Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia

Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia


Jet Tempur KFX dipastikan Menggunakan Twin Engine

Posted: 20 Jul 2014 03:13 PM PDT

Militer Korea Selatan memutuskan untuk menggunakan dua mesin (twin engine) pada jet tempur KFX masa depan, bukan satu mesin, meski masih adanya kekhawatiran atas nilai ekonomis dan teknis dari pengembangan pesawat bermesin ganda.

Desain KFX twin engine
 
Dewan Gabungan Kepala Staf (JCS) menggelar rapat untuk pengambilan keputusan Jumat kemarin (19/07/2014), untuk membuat pilihan tentang jumlah mesin untuk jet KF-X yang dikembangkan di dalam negeri dengan bantuan teknis dari mitra asing.

Korea Selatan berniat memproduksi 120 atau lebih pesawat KF-X setelah tahun 2025, untuk menggantikan F-4s dan F-5s Angkatan Udara yang sudah tua, yang sebagian besar akan dinonaktifkan sebelum pertengahan 2020-an. KF-X bisa jadi setara dengan jet tempur advanced F-16 (block 50, 52) yang dipersenjatai dengan sistem avionik tingkat tinggi.


"Dewan Gabungan Kepala Staf (JCS) membentuk satuan tugas untuk meninjau biaya, persyaratan dan jadwal pengembangan untuk KF-X selama delapan bulan," kata juru bicara JCS Eom Hyo-sik. "Sesuai dengan keputusan, pesawat bermesin ganda adalah pilihan yang tepat karena memenuhi kebutuhan operasional masa depan dan dapat membantu mengejar ketinggalan trend pengembangan pesawat negara-negara tetangga."

Mesin F414 GE atau Eurojet EJ200.
Jet bermesin ganda KFX dijadwalkan mulai operasional tahun 2025, tertunda dua tahun dari target awal.

DAPA / The Defense Acquisition Program Administration, akan memulai tawaran kontrak mesin KFX pada awal bulan depan. Menurut pejabat DAPA, calonnya akan mencakup mesin F414 GE dan Eurojet EJ200.



Keputusan JCS untuk menggunakan mesin ganda muncul di tengah perdebatan sengit atas kelayakan pengembangan jet KF-X. Lembaga yang dibiayai pemerintah, Korea Institute for Defense Analysis (KIDA) menentang keras desain twin-engine, karena akan berbiaya tinggi dan adanya tantangan teknis.

KIDA menilai pembangunan KF-X akan menelan biaya sekitar 9,6 triliun won (US $ 93 miliar), tetapi biaya akan menjadi dua kali lipat jika jet menggunakan desain mesin ganda.

Lembaga ini juga mengklaim jet tempur kelas F-16 dengan mesin ganda, tidak memiliki keunggulan kompetitif di pasar ekspor yang didominasi oleh AS dan pesawat tempur Eropa.

Kim Dae-young, anggota dari Korea Defense and Security Forum (think-tank swasta yang berbasis di Seoul), khawatir jika potensi pembengkakan biaya akhirnya akan menghambat pengembangan sistem avionik buatan dalam negeri.

"Berdasarkan rencana KF-X yang asli, radar dan avionik lainnya harus dikembangkan secara lokal, tetapi jika biaya pengembangan meningkat, sistem-sistem kemungkinan akan diadopsi dari perusahaan pertahanan asing," kata Kim.

Korea Aerospace Industries (KAI) juga menyukai tipe bermesin tunggal merujuk kepada jet latih supersonik, T-50 Golden Eagle, yang dikembangkan bersama Lockheed Martin. Dalam beberapa tahun terakhir, KAI berhasil membuat versi tempur ringan T-50 menjadi FA-50, yang diekspor ke Indonesia dan Filipina.

Namun, di sisi lain, Angkatan Udara Korea, didukung oleh lembaga negara, Agency for Defense Development (ADD) yang menepis kekhawatiran atas biaya maupun kesulitan teknis.

"Jet tempur KF-X adalah pesawat tempur generasi 4,5 yang dapat membawa senjata hingga 20.000 pounds atau lebih," kata seorang juru bicara Angkatan Udara. "Indonesia, mitra dari proyek KF-X, akan membeli sejumlah jet, dan ketika mulai produksi massal, biaya tentu akan turun".



Siasat Menutupi Kekurangan Teknologi

Juru bicara itu menambahkan, pesawat bermesin ganda, lebih besar dari KF-16 dan akan memberikan lebih banyak ruang untuk upgrade di masa depan dan membantu mengimbangi kekuatan udara di lingkungan yang terus tumbuh seperti China dan Jepang yang mempercepat modernisasi angkatan udara.

Lee Dae-yeol, kepala tim proyek KF-X ADD menyatakan pesawat tempur dengan konsep baru memiliki kelayakan ekonomi yang lebih baik dalam hal total biaya siklus hidup.

"ADD telah mendapatkan sekitar 90 persen dari teknologi independen yang dibutuhkan untuk KF-X," kata Lee. "Dari 432 teknologi yang dibutuhkan, lembaga ini hanya kekurangan 48 item, seperti mesin dan beberapa sistem avionik."

ADD berharap kekurangan teknologi itu bisa didapatkan dari offset yang harus disuplai Lockheed Martin, sebagai pemenang program pengembangan jet tempur F-X III Korea Selatan dan sebagian lagi dari perusahaan asing lainnya.

ADD memiliki visi ke depan bahwa KF-X Blok 2 akan memiliki tempat menyimpanan senjata internal, dan Blok 3 akan memiliki kemampuan stealth yang lebih meningkat, setara dengan tingkat siluman Bomber B-2 atau joint strike fighter F-35.

Indonesia adalah satu-satunya mitra KF-X pada saat ini. Indonesia menanggung 20 persen dari biaya pengembangan pesawat, sedangkan pemerintah Korea Selatan menanggung 60 persen. Dana untuk 20 persen sisanya masih belum jelas, dana KAI diharapkan untuk menanggung bagian dana 20 persen tersebut. (DefenseNews|JKGR)

Ini Penampakan KRI Usman Harun yang Segera Tiba di Indonesia

Posted: 20 Jul 2014 03:50 AM PDT

KRI Usman Harun di Inggris dijemput oleh 44 prajurit TNI AL. Kapal perang baru untuk menambah kekuatan maritim Indonesia itu telah berangkat menuju perairan Nusantara sejak Sabtu (19/7) kemarin.


KRI yang dikomandani oleh Kolonel Laut Didong (P) Rio Duta S.T, M.AP, itu tampak gagah dengan nomor lambung 359. Kapal perang jenis Multi Role Light Frigate ini memiliki sensor radar dan sonar avionik.

Kapal perang dengan warna abu-abu gelap yang berfungsi untuk kamuflase ini akan mengarungi lautan dnegan kecepatan 30 knot. Dari penampakannya, kapal ini juga memiliki helipad di bagian belakang untuk pendaratan helikopter.


Meriam utama di bagian depan siap untuk menghalau pesawat musuh dan dua meriam penangkis serangan udara di sisi kiri serta kanan kapal. Kapal ini juga memiliki kemampuan menembakan rudal ke udara.



Kemampuan radarnya juga sangat canggih, sehingga KRI Usman Harun dinilai sangat cocok menjaga kedaulatan NKRI.

Nama KRI Usman-Harun sempat diprotes Singapura, karena menganggap Usman dan Harun adalah teroris yang melakukan pemboman di Singapura pada tahun 1960-an. Namun, pemerintah tetap bersikukuh dengan nama itu, karena Usman dan Harun merupakan prajurit Marinir TNI AL yang telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional oleh pemerintah Indonesia.

KRI ini merupakan kapal perusak yang memiliki bobot 2.000 ton dan jangkauan tembakan yang jauh sejauh 40 nautical mile. Kapal ini adalah armada tercanggih TNI AL dibandingkan dengan yang lain. (Detik)

44 Prajurit TNI AL Berangkat ke Inggris, Jemput KRI Usman-Harun

Posted: 20 Jul 2014 03:34 AM PDT

KRI Usman-Harun, saat ini telah selesai proses pengerjaannya. 44 prajurit TNI AL diberangkatkan untuk menjemput dan langsung membawa pulang kapal tempur yang akan jadi kebanggaan Indonesia itu.

44 Prajurit TNI AL Berangkat ke Inggris, Jemput KRI Usman-Harun

"Sabtu, 19 Juli 2014 tim 44 KRI Usman Harun – 359 berangkat menuju ke Jakarta menggunakan kereta api dari stasiun Pasar Turi Surabaya yang selanjutnya akan berangkat menuju ke Inggris pada hari Senin 21 Juli 2014 dalam rangkaian kegiatan KPPK MRLF," kata Kadivkom KRI USH-359, Letda Laut (P) Asman Prasetyo dalam rilis yang diterima detikcom, Minggu (20/7/2014).

44 pasukan TNI AL itu terdiri dari 8 perwira dan 36 anggota. Sebelum diberangkatkan ke Inggris, ke 44 pasukan itu harus menjalani pengecekan akhir di Kolat Makoarmatim.


"Tim 44 yang terdiri dari 8 Perwira dan 36 Anggota terlebih dahulu berkumpul di Kolat Makoarmatim untuk pengecekan terakhir personel dan material yang akan dibawa," jelasnya.

Komandan KRI Usman -Harun adalah Kolonel Laut (P) Didong Rio Duta S.T, M.AP. Sang komandan sudah berada di Inggris.

Nama KRI Usman-Harun sempat diprotes Singapura, karena negeri jiran itu menganggap Usman dan Harun adalah teroris yang merupakan pelaku pemboman di Singapura pada tahun 1960-an. Namun, pemerintah tetap bersikukuh dengan nama itu, karena Usman dan Harun merupakan prajurit Marinir TNI AL yang telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional oleh pemerintah Indonesia.

Kapal ini dilengkapi radar sensor dan avionik, serta beberapa pucuk meriam berkaliber sedang dan beberapa rudal. KRI ini merupakan kapal perusak, namun bertipe multi role light frigate (MRLF), yaitu sejenis kapal perusak ringan, yang memiliki bobot 2.000 ton dan jangkauan tembakan yang jauh sejauh 40 nautical mile. Kapal ini baru dan tercanggih dibandingkan dengan yang lain. (Detik)

Unknown Monday, July 21, 2014
Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia

Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia


Indonesia, Estonia dan Finlandia kembangkan pertahanan cyber

Posted: 19 Jul 2014 01:44 AM PDT

Kerjasama pertahanan dan keamanan di bidang cyber merupakan topik utama pembahasan dalam pertemuan Menhan RI Purnomo Yusgiantoro dengan Menhan Estonia, Sven Mikser di Tallinn, ibukota Estonia dan dengan Menhan Finlandia, Carl Haglund di Helsinki, Finlandia.

Indonesia, Estonia dan Finlandia kembangkan pertahanan cyber

Menhan RI bersama Delegasi Kemhan RI melakukan kunjungan kerja ke Estonia dan Finlandia dalam rangka mengembangkan kerjasama di bidang pertahanan dan keamanan antara Indonesia dengan Estonia dan Finlandia, demikian Sekretaris Pertama Bidang Pensosbud KBRI Helsinki, Made P. Sentanajaya kepada Antara London, Sabtu.

