memasuki tahap Engineering Manufacturing Development. Proses EMD dimulai tahun ini dan berlangsung hingga 10 tahun ke depan. Proses akhir EMD ini adalah sertifikasi pesawat Korean Fighter Xperiment/Indonesia Fighter Xperiment (KFX/IFX).

"Ini kita mulai tahun ini dan baru selesai 2025," katanya.

Andi membenarkan proses EMD sempat tertunda karena adanya beberapa persoalan. Salah satunya adalah perbedaan permintan single engine (permintaan Korsel) dan double engine (permintaan Indonesia).

Akhirnya disepakati bawah KFX/IFX akan memakai double engine. KFX/IFX merupakan pesawat generasi 4.5. Pesawat ini memiliki teknologi di atas F16 dan F18 namun di bawah pesawat F 22 dan F35. Pesawat ini paling tidak memiliki teknologi anti radar meski tidak secanggih pesawat F22 atau F35.

"Generasi 5 dia pakai teknologi tidak bisa dideteksi radar. Banyak teknologi yang dipakai sehingga nggak bisa dideteksi radar. Generasi 4.5 mendekati ke sana, tapi nggak secanggih itu," paparnya. (Detik)

Densus 88 Ringkus Anak Buah Baasyir yang Deklarasikan ISIS

Posted: 10 Aug 2014 07:11 AM PDT

Tim Densus 88 Antiteror bersama Subdit Jatanras Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya meringkus Ketua Harian Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) Afif Abdul Majid alias Afif. Penangkapan anak buah Abu Bakar Baasyir (ABB) itu dilakukan pada Sabtu 9 Agustus malam sekitar pukul 22.45 wib.

Anggota Densus 88 menuju lokasi penggerebekan rumah yang diwarnai dengan kontak senjata diduga kuat menjadi sarang teroris Noordin M. Top, di Dusun Beji, Kedu, Temanggung, Jateng.(Antara)

"Tempat penangkapan di pinggir Jalan (Toko Kebab) Jalan Wibawa Mukti, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat," kata Kadiv Humas Mabes Polri, Ronny F Sompie, di Jakarta, Minggu (10/8/2014).

Ronny menjelaskan, Afif diduga ikut serta mendanai Ubaid di Aceh pada 2010. Selain itu, Afif juga disinyalir terlibat dalam acara deklarasi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) bersama Abu Bakar Baasyir.


"Keterlibatan yang bersangkutan adalah terlibat pendanaan terhadap Ubaid tahun 2010 di Aceh. Diduga ikut mendeklarasikan bergabung bersama ISIS dengan ustad ABB," tandas Ronny.

Selain mengamankan Afif, polisi juga membawa 4 orang lainnya sebagai saksi. Mereka adalah pengelola toko kebab tersebut. (Liputan6)

Pantau ISIS, Panglima TNI: Kalau Mereka Macam-macam Kami Sikat

Posted: 10 Aug 2014 07:06 AM PDT

Panglima TNI Jenderal Moeldoko kembali menyatakan sikap tentang keberadaan Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) di Tanah Air. Menurut Moeldoko, ISIS sama sekali tidak boleh berkembang lantaran berbeda dengan ideologi Indonesia, yaitu Pancasila.

Pantau ISIS, Panglima TNI: Kalau Mereka Macam-macam Kami Sikat

"Yang penting kami samakan dulu ideologinya, kalau berbeda, ISIS tidak boleh berkembang di Indonesia karena berbeda ideologi," ujar Jenderal TNI Moeldoko di kediaman musisi Iwan Fals, Jalan Leuwinanggung, Depok, Jawa Barat, dalam keterangan pers yang diterima Liputan6.com, Sabtu (9/8/2014).

Moeldoko juga mengatakan, TNI akan melakukan pembinaan kepada masyarakat untuk melakukan tindakan preventif. Hal ini menurut Moeldoko, sebagai langkah guna mencegah adanya perpecahan dalam negeri.


"TNI harus melakukan pembinaan karena banyak masyarakat yang terjerumus. TNI juga akan melakukan penjelasan ke pesantren-pesantren untuk melakukan tindakan preventif supaya tidak ada tindakan represif," ujar Jenderal Moeldoko.

Terkait adanya pengaruh ISIS yang datang dari luar, Panglima TNI mengaku pihaknya sudah memonitor setiap pergerakan ISIS yang masuk maupun keluar. Apabila ISIS melakukan tindakan mengancam, TNI siap untuk pasang badan.

"Kami sudah memonitor dan mengikuti gerakan ISIS dari luar maupun dari dalam, kalau mereka macam-macam ya kami sikat," ujar Jenderal TNI Moeldoko.

Sebelumnya di hadapan puluhan anggota Oi, Jenderal Moeldoko mengapresiasi berbagai karya yang diciptakan Iwan Fals. Sebab, banyak lagu-lagunya berisi lirik yang peduli dengan semangat nasionalisme dan cinta lingkungan.

"Iwan Fals musisi yang peduli dengan bangsa dan memiliki semangat terhadap pemeliharaan bumi dan nasionalisme," ucap Moeldoko. (Liputan6)

Ultimatum Panglima TNI untuk Malaysia Diapresiasi

Posted: 10 Aug 2014 06:11 AM PDT

Ultimatum yang diberikan Panglima TNI Moeldoko kepada Malaysia untuk segera membongkar tiang pancang mercusuar yang dibangun tentara Malaysia di Tanjung Datu, Kalbar, diapresiasi.


Ultimatum Panglima TNI untuk Malaysia Diapresiasi
Panglima TNI Jenderal (TNI) Moeldoko  foto : Antara/Jessica Helena Wuysang

Apalagi Moeldoko tegas menyebut bakal segera membongkar pancang tersebut jika Malaysia lamban merespons.

"Dalam konteks inilah pernyataan Panglima TNI patut diapresiasi. Bila Malaysia tidak melakukan pembongkaran maka sudah sewajarnya TNI sebagai penjaga kedaulatan dan hak berdaulat Indonesia yang akan melakukan pembongkaran tiang pancang Malaysia," kata Guru Besar Hukum Internasional UI Hikmahanto Juwana, di Jakarta, Minggu (10/8).


Menurutnya, TNI memiliki wewenang penuh dalam menjaga kedaulatan NKRI. TNI tak perlu ragu mengambil langkah tegas terkait pancang mercusuar yang dibangun Malaysia di kontinen Indonesia mengingat, terdapat Perjanjian Landas Kontinen antara Indonesia dan Malaysia Tahun 1969 dan Konvensi Hukum Laut 1982 di mana Malaysia dan Indonesia telah meratifikasi.

"Berdasarkan Perjanjian Landas Kontinen, pemasangan tiang pancang berada dalam koordinat hak berdaulat Indonesia.
Selanjutnya berdasarkan Pasal 80 Konvensi Hukum Laut 1982 secara tegas disebutkan bahwa negara yang mempunyai hak berdaulat di landas kontinen mempunyai hak eksklusif untuk membangun dan memiliki kewenangan dan pengaturan atas instalasi yang dibangun di atasnya," paparnya.

Dengan begitu, Hikmahanto berpandangan, Malaysia harus terlebih dulu meminta izin dari pemerintah Indonesia untuk membangun mercusuar di kontinen Indonesia. Maka, sepatutnya Malaysia segera membongkar pancang tersebut karena pembangunannya dilakukan secara diam-diam.

Dirinya berpandangan, lambannya sikap Malaysia merespons perundingan yang diajukan Indonesia terkait pancang Tanjung Datu bukan tanpa sebab. Negeri Jiran sengaja mengulur-ulur waktu hingga Indonesia lengah sebelum melanjutkan pembangunan mercusuar.

"Malaysia sepertinya mencoba untuk menunda dan mengulur-ulur waktu dalam membongkar tiang pancang meski telah dilakukan perundingan. Malaysia terlihat hendak bertahan dalam membangun mercusuar dengan harapan pemerintah Indonesia akan lalai dalam perhatian dan pada gilirannya mengabaikan," ujarnya.

Dalam konteks itu, Hikmahanto menilai, ultimatum yang diucapkan Moeldoko yang bakal membongkar mercusuar tersebut jika Malaysia tetap tidak merespons perundingan menjadi penting. Sebab, perundingan yang diajukan merupakan pelaksanaan etika politik dalam rangka menjaga hubungan baik dan semangat solidaritas ASEAN.

"Oleh karenanya ultimatum Panglima TNI yang intinya bila dalam kurun waktu tertentu Malaysia tidak juga membongkar tiang pancang maka berdasarkan Pasal 80 Konvensi Hukum Laut 1982 Indonesia dapat membongkarnya," jelasnya.

Dirinya juga meyakini, Malaysia tidak bakal melayangkan protes yang membawa dampak negatif bagi Indonesia jika pancang mercusuar yang berada sekitar 1 Km dari pantai Tanjung Datu dibongkar TNI. Karena, secara hukum Indonesia memiliki hak penuh melakukan pembongkaran di landas kontinennya.

"Protes dan keberatan Malaysia terhadap tindakan Indonesia untuk membongkar tidak akan mungkin, mengingat tiang pancang tersebut berada di landas kontinen Indonesia," katanya. 