Dalam pertemuan dengan Menhan Estonia, Sven Mikser di Tallinn, Menhan Purnomo Yusgiantoro menyampaikan keinginan Indonesia untuk dapat mengembangkan kerjasama pertahanan dan keamanan di bidang cyber dengan Estonia, yang merupakan salah satu negara dengan Center of excellent pengembangan pertahanan cyber di kawasan Eropa.


NATO Cooperative Cyber Defense Center of Excellent (NATO CCD-COE) yang merupakan pusat pelatihan dan penelitian NATO di bidang pertahanan dan keamanan cyber telah didirikan di Tallinn, sejak tahun 2008.

Menhan Estonia sangat menyambut baik keinginan kerjasama dari pihak Indonesia dan dalam waktu dekat pembahasan kerjasama akan ditindaklanjuti dengan pertukaran informasi dan peningkatan saling kunjung di tingkat staf.

Sementara dalam pertemuan dengan Menhan Finlandia, Carl Haglund di Helsinki tanggal 16 Juli 2014, selain mengupayakan kerjasama di bidang pertahanan dan keamanan Cyber, Menhan juga menginginkan adanya peningkatan kerjasama antara Indonesia dengan Finlandia di bidang Peace Keeping Operation, Penelitian dan pengembangan Industri Pertahanan, serta kerjasama pendidikan dan pelatihan bagi staf TNI.

Sebagai tindak lanjut dari upaya kerjasama yang ditawarkan, kedua negara telah sepakat untuk segera menuangkan langkah-langkah kerjasama di bidang hankam tersebut dalam sebuah Letter of Intent.

Dalam kunjungan kerja ke Finlandia,dari tanggal 14 sampai 16 Juli Menhan RI juga berkesempatan meninjau Finnish Defense Forces International Center (FINCENT) di Tuusula, Finlandia yang merupakan tempat pelatihan dan pendidikan bagi pasukan penjaga perdamaian Finlandia untuk misi-misi perdamaian PBB, serta mengunjungi industri militer strategis Finlandia.

Keinginan Indonesia dalam mengembangkan kerjasama pertahanan cyber dengan Estonia dan Finlandia dilandasi kondisi semakin maraknya gangguan keamanan saat ini yang dilakukan melalui perantara internet.

Kerjasama Indonesia dengan Estonia dan Finlandia dibidang pertahanan dan keamanan cyber diharapkan dapat meningkatkan kemampuan Indonesia dalam menanggulangi potensi gangguan keamanan yang dilancarkan melalui internet tersebut. (ANtara)

Menhan resmikan KRI Bung Tomo di Inggris

Posted: 19 Jul 2014 01:37 AM PDT

Menteri Pertahanan Republik Indonesia Purnomo Yusgiantoro meresmikan kapal perusak kawal rudal jenis Multi Role Light Frigate (MRLF) KRI Bung Tomo-357 dan KRI John Lie-358 di Dermaga Anchorline, Barrow-In-Furness, Inggris, Jumat (18/7).

Menhan resmikan KRI Bung Tomo di Inggris

Selain dihadiri jajaran Kementerian Pertahanan RI, acara pemberian nama dan peresmian KRI Bung Tomo-357 dan KRI John Lie-358 juga dihadiri anggota DPR dari Komisi I bidang pertahanan, pejabat TNI Angkatan Laut, Dubes RI  didampingi pejabat KBRI London serta pejabat pemerintahan Inggris, demikian Pensosbud KBRI London Heni Hamida kepada Antara London, Sabtu.

Setelah peresmian, kedua KRI langsung menuju Indonesia dan diharapkan bisa turut berpartisipasi memeriahkan HUT TNI ke-69 pada 5 Oktober 2014 di Pangkalan TNI Angkatan Laut Surabaya.


Kapal perang produksi BAE Systems, Inggris, tahun 2004 tersebut memiliki spesifikasi teknis yang handal.

Dengan panjang 95 meter dan lebar 12,7 meter serta dilengkapi sistem pendorong empat motor pokok CODAD (Combined diesel and diesel) yang mampu berlayar dengan kecepatan maksimum 31 knots.

Kedua kapal perang tersebut juga dilengkapi dengan sistem persenjataan yang tergolong mutakhir, seperti peluru kendali anti kapal permukaan MM 40, peluru kendali anti serangan udara Sea Wolf, meriam 76 mm, meriam 30 mm serta torpedo anti kapal selam.

Didukung oleh sistem kendali persenjataan, navigasi dan komunikasi yang terintegrasi dengan baik, kapal jenis MRLF tersebut dirancang untuk mampu bertempur menghadapi ancaman baik dari atas air, bawah air maupun udara.

Sebelum diresmikan menjadi kapal perang Republik Indonesia oleh Menteri Pertahanan RI, kedua kapal menjalani prosesi pemberian nama yang memiliki arti simbolis agar kapal tersebut memiliki semangat kepahlawanan dari tokoh pahlawan nasional yang digunakan serta agar kapal beserta awaknya di dalam pengabdiannya demi kejayaan bangsa dan negara senantiasa dilindungi oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Prosesi pemberian nama KRI Bung Tomo-357 dan KRI John Lie-358 dilakukan oleh Lies Purnomo Yusgiantoro, istri Menhan RI selaku ibu kandung kapal.

Bung Tomo merupakan salah satu tokoh pahlawan yang lahir di Surabaya pada tanggal 3 Oktober 1920.

Bung Tomo terkenal karena peranannya yang signifikan dalam membangkitkan semangat rakyat Indonesia untuk melawan kembalinya penjajah yang akan menguasai negara Indonesia.

Semangat pertempuran Bung Tomo telah ditunjukkan dalam pertempuran 10 November 1945 yang hingga kini diperingati sebagai Hari Pahlawan oleh seluruh bangsa Indonesia.

Sementara Laksamana Muda TNI Jahja Daniel Dharma atau yang lebih dikenal sebagai John Lie merupakan salah seorang perwira tinggi TNI Angkatan Laut pada masa perang revolusi.

Pada awal kemerdekaan, John Lie ditugaskan mengamankan pelayaran kapal-kapal yang mengangkut komoditas ekspor Indonesia yang akan diperdagangkan di luar negeri menembus blokade penjajah.

Hasil dari penjualan hasil bumi tersebut selanjutnya digunakan demi keperluan perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.   (Antara)

500 Kopassus Siaga Satu Jelang Putusan 22 Juli

Posted: 19 Jul 2014 01:24 AM PDT

Komando Pasukan Khusus (Kopassus) memberlakukan siaga satu jelang penghitungan suara di Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) Selasa 22 Juli nanti. Sebanyak 500 pasukan telah disiapkan untuk mengamankan jalannya proses rekapitulasi tersebut.

500 Kopassus Siaga Satu Jelang Putusan 22 Juli

Demikian disampaikan Wadanjen Kopassus, Irjen M Herindra, usai membuka pasar murah di Lapangan Gatot Subroto, Cijantung, Jakarta Timur, Sabtu 19 Juli 2014.

Ratusan pasukan baret merah itu, jelas Herindra, tidak langsung
dikerahkan Gedung KPU Pusat.


"Kami hanya standby di markas, tidak berjaga di sana. Namun jika sewaktu-waktu diperlukan kami siap dengan 500 personel yang telah diposisikan dalam siaga satu," tegas Herindra.

Selain menyiagakan 500 pasukan, pihaknya juga mengaku telah menyiapkan lima batalyon pasukan cadangan yang siap dikerahkan dalam keadaan darurat.

"Kami mengimbau agar masyarakat ikut menjaga ketertiban. Dan kami (Kopassus) selalu siap jika dibutuhkan," pungkasnya.

TNI bantu Polisi

Kesiapan menghadapi putusan Pilpres 22 Juli 2014 juga ditunjukkan Kodam III Siliwangi yang hari ini menggelar simulasi kerusuhan jelang penetapan. Aksi latihan ini digelar di halaman Gedung Sate Bandung.

Pangdam III Siliwangi, Mayjen TNI Dedi Kusmayadi, mengatakan, TNI siap mem-backup Polda Jabar dalam pengamanan pilpres jika situasi tak kondusif.

"Jika dalam suasana mendesak TNI harus bertindak tanpa Polisi, kami akan bertindak tegas, karena kami tidak dianjurkan membiarkan kerusuhan atau kriminalitas terjadi," terangnya.


Sumber : VivaNews

Markas Divisi III Marinir Sorong Rampung Dibangun

Posted: 19 Jul 2014 01:15 AM PDT

Markas Divisi III Marinir di Sorong yang telah direncanakan Mabesal sejak setahun lalu kini sudah rampung dibangun. Markas yang terletak di kilometer 16 Sorong Aimas itu berdiri megah. Kepastian administrasi dan kedatangan personel, tinggal menunggu keputusan Presiden.

Prajurit Marinir dalam Upacara Peringatan HUT Ke-68 TNI Di Surabaya. (Foto: Dispen Korps Marinir)

"Divisi Marinir merupakan tahapan dalam membangun Armada RI kawasan Timur di Sorong yang telah direncanakan lama oleh Kemhan dan Mabesal," ujar Dirjen Kuathan Kementerian Pertahanan RI Laksda TNI Agus Purwoto di kantornya beberapa waktu lalu.

Sejauh ini, Korps Marinir TNI AL terbagi menjadi pasukan, yakni Pasmar 1 yang bermarkas di Gedangan Sidoarjo dan Pasmar 2 yang bermarkas di Jakarta.


Lebih lanjut, menurut Agus, pembangunan Divisi III Marinir merupakan pengembangan postur organisasi Marinir sebagai Kotama (Komando Utama—red) yang ditempatkan di daerah strategis dan rawan konflik.

Rencananya, dalam divisi ini akan ditempatkan 6.000 hingga 10 ribu personel yang siap menjaga kedaulatan NKRI di pulau paling timur Indonesia. Selain itu, kebutuhan akan Alutsista juga menjadi perhatian pemerintah yang saat ini telah memasuki penghujung masa jabatan.

"Paling tidak, ini merupakan pencapaian dalam MEF tahap I dan akan dilanjutkan kemudian di tahap II," papar Agus.

Ditinjau dari letak geografis, Sorong merupakan kota strategis di Pulau Papua, khususnya Papua Barat. Kota yang terletak di ujung kepala burung Pulau Papua tersebut merupakan pintu masuk Papua dan penghubung antara Papua dengan daerah lain.

Beberapa konflik horizontal kerap terjadi di kota ini. Salah satunya, kerusuhan bernuansa SARA pada April lalu, serta adanya pasukan OPM pimpinan Izak Klablim dikabarkan sering melakukan operasi di daerah ini.

Diharapkan, dengan kehadiran Divisi Marinir di Sorong dapat meminimalisasi gejala-gejala tersebut, baik dengan Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Sepanjang sejarah perjalanan korps yang memiliki slogan Jalesu Bhumyamca Jayamahe (Di Laut dan Darat Kita Jaya) ini selalu dikenal dekat dengan rakyat, serta merakyat. (JMOL)

Unknown Sunday, July 20, 2014
Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia

Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia


Tak Hanya Romantisme Poros Maritim, Indonesia Butuh Shipping Corporated

Posted: 18 Jul 2014 07:59 AM PDT

Doktrin Indonesia menjadi poros maritim dunia sudah mendapat perhatian luas. Ide ini dilontarkan Calon Presiden Joko Widodo dalam beberapa kesempatan dan menjadi bagian integral dari visi misi pencapresan.