Sumber : Beritasatu

Unknown Monday, August 11, 2014
Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia

Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia


Indonesia Inginkan Rudal BrahMos

Posted: 06 Aug 2014 08:45 PM PDT

Sejalan dengan visi Perdana Menteri India Narendra Modi untuk ekspor hardware pertahanan, produsen rudal jelajah supersonik BrahMos Aerospace mengatakan bahwa negara-negara Asia dan Amerika Latin Tenggara telah menunjukkan minatnya untuk mengakuisisi sistem senjata jarak 290 km itu dan mungkin India akan mengekspor rudal Brahmos untuk negara-negara sahabat tertentu.

Rudal BrahMos

"Beberapa negara Asia dan Amerika Latin Tenggara menginginkan BrahMos, dan menyatakan minatnya untuk itu, terutama untuk angkatan laut dan versi pertahanan pesisir. Sebuah daftar pasti negara-negara peminat sudah ada. Kami mengalami kemajuan dengan strategi pemasaran untuk mengekspor Brahmos ke negara-negara tertentu, yang disetujui oleh pemerintah India dan Rusia, "kata CEO BrahMos Aerospace, Sudhir Kumar Mishra.

"Kami berharap beberapa kontrak ekspor akan ditandatangani dengan negara-negara sahabat untuk India dan Rusia dalam waktu dekat," katanya dalam sebuah wawancara kepada PTI.


Mishra menolak menyebutkan nama negara-negara yang telah menunjukkan minat terhadap sistem rudal Brahmos, namun sumber Kementerian Pertahanan mengatakan Vietnam dan Indonesia di Asia Tenggara dan Venezuela di Amerika Latin telah menyatakan keinginannya untuk mendapatkan rudal Brahmos.

Sebelumnya, Kepala DRDO Avinash Chander juga telah menyatakan minatnya untuk mengekspor senjata pertahanan untuk negara-negara sahabat.

DRDO dan Rusia NPO Mashinostroyenia (NPOM) adalah mitra dalam patungan dalam membangun BrahMos.

Perjanjian antar pemerintah India dan Rusia dalam pengembangan rudal BrahMos juga menetapkan penggunaan rudal yang canggih ini ke dalam angkatan bersenjata India dan Rusia serta ekspor ke negara-negara sahabat.

Baru-baru ini, Perdana Menteri India telah menyatakan bahwa India sekarang harus bergerak ke arah kemandirian dalam memproduksi senjata dan sistem militer dan juga mencari mengekspor ke negara-negara sahabat.

Ditanya tentang rencana jangka pendeknya untuk pengembangan perusahaan rudal dalam negeri, Mishra mengatakan akan melokalkan pengembangan rudal di India, peningkatan kapasitas produksi yang lebih besar, memenuhi pesanan produksi lebih cepat dari jadwal untuk memastikan pengiriman rudal tepat waktu dan memastikan versi yang berbeda dari rudal BrahMos untuk memenuhi aspirasi dan kebutuhan kekuatan pertahanan termasuk Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara.

Mishra mengatakan kontribusi India sejauh ini hanya untuk sistem panduan navigasi dan sistem kontrol penembakan. "Kita harus fokus pada pengembangan teknologi lokal bagi mesin dan penjejak dari rudal BrahMos," tambahnya. (timesofindia|JKGR)

Lockheed Martin Mengumumkan Inisiatif Industri Radar Indonesia

Posted: 06 Aug 2014 08:36 PM PDT

Lockheed Martin (NYSE: LMT) telah meluncurkan inisiatif industri radar Indonesia sebagai bagian dari usaha perusahaan asal AS ini dalam mendukung agenda Indonesia untuk memordenisasikan dan memperluas jangkauan pengawasan udara Republik Indonesia.

Lockheed Martin Mengumumkan Inisiatif Industri Radar Indonesia

Inisiatif ini mencakup transfer teknologi guna membantu pembangunan industri radar Indonesia, serta kerjasama dengan sejumlah universitas lokal guna mengembangkan sumber daya manusia untuk mendukung inisiatif ini. Meningkatkan kemampuan Indonesia untuk membuat beragam komponen radar yang fundamental akan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pemasok asing, sekaligus membuka banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia.

Lockheed Martin berkomitmen untuk mendukung Indonesia dan rencana revitalisasi industri pertahanannya," ungkap Robert Laing, Eksekutif Nasional, Lockheed Martin, Indonesia. "Tujuan kami adalah untuk menciptakan sebuah sektor teknologi dan lapangan pekerjaan yang baru demi menjamin industri yang berkesinambungan di Indonesia."