Pelabuhan Bitung
Pelabuhan Bitung

Ide tentang poros maritim dunia itu berangkat dari pemahaman geostrategis Indonesia yang mayoritas wilayahnya didominasi lautan dan berada di alur laut pelayaran dunia yang sangat strategis. Sayangnya, selama ini potensi itu belum dimanfaatkan secara maksimal.

Pengamat pelayaran dan maritim Indonesia, Siswanto Rusdi, ikut mengomentari doktrin poros maritim tersebut. Menurutnya, sebelum bicara poros maritim dunia, perlu ada penyamaan persepsi mengenai apa yang disebut sebagai istilah maritim. Karena, titik tekan istilah maritim terletak pada bidang pelayaran, pelabuhan, dan kepelautan.


"Bahasa maritim itu adalah bahasa pelayaran, bahasa pelabuhan, dan bahasa pelaut," katanya.

Saat ini, seolah-olah maritim hanya disempitkan pada perbaikan nasib nelayan dan perikanan. Sedangkan jika ingin menjadi kekuatan poros maritim maka pelayaran dan pelabuhan-lah yang harus dikuatkan.

Menurut Rusdi, kondisi pelayaran saat ini masih jauh dari harapan. Pelayaran hanya jago kandang. Seharusnya bisa didorong agar pelayaran bisa berbicara di level internasional. Jika itu bisa diwujudkan, baru bisa berbicara kekuatan poros maritim.

"Yang lebih riil sekarang, berapa banyak jumlah kapal kita yang ke luar negeri? Bisnis pelayaran ini adalah bisnis global. Tidak ada yang mainnya hanya di dalam negeri saja," ujar Rusdi.

Kerja Konkret

Ia tidak melihat ada program yang mengarah kepada penguatan pelayaran nasional dalam program Jokowi, sehingga yang terlihat hanya romantisme belaka.

"Mari kita bicara pada tataran konkret. Jangan bicara pada tataran abstrak," ajaknya.

Menurutnya, Kebijakan konkret yang bisa dibuat, misalnya dengan membuat Indonesia Shipping Corporated, semacam pull kapal yang melayani rute internasional. Pesertanya adalah perusahaan-perusahaan pelayaran yang mampu dan mau, serta pemerintah harus bisa memberikan insentif kepada perusahaan pelayaran tersebut.

"Ini yang lebih konkret," tegasnya.

Adapun konsep Tol Laut yang digadang-gadang kubu Jokowi sebagai solusi konektivitas nasional, menurut Rusdi, belum bisa secara substansi menjawab masalah konektivitas di Indonesia. Pasalnya, tanpa konsep tersebut pun sudah ada trayek-trayek tetap petikemas yang melayani rute yang ada dalam Tol Laut.

"Pada kenyataannya, yang ada sekarang ini pun kondisinya banting-bantingan harga," tuturnya.

Ia menganggap, ada kesalahan anggapan dari para penggagas ide Tol Laut ketika menganggap bisnis petikemas tidak memiliki jadwal dan rute tetap. Padahal, salah satu karakter dasar dari bisnis petikemas selalu terjadwal.

"Sudah ada jadwal dan rute tetap dari pelayaran yang ada sekarang, seperti yang dilakukan Meratus atau Tempura Mas. Kalau maksud Tol Laut hanya ingin memastikan jadwal dan rute, bisa marah mereka," ucap Rusdi.

Menurutnya, para penggagas ide Tol Laut tidak mengetahui sejarah bisnis petikemas. Ia menjelaskan, dahulu sebelum ada petikemas, orang memakai general cargo. Sistem pada general cargo tidak berjadwal. Maka dari itu dibuatlah sistem petikemas berjadwal. (JMOL)

Indonesia Dukung DK PBB Bergerak Tangani MH17 yang Ditembak di Ukraina

Posted: 18 Jul 2014 07:33 AM PDT

Pemerintah Indonesia mendukung sepenuhnya Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk menindaklanjuti kasus ditembaknya pesawat Malaysia Airlines di Ukraina, Kamis (18/7) malam. Sebab menurut SBY ini masalah serius.

Indonesia Dukung DK PBB Bergerak Tangani MH17 yang Ditembak di Ukraina
ilustrasi Malaysia Airlines

SBY menjelaskan sudah mendapatkan laporan dari Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa soal DK PBB yang sudah akan bertindak. Itu dikatakan SBY dalam jumpa pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (18/7).

"Saya dapat laporan dari Menteri Luar Negeri bahwa Dewan Keamanan PBB akan bertindak. Indonesia mendukung penuh, DK PBB harus mengambil langkah serius dan segera," jelas SBY.


Sebelumnya SBY meminta internasional memperhatikan kasus ditembaknya pesawat Malaysia Airlines di Ukraina. Kasus ini harus ditangani tim investigasi setaraf internasional.

SBY menjelaskan Indonesia mengetahui pesawat MH17 itu ditembak jatuh dari sumber resmi. Dia berharap jika itu benar, maka pelakunya harus ditindak tegas. Sebab di pesawat itu ada 15 warga negara Indonesia yang tewas.

"Dari sejumlah sumber resmi dan terpercaya yang Indonesia ikuti, pesawat Malaysia itu jatuh ditembak peluru dari darat ke udara. Indonesia meyerukan agar dilakukan investigasi internasional. Kalau benar itu terjadi, Indonesia berharap pelaku diberi sanksi hukum tegas," kata SBY. (JaringNews)

SBY Larang Pesawat Indonesia Lewat Udara Konflik Rusia-Ukraina dan Gaza

Posted: 18 Jul 2014 07:30 AM PDT

Pemerintah Indonesia melarang maskapai penerbangannya melewati jalur udara kawasan konflik antar negara. Dia kawasan itu di antaranya kawasan konflik Ukraina-Rusia dan Jalur Gaza yang menjadi konflik Palestina-Israel.

SBY Larang Pesawat Indonesia Lewat Udara Konflik Rusia-Ukraina dan Gaza

Pelarangan itu menyusul kasus ditembaknya pesawat Malaysia Airlines di Ukraina, Kamis (18/7) malam. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono khawatir ada 'rudal nyadar' di sana.

"Saya telah menginstruksikan agar maskapai penerbangan Indonesia menghindari daerah-daerah konflik militer khususnya Ukraina dan Russia dan di atas wilayah jalur Gaza," ujar SBY dalam jumpa pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (18/7).


Presiden mengatakan pelarangan ini juga diumumkan kepada warga negara Indonesia yang akan berpergian ke luar negeri ataupun yang balik ke Indonesia untuk memilih penerbangan yang tidak lewat jalur itu.

"Saya juga menyerukan kepada WNI yang bepergian dengan jasa penerbangan bisa memastikan bahwa pesawat yang ditumpanginya tidak melintas di daerah konflik seperti Ukraina, Russia, dan Gaza," jelas dia. (JaringNews)

Panglima TNI : Tentara Ingin Kawal Pilpres Dengan Aman

Posted: 18 Jul 2014 07:18 AM PDT

TNI ingin mengawal Pilpres dengan aman dan TNI tidak main-main guna mengamankan demi terciptanya rasa aman untuk masyarakat, bangsa dan negara. Agar tidak berspekulasi, TNI telah menghitung segala resiko ancaman dan setiap ancaman akan berhadapan dengan polisi dan TNI.


Demikian disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko pada saat menyaksikan Latihan Pembebasan Sandera (Basra) Penanggulangan Teroris (Gultor) Pasukan Khusus TNI tahun 2014 di Guest House Mabes TNI AD yang berada di dalam lingkungan Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur, Jumat (18/ 7/2014).

Kesiapan TNI ini adalah kesiapan dalam posisi yang tertinggi dan hasil dari latihan selama ini sebagai bentuk tanggung jawab TNI kepada masyarakat Indonesia. "Dalam menghadapi situasi politik saat ini saya instruksikan agar pasukan TNI selalu siap", ujar Panglima TNI.



Sementara itu, tujuan latihan ini untuk menunjukkan kesiapsiagaan TNI dalam menghadapi segala kemungkinan bentuk ancaman dan gangguan pada Pilpres 2014 dalam rangka mewujudkan stabilitas keamanan di seluruh wilayah NKRI serta untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh masyarakat Indonesia. Panglima TNI juga menghimbau kepada masyarakat Indonesia agar tenang.


Panglima TNI: Tentara Ingin Kawal Pilpres Dengan Aman

Adapun sasaran latihan adalah para prajurit Pasukan Khusus TNI memiliki ketrampilan dan kemampuan dalam melaksanakan tehnik Mobilisasi Udara (Mobud) dengan baik. Dengan latihan ini para prajurit TNI memiliki kecepatan bergerak mulai dari pemuatan heli, pemindahan udara, keluar dari heli dan dilanjutkan aksi di daerah sasaran. Selain itu, juga untuk melatih kecepatan bergerak prajurit secara professional, gesit, lincah dan penuh dengan kewaspadaan.

Skenario latihan diawali dengan formasi arrow tail terbang dari Lanud Halim PK menuju daerah sasaran Guest House Mabes TNI AD Cilangkap dengan ketinggian 1000 feet. Setelah diatas area Guest House, satu Super Puma dan dua Bell 412 berputar yang selanjutnya memasuki sasaran (Spot) untuk persiapan melaksanakan Rappeling And Fastrope. Selanjutnya satu BELL 412 TNI AD berputar dan menunggu penjemputan kemudian MI-17 terbang ke atas untuk melaksanakan pelolosan ke daerah yang aman. Kemudian tim kedua dengan menggunakan 6 Helikopter melaksanakan manuver Super Puma dan bell rappeling dan fastrope on spot (tim keamanan dan eksekutor).

Di akhir kegiatan Komandan Latihan (Danlat) Mayjen TNI Fransens G. Siahaan yang kesehariannya menjabat sebagai Panglima Divisi Infanteri I/Kostrad menyampaikan bahwa Latihan ini melibatkan 52 personel (terdiri dari Kostrad, Kopassus TNI AD, Marinir TNI AL dan Paskhas TNI AU) dan 10 pesawat Helikopter (terdiri dari 2 Heli Bell 412 TNI AL, 2 pesawat Heli Bell 412 TNI AD, 2 pesawat Heli Super Puma Nas 332 TNI AU dan 4 pesawat MI-17 TNI AD). (Poskota)

Kadispenum Puspen TNI
Kolonel Inf Bernardus Robert

Unknown Saturday, July 19, 2014
Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia

Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia


Pesawat Tempur F-16 C/D 52ID TNI AU Mendarat di Alaska

Posted: 17 Jul 2014 11:58 AM PDT

Tiga pesawat F-16 C/D 52ID TNI AU dengan call sign "Viper Flight," sudah meninggalkan Hill AFB Utah dan mendarat dengan selamat di Eielson AFB Alaska. Pesawat pertama adalah TS 1620 dengan crew Maj Collin Coatney/Ltk.Firman Dwi Cahyono, pesawat TS 1623 diawaki Ltc Erick Houston/ May. Anjar Legowo dan pesawat TS 1625 diawaki Col Phil Purcel. Tiga buah pesawat F-16 C/D lepas landas dari Hill AFB Utah pukul 11.15 waktu setempat untuk bertemu dengan pesawat tanker KC-10 yang akan mengawal pesawat sampai Alaska.