Lockheed Martin telah bekerjasama dengan Institut Teknologi bandung (ITB) untuk membuat kurikulum engineering teknologi radar. Selain itu, terdapat sejumlah program lainnya, ditambah dengan berbagai seminar teknis dan peluang pendidikan yang tengah berlangsung, seperti pelatihan pemimpin masa depan untuk pengembangan teknologi radar. Perusahaan ini juga telah mengintegrasikan kapabilitas manufaktur dengan sejumlah mitra lokal Indonesia, yang telah memulai memproduksi komponen-komponen radar.

Lockheed Martin juga kini tengah bersaing memperebutkan program radar Ground Control Intercept (GCI) Indonesia. Jika perusahaan ini berhasil memenangkan program tersebut, maka akan terbuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi mitra-mitra lokal, yang diperkirakan hingga dua juta jam kerja selama masa aktif radar-radar tersebut. Para mitra lokal akan mampu memproduksi komponen radar senilai hampir 100 juta dolar tiap tahun.

Pengalaman ekstensif radar pengawasan udara yang dimiliki Lockheed Martin dapat membantu Indonesia menjadmin keamanan dan keselamatan ruang udara baik bagi lalu lintas udara sipil  maupun kedaulatan udara nasional untuk waktu yang sangat lama. Lockheed Martin telah  memproduksi dan mengoperasikan lebih dari 200 radar pengawasan udara di 30 negara. Beroperasi  di seluruh dunia selama 24 jam, radar-radar Lockheed Martin beroperasi sepenuhnya tanpa awak dan sebagian besar telah puluhan tahun di dalam kondisi lingkungan terpencil yang keras. Tidak ada satupun radar-radar tersebut yang pernah mengalami kerusakan, dan bahkan sebagian besar telah beroperasi dengan baik melampui masa garansi 20 tahun. Kehandalan dan umur yang panjang dari radar-radar tersebut adalah hasil dari investasi berkelanjutan Lockheed Martin di dalam teknologi canggih dan komitmen terhadap misi dan kebutuhan para konsumen.

Berpusat di Bethesda, Maryland, Lockheed Martin adalah perusahaan keamanan dan kedirgantaraan  global yang memiliki sekitar 113.000 karyawan di seluruh dunia dan secara khusus terlibat di dalam riset, desain, pengembangan, manufaktur, integrasi, dan pemeliharaan beragam sistem, produk, dan layanan teknologi canggih. Penjualan bersih korporasi untuk tahun 2013 mencapai 45,4 miliar dolar. (Antara)

Koalisi Ormas Islam sebut ideologi ISIS bahayakan NKRI

Posted: 06 Aug 2014 08:31 PM PDT

Koalisi Ormas Islam Indonesia (KOIIN) menyebut ideologi yang dianut Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) membahayakan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) karena tidak sesuai dengan ajaran Islam sebagai agama mayoritas di Tanah Air.

Koalisi Ormas Islam sebut ideologi ISIS bahayakan NKRI

"Ideologi ISIS tidak sesuai ajaran Islam sehingga cenderung menyesatkan. Ideologi ISIS menjadi salah satu ancaman dan membahayakan keutuhan NKRI, karena ISIS membawa isu agama yang rentan dan sensitif," kata Koordinator KOIIN Hery Sucipto dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Hery yang juga merupakan Juru Bicara Dewan Masjid Indonesia itu mengatakan kemunculan ISIS yang memakai topeng agama ditengarai dan dikhawatirkan mudah diterima oleh masyarakat Indonesia, khususnya kalangan berpendidikan rendah.


KOIIN, kata Hery, mengharapkan masyarakat tetap waspada terhadap tindakan provokasi yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu berkaitan dengan ISIS.

"Rasulullah mengajarkan Islam yang penuh dengan nilai kasih sayang. Islam rahmatan lil alamin. Ini jauh berbeda dengan ISIS yang mengajarkan cara-cara kekerasan, kekejaman dan kebiadaban, dalam melancarkan aksinya," ujar dia.

Hery menekankan Rasulullah menghadirkan Islam sebagai spirit perubahan, perdamaian dan persaudaraan, baik seagama, sebangsa maupun sesama manusia di muka bumi.

"Melakukan pengrusakan, terlebih menghilangkan nyawa dan menghancurkan wilayah, kemudian merebutnya adalah sebuah pelanggaran terhadap prinsip-prinsip dasar Islam yang tidak bisa ditolelir," tegas dia.

Masyarakat diminta terus meningkatkan kerjasama dan gotong royong sebagai budaya bangsa sehingga tindakan provokasi tidak mudah menyebar dan mempengaruhi.

KOIIN juga mendesak pemerintah, khususnya Kementerian Agama dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan pihak-pihak terkait serius menangani masalah ISIS dan menindak tegas pihak-pihak yang mendukung penyebaran ajaran ISIS di Indonesia.

KOIIN mengajak umat Islam untuk tetap memegang teguh prinsip Islam yang damai, toleransi dan transformatif seperti yang dicontohkan Rasulullah dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.

"Nabi tidak hanya mengajarkan Islam yang mencerdaskan melainkan juga mencerahkan, membebaskan manusia dari perbudakan, kebodohan, dan kemiskinan, serta Islam yang mempunyai nilai-nilai keadilan, kesetaraan dan menghormati hak asasi manusia," ujar dia.

Dia meminta pemerintah dan segenap rakyat kompak menolak ISIS karena membahayakan masa depan NKRI yang memiliki jati diri Bhinneka Tunggal Ika.

KOIIN beserta jaringannya menyatakan akan terus melakukan penyadaran dan sosialisasi kepada publik tentang bahata dari keberadaan ISIS. Upaya ini dinilai penting untuk menangkal paham-paham yang bertentangan dengan nilai luhur bangsa dan pancasila serta nilai-nilai Islam sebenarnya.

"Kami berharap pendukung keberadaan ISIS di Tanah Air segera insyaf dan menyadari bahwa langkahnya keliru," ujar dia.  (Antara)

Unknown Thursday, August 7, 2014
Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia

Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia


Sidang Pilpres di MK, Polisi Kerahkan 1.500 Personel

Posted: 05 Aug 2014 09:09 PM PDT

Kepolisian mengerahkan seribuan personel untuk menjaga keamanan sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2014 (PHPU Pilpres), di Mahkamah Konstitusi, Rabu 6 Agustus 2014. Sekeliling lingkungan gedung MK itu tampak dijaga ketat.

Sidang Pilpres di MK, Polisi Kerahkan 1.500 Personel

"Kekuatan personel yang dikerahkan untuk pengamanan hari ini kurang lebih ada 1.500 personel," kata Kapolres Jakarta Pusat Komisaris Besar Polisi Hendro Pandowo di depan gedung MK, Jakarta.

Dia menjelaskan, pengamanan dibagi menjadi tiga ring atau zona aman. Ring satu yaitu di ruang sidang pleno lantai dua, ring dua di pekarangan gedung MK yang dibatasi dengan garis polisi, dan ring tiga di ruas jalur lalu lintas kawasan gedung MK yang terletak di Jalan Medan Merdeka Barat.


"Sementara belum ada pengalihan lalu lintas, tetapi ada pengaturan lalu lintas oleh petugas. Namun demikian jika memang diperlukan, akan ada pengalihan lalu lintas," katanya.

Sementara itu, ribuan massa pendukung Prabowo-Hatta tampak sudah memadati depan gedung MK. Tiga mobil membawa pengeras suara diparkir di depan gedung, mereka berorasi meminta sidang berjalan secara jujur dan adil.

"Jumlah massa diperkirakan sebanyak 5000 orang," kata Hendro.

Pantauan VIVAnews, sejumlah kendaraan water cannon, kendaraan taktis/barakuda tampak diparkir di depan dan belakang gedung MK. Selain itu, tim penjinak bom dari kesatuan Brimob tampak berjaga-jaga di belakang kantor MK. Setiap undangan yang hadir diperiksa dengan pendeteksi metal.



Polisi-polisi di Daerah Ikut Siaga

Kepolisian di daerah-daerah ikut memantau jalannya sidang perdana sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi, Rabu 6 Agustus 2014. Ini untuk mengantisipasi pengerahan massa dari berbagai wilayah yang berbatasan langsung dengan DKI Jakarta –provinsi tempat berlangsungnya proses sidang.

"Kemarin didampingi Kapolda Polda Metro Jaya kami ke Tangerang untuk melihat kesiapan anggota di sana, khususnya yang berada di daerah agak jauh seperti Polsek-Polsek yang berbatasan dengan Banten. Sebab di sana jarang disentuh tapi tingkat kerawanannya tinggi," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto di Mapolda Metro Jaya.

Rikwanto juga telah bertemu dengan Kapolres Tangerang Kota dan pejabat terkait setempat untuk memberikan arahan-arahan agar tetap fokus menghadapi ancaman kriminalitas, baik yang konvensional ataupun dalam bentuk terorisme.

"Jadi (kepolisian daerah) harus ikut memantau gerakan-gerakan masyarakat di daerah masing-masing. Perhatikan juga kedisiplinan anggota. Jangan mentang-mentang jauh (dari pusat) lalu tidak fokus terhadap pekerjaan," kata Rikwanto.