Pesawat F-16 TNI AU TS 1623 dan TS 1625 akan melaksanakan air refueling pada pesawat KC-10 USAF pada ketinggian 25.000 kaki | foto : TNI AU

Perjalanan ditempuh dengan ketinggian 25.000 kaki pada kecepatan 0.8 MN (Mach Number) atau sekitar 480 KTAS (Knots True Air Speed) melewati area gurun, area perkotaan, selat sepanjang pantai dan juga pegunungan yang tertutup salju di wilayah Canada bagian utara sebelum memasuki wilayah Negara bagian Alaska. Selama perjalanan dilaksanakan air to air refueling dengan pesawat KC-10 dari Travis selama 3 kali pengisian.


Pesawat mendarat dengan ILS approach di Eielson AFB Alaska di tengah guyuran hujan dan angin samping (crosswind 20 kts) pada pukul 13.51 waktu setempat di mana Alaska berada pada zona waktu GMT-8. Rencana pada leg berikutnya keberangkatan akan dilaksanakan pada hari Kamis pukul 11.00 waktu Alaska menuju Guam yang akan menempuh waktu perjalanan lebih dari 9 jam. Dalam perencanaan penerbangan "ferry flight" dari Hill AFB Utah menuju Lanud Iswahjudi Madiun dimulai dengan perjalanan dari Hill AFB, Utah menuju Eilsen AFB Alaska dengan waktu 4 jam 23 menit, selanjutnya tgl 17 Juli berangkat dari Eilsen AFB Alaska menuju Andersen AFB Guam selama 9 jam 40 menit dan leg terakhir tanggal 20 Juli dari Guam langsung menuju Lanud Iswahyudi Madiun dengan waktu 5 jam 16 menit. Ketiga pesawat direncanakan akan mendarat pada pukul 11.16 di lanud Iswahjudi Madiun pada tanggal 20 Juli 2014 langsung diparkir di hangar Skadron Udara 3 "The Dragon Nest".


Ltk.Firman Dwi Cahyono dan May. Anjar Legowo siap terbang dengan pesawat TS 1623 dan TS 1625 pada leg pertama menuju Eielson AFB Alaska | foto : TNI AU

Keenam instruktur penerbang mulai bulan Agustus akan melanjutkan latihan terbang konversi F-16 C/D nya di Lanud Iswahyudi Madiun dibawah supervisi empat instruktur penerbang dari US Air Force Mobile Training Team. Karena konfigurasi awal pesawat F16C/D-52ID tidak dilengkapi dengan drag chute (rem payung) maka pesawat-pesawat ini direncanakan akan menjalani modifikasi pemasangan peralatan drag chute yang dilakukan tehnisi TNI AU dibantu personil Lockheed Martin pada kuartal pertama 2015.

Pengadaan 24 pesawat F16 C/D-52ID dalam Proyek "Peace Bima Sena II" ini merupakan kerjasama antara Pemerintah AS dan Indonesia berdasarkan kontrak yang ditandatangani pada tanggal 17 Januri 2012. Pelaksanaan regenerasi meliputi structural/airframe upgrade pesawat Block 25 hingga mencapai masa usia pakai (service life) optimal. Disisi lain modernisasi avionic dan engine pesawat akan meningkatkan kemampuan menjadi setara dengan F-16 block 52. Upgrade Pesawat F-16 C/D 52ID ini tidak main-main karena mengejar kemampuan setara dengan Block 52, terutama pemasangan Mission Computer MMC- 7000A versi M-5 yang dipakai Block 52+, Improved Data Modem Link 16 Block-52, Embedded GPS INS (EGI) block-52 yang menggabungkan fungsi GPS dan INS , Electronic Warfare Management System AN/ALQ-213, Radar Warning Receiver ALR-69 Class IV, Countermeasures Dispenser Set ALE-47 untuk melepaskan Chaff/Flare. Sedangkan kemampuan radar AN/APG-68 (V) ditingkatkan agar mampu mendukung peralatan dan system baru yang dipasang.

Tidak hanya itu, seluruh mesin pesawat tipe F100-PW-220/E menjalani upgrade di sehingga menjadi baru kembali. Seluruh pesawat menjalani upgrading dan refurbished rangka "airframe" serta sistem "avionic" dan persenjataan di Ogden Air Logistics Center Hill AFB, Utah.

Rangka pesawat diperkuat, cockpit diperbarui, jaringan kabel dan elektronik baru dipasang, semua system lama di rekondisi menjadi baru dan system computer baru ditambahkan agar pesawat lahir kembali dengan kemampuan jauh lebih hebat.

Pengadaan 24 F-16 C/D-52ID tersebut akan melengkapi Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi dan Skadron Udara 16 Lanud Rusmin Nuryadin Pekanbaru untuk menambah kekuatan tempur TNI Angkatan Udara sebagai tulang punggung kekuatan dirgantara (Air Power) kita demi menjaga Keamanan Nasional Indonesia. (TNI AU)

Unknown Friday, July 18, 2014
Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia

Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia


KRI Frans Kaisiepo-368 beserta dua kapal Bangladesh Navy Gelar Latihan Sea Manoeuvring

Posted: 17 Jul 2014 12:50 AM PDT

Menjelang akhir ontask ke-13, KRI Frans Kaisiepo-368 beserta dua kapal Bangladesh Navy mendapatkan perintah latihan bersama dari MTF Commander melalui MTF-N7 selaku Staf Latihan. Latihan bersama tersebut berupa latihan manuver taktis yang biasa disebut serial sea manoeuvring exercise (Seamanex 002). Latihan dilaksanakan menjelang sunset di Area of Maritime Operation (AMO) Zone 1 North perairan Lebanon. Selasa, (15/07/2014).


Sekilas tentang dua kapal Bangladesh yang belum lama ini baru bergabung dengan Combined Task Force (CTF) 448, yaitu BNS Ali Haider dan BNS Nirmul dimana pada medio Juni lalu menggantikan BNS Osman dan BNS Madhumati yang telah bertugas kurang lebih selama 5 tahun di Lebanon. BNS Ali Haider F17 merupakan kapal perang ex-HMS Jaguar jenis fregateyang telah selesai dimodifikasi dan dimodernisasi pada awal tahun 2014 lalu. Telah dilengkapi dengan rudal C-802 dan diperbarui dengan teknologi China oleh Angkatan Laut Bangladesh. Sedangkan BNS Nirmul P813 merupakan salah satu dari dua Durjoy-class, jenis large patrol craft-missile (LPC-M) yang selesai dibangun di Wuchang Shipyard China pada awal tahun 2013, juga dilengkapi dengan rudal buatan China C-704.


Pada pukul 17.15 waktu setempat, ketiga kapal telah berkumpul di sekitar titik rendezvous. Bertindak selaku Officer Conducting Serial (OCS) dalam seamanex 002 kali ini adalah BNS Ali Haider. Formasi demi formasi dilaksanakan sesuai berita taktis yang di kirimkan OCS melalui jaring radio komunikasi taktis anjungan. Ketiga kapal melaksanakan gerakan dan manuver untuk menempati stasiun/posisi dalam tiap formasi tersebut dengan cepat, tepat dan penuh perhitungan. Tujuan dilaksanakannya latihan ini tiada lain untuk melatih crew masing-masing kapal dalam menerima dan mengupas berita sandi, melaksanakan perhitungan olah gerak taktis, dan menguji keterampilan perwira jaga dalam shiphandling menempati posisi dalam formasi.

Latihan yang berlangsung selama 1,5 jam tersebut, berjalan dengan aman dan lancar, walaupun dilaksanakan ditengah cuaca yang kurang mendukung. Ketiga kapal dapat menjalankan tugas latihan dengan semangat dan penuh dedikasi. Kegiatan dilanjutkan dengan pergerakan individu menuju sektor patroli masing-masing di AMO dalam rangka melanjutkan tugas mendukung misi PBB untuk menjaga stabilitas keamanan perairan Lebanon.

(Pen Satgas Maritim TNI Konga XXVIII-F/UNIFIL 2014 | TNI AL)

Sekjen PBB Apresiasi Upaya SBY Dorong Perdamaian Palestina

Posted: 16 Jul 2014 10:02 PM PDT

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah berbicara dengan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Ban Ki-moon, untuk mengupayakan perdamaian di Palestina.


Menurut Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa, SBY dan Sekjen PBB sepakat bahwa dalam masalah Palestina ini yang harus diutamakan adalah penghentian aksi militer dan pemberian bantuan kemanusiaan.

"Sekjen PBB berikan apresiasi yang sangat dalam atas keprihatinan Presiden. Bapak Presiden juga sampaikan dukungan penuh atas upaya-upaya Sekjen PBB dalam menghentikan kekerasan di Gaza," kata Marty di Istana Negara, Jakarta, Rabu 16 Juli 2014.


Menurut Marty, meski Dewan Keamanan sudah menyatakan kecaman atas serangan Israel, tetapi PBB belum mengambil langkah konkret atau pemaksaan resolusi perdamaian di kawasan itu.

"Fokus kami sekarang adalah upaya perdamaian, untuk menciptakan gencatan senjata. Semoga upaya gencatan senjata ini bisa berbuah hasil. Karena kerja keras bagi kita, karena tidak ingin suatu hari lagi lebih panjang adanya penggunaan kekerasan di sana," kata dia.

Sebab, ia melanjutkan, tidak ada manfaat yang diperoleh dari penggunaan kekerasan saat ini. Justru hanya akan menimbulkan benih permusuhan untuk masa mendatang.

"Saya kira semua pihak, termasuk AS dengan caranya masing-masing mencoba mendorong semua pihak, baik Israel maupun Hamas untuk hentikan siklus kekerasan ini," kata dia.  (VivaNews)

Presiden SBY : Palestina Kepentingan Pokok Politik Luar Negeri Indonesia

Posted: 16 Jul 2014 08:49 PM PDT

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berbicara tentang Palestina pada peringatan Nuzulul Quran Tahun 1435 Hijriah Tingkat Nasional di Istana Negara, Jakarta, Rabu (16/7).

Palestina Kepentingan Pokok Politik Luar Negeri Indonesia

Kepala Negara mengungkapkan keprihatinan mendalam atas cobaan berat yang dihadapi rakyat Palestina serta mengecam keras aksi militer Israel yang dinilainya tidak proporsional.

"Sudah sejak lama Palestina menjadi kepentingan pokok dalam politik luar negeri Indonesia. Dukungan negara kita terhadap Palestina telah lama kita suarakan. Negara kita, yang sejak lama mendukung penuh kemerdekaan Palestina," kata Presiden saat berpidato Kepala Negara  pada peringatan Nuzulul Quran Tahun 1435 Hijriah Tingkat Nasional di Istana Negara, Jakarta, Rabu (16/7).


Dia mengatakan, di tengah khidmatnya peringatan Nuzulul Quran dan  pelaksanaan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan, rakyat  Palestina justru sedang menghadapi cobaan berat.

Pada minggu kedua bulan Ramadhan, lanjutnya, tepatnya tanggal 8 Juli 2014, Israel mulai melancarkan aksi militer di Jalur Gaza, yang telah menyebabkan lebih dari 200 jiwa menjadi korban di kalangan rakyat Palestina.