Sidang Perdana Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2014 di MK dijaga oleh delapan Satuan Setingkat Kompi (SSK) dari Polda Metro Jaya. Kepolisian membagi pengamanan menjadi 3 ring – ring satu di ruang sidang, ring dua di gedung MK, dan ring tiga di halaman sampai jalan di sekitar gedung MK. (VivaNews)

Negara Akan Lindungi Pelapor Kegiatan ISIS di Indonesia

Posted: 05 Aug 2014 09:06 PM PDT

Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia menyatakan, dalam rangka mengantisipasi atau mencegah meluasnya paham Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), masyarakat diminta melapor polisi apabila melihat kegiatan ISIS di sekitar kawasannya.

Negara Akan Lindungi Pelapor Kegiatan ISIS di Indonesia

Terkait hal itu, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyatakan siap memberi perlindungan jika nantinya saksi menerima ancaman yang membahayakan jiwa.

"Apabila setelah melaporkan ke aparat terkait itu, kemudian ada ancaman terhadap saksi, maka secepatnya saksi memohon perlindungan kepada LPSK," ujar Wakil Ketua LPSK, Lili Pintauli Siregar, dalam siaran pers di Jakarta, Rabu 6 Agustus 2014.


Lili menyadari adanya potensi ancaman dan tindak kekerasaan yang menghantui saksi, apabila melaporkan pergerakan ISIS di Indonesia. Dia menjelaskan, LPSK akan bertindak sesuai Pasal 28 Undang-Undang Perlindungan Saksi dan Korban.

"Bahwa setiap orang yang berpotensi memiliki informasi penting terkait peristiwa pidana maka orang tersebut dapat diberikan perlindungan," kata dia.

Akan tetapi, patut diketahui bahwa perlindungan LPSK dapat diajukan, setelah saksi tersebut membuat laporan kepada kepolisian.

Bukan lagi warga Bekasi

Sementara itu, Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, akan melakukan penyelidikan secara intensif bekerja sama dengan kepolisian setempat, untuk menelusuri keberadaan ISIS di wilayahnya.

Sebelumnya, sejumlah warga di Pulo Sirih, Pekayon Jaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, diduga mendeklarasikan dirinya sebagai pendukung ISIS pada Minggu 3 Agustus.

Wakil Wali Kota Bekasi, Ahmad Syaikhu, berharap, warga Kota Bekasi tidak terprovokasi dan terpengaruh terhadap ajakan organisasi tersebut. Sebab, sepak terjang organisasi asal Irak dan Syuriah itu sangat bertentangan dengan Pancasila.

"Kami sedang melakukan penyelidikan bekerja sama dengan kepolisian," katanya, ditemui usai menghadiri pelantikan anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Selasa.

Humas Polresta Bekasi Kota, AKP Siswo dihubungi melalui telepon menuturkan sejumlah orang yang terindentifikasi melakukan pengibaran dan memberi dukungan terhadap organisiasi ISIS bukan warga Kota Bekasi.

"Mereka bukan warga asli dan mereka sudah terindentifikasi," katanya.  


Sumber : VivaNews

Waspada, ISIS Ingin Tancapkan Kuku di Indonesia

Posted: 05 Aug 2014 08:59 PM PDT

Di pinggir pantai dan di antara ilalang, seorang pria berpakaian serba hitam berbicara berapi-api dalam bahasa Indonesia. Sangat fasih. Dia mengaku bernama Abu Muhammad al-Indonesi.

Militan ISIS berparade di kota Tel Abyad, Suriah
Di belakangnya, tampak tujuh pria lainnya yang menenteng senjata api. "Kami datang ke tempat ini (Suriah dan Irak) untuk berhijrah dan berjihad di jalan Allah. Maka, ketika seruan Allah sudah sangat jelas dan tegas, kami bertanya kepada keimanan Anda yang paling dalam, apalagi yang kalian khawatirkan? Apa yang kalian takutkan? Apakah istri dan anak kalian telah membuat kalian berat untuk berjihad di jalan Allah?" kata Abu Muhammad al-Indonesi dalam video berjudul Join the Ranks itu.

Melalui video berdurasi delapan menit itu, Abu mengajak umat Muslim seluruh dunia, khususnya Indonesia, untuk mengikuti jejaknya, yakni bergabung dengan kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (Islamic State of Iraq and Syiria/ISIS).


Tak ayal, Join the Ranks menjadi kontroversi. Sebab, ISIS dikenal sebagai kelompok yang menghalalkan segala cara, termasuk kekerasan untuk mencapai tujuan mereka yakni mendirikan negara Islam di Irak-Suriah.

Pejabat Indonesia pun tak tinggal diam. Dalam hitungan hari, Polri berhasil mengantongi identitas pria asal Indonesia yang berbicara di video Join the Ranks tersebut. Selama ini, pria itu memang masuk DPO (Daftar Pencarian Orang).

"Seseorang dengan inisial B," kata Kapolri Jenderal Polisi Sutarman di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin 4 Agustus 2014. Rupanya, B sudah diburu lebih dari satu tahun karena terlibat dalam sejumlah aksi terorisme.

Menurut Sutarman, B terkait dengan kelompok Santoso. "Dan, ada kaitannya juga dengan jaringan Timur," kata Sutarman lagi.

Nama Santoso mencuat setelah Densus 88 menangkap tersangka teroris bernama Atok Margono di Pasar Sentral Poso, Sulawesi Tengah pada 30 Desember 2013. Atok diduga merupakan jaringan kelompok teroris Santoso, dan diduga kuat terlibat dalam aksi bom bunuh diri di Poso, Sulawesi Tengah.

Tak hanya itu, langkah Pemerintah Indonesia. Secara khusus, kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggelar rapat untuk membahas pergerakan ISIS itu di Indonesia. Hasil rapat: ISIS dilarang berkembang di Tanah Air karena dinilai menganut paham radikal.

"Pemerintah tidak mengizinkan paham ISIS berkembang di Indonesia dan kebhinekaan dalam naungan NKRI. Setiap upaya pengembangbiakkan paham ISIS harus dicegah," kata Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Djoko Suyanto usai rapat itu di Istana Negara, Jakarta.

Mantan Panglima TNI itu melanjutkan, Indonesia tidak boleh menjadi tempat persemaian dari ideologi ini. Dia meminta, rakyat menghormati negaranya sendiri, bukan negara Islam. "Kita negara yang menganut azas kebinekaan," jelas Djoko.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga angkat suara mengenai gerakan ISIS di Tanah Air. Dia meminta agar masyarakat Indonesia tetap tenang dan melihat persoalan Timur Tengah dengan jernih.

Dia melanjutkan bahwa Menko Polhukam Djoko Suyanto telah memimpin sebuah pertemuan untuk mengelola implikasi dari perkembangan yang terjadi di Timur Tengah.

"Kami memantau (kelompok) yang disebut dengan Islamic State yang menyerukan kepada siapa pun yang beragama Islam untuk berjuang bersama," kata SBY di Istana Negara.

SBY paham, rakyat Indonesia merasa dekat dengan masyarakat Timur Tengah, sebab mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim seperti halnya di Timur Tengah. Namun, ia mengingatkan bahwa tidak semua persoalan yang terjadi di Timur Tengah itu persoalan agama. "Jadi, menyimpulkan kalau konflik di Timur Tengah itu Islam dan non Islam, Islam lawan Barat, itu keliru," tegas SBY.

Soal ajakan ISIS, SBY mengatakan, "Setiap negara punya undang-undang, sistem dan kebajikan supaya tidak mengombang-ambingkan masyarakatnya."

Indonesia akan melindungi seluruh warganya di manapun mereka berada, terutama yang berada di wilayah konflik Timur Tengah. "Itu kewajiban kami. Kami pastikan setiap warga negara Indonesia di Timur Tengah terjamin keselamatannya. Kami pantau Irak, Suriah, dan tempat-tempat lain," ujar SBY.

Presiden bahkan menggelar rapat khusus dengan Panglima TNI Jenderal Moeldoko dan sejumlah pejabat terkait untuk membahas gerakan ISIS tersebut. Moeldoko akan menyampaikan hasil analisis intelijen terkait pergerakan kelompok radikal tersebut.

Menurut Moeldoko, gerakan kelompok ISIS yang mulai menyebar ke sejumlah negara, termasuk Indonesia, sangat mengancam kedaulatan negara dan keutuhan bangsa.

"Tidak boleh berkembang ini (ISIS), kalau berkembang repot negara ini. Bangsa ini bisa terpecah, karena bicara pluralisme itu jadi repot, ada kecenderungan simbol-simbol (ISIS) itu jadi milih perorangan," kata dia.

Jejak ISIS

Meski baru seumur jagung, ISIS mampu menggemparkan dunia dengan aksi mereka. Pengaruh kelompok yang berdiri April 2013 itu, bahkan mulai merambah ke Indonesia dan negara lainnya.

Setidaknya, Bupati Malang, Jawa Timur Rendra Kresna menyebut, ada kelompok di wilayah kepemimpinannya yang diduga mendukung ISIS. Gerakan itu, ada di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Selain itu, dia juga mendapat informasi gerakan yang sama di Kecamatan Wagir dan Karangploso.