 "Aksi militer yang tidak hanya melanggar Hak Asasi Manusia, tetapi juga bertentangan dengan hukum internasional. Posisi Indonesia sudah sangat jelas terkait situasi di Jalur Gaza," katanya. (investor)

PT PAL Dapat Order Kapal Perang dari Luar Negeri

Posted: 16 Jul 2014 08:35 PM PDT

PT PAL Indonesia mendapat pesanan dari militer Filipina untuk pembuatan kapal jenis Landing Platform Deck (LPD), setelah berhasil memproduksi Kapal Cepat Rudal (KCR) milik Kementerian Pertahanan RI.

PT PAL Dapat Order Kapal Perang dari Luar Negeri

Perusahaan juga tengah melakukan penjajagan dengan sejumlah negara untuk keperluan yang sama.

"Sudah ada dua negara yang melakukan penjajakan kerja sama. Pada hari Rabu 16 Juli 2014, dilakukan kerja sama dengan pemerintah Myanmar. Selain itu, pemerintah Turki juga menaksir produksi kita," ujar Direktur Produksi PT PAL Indonesia, Edy Widarto di Surabaya, Selasa 15 Juli 2014.


Dia menjelaskan, PT PAL Indonesia memang tengah melakukan penjajagan dengan sejumlah negara, di antaranya Turki dan Myanmar. "Tetapi, kami belum tahu apa saja yang dibutuhkan kedua negara itu," kata Edy.

Saat ini, PT PAL Indonesia telah memproduksi sejumlah kapal niaga, baik jenis petikemas, kargo, penumpang, tanker kimia, dan tanker minyak. Termasuk juga membuat alutsista, seperti KCR dan PKR, ditambah rencana pembangunan kapal selam.

Selain itu, PT PAL Indonesia juga mampu memproduksi EPCI Gass Compressor senilai US$43 juta.

Myanmar disebut tertarik dengan jenis kapal LPD, seperti yang dipesan Filipina dengan nilai US$90 juta. Soal jenis kapal apa yang akan dipesan Myanmar, pihaknya belum bisa memastikan. "Saat ini, kami masih melayani pesanan KCR dari Kemenhan. Dengan Myanmar masih dibicarakan besok," katanya.

Sebelumnya, pada Mei lalu, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyebut pemerintah membutuhkan 16 unit KCR 60 meter dan 16 unit KCR 40 meter. Sementara itu, kapasitas produksi PT PAL Indonesia mampu membangun tiga unit KCR dalam setahun.

Sjafrie Sjamsoeddin disela kunjungannya, menyebut pemerintah tengah melakukan penjajagan kerjasama dengan sejumlah negara, dengan menunjuk PT PAL Indonesia sebagai lead integrator yang memiliki combat system.

"Pada tahun 2025 nanti, alutsista kita akan ideal. Saat ini, kita butuh peningkatan industri pertahanan, yang di dalamnya menyangkut alutsista. Apakah itu kapal, pesawat, maupun persenjataannya," katanya.  (VivaNews)

Unknown Thursday, July 17, 2014
Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia

Strategi Militer - Informasi Pertahanan dan Keamanan Indonesia


Aksi Mail Bag Transfer KRI Frans Kaisiepo-368 di Laut Mediterania

Posted: 15 Jul 2014 09:40 PM PDT

Satgas Maritim TNI Kontingen Garuda XXVIII-F/UNIFIL 2014 KRI Frans Kaisiepo (FKO)-368 sebagai salah satu unsur Maritime Task Force (MTF) dalam misi perdamaian dunia di Lebanon kembali melaksanakan tugasnya di Area of Maritime Operations (AMO).

Aksi Mail Bag Transfer KRI Frans Kaisiepo-368 di Laut Mediterania. (Foto: Dispenal)

Memasuki on-task ke-13, KRI FKO-368 untuk ke sekian kali mendapatkan tugas sebagai Officer Conducting Serial (OCS) dalam latihan Replenishment at Sea/Mail Bag Transfer dengan HS. Kristallidis di Laut Mediterania, Lebanon, yang sebelumnya melaksanakan port visit di Mersin, Turki Sabtu, (12/07) selama dua hari.

Dilansir Dispenal, kapal patroli dengan dimensi panjang kapal 61,9 meter dan lebar 9,5 meter, Hellenic Ship (HS) Kristallidis bernomor lambung P69 merupakan salah satu kapal perang jenis Patrol Boats-Roussen Class milik Angkatan Laut Yunani, dilengkapi armament canggih.


Kapal berkategorikan kapal patroli tersebut terpasang Peluru Kendali Exocet MM40 B2 (surface to surface guided missile)sebanyak 8 unit, 1 GLMS RAM anti-missile system (CIWS) dengan 21 rudal, 1 meriam utama di haluan 76mm/62 rapido cannon Otobreda, dan 2 buah meriam 30mm cannons Otobreda.

Sedangkan KRI FKO-368 Korvet kelas sigma yang dimiliki Indonesia memang benar berkategori Kapal Perang, memiliki persenjataan 2x4 rudal anti peswat MBDA Mistral TETRAL serta 4 rudal Permukaan MBDA Exocet MM40 block 276 mm oto-Melara Kanon Utama,2x20 vektor G12 Kanon Ringan, 2 seluncur torpedo B515 Tipe 3A 224S Mode II/MU 90.

Dalam Latihan tersebut, KRI-FKO 368 dan HS. Kristallidis bertemu di titik rendezvous (RV) sesuai table order di zone 1 center. Tahapan demi tahapan sesuai prosedur pelaksanaan Replenishment at Sea (RAS) dilaksanakan kedua kapal.

KRI FKO-368 bertindak sebagai kapal pemberi dalam latihan ini mempertahankan haluan dan kecepatan RAS, sedangkan HS Kristallidis berperan sebagai kapal penerima melaksanakan pendekatan dari buritan lambung kanan.

Setelah tepat berada di stasiun pembekalan lambung kanan KRI FKO-368, HS. Kristallidis menyatakan siap untuk menerima tali-tali yang diawali pengiriman tali pendahuluan oleh KRI FKO-368 dengan menggunakan gun line. Sampai penarikan kembali tali-tali, proses simulasi serah terima barang di laut dengan metode light jack stay dapat terlaksana dengan aman dan lancar.

Latihan berlangsung kurang lebih satu jam, dan diakhiri dengan penghormatan antarkapal. Selanjutnya kedua kapal kembali melanjutkan tugasnya masing-masing. HS. Kristallidis menuju sektor patrolinya dan KRI FKO-368 bergerak menuju Jounieh Naval Base dalam rangka disembarkasi Kadet LAF-NAVY yang saat itu sedang mengikuti latihan praktik di KRI FKO-368. (JMOL)

Ketua MPR RI Tinjau Pembangunan KRC 60 Buatan PT. PAL

Posted: 15 Jul 2014 09:36 PM PDT

Kepala Staf Koarmatim Laksamana Pertama TNI Aan Kurnia, S.Sos., mendampingi Ketua MPR RI Drs. Sidarto Danusubroto, S.H., meninjau Kapal Cepat Rudal (KCR) buatan industri stategis PT. PAL Ujung, Suarabaya, Selasa (15/07). Turut dalam rombongan Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Letnan Jenderal TNI Syafri Samsudin serta beberapa anggota DPR RI dari Komisi I, Komisi VI, Komisi IX serta pejabat dilingkungan kementrian terkait.

Ketua MPR RI Tinjau Pembangunan KRC 60 Buatan PT. PAL

Pembangunan KCR ini, merupakan langkah awal untuk kemandirian alutsista khususnya bagi TNI AL. KCR-60 meter memiliki fungsi sebagai kapal patroli dengan kemampuan melumpuhkan sasaran di atas permukaan laut maupun udara.

Selain itu memiliki kemampuan dalam pengintaian, tugas-tugas SAR, amphibious raid, dan lawan infiltrasi. Kapal tersebut dirancang untuk bisa dipasangi senjata meriam hingga kaliber 57 mm di bagian depan kapal, dan pelucur rudal di bagian belakang kapal. "PT. PAL Surabaya merupakan salah satu industri strategis bidang maritim yang berada di wilayah Komplek Koarmatim", kata Kasarmatim.


Dalam mengembangkan industri perkapalan dalam negeri PT. PAL menyandang peringkat Pemandu Utama (Lead Integrator). Kapal berkapasitas 55 orang tersebut diproduksi untuk memenuhi kebutuhan persenjataan yang ada sesuai dengan Undang-Undang No.16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan.


Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 Meter Ke-1 Buatan PT. PAL

"Kunjungan kerja ini dalam rangka mewujudkan industri strategis untuk meningkatkan kualitas dan standar terbaiknya untuk menghasilkan karya yang membanggakan", kata Ketua MPR RI Sidarto Danusubroto.

Pada bulan Mei 2014 yang lalu, Koarmatim telah menerima penyerahan Kapal Cepat Rudal (KCR)- 60 M ke-1, yaitu KRI Sampari-628 yang berlangsung di  Dermaga Divisi Kapal Perang PT. PAL Indonesia Ujung Surabaya. Rabu (28/5). Kapal perang tersebut akan memperkuat Alutsista jajaran Satuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmatim, dengan komandan kapal Letkol Laut (P) Hreesang Wisanggeni.

TNI AL bekerja sama dengan PT. PAL untuk membangun tiga unit kapal KCR-60 M, satu di antaranya adalah KRI Sampari-628 yang telah selesai dikerjakan.  Langkah tersebut  merupakan upaya guna membangun kemandirian pemenuhan alutsista sesuai dengan Undang-Undang nomor 16 tahun 2012 tentang Industri Pertahanan. Kapal jenis KCR-60 M disesain memiliki kemampuan olah gerak yang tinggi, lincah dalam menempati posisi tembak, dan mampu melaksanakan penghindaran dari pukulan balasan lawan. Selain itu, kapal jenis ini juga memiliki ketahanan bernavigasi dalam segala cuaca. 

KCR-60 M memiliki panjang 60 meter, lebar 8.10 meter, berat muatan penuh 460 ton, kecepatan berlayar 15 knot, kecepatan jelajah 20 knot max 28 knot. Kapal ini dipersenjatai meriam dan peluncur rudal,  dengan jumlah awak kapal 55 orang. (Dispenarmatim)

RIMPAC 2014 : Prajurit Korps Marinir TNI AL Serbu Hawaii

Posted: 15 Jul 2014 09:03 PM PDT

Satu peleton Korps Marinir dipimpin Lettu Marinir William David Halley, Minggu (13/7) melakukan serbuan dengan kendaraan tempur (ranpur) amfibi LVT (Landing Vehicle Traked)-7 di MCTAB (Marine Corps Training Area Bellow), Bellow Beach, Hawaii.

RIMPAC 2014 : Prajurit Korps Marinir TNI AL Serbu Hawaii

Serbuan mekanis dalam bentuk Kerjasama Infanteri Tank (KSIT) gabungan infanteri dan ranpur Korps Marinir tersebut merupakan bagian dari skenario latihan Satgas Latma Rim of the Pasific (RIMPAC) 2014 dibawah kendali Komandan Kompi Kapten Marinir Helmy Hamsyir yang dilaksanakan di Hawaii. Kegiatan ini dalam rangka menyelesaikan perintah operasi di sasaran CLT objektif 4 (mount site 2) guna pengamanan objek vital air, dan mengamankan AO (area of operation) PLT 2 CLT 2. Selain itu juga dilaksanakan patroli sektor guna pengamanan jalur logistik dari satuan atas selama dua hari kedepan.