"Mereka kan selalu berpindah. Jadi, setiap wilayah harus waspada dan tidak mudah terprovokasi," kata Rendra. Gerakan yang bernama Ansharul Khilafah tersebut telah melakukan deklarasi pada 20 Juli 2014.

Rendra mengakui, pemerintah daerah belum bisa melakukan apa-apa untuk menindak kelompok yang mendukung ISIS, karena belum ada larangan tertulis dari Kementerian Dalam Negeri.

Untuk itu, tambahnya, Pemkab Malang akan menggelar pertemuan lintas instansi pada Selasa 5 Agustus 2014, untuk merumuskan strategi pembinaan terhadap organisasi serupa. "Mengingat, belum ada aturan tertulis dari Kemendagri," katanya.

Penanganan masalah ini, menurutnya, akan fokus pada pencegahan warga Malang ke ke Irak dan Suriah, mengingat kondisi di sana masih konflik. "Saya khawatir, ada orang Malang yang terprovokasi dan ikut berangkat. Keselamatan jiwa mereka akan terancam," katanya.

Sebelumnya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan bahwa ISIS adalah organisasi berpaham radikal yang menggunakan kekerasan demi memperjuangkan keyakinannya.

Lukman pun meminta umat Islam di Indonesia tak terpengaruh, apalagi ikut-ikutan dengan bujuk rayu ISIS ini. Sebab, ideologi ISIS bertentangan dengan Pancasila. Apalagi, Pancasila disebut ISIS sebagai thogut (berhala) yang harus diperangi.

Ia mengatakan, dakwah Islam adalah merangkul semua kalangan dengan cara-cara yang baik, bukan dengan menebar ketakutan dan kekerasan. "Kita harus mampu memperkuat diri sendiri guna menangkal anarki yang bisa mengusik keutuhan kita sebagai sesama umat beragama, berbangsa, dan bernegara," ujar Lukman.

Tak hanya di Indonesia, ISIS juga berhasil menancapkan pengaruhnya di Filipina. Pemimpin kelompok militan asal Filipina, Abu Sayyaf, Isnilon Hapilon sudah mengucapkan sumpah setianya untuk ISIS.

Dilansir dari laman Filipina, Rappler, Senin 4 Agustus 2014, Isnilon dan para pengikutnya mengucap sumpah setia kepada pemimpin ISIS, Abu Bakar al-Baghdadi dalam Bahasa Tagalog, Yakan, dan Arab.

"Kami berbaiat kepada Kalifah Syekh Abu Bakr al-Baghdadi Ibrahim Awwad Al-Qurashi Al-Husseini untuk kesetiaan dan kepatuhan dalam suka dan duka," ungkap Isnilon.

Sikap dunia

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), bahkan tengah menimbang untuk memasukkan ISIS dalam daftar penjahat perang. "Mereka adalah kandidat yang baik untuk masuk daftar," kata Paulo Pinheiro, Kepala Penyelidikan PBB.

Dia berkaca pada eksekusi dan penyaliban terhadap banyak orang oleh militan ISIS.

Selain PBB, Inggris pun tak bisa menutup kecemasannya atas ekspansi pengaruh ISIS.

"Indonesia jangan menyia-nyiakan karakternya sebagai negara yang moderat. Negeri ini harus bercermin terhadap apa yang menimpa Pakistan. Sebelumnya, Pakistan adalah negara yang normal. Namun, Anda bisa lihat kini betapa cepat negara itu berubah karena terpengaruh paham radikalisme," ujar Duta Besar Kerajaan Inggris untuk Indonesia Mark Canning, dalam wawancara dengan VIVAnews di gedung Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Canning berpendapat, setidaknya ada dua ancaman yang bakal dihadapi Indonesia dalam waktu dekat. Pertama, para ekstremis Indonesia akan kembali dari Suriah dan Irak dalam beberapa tahun mendatang. Kedua, sejumlah narapidana kasus terorisme di RI akan bebas tahun 2015.

Kekhawatiran Canning terkait mulai tersebarnya paham ISIS di Indonesia. Ia saksikan dengan mata kepala sendiri, ketika hendak menyeberang ke Hotel Grand Hyatt di kawasan Bundaran HI, Jakarta. Saat itu, dia melihat ada sekelompok orang yang tengah berunjuk rasa.

"Di antara mereka, ada yang terlihat membawa bendera ISIS. Anda harus memahami, demokrasi, dan kebebasan berbicara bukan berarti tidak memiliki batas," kata Canning.

Laporan: D.A. Pitaloka/Malang/asp 



Sumber : VivaNews

Unknown Wednesday, August 6, 2014