Sebelumnya pada Jumat (11/7) prajurit Korps Marinir TNI AL melaksanakan latihan pendaratan di pantai Bellow, Oahu, Hawaii. Pendaratan yang juga diikuti personel gabungan dari Amerika, Australia, dan Tonga ini melibatkan dua ranpur amfibi Landing Vehicle Traked (LVT)-7 dan 13 unit Assault Amphibious Vehicle (AVV) yang diluncurkan dari kapal perang Amerika USS Rusmore LSD-47.


    
Pendaratan dua buah LVT-7 milik Korps Marinir TNI AL yang dipimpin Lettu Marinir Remon Dabuke, berhasil mendarat di pantai setelah menempuh jarak kurang lebih 8255 meter dalam waktu 1 jam 20 menit. Usai mendarat dilanjutkan dengan melaksanakan pertahanan/ harbouring di Marines Corps Training Area Bellow (MCTAB).

Pada waktu yang sama, di tempat berbeda, satu peleton Marinir yang dikomandani Kapten Agus Muttaqim melaksanakan HELO (Helly Operation) yang on board di kapal perang USS Peliliu LHA-5.

Latihan ini dilaksanakan sebagai kerjasama infanteri dan ranpur saat operasi darat untuk menguji kecepatan dan kekompakkan dalam penyerangan dan pertahanan secara cepat dan aman. (
Dispen Kormar)

Calon Awak Kapal Pregate Bungtomo Class Dapatkan Pembekalan Teknik

Posted: 15 Jul 2014 08:49 PM PDT

Prajurit Koarmatim yang menjadi awak kapal perang fregate buatan Inggris menerima pembekalan teknis dari kru ahli bidang senjata, radar, mesin di Galangan Kapal di Barrow in Furness, Inggris, Selasa (15/07). Para prajurit tersebut tergabung dalam Satuan Tugas Multi Role Light Fregatte (MLRF).


Sebelumnya, para prajurit pengawak kapal perang jenis MRLF ini telah melaksanakan berbagai pelatihan dan pembekalan tentang fungsi, peran, prosedur, pengoperasian peralatan, baik secara individu maupun terintegrasi bagi para calon pengawak kapal perang ini di Kolatarmatim.


Satgas MLRF dipimpin oleh Kolonel Laut (P) Yayan Sofiyan.  Selama di Inggris parajurit TNI AL yang menjadi awak kapal perang itu mendapatkan berbagai macam pembekalan tentang senjata, radar, mesin dan pengetahuan struktur bangunan dan operasional kapal tersebut. "Dengan demikian diharapkan prajurit  dapat mengawaki peralatan yang berada di kapal perang itu sesuai tugasnya", Kata Dansatgas MLRF.

Ketiga kapal MLRF tersebut rencanaya akan diserahkan oleh Pemerintah Inggris ke Pemerintah RI dalam waktu dekat sekaligus penamaan kapal perang tersebut menjadi Kapal Perang Republik Indonesia (KRI). Nama ketiga kapal perang tersebut yaitu KRI Bung Tomo-357, KRI Jhon Lie-358 dan KRI Usman Harun-359.

Ketiga kapal ini akan diseberangkan secara bertahap menuju tanah air . Tahap pertama Adalah  KRI Bung Tomo 357 dan KRI Usman Harun-359  sedangkan tahap kedua adalah KRI Jhon Lie-358. (Dispenarmatim, TNI AL)

Indonesia Menerima Tiga Pesawat F-16 C/D 52ID dari Amerika Serikat

Posted: 16 Jul 2014 01:04 AM PDT

Tiga buah pesawat tempur dari total 24 pesawat F-16 C/D 52ID telah diserahkan oleh pemerintah Amerika Serikat kepada pemerintah Indonesia pada hari Senin (14/7) pukul 12.56 siang waktu setempat bertempat  di hangar Flight Test Facility Hill AFB. Pihak Amerika serikat diwakili oleh Dr Chalon Keller yg sehari-hari menjabat sebagai acting chief F-16 International Branch telah menyerahkan tiga pesawat F-16 C/D 52ID kepada pihak Indonesia yg dalam hal ini diwakili oleh Atase Udara RI Kol Pnb Beni Koessetianto. Pengadaan 24 pesawat F16 C/D-52ID dalam Proyek "Peace Bima Sena II" ini merupakan kerjasama antara Pemerintah AS dan Indonesia berdasarkan kontrak yang ditandatangani pada tanggal 17 Januri 2012.

Indonesia Menerima Tiga Pesawat F-16 C/D 52ID dari Amerika Serikat
Upacara Serah Terima Pesawat Tempur F16 (Foto : Yudi Yuviama | Kaskus)

Ketiga pesawat terdiri dari dua pesawat F-16 D (kursi ganda) dengan nomor ekor TS-1620 dan TS-1623, serta sebuah pesawat F-16 C (kursi tunggal) dengan nomer ekor TS-1625. Turut hadir pula dalam acara penyerahan ini Maj. Gen Brent Baker selaku Komandan Hill AFB,  perwakilan dari 309 AMXG, perwakilan dari Kellstrom Industry, BAE system, Northrop Grumman, Indonesian F-16 program office Mayor Tek Subagyo serta Komandan Skadron Udara 3 Letkol.Pnb.Firman "Foxhound" Dwi Cahyono  beserta dua orang penerbang yaitu Mayor.Pnb.Anjar "Beagle" Legowo dan Mayor Pnb.Bambang "Bramble" Apriyanto . Acara berlangsung dengan khidmad dan ditandai demgan penandatanganan berita acara penyerahan yang dilanjutkan dg konferensi pers dengan media setempat.


Dalam kesempatan ini pula untuk pertama kalinya para penerbang Skadron Udara 3 melihat sosok luar dan cockpit F-16 C/D block 52 ID yang nampak baru dengan hampir semua peralatan dan layar penunjuk baru. Para penerbang mendapat penjelasan saat diberi kesempatan melihat pengerjaan pesawat-pesawat lain yang sedang di regenerasi setelah acara serah terima bahwa dibutuhkan kurang lebih 17.500 man-hour untuk mengerjakan pesawat pertama karena baru sekarang ini Depo Regenerasi dan Lockheed Martin melakukan upgrade mengganti system avionik pesawat blok 25 dengan blok 52. Untuk pengerjaan pesawat ke dua dan selanjutnya hanya dibutuhkan 15.000 man hour atau mungkin kurang setelah pabrikan mendapatkan road map pengerjaan pesawat. Acara kemudian ditutup dengan refreshment dan berakhir pukul 15.00 waktu setempat.



Sebelumnya Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau), Marsekal TNI I.B Putu Dunia didampingi Atase Udara RI di Washington DC, Kol Pnb Benedictus B Koessetianto dan Technical Liaison Officer Mayor Tek. Subagyo telah melaksanakan kunjungan kerja selama 2 hari di Depo Regenerasi Hill AFB, Utah pada tanggal 4-5 April 2014. Dalam kesempatan tersebut Kasau melaksanakan inspeksi ke hangar tempat regenerasi pesawat dilaksanakan. Kasau juga melihat langsung pesawat pertama (TS 1625) yang telah selesai melaksanakan upgrade dan modifikasi.

Menjelang penyerahan enam orang penerbang menjalani ground training di Tucson ANG Base Arizona. Selama menjalani kegiatan ground training baik di kelas maupun di simulator mereka mendapatkan bahwa  metode yg diterapkan sangat efektif. Pelajaran di kelas dan pelatihan di simulator ditekankan kepada pendalaman avionik apa saja yg diupgrade serta penggunaannya dalam penerbangan. Simulator di sini ada dua macam, yaitu simulator utk block 25 dan simulator utk block 42. Pelatihan para penerbang TNI AU menggunakan simulator block 42 yg dinilai lebih mendekati pada kemampuan pesawat blok 52ID kita. Kegiatan di simulator terdiri atas familiarisasi cockpit dan avionik, prosedur normal dan prosedur emergency, Air To Ground (Serangan darat) dan Air To Air (Pertempuran Udara) yang meliputi Basic Intercept, Air Combat Tactic 2 v 2 dan 2 v 4. Tujuannya  utk memperlancar penggunaan sistem avionik dan HOTAS (Hand On Throttle And Stick) sehingga penerbang mahir menggunakan pesawat dalam pertempuran tanpa memindahkan tangan dari kemudi.

Selanjutnya pada tanggal 15 Juli dua orang penerbang TNI AU akan ikut dalam penerbangan "Ferry"  jarak jauh tiga pesawat  pertama yang akan dikirim ke Indonesia. Rencananya dua pesawat F-16 D dengan nomer ekor TS-1620 diawaki oleh Col.Howard Purcell (Komandan 162 Fighter Wing) / Letkol.Firman Dwi Cahyono dan TS- 1623 diawaki Ltc. Erik Houston / Mayor. Anjar Legowo serta sebuah pesawat F-16 C  dengan nomer ekor TS 1625 diawaki oleh Maj. Collin Coatney. Selama perjalanan ketiga pesawat akan terbang.

melintasi Samudera Pasifik dengan  mengikuti pesawat tanker KC-135 milik USAF sebagai pesawat untuk "air refueling" atau pengisian bahan bakar di udara. Rencananya penerbangan dimulai tanggal 15 juli 2014 dengan take off dari Hill AFB, Utah pada pukul 11.00 menuju  Eilsen AFB Alaska (4 jam 23 menit), selanjutnya tgl 17 Juli Dari Eilsen AFB Alaska menuju Andersen AFB Guam (9 jam 40 menit) dan leg terakhir tanggal 20 Juli dari Guam langsung menuju Lanud Iswahyudi Madiun ( 5 jam 16 menit). Ketiga pesawat direncanakan  akan mendarat di Madiun  pukul 11.16 pada hari Minggu tanggal 20 Juli 2014.

Keenam instruktur penerbang selanjutnya mulai bulan Agustus akan melanjutkan latihan terbang konversi F-16 C/D nya di Lanud Iswahyudi Madiun dibawah supervisi para instruktur penerbang  dari US Air Force (Mobile Training Team). Saat ini konfigurasi awal pesawat F16C/D-52ID tidak dilengkapi dengan drag chute (rem payung) sehingga untuk menyesuaikan dengan kondisi Indonesia maka pesawat-pesawat ini direncanakan akan menjalani modifikasi pemasangan peralatan drag chute yang dilakukan tehnisi TNI AU dibantu personil Lockheed Martin pada kuartal pertama 2015.

Kemampuan operasi  dan tehnologi pesawat ini untuk saat ini dirasa sudah memadai untuk meningkatkan secara signifikan kemampuan jajaran tempur TNI AU   dalam manajemen perang udara modern. Harapan kita pada saat pesawat tempur masa depan IFX sudah bisa dioperasikan maka kita bisa  menerapkan berbagai prosedur, taktik, pengalaman dan ilmu pengetahuan yang didapat dari pengoperasian pesawat F-16 C/D 52ID ini sehingga kita bisa menyamai dan bahkan mengungguli kekuatan udara calon lawan dan pesaing negara kita. Pengalaman dan pemahaman dari aplikasi penggunaan tehnologi perang udara modern yang didapat dalam pengoperasian F-16 CD 52ID akan membantu kita untuk memperbaiki perencanaan, pengadaan, pelatihan serta doktrin dan taktik perang udara TNI AU sehingga mampu menjadi tulang punggung kekuatan dirgantara nasional kita. (TNI AU)

PT AIU Pasok Komponen Meriam Oerlikon Skyshield untuk Rheinmetall Defence

Posted: 15 Jul 2014 08:17 PM PDT



PT AIU Pasok Komponen Meriam Oerlikon Skyshield untuk Rheinmetall Defence
Sistem pertahanan udara Oerlikon Skyshied (photos : AIU, Militaryphotos)

PT Alam Indomesin Utama mendapatkan kepercayaan dari Rheinmetall Defence untuk memasok sebagian komponen/peralatan meriam pertahanan udara Oerlikon Skyshield 35mm untuk memenuhi order dari Kementerian Pertahanan Indonesia.


PT AIU Pasok Komponen Meriam Oerlikon Skyshield untuk Rheinmetall Defence

Skyshield merupakan meriam reaksi cepat yang dapat melindungi area dari ancaman serangan artileri, roket, dan mortir. Indonesia berencana menggunakan Skyshield untuk melindungi pangkalan udara utama TNI AU. Pengoperasian sistem ini akan ditangani oleh Korps Pasukan Khas TNI AU.


PT AIU Pasok Komponen Meriam Oerlikon Skyshield untuk Rheinmetall Defence

Indonesia membuat pesanan atas enam beterai Skyshield senilai EUR113 juta pada pertengahan tahun 2013, dengan waktu pengiriman pada akhir tahun 2014 atau selambat-lambatnya awal tahun 2015.


PT AIU Pasok Komponen Meriam Oerlikon Skyshield untuk Rheinmetall Defence

Sebanyak 8 set komponen meriam pertahanan udara Oerlikon SkyShield 35mm akan dikirimkan PT. AIU pada akhir Agustus 2014. Pekerjaan ini telah dilakukan sejak bulan April lalu, untuk tahapan selanjutnya akan diselesaikan sebelum akhir tahun 2014.

PT AIU Pasok Komponen Meriam Oerlikon Skyshield untuk Rheinmetall Defence

Berdasarkan UU No. 16/2012 tentang Industri Pertahanan maka untuk pengadaan alat utama sistem senjata diwajibkan untuk menggunakan konten lokal dan melakukan transfer of technology agar dapat mendukung industri pertahanan Indonesia. Untuk kontrak ini konten lokal yang diharakan mencapai 35%.


PT AIU Pasok Komponen Meriam Oerlikon Skyshield untuk Rheinmetall Defence

Teknologi pertahanan udara meriam Skyshield 35 mm tidak terbatas untuk peran statis, dalam beberapa pameran pertahanan Rheinmetall Defence menampilkan pula versi truck mounted, pada versi ini meriam dan radar dipasangkan pada truk beroda 8 atau 10. Platform truk yang pernah dipakai adalah MAN dan Tata. Versi mobile ini terlihat lebih optimum karena sistem pertahanan udara dapat dipindahkan dalam waktu singkat untuk melindungi daerah lain secara cepat dan maksimum.

PT AIU Pasok Komponen Meriam Oerlikon Skyshield untuk Rheinmetall Defence

Ternyata sistem Oerlikon Skyshield yang dipilih untuk melindungi pangkalan udara TNI AU adalah jenis truck mounted. Basis truk yang diambil adalah HINO Ranger, kendaraan ini dipilih untuk mendapatkan sebanyak mungkin konten lokal. Truk HINO ini telah banyak kandungan lokalnya hingga mencapai 60-90% tergantung pada modelnya.

(AIU-Defense Studies)

Pemerintahan Indonesia yang Baru dan Tantangannya

Posted: 15 Jul 2014 07:55 PM PDT

Penulis : Satya Dewangga *)

Seluruh rakyat Indonesia menantikan hasil penghitungan suara oleh suara KPU pada 22 Juli mendatang. Siapa pun yang terpilih, setiap unsur masyarakat wajib menghormati dan mengakui hasil dari pemilihan presiden yang telah dilaksanakan pada 9 juli lalu. Sesungguhnya masyarakat telah menantikan suatu pemerintahan baru yang diharapkan akan membuat suatu perubahan yang lebih baik.

Pemerintahan Indonesia yang Baru dan Tantangannya

Terlepas dari siapa yang akan menjadi presiden, namun pemerintahan yang akan memimpin Indonesia lima tahun mendatang harus menangung beban atau tanggungjawab yang amat berat. Berbagai kasus hukum yang masih mengambang harus diselesaikan. Belum lagi tuntutan untuk renegosiasi kontrak karya migas dan pertambangan. Tantangan lainnya adalah mengegakkan supremasi hukum di Indonesia.


Vox Vovuli Vox Dei

Suara rakyat adalah suara Tuhan atau Vox Vovuli Vox Dei adalah jiwa dari demokrasi. Melalui suatu pemilihan, rakyatlah yang memiliki kedaulatan untuk memilih pemimpin mereka. Kepemimpinan tidak diraih dengan tangan besi maupun faktor keturunan,  namun diraih dengan mendapatkan dukungan rakyat.

Dengan demikian, menghianati atau memanipulasi suara rakyat merupakan suatu kesalahan yang tiada terampuni. Usaha untuk melakukan kecurangan dalam penghitungan suara sesungguhnya telah menistakan demokrasi itu sendiri, karena dengan demikian jiwa dari demokrasi itu sendiri telah pudar. Oleh karena itu, KPU harus bekerja secara benar. Tidak boleh ada satu suara pun yang hilang atau bertambah di salah satu kandidat. Para pihak yang berkompetisi pun harus tenang dan menghormati jalannya perhitungan.


Terkait dengan semakin majunya canggihnya ilmu pengetahuan dan teknologi, ,maka hasil perhitungan pemilu dapat dideteksi dengan metode hitung cepat. Metode ini menggunakan kaidah statistik yang mengambil sampel di lapangan dengan batas kesalahan yang amat minim. Dengan demikian, diharapkan hasil rekapitulasi KPU tidak berbeda jauh dengan hasil hitung cepat.

Namun dengan adanya hasil kontras antara beberapa lembaga pemilu yang memenangkan salah satu pasangan calon, maka sesungguhnya kaidah-kaidah statistik tersebut telah dimanipulasi untuk suatu kebohongan politik demi mendapatkan legitimasi sesaat. Pada saat inilah lembaga survey yang melakukan kebohongan hitung cepat telah melakukan panistaan pada proses demokrasi di Indonesia. Pemerintah dan lembaga penyelenggara pemilu harus bertindak keras akan hal ini. Kembali pada Vox Vovuli Vox Dei, maka jangan ada siapa pun yang berani macam-macam dengan suara rakyat.

Penyelesaian Kasus-Kasus Hukum

Pemerintahan yang baru nanti sesungguhnya akan menanggung tanggung jawab yang tidak ringan. Pada dua periode pemerintahan SBY, kasus-kasus korupsi marak muncul. Banyak dari kasus-kasus tersebut yang hingga kini belum selesai penyelidikannya, ataupun dinilai belum menyentuh aktor utama maupun aktor intelektualnya.

Kasus Bank Century merupakan kasus perbankan terbesar yang harus dituntaskan. Badan Pengawas Keuangan menyatakan telah terjadi kerugian negara dalam pengucuran dana pada Bank Century, namun hingga saat ini penyelesaian kasus tersebut masih mangambang.

Penyelesaian dua kasus di Kementerian Olahraga juga belum memuaskan. Kasus Wisma Atlet dan Kasus Hambangang merupakan korupsi mega proyek yang sesungguhnya telah dipersiapkan dengan matang. Namun hingga kini hanya segelintir orang saja yang baru terjamah hukum. Pemerintahan yang baru harus berani membuka siapa dalang dan yang mendapatkan keuntungan atas kasus tersebut.

Kasus korupsi di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral juga sepertinya sudah menjadi cerita klasik. Tertangkapnya mantan Ketua SKK Migas Rudi Rubiandini, sesungguhnya hanya merupakan fenomena gunung es dari kementerian yang dipimpin Jero Wacik tersebut. Sudah menjadi cibiran umum di masyarakat bahwa maraknya praktek mafia dalam usaha migas dan pertambangan di Indonesia. Namun, pemerintahan yang ada seakan membiarkan hal tersebut. Entah apakah mereka turut mendapat keuntungan, namun yang terpenting pemerintahan mendatang harus berani mengusut kebobrokan ini.

Kasus di Kementerian Agama merupakan kasus terakhir yang dibuka sebelum pemilu presiden. Setelah ditetapkan sebagai tersangka, maka menteri yang terkait langsung mengudurkan diri. Sangat menarik dan dinantikan oleh masyarakat, bagaimana kelanjutan dari kasus korupsi ini ke depan.

Renegosiasi Kontrak Karya

Pemerintah mendatang juga diharapkan akan merenegosiasi konrak-kontrak minyak serta pertambangan yang ada di Indonesia. Perhatian utama masyarakat adalah pada pertambangan Freeport. Pemerintah Indonesia hanya mendapatkan pembagian keuntungan sebesar 1 persen dari total keuntungan Freeport.

Kontrak pertambangan di Papua tersebut harus direvisi, sehingga Pemerintah mendapatkan pembagian keuntungan yang proporsional. Apabila proses renegosiasi tidak berhail, maka pemerintah yang baru harus berani mencabut kontrak karya dengan perusahaan tersebut.

Menyoroti perusahaan penghasil minyak di dalam negeri, Pertamina belum menjadi produsen nomor satu. Penghasil utama adalah Total, BP Petrolium, Shell, Conoco Philip dan Chevron. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia bahkan tidak berdaulat secara energi di negerinya sendiri. Pemerintah mendatang harus mengupayakan agar Pertamina menjadi penghasil minyak terbesar di Indonesia.

Terkait gas bumi, pemerintah mendatang juga harus merenegosiasi harga gas alam cair yang diekpor. Harga ekpor yang dijual oleh Indonesia hanya pada kisaran 30 - 40 persen dari harga yang berlaku di pasar internasional saat ini. Seperti diketahui gas Blok Tangguh, Papua, masih dijual sangat murah. Hanya US$ 3,5/MMBTU, padahal harga di pasaran US$ 11-13/ MMBTU. Tentu saja hal ini sangat merugikan rakyat Indonesia, dimana seharusnya keuntungan harga gas tersebut dapat digunakan untuk pembangunan infrastruktur seperti di sektor pendidikan dan kesehatan.

Penegakkan Supremasi Hukum

Tantangan terberat bagi pemerintah mendatang adalah mengembalikan kepercayaan masyarakat atas penegakkan hukum. Supremasi hukum masih jauh daripada yang diharapkan. Kehadiran KPK Misalnya, ternyata tidak juga menurunkan niat para koruptor untuk menyelewengkan uang negara. Banyak oknum baik kepolisian, kejaksaaan, serta hakim yang justru terbukti terlibat dalam kasus korupsi.

Pemerintah mendatang harus melakukan perubahan mendasar bagi seluruh lembaga pengeak hukum, yakni kepolisian, kejaksaan, dan kehakiman. Suatu merit sistem yang baru harus diwujudkan. Harus ada sistem yang memberikan penghargaan yang tinggi bagi aparat yang berhasil melaksanakan tugasnya dengan baik. Namun, hukuman yang berat juga tersedia bagi mereka yang turut melanggar hukum.

Tanpa adanya penegakkan supremasi hukum, maka pembangunan yang berkeadilan tidak akan tercapai. Oleh karena itu, dengan dukungan dari seluruh rakyat, maka pemerintah mendatang diharapkan tidak ragu-ragu dalam membuat keputusan. Dengan demikian, negara Indonesia tidak dapat disepelekan lagi di mata internasional karena penegakkan hukumnya yang masih tebang pilih atau tergolong buruk. (GFI)

*) Penulis adalah pemerhati masalah Polkam. Tinggal di Jakarta Timur.

Bill Clinton ke Indonesia Berpotensi Intervensi Hasil Pilpres

Posted: 15 Jul 2014 02:45 AM PDT

Mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Bill Clinton, berencana melakukan kunjungan ke beberapa negara pada 16-23 Juli 2014. Kunjungan tersebut bertujuan untuk melihat aktivitas sosial yang dilaksanakan oleh Yayasan Clinton. Negara-negara yang akan dikunjunginya adalah India, Vietnam, Indonesia, Papua Nugini, dan Australia.

Bill Clinton ke Indonesia Berpotensi Intervensi Hasil Pilpres

Pengamat politik internasional dari Lembaga Studi Politik Asia-Pasific (LS-PAP), Johan Hendrik Setiawan, mencurigai kedatangan Clinton ke Indonesia ada kaitannya dengan situsi hasil pemilihan presiden (pilpres) yang sedang menunggu hasil rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Kita perlu mewaspadai agenda terselubung di balik kunjungan Clinton di saat rakyat Indonesia sedang menunggu hasil pemilu presiden,'' kata Johan, dalam rilisnya, Selasa (15/7/2014).
 


Menurut Johan, kecurigaan Clinton akan intervensi hasil pilpres karena mantan Presiden AS itu memiliki hubungan baik dengan konglomerat Indonesia, James Riady. James merupakan bagian dari kubu capres Jokowi-JK.

"Kita harus ingat James Riady pernah dilarang masuk AS karena melakukan kontribusi ilegal untuk kampanye mantan Presiden AS Bill Clinton dan James banyak disinyalir penyokong dana kampanye Jokowi," tutur Johan.

"Kita patut waspada dan marah kalau Clinton intervensi hasil pemilu untuk memenangkan salah satu calon presiden yang diinginkan AS dan sekutunya, itu berarti menodai kedaulatan politik rakyat Indonesia atas pemilu yang diharapkan jurdil," tuturnya.

Sebelumnya, penegasan hubungan Jokowi, James Riady, dan Bill Clinton diutarakan juga oleh aktivis perempuan Ratna Sarumpaet. Menurutnya, semua biaya blusukan dan kampanye calon presiden Jokowi dipengaruhi oleh konglomerat Indonesia yang pernah dekat dengan mantan Presiden AS Bill Clinton, James Riady (Okezone)

Kodam VII/Wirabuana pegang data C1 pilpres

Posted: 15 Jul 2014 02:34 AM PDT

Pangdam VII/Wirabuana Mayor Jenderal TNI Bachtiar menyatakan bahwa anak buahnya yang bertugas mengawal tempat pemungutan suara (TPS) juga memegang data C1.

"Yang pastinya kita di TNI itu harus netral dan itu harga mati bagi kita sebagai prajurit. Netralnya TNI itu kehendak rakyat dan kehendak negeri ini, jadi tidak ada alasan untuk tidak netral," katanya di Makassar, Senin.



Ia mengatakan, adanya prajurit TNI yang memegang data C1, itu hanyalah salinan dan gambar hasil jepretan kamera karena data-data C1 itu diambil sebagai dokumen pribadi.

Dia mengaku jika dokumen berupa gambar maupun salinan C1 itu tidak untuk dijadikan pembanding atau bukan untuk kebutuhan pihak-pihak lain selain dari Kodam VII/Wirabuna.


Karena itu, pihaknya berjanji tidak akan menyebarkan salinan C1 itu kepada siapa pun kecuali jika dokumen itu dibutuhkan oleh negara sebagai alat bukti dan pembanding.

"Itu hanya dokumen untuk kita pegang dan bukan untuk siapa pun. Kita berharap semuanya berjalan lancar sampai ada penetapan dari KPU tetapi kalau suatu saat nanti dibutuhkan, maka kita siap," katanya.

Selain itu, Pangdam juga memerintahkan kepada seluruh prajuritnya untuk mengawal penghitungan hasil pemungutan suara demi mencegah adanya kecurangan, maupun sabotase dalam proses pelaksanaan Pemilihan Presiden 2014.

"Kita tidak ingin ada sesuatu terjadi yang dapat mengganggu hasil penghitungan suara, makanya saya memberikan penekanan kepada semua prajurit untuk mengawal dengan ketat kotak-kotak suara itu," ujarnya.

Ia menyatakan, meski pelaksanaan pemungutan suara di Sulsel pada 9 Juli telah berjalan dengan kondusif, ia mengatakan proses pengamanan tidak boleh lengah.

Karena itu, dirinya tidak ingin ada sesuatu yang dapat mengganggu jalannya hasil penghitungan, makanya proses penghitungan dari tingkat PPS hingga Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten, kota dan provinsi akan dijaga ketat.

"Sampai tanggal 18-19 Juli nanti penghitungan di KPU Sulsel diharapkan selesai dan prosesnya tinggal ke KPU pusat. Baru saat itu saya bisa bernafas lega," katanya.

Demi terciptanya suasana aman dan tertib dalam proses pemilihan presiden itu, dirinya mengaku terus memantau perkembangan hasil penghitungan mulai dari tingkat TPS hingga KPU.

Bachtiar juga memerintahkan semua perwira pengendalinya untuk melaporkan perkembangan itu kepada dirinya hasil yang didapatkan di lapangan yang dikawal oleh prajuritnya.

"Anak buah saya secara rutin terus melaporkan kondisi perhitungan suara manual. Setengah jam sekali perwira-perwira saya melaporkannya kepadaku," tuturnya.  (MH/KWR | Antara)

Vympel R-77 (AA-12 Adder) : Rudal Andalan untuk Perang Udara

Posted: 15 Jul 2014 02:28 AM PDT

Pesaing utama rudal AIM-120 AMRAAM andalan Amerika Serikat, R-77 kerap dijuluki AMRAAMSKI. Pertanyaan paling mendasar, sehebat apakah rudal udara ke udara jarak menengah/jauh ini?.



Paling tidak ada sepuluh varian induk yang dibuat Vymvel Design Bureau untuk rudal udara ke udara jarak menengah R-77 yang dalam istilah NATO diberi kode AA-12 Adder. Mulai dari varian standar hingga varian terbaru untuk penempur generasi kelima Rusia, T-50 PAK FA, yakni K-77M yang dilengkapi radar AESA. Indonesia melengkapi armada Su-27/30 dengan varian RVV-AE (Izdeliye 190), yang khusus dibuat Rusia untuk versi ekspor.


Walaupun R-77 dasarnya adalah rudal udara ke udara, namun pihak pembuat juga telah mengembangkan R-77 menjadi rudal darat ke udara (R-77-SRK) dan juga rudal kapal ke udara (R-77-ZRK). R-77 jadi andalan para pengguna jet tempur Rusia dan kini sudah digunakan di sembilan negara: Rusia, Aljazair, Tiongkok, India, Malaysia, Venezuela, Vietnam, Peru, dan Indonesia.

R-77 dibuat Vympel pada 1982. Rudal dengan panjang 3,6 meter, diameter 20 cm, dan bobot antara 175 kg (R-77) – 226 kg (R-77-PD) ini mampu mengejar sasarannya dengan kecepatan Mach 4,5. Kemampuan menjangkau sasaran berada dikisaran 40-160 km tergantung varian dan ketinggian terbangnya. Maka R-77 disebut pihak pembuatnya sebagai rudal udara ke udara jarak menengah dan jarak jauh.

R-77 dapat diluncurkan pada ketinggian terbang pesawat antara 5 meter (16,5 kaki) hingga 25 km (82.000 kaki). Rudal ini ditenagai oleh roket berbahan bakar padat (R-77) atau sistem penghisap udara ramjet (R-77-PD). Hulu ledak rudal berkisar 22 kg, menggunakan fragmentasi high explosive serta sistem pemandu inersial baik aktif, pasif maupun infra merah.

Salah satu ciri yang dapat dilihat dari R-77 selain bentuknya yang panjang dan runcing, adalah digunakannya grid fin di bagian ekor. Sirip tegak berlubang dengan pola kotak menyerupai waffle besi ini berfungsi untuk mengarahkan aliran udara di bagian ekor rudal pada kecepatan supersonik. Arahnya dapat diatur dengan poros engsel di bagian pangkalnya. Grid fin lazim digunakan pada rudal balistik buatan Soviet era 1970-an dan juga roket Lunar N1 serta kapsul Soyuz TM-22.

Paling efektif

Dengan kecepatan lajunya yang sangat tinggi, R-77 diklaim sebagai rudal udara ke udara paling efektif yang dapat digunakan untuk menghancurkan beragam sasaran di udara termasuk rudal Mach 4 AIM-120 AMRAAM (Advanced Medium Range Air-to-Air Missile), AIM-54 Phoenix maupun rudal darat ke udara semacam Patriot. R-77 digunakan AU Rusia sejak 1994 dan telah diekspor pertama kali ke India tahun 2002. Di kawasan ASEAN, RVV-AE telah dimiliki oleh Malaysia dan Vietnam yang sama-sama menggunakan Su-27/30 sebagai kekuatan pemukul utama.

Tiongkok yang getol membeli beragam persenjataan Rusia, tak ketinggalan melengkapi armada Su-27/30 dengan R-77. Tidak hanya itu saja, Tiongkok kemudian juga membuat secara lisensi seeker dan sistem pemandu pada R-77 dan menerapkannya pada rudal PL-12/SD-10 Sino-AMRAAM.

Dibandingkan AIM-120 AMRAAM buatan Hughes/Raytheon yang telah diproduksi sejak 1991, dapat dikatakan R-77/RVV-AE memang masih kalah dalam pengoperasiannya di medan laga. Sehingga untuk mengukur seberapa hebat rudal ini rasanya masih butuh pembuktian. Sementara AIM-120 telah berhasil menembak jatuh MiG-25 Irak pada 27 Desember 1992 dimana saat itu AIM-120 diluncurkan dari F-16D AU AS. Catatan berikutnya, Januari 1993 MiG-23 Irak juga berhasil dijatuhkan F-16C AU AS menggunakan AIM-120 AMRAAM, dan setelah itu AIM-120 masih membukukan berbagai kill lainnya.

Rusia dan negara-negara pengguna R-77 lainnya mungkin masih menunggu kesempatan untuk bisa menggunakan rudal BVR (Beyond Visual Range) R-77 dalam kesempatan yang pas. Secara teori di atas kertas, rudal ini lebih unggul dari para pesaingnya. Itu pula yang menyebabkan AS dan para sekutunya selalu waspada pada berbagai persenjataan buatan Rusia, termasuk R-77 atau AA-12 Adder ini. (Roni Sontani | Angkasa)

Unknown Wednesday, July 16, 2014